• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman-Djaya

Literasi Pemajuan Budaya

May 22, 2024
Imam Jazuli

Urgensi Rekonstruksi Sistem AHWA Berbasis Zonasi Keterwakilan Daerah

January 9, 2026
Foto: Ilustrasi

Penguat Demokrasi Lokal

January 9, 2026
Rajab

Khutbah Jumat: Rajab Bulan Menanam, Sya‘ban Bulan Menyiram, dan Ramadhan Bulan Memanen

January 9, 2026
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

KPK Tegaskan BPK Sepakati Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji Bisa Dihitung

January 8, 2026
Masjid Nabawi

Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian

January 8, 2026
Gus Yaqut

Masa Cekal Yaqut Segera Habis, Inilah Sikap KPK

January 8, 2026
Kiai Said dan Tantangan NU Masa Kini

Ketua PBNU dalam Lintasan Sejarah (Dari KH Idham Chalid sampai KH Said Aqil Siroj)

January 7, 2026
Qonun Asasi NU dan Rintihan Kiai Kampung

Qonun Asasi NU dan Rintihan Kiai Kampung

January 7, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama mempunyamisi visi memberikan dampak kepada dunia internasional semenjak organisasi NU Didirikan. Sebagai wujud konkrit dari visi tersebut adalah partisipasi NU dalam perjuangan

Sambut Harlah NU, Gus Yahya Ajak Warga Nahdliyin Jaga Persatuan

January 7, 2026
Ponpes Al-Istighotsah akan Menggelar Peringatan Haul Ke-23 KH Mahfudz Syafi’i

Ponpes Al-Istighotsah akan Menggelar Peringatan Haul Ke-23 KH Mahfudz Syafi’i

January 6, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, January 9, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Literasi Pemajuan Budaya

Oleh: Sulaiman Djaya

liputan9news by liputan9news
May 22, 2024
in Uncategorized
A A
0
Sulaiman-Djaya

Sulaiman Djaya, Esais, Penyair, dan Pengurus Majelis Kebudayaan Banten

498
SHARES
1.4k
VIEWS

Banten, LIPUTAN 9 NEWS

“Untuk bidang seni dan sastra, hidup dan lestarinya pun tidak jauh berbeda. Mereka membutuhkan ruang-ruang, media dan fasilitas-fasilitas yang akan merawat dan menaungi keberlangsungan kreatif mereka. Pengalaman saya waktu di Jakarta, sebagai contoh saja, hidupnya seni dan sastra memang salah-satunya ditopang dan dilestarikan oleh keberadaan media-media yang bisa memberikan tambahan pendapatan bagi para seniman dan para penulis, serta keberadaan infrastruktur-infrastruktur seperti Taman Ismail Marzuki, yang menjadi tempat pentas sekaligus apresiasi seni dan sastra, tingkat nasional, tak hanya untuk kawasan Jakarta saja.” (Sulaiman Djaya)

Beberapa waktu silam saya diminta menjadi narasumber sebuah podcast sosial-keagamaan-budaya. Kebetulan saya khusus diminta untuk mengemukakan pandangan saya ihwal fenomena Putri Ariani yang bersinar di reality show Americas Got Talent itu, yang kini akhirnya Putri Ariani mendapatkan panggungnya di jagat music dunia. Tentu saja saya tanpa sungkan memberikan pandangan positif, bahwa kemunculan Putri Ariani patut disyukuri di tengah gelombang massif pengaruh budaya asing di kalangan generasi muda kita, semisal K-Pop dan Drama Korea.

Di podcast itu juga saya menyampaikan sejumlah keprihatinan saya. Misalnya, banyak anak-anak muda kita lebih mengenal dengan detil hal-hal yang berasal dari Negara lain, seperti kuliner dan music mancanegara. Anak-anak muda kita, contohnya, lebih mengenal kimchi, ramen, kebab dan lainnya, ketimbang martabak. Lebih mengenal drama korea ketimbang ubrug dan film-film drama Indonesia. Barangkali, kita kurang sigap menciptkan brand. Padahal, ketika kuliner Indonesia disosialisasikan ke luar negeri, malah mendapatkan respon sangat positif di mancanegara. Beberapa media dan jajak pendapat bahkan menunjukkan bahwa soto betawi, siomay, dan rendang sebagai kuliner favorit nomor satu di dunia.

BeritaTerkait:

Kepedulian Menumbuhkan Kehidupan yang Sehat

Keutamaan Ilmu Bernalar Sahih

Menjadi Bermakna Sebagai Manusia

Film The Name of the Rose, Satir Semiotik di Antara Sejarah dan Politik 

Dalam arena lainnya, sepertinya kita juga masih gagap menguasai panggung dan brand jagat kemajuan teknologi informasi, selain mungkin saja belum serius mengolah dan mengenalkan kekayaan kreatif dan kultural kita secara inovatif, dan menjadikannya sebagai brand yang memenangkan citra publik. Perlu ada upaya dari pemerintah untuk seirus membantu dan memfasilitasi mereka-mereka yang menjadi para pelaku penghasil produk-produk kuliner dan kretivitas yang berakar dari kekayaan khazanah sosial kebudayaan bangsa ini.

