• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Kiai Afifuddin Muhajir

Menuju Muktamar ke-35: KH. Afifuddin Muhajir Adalah Jawaban dan Arus Utama Kepemimpinan PBNU

March 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menuju Muktamar ke-35: KH. Afifuddin Muhajir Adalah Jawaban dan Arus Utama Kepemimpinan PBNU

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
March 2, 2026
in Opini
A A
0
Kiai Afifuddin Muhajir

KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) (Foto: Ist./MSN)

504
SHARES
1.4k
VIEWS

CIROBON | LIPUTAN9NEWS

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) selalu menjadi momen krusial, bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan penegasan arah jam’iyyah. Menyongsong Muktamar ke-35, NU membutuhkan figur Rois Aam Syuriyah yang tidak hanya “alim”, tetapi juga menjadi simbol moralitas di tengah arus pragmatisme yang semakin kencang. Maka yang dibutukan bukan sekadar sosok formalitas, melainkan mencari titik temu antara otoritas moral (moral authority) dan integritas intelektual (intellectual integrity).

Dalam konteks ini, KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rois Aam PBNU saat ini, muncul sebagai figur sentral yang layak memimpin NU—sebuah pilihan yang hampir sulit dibantah karena kombinasi kualifikasi aliman, faqihan, zuhudan, dan organisatoris yang dimilikinya. Setidaknya ada lima hal, mengapa Kiai Afifuddin Muhajir merupakan jawaban atas kebutuhan eksistensial NU saat ini:

Satu. Otoritas Keilmuan: Aliman, Faqihan, dan Pengakuan Internasional

Seorang Rais ‘Aam tentu saja, haruslah seorang yang alim dan faqih dalam tingkatan di atas rata-rata. Kiai Afif bukan sekadar “paham” agama, beliau mungkin adalah representasi dari kalangan Kiai sepuh untuk bidang ushul fiqh kontemporer. Pengakuannya tidak hanya bersifat domestik. Beliau sering diundang menjadi nasumber diskusi ilmiah berskala regional, nasional dan internasional. Dalam forum Bahtsul Masail tingkat PBNU beliau dikenal sebagai muṣhaḥih, tetapi juga diakui secara internasional.

Karya yang pernah diterbitkan antara lain, Fungsionalisasi Uṣūl Fiqh dalam Bahtsul Masail NU, Judul buku: Kritik Nalar Fikih NU, Penerbit: Lakpesdam. Fikih Anti Korupsi, Judul Buku: Korupsi kaum Beragama, Penerbit: P3M. Fikih Menggugat Pemilihan Langsung, Penerbit: Pena Salsabila. Kitab Fatḥul Mujīb Al-Qarīb Syaraḥ at-Taqrīb li Abī Syuja’, Penerbit: Maktabah As’adiyah. Al-Luqmah As-Sā’igah, Penerbit: Maktabah As’adiyah. Metodologi Kajian Fikih, Penerbit: Ibrahimy Press. Maslaḥah sebagai Cita Pembentukan Hukum Islam, Penerbit: Ibrahimy Press dan lain sebagainya.

BeritaTerkait:

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

Survei Insantara Menunjukkan Kiai Imam Jazuli Jadi Kandidat Terkuat Ketum PBNU 2026-2031

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

Perspektif kebangsaannya juga kerap mewarnai diskursus keislaman di Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang dapat menjelaskan hubungan antara Islam dan Pancasila secara ilmiah dan moderat. Salah satu kontribusi pentingnya adalah menjadi penulis naskah awal Piagam Hubungan Pancasila dan Islam pada Munas Alim Ulama NU di Situbondo tahun 1983, yang ditulis atas dikte Kiai As’ad langsung.

