• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

March 31, 2026
IDF Lecehkan Patung Yesus di Lebanon Selatan, Bukti Baru Penodaan terhadap Simbol Keagamaan

IDF Lecehkan Patung Yesus di Lebanon Selatan, Bukti Baru Penodaan terhadap Simbol Keagamaan

April 21, 2026
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersiap menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan tertutup di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (09/08/2018). Kedatangaan presiden tersebut untuk memberitahukan rencana pendaftaran capres dan cawapres pada Jumat (10/08/2018) di KPU. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

Jusuf Kalla Menyala, di Solo Jokowi Merendah

April 21, 2026
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadiri kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/04/2026).

Ikan Sapu-Sapu Dikubur Massal, MUI: Menyalahi Prinsip Rahmatan lil ‘Alamin dan Prinsip Kesejahteraan Hewan

April 21, 2026
Athif Muhyiddin Hishad (mahasiswa sekaligus Ketua HMJ-KPI UIN Datokarama Palu tahun 2025).

Athif Muhyiddin Hishad: Solusi Baru untuk Dampak Krisis Energi dalam Negeri

April 21, 2026
Kiai Said Minta Kapal Tanker Indonesia Bisa Melintasi Selat Hormuz, Umat Islam Indonesia Mendukung Iran

Kiai Said Minta Kapal Tanker Indonesia Bisa Melintasi Selat Hormuz, Umat Islam Indonesia Mendukung Iran

April 20, 2026
Gus Ulil Ingatkan Kader NU: Tanpa Nidzom, Kebenaran Bisa Kalah

Gus Ulil Ingatkan Kader NU: Tanpa Nidzom, Kebenaran Bisa Kalah

April 20, 2026
Suasana di pasar hewan Anam, Selasa (23/7). Pasar ini menggantikan pasar hewan di Kakiyah yang sudah ditutup sejak tahun ini. - (Bahaudin/Media Center Haji )

Ikuti Fatwa Muhammadiyah Baznas Buka Peluang Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air

April 20, 2026
Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

April 18, 2026
FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

April 18, 2026
Ahmad Tomy Wijaya, Koordinator Pusat BEM Pesantren

Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, BEM Pesantren Seluruh Indonesia Serukan Klarifikasi dan Edukasi Publik Demi Kerukunan Umat

April 18, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, April 21, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

Oleh: Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag.

liputan9news by liputan9news
March 31, 2026
in Opini, Ramadan
A A
0
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

512
SHARES
1.5k
VIEWS

TANGERANG SELATAN | LIPUTAN9NEWS

Dengan segala keistimewaan dan keberkahannya, Ramadhan telah menjadi magnit ibadah. Di setiap bulan Ramadhan kita saksikan semarak dan kesungguhan ibadah umat Islam meningkat sangat drastis

Namun sayang, seiring berlalunya Ramadhan, seperti tahun-tahun sebelumnya, semarak ibadah umat Islam pasca Ramadhan tidak paralel/ tidak berbanding lurus dengan semarak, kesemangatan serta kesungguhan beribadah seperti saat Ramadhan

Ternyata kondisi seperti ini sudah disinyalir dan diingatkan oleh Allah Subhanahu wata’aalaa dalam Qur’an surat annahl 92

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا

Artinya: “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, sehingga menjadi cerai berai kembali.” (QS. An Nahl: 92

BeritaTerkait:

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan

Khutbah Jumat: Istiqamah Hingga Akhir Hayat

Membaca Ulang Halal Bihalal dari Soekarno ke Pramono: Refleksi Lebaran 1447 Hijiriyah

Kembali Menuju Fitrah

Dalam ayat di atas Allah Subhanahu wata’aalaa merekam kisah seorang wanita yang hidupnya sia-sia. Dari pagi sampai sore, pekerjaannya memintal benang. Sore hari, ketika pintalan benang itu selesai dan kuat, ia cerai beraikan kembali hasil pintalannya.

