• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Kiai Afifuddin Muhajir

Menuju Muktamar ke-35: KH. Afifuddin Muhajir Adalah Jawaban dan Arus Utama Kepemimpinan PBNU

February 4, 2026
Sekretaris PWNU DKI Jakarta, KH. MH. Bahaudin atau akrab disapa Gus Baha (Foto: Ist/MSN)

Gus Baha: Ia Hanya Minta Buku dan Pena, Tapi Negeri Ini Tak Mendengar

February 4, 2026
Putra dan pewaris takhta diktator Libya Muammar Gaddafi, Seif al-Islam pada 2011 (Foto: ©Reuters)

Saif Al-Islam Putra Qadafi Dibunuh, Pelaku Matikan Kamera Keamanan

February 4, 2026
Salamuddin Daeng, Peneliti Senior Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Prabowo Tanah Negara Untuk Public Housing

February 4, 2026
Sugiono, Menteri Luar Negeri RI (Foto: Ist/MSN 2026)

RI Kecam Israel Serang Gaza, Pemerintah Buka Opsi Keluar dari Board of Peace

February 4, 2026
Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar mendukung langkah Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, pada Selasa (03/02/2026). (Foto: Binti Mufarida)

Usai Bertemu Prabowo MUI Akhirnya Dukung Indonesia Gabung Board of Peace

February 4, 2026
Muhammadiyah Mendukung Penuh Presiden Prabowo Indonesia Gabung Board of Peace (BoP) Besutan Trump

Muhammadiyah Mendukung Penuh Presiden Prabowo Indonesia Gabung Board of Peace (BoP) Besutan Trump

February 4, 2026
Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

February 4, 2026
Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

February 4, 2026
Gedung Mahkamah Konstitusi (Foto: Dok. MKRI)

MK Tolak Gugatan Legalisasi Nikah Beda Agama

February 3, 2026
Kepemimpinan Visioner Prof. Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin: Menimbang Kembali Sosok Kiai Teknokrat untuk Rois Am PBNU

Kepemimpinan Visioner Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin: Menimbang Kembali Sosok Kiai Teknokrat untuk Rais Am PBNU

February 3, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, February 5, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menuju Muktamar ke-35: KH. Afifuddin Muhajir Adalah Jawaban dan Arus Utama Kepemimpinan PBNU

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
February 4, 2026
in Opini
A A
0
Kiai Afifuddin Muhajir

KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) (Foto: Ist./MSN)

498
SHARES
1.4k
VIEWS

CIROBON | LIPUTAN9NEWS

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) selalu menjadi momen krusial, bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan penegasan arah jam’iyyah. Menyongsong Muktamar ke-35, NU membutuhkan figur Rois Aam Syuriyah yang tidak hanya “alim”, tetapi juga menjadi simbol moralitas di tengah arus pragmatisme yang semakin kencang. Maka yang dibutukan bukan sekadar sosok formalitas, melainkan mencari titik temu antara otoritas moral (moral authority) dan integritas intelektual (intellectual integrity).

Dalam konteks ini, KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rois Aam PBNU saat ini, muncul sebagai figur sentral yang layak memimpin NU—sebuah pilihan yang hampir sulit dibantah karena kombinasi kualifikasi aliman, faqihan, zuhudan, dan organisatoris yang dimilikinya. Setidaknya ada lima hal, mengapa Kiai Afifuddin Muhajir merupakan jawaban atas kebutuhan eksistensial NU saat ini:

Satu. Otoritas Keilmuan: Aliman, Faqihan, dan Pengakuan Internasional

Seorang Rais ‘Aam tentu saja, haruslah seorang yang alim dan faqih dalam tingkatan di atas rata-rata. Kiai Afif bukan sekadar “paham” agama, beliau mungkin adalah representasi dari kalangan Kiai sepuh untuk bidang ushul fiqh kontemporer. Pengakuannya tidak hanya bersifat domestik. Beliau sering diundang menjadi nasumber diskusi ilmiah berskala regional, nasional dan internasional. Dalam forum Bahtsul Masail tingkat PBNU beliau dikenal sebagai muṣhaḥih, tetapi juga diakui secara internasional.

Karya yang pernah diterbitkan antara lain, Fungsionalisasi Uṣūl Fiqh dalam Bahtsul Masail NU, Judul buku: Kritik Nalar Fikih NU, Penerbit: Lakpesdam. Fikih Anti Korupsi, Judul Buku: Korupsi kaum Beragama, Penerbit: P3M. Fikih Menggugat Pemilihan Langsung, Penerbit: Pena Salsabila. Kitab Fatḥul Mujīb Al-Qarīb Syaraḥ at-Taqrīb li Abī Syuja’, Penerbit: Maktabah As’adiyah. Al-Luqmah As-Sā’igah, Penerbit: Maktabah As’adiyah. Metodologi Kajian Fikih, Penerbit: Ibrahimy Press. Maslaḥah sebagai Cita Pembentukan Hukum Islam, Penerbit: Ibrahimy Press dan lain sebagainya.

BeritaTerkait:

Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

Kepemimpinan Visioner Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin: Menimbang Kembali Sosok Kiai Teknokrat untuk Rais Am PBNU

Gus Salam, Gus Kikin dan Kiai Said Aqil Siroj, Harapan dan Kebutuhan Nahdlatul Ulama

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

Perspektif kebangsaannya juga kerap mewarnai diskursus keislaman di Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang dapat menjelaskan hubungan antara Islam dan Pancasila secara ilmiah dan moderat. Salah satu kontribusi pentingnya adalah menjadi penulis naskah awal Piagam Hubungan Pancasila dan Islam pada Munas Alim Ulama NU di Situbondo tahun 1983, yang ditulis atas dikte Kiai As’ad langsung.