Salah satu bukti sebagai ahli ushul fiqh, beliau mendapatkan gelar doktor honoris causa dari Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang. Penganugerahan gelar kehormatan tersebut dilakukan pada Rabu (16/12/2020). Salah satu alasan penganugrahan itu karena beliau memiliki metodologi yang ketat namun elastis dalam merespons isu-isu kemanusiaan, menjadikannya mercusuar bagi kaum intelektual muda di Nahdlatut Turats yang fokus pada pelestarian tradisi kitab kuning

Dua. Integritas Moral: Zuhudan dan Jarak Terhadap Pragmatisme Dunia

Kekuatan utama Kiai Afif terletak pada sikap zuhud-nya yang otentik—sosok yang telah “selesai dengan urusan dunia”. Di tengah hiruk-pikuk polemik konsesi tambang yang menyita perhatian publik, Kiai Afif berdiri di atas prinsip moral yang jernih.

Informasi mengenai sikap beliau yang memilih izin tidak terlibat saat PBNU mendiskusikan urusan pertambangan adalah cermin dari keteguhan sikap. Beliau tidak ingin otoritas keulamaan NU tereduksi oleh kepentingan ekstraktif. Integritas ini menjamin bahwa di bawah kepemimpinannya, PBNU akan tetap menjadi kompas moral bangsa yang independen dan tidak tersandera oleh kepentingan ekonomi-politik sesaat.

Tiga. Dimensi Spiritual: Ijtihad dan Isytisyarah Jalur Langit

Kepemimpinan di NU tidak bisa hanya mengandalkan rasionalitas organisatoris. Kiai Afif seringkali dalam memutuskan perkara berat, mengutarakan basis argumennya melalui kombinasi ijtihad ilmiah dan isytisyarah (petunjuk spiritual). Untuk upaya perpaduan jalur bumi dan langit ini sudah mulai langka, padahal melalui pendekatan spiritual ini sudah terbukti memberikan rasa aman bagi warga Nahdliyin, bahwa keputusan yang diambil telah melalui proses “langit” yang jernih, bukan sekadar kalkulasi pragmatis.

Empat. Totalitas Khidmah: Posisi Strategis di Pesantren Situbondo

Posisi beliau sebagai salah satu pengasuh di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo yang bukan merupakan pengasuh utama, justru menjadi kelebihan strategis. Hal ini memungkinkan beliau untuk memberikan totalitas khidmah kepada NU dan umat secara penuh waktu tanpa terbebani oleh manajemen harian pesantren yang sangat besar. Beliau memiliki keleluasaan waktu dan energi untuk mengawal jam’iyyah secara intensif.

Lima. Jembatan Antar-Generasi: Kedekatan dengan Intelektual Muda
Kiai Afif adalah sedikit dari kiai sepuh yang memiliki resonansi kuat dengan kaum intelektual muda NU. Beliau menjadi mentor bagi para penggerak tradisi literasi dan riset. Kedekatan ini sangat krusial agar transformasi organisasi di Muktamar ke-35 tetap berpijak pada akar tradisi (turats) namun tetap relevan dengan tuntutan zaman modern.

Memilih Kiai Afifuddin Muhajir sebagai Rais ‘Aam pada Muktamar ke-35 bukan sekadar memilih pemimpin, melainkan upaya mengembalikan marwah PBNU sebagai lembaga keagamaan yang berwibawa, ilmiah, dan suci dari kepentingan duniawi. Beliau adalah sintesis dari kealiman klasik dan ketajaman organisatoris modern yang dibutuhkan NU untuk menatap abad kedua perjalanannya. Wallahu’alm bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Imam JazuliKH Afifuddin MuhajirMuktamar Ke-35 NURais Aam PBNU
Share202Tweet126SendShare
KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

BeritaTerkait

Ketum PBNU Gus Yahya saat sowan ke ndalem KH Anwar Manshur di Pesantren Lirboyo, Kediri, Sabtu (28/3/2026). (Foto: dok PBNU)
Nasional

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

by liputan9news
March 30, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan safari Lebaran...

Read more
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Survei Insantara Menunjukkan Kiai Imam Jazuli Jadi Kandidat Terkuat Ketum PBNU 2026-2031

March 19, 2026
KH Imam Jazuli

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

March 2, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

March 12, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In