• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Gus Salam

Mengembalikan Marwah Jam’iyah: Gus Salam Pilihan Tepat Memimpin PBNU

January 11, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, February 1, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Mengembalikan Marwah Jam’iyah: Gus Salam Pilihan Tepat Memimpin PBNU

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
January 11, 2026
in Opini
A A
0
Gus Salam

KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), (Foto: Istimewa/MSN)

533
SHARES
1.5k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Memasuki awal tahun 2026, dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) berada di titik krusial. Desakan untuk melakukan penyegaran kepemimpinan di tingkat pusat semakin menguat, dan nama KH Abdussalam Shohib, atau yang akrab disapa Gus Salam, muncul sebagai figur sentral yang dinilai mampu mengembalikan organisasi ke jalur khittahnya.

Tentu saja ada alasan kuat, mengapa Gus Salam merupakan pilihan logis dan ideologis untuk memimpin PBNU kedepan.

Pertama. Pewaris Sah Biologis dan Ideologis Muasis NU

Salah satu alasan penting yang sering dikemukakan adalah status Gus Salam sebagai cucu dari salah satu pendiri (muassis) NU, yaitu KH Bisri Syansuri. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, keterhubungan darah dengan para pendiri sering kali dipandang sebagai simbol pewarisan nilai dan misi perjuangan. Sebagai dzurriyah, Gus Salam dianggap mewarisi secara biologis dan ideologis cita-cita serta semangat awal pendirian NU.

Hal tersebut mencakup komitmen untuk menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, merawat persatuan umat, dan menjalankan khidmah (pengabdian) tanpa pamrih. Para pendukungnya berpendapat bahwa kepemimpinan dari kalangan dzurriyah dapat mengembalikan NU ke “khittah”-nya, di tengah kekhawatiran adanya pergeseran arah organisasi saat ini.

BeritaTerkait:

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

Kedua. Akar Geografis dan Keulamaan yang Kuat

Gus Salam berasal dari Jombang, Jawa Timur, sebuah daerah yang dikenal sebagai pusat dan episentrum NU karena menjadi tempat kelahiran para pendiri utama organisasi ini, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri.

Latar belakang geografis ini memberikan nilai tambah tersendiri, karena kedekatan emosional dan historis dengan akar organisasi. Selain itu, perannya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, salah satu pesantren besar di Jatim, menunjukkan kedalaman akar keagamaan dan basis massa tradisional yang kuat, yang sangat vital dalam struktur sosial NU

Ketiga. Kematangan Organisasi dan Integritas Moral

Rekam jejak Gus Salam di organisasi menunjukkan kematangan yang teruji. Pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU Jawa Timur dan Wasekjen PBNU, beliau memahami seluk-beluk administrasi hingga konflik internal jam’iyah. Ia memulai kiprah di kepengurusan NU sejak tahun 2002 silam. Kemudian beranjak aktif di NU dengan menjadi Pengurus Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Kota Kediri.

Lalu, pengurus LBM NU Jombang pada tahun 2009. Hingga di 2012 Gus Salam menerima mandat sebagai jajaran Syuriah PCNU Jombang. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2015, Gus Salam terpilih sebagai Katib PBNU di periode kedua kepemimpinan KH Said Aqil Siradj. Pada tahun 2018 hingga sebelum diberhentikan, Ia juga dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua PWNU Jatim.

Karirnya di pucuk pimpinan PBNU makin menguat setelah Gus Salam dipercaya masuk jajaran PBNU pada periode kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU tahun 2022-2027, tepatnya sebagai Wasekjend. Namun akhirnya Gus Salam mengundurkan diri dari jabatan tersebut karena alasan tertentu.

Selain itu, seperti diketahui, bahwa Gus Salam dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua PWNU Jatim oleh PBNU sebagai sanksi atas gugatan yang dilakukan ke Pengadilan Negeri (PN) Jombang perihal struktur kepengurusan PCNU Jombang. Bermula dari pelaksanaan Konferensi Cabang PCNU Jombang pada 5 Juni 2022 lalu. Singkat cerita, setelah melakukan tabayun, PBNU menyatakan bahwa hasil konfercab sudah sah, kecuali soal hasil pemilihan Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang.

Setelah melalui kondisi yang dinamis, ujungnya PBNU mengeluarkan kebijakan penunjukan dan pengesahan kepengurusan PCNU Jombang masa khidmat 2023-2024. Kepengurusan bentukan PBNU itu dilantik pada 20 Mei 2023. Nah, penunjukan kepengurusan itulah yang kemudian digugat secara perdata oleh Gus Salam dan kawan-kawan.

Dari sejumlah rangkaian tersebut, hal penting yang perlu dicatat adalah integritas moralnya. Gus Salam menunjukkan keberanian langka dengan memilih mundur dari jabatan Wasekjen PBNU demi menjaga prinsip. Sikap kritisnya terhadap kebijakan PBNU saat ini—termasuk keterlibatan narasumber yang berafiliasi dengan jaringan Zionisme internasional dalam acara AKN NU—menunjukkan komitmennya pada Maqashidul Qanun Asasi (tujuan dasar konstitusi NU). Selain itu, tentu saja perannya sebagai Ketua Presidium Muktamar Luar Biasa (MLB) NU adalah bukti nyata bahwa beliau lebih memilih menjaga marwah organisasi daripada kenyamanan jabatan.

Empat. Menjawab Krisis Kepemimpinan 2026

Hingga 9 Desember 2025 ( Pleno di Hotel Sultan Pemecatan Gus Yahya), PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya menghadapi tantangan besar berupa desakan mundur dari jajaran Syuriyah akibat masalah tata kelola organisasi dan pelanggaran nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Gus Salam muncul bukan sebagai pencari kekuasaan—mengingat beliau sempat menyatakan tidak berambisi mencalonkan diri demi menjaga kemurnian gerakan MLB—tetapi justru karena dorongan kuat dari banyak PCNU dan PWNU yang melihatnya sebagai figur pemersatu.

Oleh karena itu, menjadikan Gus Salam sebagai Ketua Umum PBNU berikutnya adalah langkah strategis untuk merekonsiliasi faksi-faksi yang bertikai dan mengembalikan kepercayaan warga Nahdliyin. Dengan perpaduan trah pendiri, pengabdian di pesantren, dan keberanian moral, Gus Salam adalah jawaban atas kerinduan warga NU akan kepemimpinan yang jujur, berani, dan tetap berpijak pada tradisi pesantren. Wallahu’alam bisahwab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Gus SalamImam JazuliJam'iyyahMarwahNahdlatul UlamaNUPBNUPemimpin
Share213Tweet133SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Hodri Ariev
Opini

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

by liputan9news
February 1, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Satu abad Nahdlatul Ulama bukan sekadar penanda usia organisasi, melainkan momentum reflektif tentang arah, watak, dan kualitas...

Read more
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menggelar Konferensi Pers di Plaza PBNU Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Rabu (03/12/2025) (Foto: MSN/ASR)

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

January 30, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In