Kisah tersebut sengaja Allah Subhanahu wata’aalaa tampilkan agar kita dapat mengambil ibrah/pelajaran, jangan sampai amal ibadah yang sudah kita kerjakan secara istiqomah selama Ramadhan, terhenti begitu saja. Dan justru, dirusak oleh perbuatan yang sia-sia setelah ramadhan

Spirit Ramadlan yang menghadirkan suasana dan sinyal religiusitas yang kuat patut dipertahankan, dilestarikan, dilanjutkan bahkan ditingkatkan pasca Ramadhan hingga akhir hayat.

Ulama mengatakan :

الاستقامة بعد رحيل رمضان، تحمل دلالات القبول المتمثلة في المداومة على الطاعة،

Artinya: “Istiqamah setelah Ramadhan merupakan tanda-tanda diterimanya (amal), yaitu dengan terus-menerus melakukan ketaatan.”

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata :

“أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم : ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة و عدم قبولها.”

Artinya, “Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388)

Berikut ini beberapa alasan mengapa kita harus istiqamah dalam ketaatan pasca Ramadhan sampai mati :

1. Karena tidak ada akhir bagi amal kecuali dengan berakhirnya ajal (kematian).

Hasan Al-bashry berkata, “Sesungguhnya Allah tidak menetapkan batas bagi amal seorang mukmin kecuali dengan kematian.” Kemudian beliau membaca ayat,

وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ یَأۡتِیَكَ ٱلۡیَقِینُ

Artinya: “Dan sembahlah (beribadalah) kepada tuhanmu (Allah Subhanahu wata’aalaa) sampai mati” [Surat Al-Hijr: 99].

Seorang mukmin tidak akan berhenti beramal kecuali dengan berakhirnya ajalnya. Imam Ahmad pernah ditanya, “Kapan seorang hamba akan merasakan rasa istirahat ?’ Beliau menjawab, ‘Ketika pertama kali menginjakkan kaki di surga.”

2. Istiqamah dalam ketaatan, terutama amalan sunnah, adalah sebab dicintainya Allah Subhanahu wata’aalaa

Allah Subhanahu wata’aalaa berfirman dalam hadits qudsi, “Hamba-Ku terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).

Beristiqamah dalam amalan sunnah adalah sebab Allah mencintai hamba-Nya.

3. Istiqamah dalam ketaatan adalah sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam.

Dalam Shahih Muslim, dari Aisyah RA, Nabi SAW jika melakukan suatu amalan, maka dia akan terus-menerus melakukannya. Dalam Shahihain, Aisyah RA juga berkata, “Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan atau selain Ramadhan lebih dari 11 rakaat.”

4. Istiqamah dalam ketaatan adalah sebab wafat husnul khatimah

Jika seorang hamba terus-menerus melakukan ketaatan, maka itu adalah salah satu sebab terbesar untuk mencapai husnul khatimah. Sunnah Allah berlaku bagi makhluk-Nya bahwa siapa yang terus-menerus melakukan sesuatu, maka dia akan mati di atasnya, dan siapa yang mati di atas sesuatu, maka dia akan dibangkitkan di atasnya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap hamba akan dibangkitkan di atas apa yang dia mati di atasnya.”

Berikut beberapa amalan yang seharusnya kita lanjutkan pasca Ramadhan sampai mati :

1. Lanjutkan puasa Ramadhan dengan puasa-puasa sunnah di luar Ramadan

Ramadhan telah membuktikan bahwa ternyata kita mampu berpuasa selama 29/30 hari berturut-turut tanpa terputus walau satu hari. Logikanya, apalagi puasa syawwal yang hanya 6 hari, ayyaamul bidh yang hanya 3 hari dan Senin Kamis yang cuma dua hari, seharusnya kitapun mampu

Maka dari itu, yok kita lanjutkan dengan puasa-puasa sunnah. Karena _puasa merupakan satu-satunya amalan yang pahalanya tak terhingga dan utuh tidak berkurang sedikitpun. Tidak seperti ibadah-ibadah lainnya yang pahalanya berpotensi hangus karena dijadikan kaffaroh (tebusan) terhadap kezaliman yang dilakukan seseorang kepada orang lain berupa fitnah, ghibah, umpat dll).

أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ (رواه وسلم)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada para sahabat, “Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut itu ?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut itu adalah yang tidak mempunyai dirham (uang) maupun harta benda”. Tetapi Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku ialah, orang yang datang pada hari kiamat membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat, namun (ketika di dunia) dia suka mencaci maki dan (salah) menuduh orang lain, makan harta orang lain, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang yang terdzalimi itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikan pelaku dzalim. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim)

Alhamdulillah, semakin menggeliatnya program pengajian di masjid-masjid baik di kota maupun desa, kebiasaan mengghibah, memfitnah, mengumpat orang lain sudah semakin berkurang.

2. Lanjutken kebiasaan shalat berjama’ah di masjid

Selama Ramadhan, jangankan shalat wajib, shalat sunnat saja ternyata Alhamdulillah kita mampu melaksanakannya secara berjama’ah seperti tarawih dan qiyamullail. Karena itu, bila shalat sunnat saja kita lakukan secara berjama’ah, apalagi shalat wajib yang lima waktu.

Orang beriman yang haus akan ridho Allah subhanahu wata’aalaa, sudah tidak memilah-milah dalam beribadah. Asalkan perintah Allah dan Rasulnya, apakah hukumnya wajib atau sunnah dia tetap istiqamah mengerjakannya.

Jika ada umat Islam yang belum tergerak istiqamah berjama’ah di masjid atas landasan hukum dengan berpegang pada pendapat Imam Syafi’i rohimahullah yang mengatakan bahwa hukum shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki adalah fardhu kifayah, ketahuilah bahwa ternyata Imam Syafi’i rohimahullah tidak memberikan keringanan untuk meninggalkan shalat berjama’ah di masjid bagi yang mampu.

Dalam kitab Al-umm (kitab fiqih Imam Syafi’i) disebutkan,

وقال الشافعي رحمه الله: (لا أُرخِّص لمَن قَدرَ على صلاة الجماعة في ترك إتيانِها في المسجد

“Imam Syafi’i رحمه الله berkata: ‘Aku tidak memberikan keringanan bagi orang yang mampu melaksanakan shalat berjamaah untuk meninggalkan shalat berjamaah di masjid’.”

Imam Syafi’i menegaskan tentang pentingnya shalat berjamaah di masjid dan tidak membiarkan seseorang meninggalkannya tanpa uzur yang sah.

Mari kira menauladani sikap para sahabat dalam beribadah seperti digambarkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalaani Rahimahullah dalam Kitab Fathul Baari 3/265.

وقد كان صدر الصحابة ومن تبعهم؛ يواظبون على السنن مواظبتهم على الفرائض، ولا يفرقون بينهما في اغتنام ثوابهما

“Dahulu, para Pemuka Sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka, kesungguhan dan semangat mereka melakukan amalan-amalan sunnah, sama dengan kesungguhan dan semangat melakukan ibadah ibadah yang Wajib. Mereka tidak membedakan semangat melakukannya antara keduanya, Sunnah dan yang Wajib dalam mengambil manfaat pahalanya”.

Sebagaimana sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu dalam beramal ibadah. Beliau tidak memilah amalan yang bersumber dari Allah Subhanahu wata’aalaa dan Rasulnya, apakah itu wajib atau sunnah. Dengan ucapan beliau,

“لست تاركًا شيئًا كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعمل به ، إلا عملت به ، وإني لأخشى إن تركت شيئًا من أمره أن أزيغ”

“Tidaklah saya meninggalkan sesuatu pun amalan yang dahulu dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kecuali saya juga mengamalkannya. Sungguh, saya khawatir jika saya meninggalkan satu saja dari perintahnya, saya akan menyimpang.”

