• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Ilustrasi Imam Al-Ghazali

Kisah Imam Al-Ghazali Menyapu Lantai Rumah Gurunya dengan Tangan Sendiri

October 18, 2025
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Hikmah

Kisah Imam Al-Ghazali Menyapu Lantai Rumah Gurunya dengan Tangan Sendiri

liputan9news by liputan9news
October 18, 2025
in Hikmah
A A
0
Ilustrasi Imam Al-Ghazali

Foto: Ilustrasi Imam Al-Ghazali

495
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Sikap hormat, patuh, dan memuliakan guru merupakan adab yang telah mengakar kuat di kalangan para penuntut ilmu muslim sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam. Salah satu teladan yang menggambarkan kemuliaan adab tersebut adalah kisah Imam Al-Ghazali (450 – 505 H), seorang ulama besar yang dengan kerendahan hati menyapu lantai rumah gurunya dengan menggunakan tangannya sendiri.

Dalam kitab Maraqil Ubudiyah ala Matan Bidayatil Hidayah (Semarang, Karya Toha Putra, t.t) halaman 85-86, Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa kisah ini bermula dari saudaranya Al-Ghazali bernama Ahmad yang jarang terlihat menjadi makmum ketika Al-Ghazali menjadi imam shalat berjamaah.

Suatu hari, Al-Ghazali meminta kepada ibunya untuk menasihati Ahmad agar mau shalat berjamaah ketika Al-Ghazali menjadi imam di masjid. Hal ini dilakukan untuk menghindari fitnah atau opini liar yang berkembang di tengah masyarakat.

Tak butuh waktu lama, ibunya pun menasihati Ahmad yang akhirnya ia mau berangkat ke masjid dan menjadi makmum shalatnya Al-Ghazali. Namun ketika menjadi makmum shalat, pandangan batin Ahmad melihat banyak darah dalam diri Al-Ghazali sehingga ia pun melakukan mufaraqah (memisahkan diri dari imam).

BeritaTerkait:

PBNU Buka Beasiswa ke Maroko 2026, Inilah Syarat dan Tahapan Pendaftarannya!

Ketika Polarisasi Membunuh Karakter Nahdliyin-Santri, Kapan Selesai?

Keutamaan Ilmu Bernalar Sahih

Barisan Nahdliyin Muda: Musyawarah Kubro Lirboyo Hanya Opsional

Usai menunaikan ibadah shalat berjamaah, Al-Ghazali mendapati saudaranya melakukan mufaraqah saat shalat. Ia pun meminta klarifikasi dan menanyakan alasannya.

“Saat shalat aku melihat tubuhmu dipenuhi dengan darah,” ucap Ahmad menjawab rasa penasaran Al-Ghazali.

Jawaban tersebut membuat Al-Ghazali terhenyak. Pasalnya, ia sendiri mengakui bahwa ketika sedang memimpin shalat, hatinya malah memikirkan permasalahan darah haid, khususnya soal mutahayyirah, yaitu wanita yang sudah haid dan suci namun kemudian mengalami pendarahan kembali.

Al-Ghazali kemudian merasa penasaran dengan keunikan ilmu yang dimiliki saudaranya itu. Pasalnya, dia bisa mengetahui apa yang sedang difikirkan oleh Al-Ghazali. Ahmad kemudian menjawab:

“Aku mempelajarinya dari Syekh Al-Atiqi, pekerjaannya menjahit dan memperbaiki sandal-sandal lama,” jawab Ahmad.

Setelah mendapatkan identitas dan alamat lengkap syekh yang dimaksud, Al-Ghazali pun segera berangkat untuk menemui dan berguru kepadanya.

“Wahai tuan guru, aku ingin menjadi muridmu dan belajar ilmu kepadamu,” ucap Al-Ghazali saat bertemu dengan sosok guru zuhud itu.

