• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Zakky Mubarok

Larangan Saling Mengkafirkan Sesama Muslim

October 29, 2025
Dukungan NU terhadap Pemberantasan Korupsi

Dukungan NU terhadap Pemberantasan Korupsi

January 10, 2026
Haul Rizal Ramli

Peringati Haul 2 Tahun Rizal Ramli, FJN Bertekat  Hidupkan Pemikiran dan Mengenang Kebaikan RR

January 10, 2026
Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

January 9, 2026
Gus Yahya

PBNU Respon Penetapan Tersangka Eks Menang Yaqut Cholil Qoumas

January 9, 2026
Gus Alex-KPK

KPK Tetapkan Yaqut dan Alex sebagai Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Khusus

January 9, 2026
Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

January 9, 2026
Imam Jazuli

Urgensi Rekonstruksi Sistem AHWA Berbasis Zonasi Keterwakilan Daerah

January 9, 2026
Foto: Ilustrasi

Penguat Demokrasi Lokal

January 9, 2026
Rajab

Khutbah Jumat: Rajab Bulan Menanam, Sya‘ban Bulan Menyiram, dan Ramadhan Bulan Memanen

January 9, 2026
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

KPK Tegaskan BPK Sepakati Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji Bisa Dihitung

January 8, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Saturday, January 10, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Syiar Islam

Larangan Saling Mengkafirkan Sesama Muslim

Oleh: Dr. KH. Zakky Mubarak, MA

liputan9news by liputan9news
October 29, 2025
in Syiar Islam
A A
0
Zakky Mubarok

Dr. KH. Zakky Mubarok, MA., Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) dan Musytasar PBNU/Foto: Liputan9news

497
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Agama, kepercayaan dan keyakinan yang dimiliki oleh manusia adalah merupakan pilihan yang ada dalam sanubarinya masing-masing. Karena itu, tidak mungkin seseorang memaksa orang lain untuk memasuki suatu agama atau keyakinan. Karena hal itu berkaitan dengan hati sanubarinya masing-masing. Orang-orang yang memiliki kekuasaan, bisa memaksa orang lain untuk melakukan hal-hal yang bersifat lahiriah, tapi tidak bisa memaksa agama atau keyakinan seseorang.

Sekiranya mereka dipaksa dengan kekerasan, paling-paling mereka akan melakukan taqiyah, yaitu lahiriahnya mengikuti paksaan orang itu, tapi hati dan keyakinannya secara batiniah, akan tetap pada keyakinannya semula. Taqiyah adalah suatu sikap menyetujui sesuatu yang bersifat sementara, sedangkan hatinya tetap menolak. Apabila ia tidak dalam keadaan terpaksa lagi, maka akan kembali kepada keyakinannya.

Menyadari hal ini, ajaran Islam sangat memperhatikan tentang kebebasan seseorang dalam masalah agama dan keyakinan. Karena itu ditegaskan berkali-kali, baik dalam al-Quran maupun al-Sunnah bahwa sesungguhnya tidak ada paksaan untuk memeluk dan mengikuti agama Islam. Masalah kondisi hati seseorang, baik mengenai agama, kepercayaan dan keyakinannya tidak ada orang lain yang mengetahui. Bahkan, para nabi pun tidak mengetahui isi hati seseorang, kecuali mendapatkan wahyu dari Allah s.w.t..

Dengan demikian, tugas para nabi dan rasul dalam berdakwah atau mengajak orang lain menuju agama Allah, sama sekali tidak melalui pemaksaan atau kekerasan. Mereka sekedar menyampaikan risalah kebenaran yang datangnya dari Allah s.w.t.. Para nabi dan rasul menginformasikan bahwa tugas kami semua adalah hanya menyampaikan kebenaran berdasarkan wahyu dari Allah s.w.t.. Allah s.w.t. memperingatkan para nabi bahwa mereka itu tidaklah ditugaskan untuk memaksa orang lain agar mengikuti kemauan dan kehendaknya.

BeritaTerkait:

5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Seorang Khatib

Yang Diridhai dan Yang Dimurkai Oleh Allah Swt

Khutbah Jumat: Larangan Merusak Lingkungan dalam Al-Qur’an

Iman Menentukan Perilaku Manusia

Memperhatikan kenyataan ini, maka setiap orang muslim diarahkan agar tidak saling mengkafirkan sesama mereka. Apabila ada seseorang muslim yang menuduh orang lain itu kafir, padahal orang itu tidak kafir, maka tuduhan itu akan kembali kepadanya, sehingga dialah yang menjadi kafir.