3. Lanjutken kebiasaan menunggu waktu maghrib

Hanya di Ramdhan semua orang beriman di dunia ini di waktu yang bersamaan, kompak menunggu waktu maghrib untuk berbuka puasa. Pelajaran yang ingin Allah Subhanahu wata’aalaa sampaikan adalah agar kita ISTIQAMAH SHALAT DI AWAL WAKTU BERJAMA’AH DI MASJID

Jika di sepanjang Ramadhan kita mampu disiplin menunggu datangnya waktu magrib untuk berbuka puasa, seharunya kita pun mampu disiplin dan istiqamah menunggu waktu-waktu shalat fardhu yang lima waktu dalam rangka ISTIQAMAH SHALAT DI AWAL WAKTU BERJAMA’AH DI MASJID

عَنْ أُمِّ فَرْوَةَ قَالَتْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « الصَّلاَةُ فِى أَوَّلِ وَقْتِهَا »

Dari Ummu Farwah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, amalan apakah yang paling afdhol. Beliau pun menjawab, “Shalat di awal waktunya.” (HR. Abu Daud hadits shahih).

4. Lanjutken kebiasaan bangun malam

Walaupun berat, alhamdulillah selama Ramadhan (29/30 malam berturut turut) tanpa putus walau satu malam, ternyata
kita mampu bangun antara jam 2 sampai jam 3 malam dalam rangka santap sahur

Seharusnya dengan niat yang kuat dan kesadaran akan keutamaannya, kita dapat melakukannya dengan lebih mudah pasca Ramadhan dalam rangka ISITIQAMAH QIYAMULLAIL, TADDARUS, ISTIGHFAR DAN SHOLAT SUBUH DI AWAL WAKTU BERJAMA’AH DI MASJID.

وَمِنَ ٱلْلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam, dirikanlah shalat tahajjud sebagai tambahan bagi kamu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’ (17:79)

يَا أَيُّهَا ٱلْمُزَّمِّلُ * قُمِ ٱللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا * نِصْفَهُۥٓ أَوِ ٱنْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا * أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

“Hai orang yang berkumpul (di atas kasur), bangunlah (untuk shalat) pada sebagian malam, (yaitu) kurang dari setengahnya, atau lebih dari setengahnya, dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil.” (QS. Al-Muzzammil : (73:1-4).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ ٱللَّهِ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَفْضَلُ ٱلصَّلَاةِ بَعْدَ ٱلْفَرِيضَةِ صَلَاةُ ٱللَّيْلِ”

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

عَنْ عَبْدِ ٱللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ ٱللَّهِ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ قَامَ بِعَشْرِ آيَاتٍ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ ٱلْغَافِلِينَ”

Dari Abdullah bin Amr RA, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa shalat malam dengan sepuluh ayat, maka dia tidak akan dicatat sebagai orang yang lalai.” (HR. Tirmidzi)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ ٱللَّهِ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى ٱلسَّمَاءِ ٱلدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ ٱللَّيْلِ ٱلْآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ”

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Allah turun ke langit dunia pada setiap malam, ketika tinggal sepertiga malam yang terakhir. Dia berseru, ‘Siapa yang berdoa, maka akan dikabulkan. Siapa yang meminta, maka akan diberi. Siapa yang memohon ampun, maka akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Lanjutkan kebiasaan membaca Al-Qur’an

Jika di Ramadhan Alhamdulillah ternyata kita mampu membaca Al-Qur’an satu juz dalam sekali duduk, harusnya di luar Ramadhan kitapun mampu membaca 2 lembar saja setiap ba’da shalat Fardu, sehingga sehari bisa satu juz dan sebulan sekali khatam.

Dintara sekian banyak keutamaan membaca Qur’an adalah kelak di akhirat Al-Qur’an akan menjadi syafa’at bagi pembacanya

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” (HR. Muslim).