Teman sekelas sekolah saya, yang saat ini menjadi lurah atau kepala desa tapi sempat bekerja di Korea Selatan sebelum memenangkan suksesi di tingkat desa, sepulangnya bekerja di Korea Selatan beberapa tahun punya cerita menarik yang ia bagi kepada saya. Misalnya, para pengrajin tradisional di Jepang, China dan Korea benar-benar dibantu pemasaran dan fasilitas pemasaran serta penjualannya oleh pemerintah mereka. Juga, mereka dibantu pendanaan dan ditingkatkan skill dan pengetahuan mereka melalui banyak pelatihan, pendampingan serta bantuan teknologi. Maka tidak heran, produk-produk perajin bambu di Jepang, China dan Korea Selatan, terpasarkan dan tersebar dengan baik dan luas. Dan tentunya, sanggup memberikan pendapatan yang layak untuk mereka, sehingga mereka tidak meninggalkan profesi tradisional mereka.

Sudah tentu kita tidak boleh lupa, tidak mungkin kita melestarikan kekayaan khazanah kreatif sosial budaya kita bila kita tidak melestarikan para pelestari khazanah dan penghasil produk kultural bangsa kita. Para perajin tradisional itu, contohnya, mestinya dilihat sebagai para penghasil komoditas yang perlu dibantu pemasarannya sembari dibantu kapasitas skill-nya untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan bernilai, yang akhirnya nanti diterima pasar dengan baik dan antusias.

Untuk bidang seni dan sastra, hidup dan lestarinya pun tidak jauh berbeda. Mereka membutuhkan ruang-ruang, media dan fasilitas-fasilitas yang akan merawat dan menaungi keberlangsungan kreatif mereka. Pengalaman saya waktu di Jakarta, sebagai contoh saja, hidupnya seni dan sastra memang salah-satunya ditopang dan dilestarikan oleh keberadaan media-media yang bisa memberikan tambahan pendapatan bagi para seniman dan para penulis, serta keberadaan infrastruktur-infrastruktur seperti Taman Ismail Marzuki, yang menjadi tempat pentas sekaligus apresiasi seni dan sastra, tingkat nasional, tak hanya untuk kawasan Jakarta saja.

Bila Banten ingin hidup ekosistem kreatif dan lestari kekayaan khazanah budayanya, mau tidak mau harus memiliki Taman Budaya, Gedung Kesenian hingga Institut Kesenian. Salah-satu tujuan dan fungsi utama Taman Budaya sesungguhnya tak semata pelestarian, namun lebih merupakan upaya pengelolaan aktif sumber dan hasil kreatif sumber daya warisan budaya dalam rangka mempromosikan identitas dan khazanah ke-Banten-an yang pada akhirnya akan berdampak secara ekonomi dan pendapatan, semisal terciptanya brand-brand produk kreatif dan budaya yang bernilai jual bagi pasar di Banten dan bagi wisatawan dari luar Banten hingga dari mancanegara.

Sementara itu, Gedung Kesenian Banten, akan menjadi wahana pertunjukan dan pentas, atau penyelenggaraan peristiwa-peristiwa kebudayaan, yang juga pada akhirnya akan menjadi magnet atau daya tarik wisata budaya di Banten. Yang karenanya pula Banten bisa menjual khazanah dan produk kulturalnya kepada para pengunjung dan orang-orang yang datang dari luar Banten, sekaligus memperkenalkan secara massif kekayaan dan keunikan kultural Banten kepada publik luas yang tak hanya dari Banten.

Dengan begitu, orang-orang yang mau datang ke Banten pun karena ingin melihat dan menyaksikan peristiwa-peristiwa kebudayaan di Banten, tak sekedar ingin ke pantai. Dan karenanya pula, seni dan budaya Banten malah menjadi lestari, bahkan berkembang, hidup karena ditopang pasar dan menghidupi para pelestari seni dan budayanya. Singkat kata, literasi basis utama pemajuan kebudayaan hanya akan terwujud bila didukung oleh pasar kebudayaan dan infrastruktur-infrastruktur kebudayaan.

Sulaiman Djaya, Penyair di Kubah Budaya

Tags: BudayaLiterasiSulaiman Djaya
Share199Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Sulaiman-Djaya
Opini

Kepedulian Menumbuhkan Kehidupan yang Sehat

by Sulaiman Djaya
December 28, 2025
0

BANTEN | LIPUTAN9NEWS - “Cinta adalah satu-satunya perbuatan yang rasional” (Emmanuel Levinas, filsuf). “Ia takkan menjalani pekerjaan yang mengeksploitasi orang...

Read more
Sulaiman-Djaya

Keutamaan Ilmu Bernalar Sahih

December 24, 2025
Sulaiman Djaya

Menjadi Bermakna Sebagai Manusia

December 11, 2025
Sulaiman Djaya

Film The Name of the Rose, Satir Semiotik di Antara Sejarah dan Politik 

December 15, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2514
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

141
Imam Jazuli

Urgensi Rekonstruksi Sistem AHWA Berbasis Zonasi Keterwakilan Daerah

January 9, 2026
Foto: Ilustrasi

Penguat Demokrasi Lokal

January 9, 2026
Rajab

Khutbah Jumat: Rajab Bulan Menanam, Sya‘ban Bulan Menyiram, dan Ramadhan Bulan Memanen

January 9, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In