عَنِ ابنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إِذا قَالَ الرَّجُلُ لأَخِيهِ: يَا كَافِر، فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُما، فَإِنْ كَان كَمَا قَالَ وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ “متفقٌ عليه.

Artinya: “Dari Ibnu Umar r.a. menginformasikan: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila seseorang berkata kepada saudaranya, ‘Wahai kafir,’ maka ucapan itu kembali kepada salah satu dari keduanya. Jika benar seperti yang ia katakan, maka tertuju kepadanya, dan jika tidak, maka kembali kepada yang mengucapkannya.” (HR. Bukhari Muslim).

Dalam hadits lain yang serupa itu, dari Abu Dzar r.a. menyebutkan:

وعَنْ أَبي ذَرٍّ رَضِي اللَّه عنْهُ أَنَّهُ سمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ: “منْ دَعَا رَجُلاً بالْكُفْرِ، أَوْ قَالَ: عَدُوَّ اللَّهِ، ولَيْس كَذلكَ إِلاَّ حَارَ علَيْهِ” متفقٌ عليه.

Artinya: “Dari Abu Dzar r.a. menginformasikan bahwa ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barang siapa memanggil seseorang dengan sebutan kafir atau berkata, ‘Wahai musuh Allah,’ padahal orang itu tidak demikian, maka ucapan itu akan kembali kepadanya.” (HR. Bukhari Muslim).

Dari Ibnu Mas’ud r.a. menyebutan bahwa seorang muslim itu bukanlah orang yang suka mencela, bukan orang yang suka melaknat, bukan pula orang yang keji, dan bukan pula orang yang berkata kotor. (HR. Tirmidzi, 3457).

Usamah bin Zaid bin Haritsah ketika ditugaskan oleh Nabi s.a.w. sebagai panglima perang. Dalam peperangan itu, beliau menghadapi musuh satu persatu. Musuh itu sangat ganas, ketika Zaid berhasil melumpuhkan musuhnya, sehingga ia tidak bisa menghindar, tiba-tiba ia mengucapkan Laailaaha Ilallah (tidak ada Tuhan selain Allah). Usamah menganggap ucapan orang itu hanya sekedar siasat, tidak keluar dari hatinya yang murni, karena itu, beliau tetap membunuhnya.

Peristiwa itu sampai kepada Nabi s.a.w., Usamah langsung ditegur: Mengapa engkau membunuh dalam peperangan itu, seseorang yang mengucapkan Laailaaha Illallah (tidak ada Tuhan selain Allah)? Usamah menjawab: Ucapan orang itu hanya sekedar siasat, bukan dari hati yang sesungguhnya. Nabi menegur kembali bahwa tidak ada orang yang bisa mengetahui hati orang lain. Nabi terus menanyakannya sampai tiga kali, sehingga Usamah merasa sangat menyesal dengan penyesalan yang luar biasa.

Memperhatikan kenyataan ini bisa kita pahami bahwa masalah keyakinan, agama dan kepercayaan adalah masalah hati manusia yang tidak bisa diketahui oleh siapapun, kecuali oleh Allah s.w.t.. Oleh karena itu, Islam melarang saling mengkafirkan sesama muslim, karena apabila yang dituduh kafir itu ternyata tidak demikian, maka akan kembali kepada orang yang menuduhnya, sehingga dialah yang menjadi kafir.

Dr. KH. Zakky Mubarok Syakrakh, MA., Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Tags: LaranganMengkafirkanMuslimsesamaSyiar Islam
Share199Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Khutbah Jumat: Hari Pahlawan Nasional
Tanya-Jawab

5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Seorang Khatib

by liputan9news
December 4, 2025
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Khutbah Jumat merupakan rangkaian ibadah yang memiliki peran penting karena menjadi salah satu syarat sahnya shalat Jumat....

Read more
Zakky Mubarok

Yang Diridhai dan Yang Dimurkai Oleh Allah Swt

November 25, 2025
Ilustrasi Merusak Lingkungan

Khutbah Jumat: Larangan Merusak Lingkungan dalam Al-Qur’an

October 23, 2025
Dr. KH. Zakky Mubarok, MA, Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU)

Iman Menentukan Perilaku Manusia

October 21, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2515
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

141
Dukungan NU terhadap Pemberantasan Korupsi

Dukungan NU terhadap Pemberantasan Korupsi

January 10, 2026
Haul Rizal Ramli

Peringati Haul 2 Tahun Rizal Ramli, FJN Bertekat  Hidupkan Pemikiran dan Mengenang Kebaikan RR

January 10, 2026
Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

January 9, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In