6. Lanjutken kebiasaan meninggalkan maksiat

Jika di Ramadhan kita mampu menahan diri sementara waktu dari melakukan perbuatan-perbuatan yang halal, seperti makan dan minum dari harta yang halal kepunyaannya sendiri serta menahan berhubungan suami-istri di siang hari Ramadhan KARENA INGAT PERINTAH ALLAH Subhanahu wata’aalaa, diharapkan ia akan selalu istiqamah menta’ati perintah Allah Subhanahu wata’aalaa dan takut serta tidak akan berani melanggar segala larangan-Nya karena sadar selalu dalam murooqobatullah (pengawasan Allah Subhanahu wata’aalaa) setiap saat.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (kemudahan untuk melakukan) kebaikan-kebaikan dan meninggalkan kemungkaran-kemungkaran.” Aamiin yaa mujiibassaailin (HR. Tirmidzi)

7. Lanjutken kebiasaan bersedekah 

Jika di bulan Ramadhan, umat Islam lebih dermawan dalam bersedekah, maka setelah Ramadhan, kebiasaan ini harus tetap dilanjutkan karena sedekah memiliki segudang keutamaan.

Disamping itu karena sedekah merupakan ibadah sosial yang merupakan cerminan dari ibadah individual yang pahalanya jauh lebih besar dan berkelanjutan sampai mati bahkan hingga hari kiamat serta manfaatnya menyebar ke banyak orang. Dibandingkan dengan ibadah individual yang manfaatnya hanya untuk diri sendiri dan pahalanya terputus saat ibadah itu selesai dikerjakan.

Imam Jalaluddin as-Suyuthi rahimakumullah seorang cendikiawan muslim terkenal abad ke-15 dalam karyanya kitab Al-Asybah Wa An-Nadzoir Fil Qowaidl Fiqhiyyah, terdapat kaidah Fiqih ketiga puluh lima yang berbunyi:

المتعدي افضل من القاصر

“Amalan yang manfaatnya menjangkau banyak orang lebih utama dari amalan yang manfaatnya tidak menjangkau banyak orang”

Hujjatul Islam Imam Ghozali rohimahullah mengatakan :

النفع المتعدي أعظم من النفع القاصر

“Manfaat yang meluas (sosial/muta’addi) itu lebih agung/utama daripada manfaat yang terbatas (individual/qashir).”

Ibadah individual tidak bermakna bila melanggar norma sosial

”Orang shalat akan celaka, bila menghardik anak yatim, tidak memberi makan orang miskin, riya dan enggan membantu (QS. Al-Maa’uun)

Wallahu a’lam bisshowab

 

Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Domisili: Thali’a Clauster (Ps. Ceger) Jl. Musholla Nurul Huda No.1, blok B12Jurang Mangu Barat, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15222 HP/WA +62852-1737-0897.

Khutbah Jum’at: Kunci Keberhasilan Dakwah Rasulallah

Tags: IstiqomahPasca RamadanRamadan
Share205Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan (Foto: Pinterest)
Khutbah

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan

by liputan9news
April 16, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Istiqamah memang tidak mudah. Ia menuntut kesabaran, keikhlasan, dan komitmen yang kuat. Namun, justru di situlah letak...

Read more
Sesungguhnya istiqamah dalam keta'atan dan tetap teguh di atasnya hingga akhir hayat adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah Subhanahu wata'aalaa karuniakan kepada hamba-Nya

Khutbah Jumat: Istiqamah Hingga Akhir Hayat

April 8, 2026
Membaca Ulang Halal Bihalal dari Soekarno ke Pramono: Refleksi Lebaran 1447 Hijiriyah

Membaca Ulang Halal Bihalal dari Soekarno ke Pramono: Refleksi Lebaran 1447 Hijiriyah

April 6, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2551
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
IDF Lecehkan Patung Yesus di Lebanon Selatan, Bukti Baru Penodaan terhadap Simbol Keagamaan

IDF Lecehkan Patung Yesus di Lebanon Selatan, Bukti Baru Penodaan terhadap Simbol Keagamaan

April 21, 2026
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersiap menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan tertutup di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (09/08/2018). Kedatangaan presiden tersebut untuk memberitahukan rencana pendaftaran capres dan cawapres pada Jumat (10/08/2018) di KPU. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

Jusuf Kalla Menyala, di Solo Jokowi Merendah

April 21, 2026
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadiri kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/04/2026).

Ikan Sapu-Sapu Dikubur Massal, MUI: Menyalahi Prinsip Rahmatan lil ‘Alamin dan Prinsip Kesejahteraan Hewan

April 21, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In