Salah satu bukti sebagai ahli ushul fiqh, beliau mendapatkan gelar doktor honoris causa dari Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang. Penganugerahan gelar kehormatan tersebut dilakukan pada Rabu (16/12/2020). Salah satu alasan penganugrahan itu karena beliau memiliki metodologi yang ketat namun elastis dalam merespons isu-isu kemanusiaan, menjadikannya mercusuar bagi kaum intelektual muda di Nahdlatut Turats yang fokus pada pelestarian tradisi kitab kuning

Dua. Integritas Moral: Zuhudan dan Jarak Terhadap Pragmatisme Dunia

Kekuatan utama Kiai Afif terletak pada sikap zuhud-nya yang otentik—sosok yang telah “selesai dengan urusan dunia”. Di tengah hiruk-pikuk polemik konsesi tambang yang menyita perhatian publik, Kiai Afif berdiri di atas prinsip moral yang jernih.

Informasi mengenai sikap beliau yang memilih izin tidak terlibat saat PBNU mendiskusikan urusan pertambangan adalah cermin dari keteguhan sikap. Beliau tidak ingin otoritas keulamaan NU tereduksi oleh kepentingan ekstraktif. Integritas ini menjamin bahwa di bawah kepemimpinannya, PBNU akan tetap menjadi kompas moral bangsa yang independen dan tidak tersandera oleh kepentingan ekonomi-politik sesaat.

Tiga. Dimensi Spiritual: Ijtihad dan Isytisyarah Jalur Langit

Kepemimpinan di NU tidak bisa hanya mengandalkan rasionalitas organisatoris. Kiai Afif seringkali dalam memutuskan perkara berat, mengutarakan basis argumennya melalui kombinasi ijtihad ilmiah dan isytisyarah (petunjuk spiritual). Untuk upaya perpaduan jalur bumi dan langit ini sudah mulai langka, padahal melalui pendekatan spiritual ini sudah terbukti memberikan rasa aman bagi warga Nahdliyin, bahwa keputusan yang diambil telah melalui proses “langit” yang jernih, bukan sekadar kalkulasi pragmatis.

Empat. Totalitas Khidmah: Posisi Strategis di Pesantren Situbondo

Posisi beliau sebagai salah satu pengasuh di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo yang bukan merupakan pengasuh utama, justru menjadi kelebihan strategis. Hal ini memungkinkan beliau untuk memberikan totalitas khidmah kepada NU dan umat secara penuh waktu tanpa terbebani oleh manajemen harian pesantren yang sangat besar. Beliau memiliki keleluasaan waktu dan energi untuk mengawal jam’iyyah secara intensif.

Lima. Jembatan Antar-Generasi: Kedekatan dengan Intelektual Muda
Kiai Afif adalah sedikit dari kiai sepuh yang memiliki resonansi kuat dengan kaum intelektual muda NU. Beliau menjadi mentor bagi para penggerak tradisi literasi dan riset. Kedekatan ini sangat krusial agar transformasi organisasi di Muktamar ke-35 tetap berpijak pada akar tradisi (turats) namun tetap relevan dengan tuntutan zaman modern.

Memilih Kiai Afifuddin Muhajir sebagai Rais ‘Aam pada Muktamar ke-35 bukan sekadar memilih pemimpin, melainkan upaya mengembalikan marwah PBNU sebagai lembaga keagamaan yang berwibawa, ilmiah, dan suci dari kepentingan duniawi. Beliau adalah sintesis dari kealiman klasik dan ketajaman organisatoris modern yang dibutuhkan NU untuk menatap abad kedua perjalanannya. Wallahu’alm bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Imam JazuliKH Afifuddin MuhajirMuktamar Ke-35 NURais Aam PBNU
Share199Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU
Nasional

Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

by Moh. Faisal Asadi
February 4, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon, KH Imam Jazuli menilai, Menjelang momentum regenerasi kepemimpinan di tubuh...

Read more
Kepemimpinan Visioner Prof. Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin: Menimbang Kembali Sosok Kiai Teknokrat untuk Rois Am PBNU

Kepemimpinan Visioner Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin: Menimbang Kembali Sosok Kiai Teknokrat untuk Rais Am PBNU

February 3, 2026
Husny Mubarok Amir, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta

Gus Salam, Gus Kikin dan Kiai Said Aqil Siroj, Harapan dan Kebutuhan Nahdlatul Ulama

February 3, 2026
Pasangan KH Said Aqil Siroj dan KH Zulfa Mustofa (Foto: Ilustrasi/MSN)

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

February 2, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2523
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Sekretaris PWNU DKI Jakarta, KH. MH. Bahaudin atau akrab disapa Gus Baha (Foto: Ist/MSN)

Gus Baha: Ia Hanya Minta Buku dan Pena, Tapi Negeri Ini Tak Mendengar

February 4, 2026
Putra dan pewaris takhta diktator Libya Muammar Gaddafi, Seif al-Islam pada 2011 (Foto: ©Reuters)

Saif Al-Islam Putra Qadafi Dibunuh, Pelaku Matikan Kamera Keamanan

February 4, 2026
Kiai Afifuddin Muhajir

Menuju Muktamar ke-35: KH. Afifuddin Muhajir Adalah Jawaban dan Arus Utama Kepemimpinan PBNU

February 4, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In