Sepertinya sang guru meragukan niat dan keinginan Al-Ghazali. Ia pun kemudian mencoba menguji keseriusan Al-Ghazali.

“Sepertinya kamu tidak akan sanggup menaati perintahku,” jawabnya pada Al-Ghazali.

“Insyaallah aku sanggup,” tegas Al-Ghazali penuh keyakinan.

“Kalau begitu, coba sekarang kamu bersihkan lantai ini,” ucap sang guru memerintahkan Al-Ghazali.

Saat menatap sapu dan hendak mengambilnya, syekh yang khumul ini kemudian memerintahkan Al-Ghazali untuk menyapu lantai itu tidak dengan sapu, melainkan dengan tangannya sendiri. Al-Ghazali pun membuktikan keseriusannya, ia membersihkan lantai dengan tangannya sendiri.

Tidak berhenti di sini, sang guru lagi-lagi memberikan ujian yang lebih dari itu. Ia memerintahkan Al-Ghazali untuk membersihkan kotoran yang ada di sekitarnya.

“Bersihkan kotoran itu dengan baju yang kamu pakai,” perintahnya pada Al-Ghazali.

Ketika Al-Ghazali hendak melepas pakaiannya, sang guru kemudian melihat pancaran keikhlasan dalam diri Al-Ghazali, ia pun segera mencegahnya lalu menyuruhnya pulang.

Sejak saat itu, Al-Ghazali merasakan ketenangan batin, hatinya terbuka, dan mampu menerima cahaya ilmu yang luar biasa dari Allah. Al-Ghazali kemudian menyadari bahwa semua ilmu yang sebelumnya ia ajarkan kepada murid-muridnya tampak begitu kecil dibandingkan dengan ilmu yang Allah limpahkan ke dalam hatinya.

Pengabdian dan Adab Murid

Perjalanan hidup Imam Al-Ghazali ini mengajarkan tentang pentingnya seorang murid memiliki adab, hormat, serta kecintaan pada ilmu dan guru. Sikap ini akan memudahkan seseorang dalam meraih ilmu dan keberkahan. Berkah adalah sesuatu yang masuk dalam wilayah rasa, sulit dijelaskan namun bisa dirasakan. Dalam kitab Ayyuhal Walad, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa rasa (dzauq) itu tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Menurutnya, sebuah rasa bisa diketahui dengan utuh hanya melalui pengalaman langsung, tidak dengan cara melihat atau mendengar.

Di sisi lain, kisah ini juga mengingatkan bahwa seorang guru sejati akan menjadikan setiap interaksi dengan muridnya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai sarana pendidikan untuk bekal muridnya di kemudian hari. Perintah Syekh Al-Atiqi pada Al-Ghazali untuk membersihkan lantai bukanlah untuk kepentingan pribadinya, melainkan dalam rangka menggembleng Al-Ghazali agar memiliki hati yang bersih sehingga siap untuk menerima limpahan berkah dan hikmah ilahi. Wallahu a’lam.

Editor: Yuzep Ahmad
Sumber: Kemenag

Tags: AdabIlmuImam Al-GhazaliMuridSantri
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Universitas al-Qarawiyyin, Fatima al-Fihri in Fez, Morocco (Foto: africanpridemagazine.com)
Nasional

PBNU Buka Beasiswa ke Maroko 2026, Inilah Syarat dan Tahapan Pendaftarannya!

by liputan9news
January 27, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali membuka pendaftaran program beasiswa bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan di...

Read more
Imam Jazuli

Ketika Polarisasi Membunuh Karakter Nahdliyin-Santri, Kapan Selesai?

December 28, 2025
Sulaiman-Djaya

Keutamaan Ilmu Bernalar Sahih

December 24, 2025
Barisan Nahdliyin Muda: Musyawarah Kubro Lirboyo Hanya Opsional (Foto: WLY/MSN)

Barisan Nahdliyin Muda: Musyawarah Kubro Lirboyo Hanya Opsional

December 22, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In