• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Ketum PBNU Akan Baca Teks Resolusi Jihad pada Apel Hari Santri 2023 di Tugu Pahlawan

Mundur saja Gus Yahya

September 25, 2025
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Mundur saja Gus Yahya

Oleh: Jaka Budi Santo

liputan9news by liputan9news
September 25, 2025
in Opini
A A
0
Ketum PBNU Akan Baca Teks Resolusi Jihad pada Apel Hari Santri 2023 di Tugu Pahlawan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf/Foto: MI

576
SHARES
1.6k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS – Kakak beradik ini tengah menjadi sorotan. Sorotan yang sayangnya bernada negatif lantaran keduanya dinilai telah melakukan sesuatu yang buruk. Keduanya ialah Gus Yahya dan Gus Yaqut.

Kedua gus itu bukan orang sembarangan. Keduanya keturunan ulama terkenal, KH Cholil Bisri, dan keponakan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Gus Yahya dan Gus Yaqut pun tak kalah terkenal. Sang kakak, Gus Yahya, tak lain ialah Ketua Umum PBNU masa khidmat 2022-2027, sedangkan sang adik merupakan mantan Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor yang juga eks menteri agama.

Yahya Cholil Staquf, itulah nama lengkap Gus Yahya. Yaqut Cholil Qoumas, begitulah nama komplet Gus Yaqut. Kiprah keduanya di level nasional cukup diakui meski dengan sejumlah kontroversi. Kini, abang adek itu tengah menjadi atensi karena sikap dan perilaku mereka.

Kita tahu, Gus Yaqut sedang berurusan dengan KPK. Dia sedang harap-harap cemas dalam perkara dugaan patgulipat pembagian kuota haji tambahan 2024 ketika menjabat menag. Dia tentu berharap dinyatakan tak terlibat. Namun, dia bisa jadi juga cemas kalau sewaktu-waktu ditetapkan sebagai tersangka.

BeritaTerkait:

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

KPK sudah cukup lama, sejak 7 Agustus 2025, menaikkan penanganan kasus yang merugikan negara sekitar Rp1 triliun itu ke tahap penyidikan. Semoga mereka tak perlu berlama-lama lagi untuk menggelar jumpa pers dengan menyertakan orang-orang berompi oranye. Apakah Gus Yaqut termasuk di antaranya? Kita tunggu saja keberanian KPK.

Bagaimana dengan Gus Yahya? Dia juga tengah bermasalah. Tidak seberat Gus Yaqut, memang. Bukan persoalan hukum, apalagi korupsi, yang menjeratnya. Dia tengah menjadi ‘musuh’ sebagian anggota keluarga besar Universitas Indonesia. Juga di mata sebagian rakyat Indonesia. Kok bisa? Begini ceritanya.

Gus Yahya ialah Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI 2024-2029. Nah, berbekal jabatan itu, dia bikin orang marah ketika mengusulkan pengisi orasi ilmiah dalam Pengenalan Sistem Akademik Pascasarjana UI pada 23 Agustus lalu.

Menyodorkan pembicara sah-sah saja. Punya saran dan masukan ihwal siapa yang pantas memberikan pembekalan kepada para mahasiswa pun baik-baik saja. Persoalannya, yang Gus Yahya usulkan merupakan sosok tidak baik, sangat tidak baik. Latar belakangnya amat tidak patut untuk berbicara di forum tak hanya di UI, tapi juga di Indonesia. Dia ialah Peter Berkowitz.

Sebagai akademisi, mantan Direktur Staf Perencanaan Kebijakan AS 2019-2021 itu memang memperoleh banyak pengakuan. Akan tetapi, keberpihakannya amat sangat tak layak mendapatkan tempat. Berkowitz merupakan ilmuwan pendukung Zionis Israel. Pendukung kuat. Dia kerap menyuarakan pembelaan kepada Israel, negara kecil hasil rekayasa Inggris yang belakangan makin bengis kepada rakyat Palestina.

Guru besar Universitas Stanford itu kerap lantang bersuara menentang dukungan terhadap Palestina. Padahal, dunia bilang, Israel ialah penjajah dan Palestina negara jajahan. Bagaimana bisa seorang ilmuwan berpihak kepada penjajah, pelaku genosida pula? Bagaimana mungkin ilmuwan semacam itu justru diberi karpet merah di universitas sekelas UI?

Begitulah, masyarakat gerah. Mahasiswa memprotes keras langkah nan gegabah itu. Rektor UI Heri Hermansyah diteriaki ‘Zionis’ dalam wisuda dan penyambutan mahasiswa baru di Balairung UI, Depak, Kamis (11/9). UI memang sudah minta maaf. Mereka mengaku khilaf, kurang cermat, ihwal rekam jejak Berkowitz. Minta maaf memang baik, tapi itu tak lantas menjawab pertanyaan kenapa universitas sebergengsi UI ceroboh begitu sangat.

Pun dengan Gus Yahya. Setelah kecaman terus berdatangan, dia memohon maaf. Alasannya sama, dia lalai, tidak teliti, memeriksa latar belakang narasumber yang diusulkan. Dia menyesal telah membuat pimpinan UI, dosen, mahasiswa, tenaga pendidikan, dan alumni resah. Tak lupa, dalam permintaan maaf itu, dia menegaskan dukungannya kepada kemerdekaan Palestina.

Khilaf, kurang cermat. Itulah kalimat yang selalu terucap ketika pejabat meminta maaf. Benar-benar tidak tahukah Gus Yahya akan latar belakang Berkowitz? Banyak yang menyangsikan. Terlebih bukan di UI saja Gus Yahya menyediakan panggung buatnya. Di akademi kepemimpinan nasional NU 2025, Berkowitz juga dia undang. Demikian halnya pada forum agama G-20 2022.

Relasi panjang Gus Yahya dengan Israel membuat syak wasangka kian mengemuka. Kunjungannya ke negara Zionis dan bertemu dengan PM Benjamin Netanyahu pada 2018 menjadi catatan yang mustahil dilupakan. Entah apa tujuannya, publik tetap sulit menerima.

Sungguh keterlaluan ketika konstitusi kita menegaskan segala bentuk penjajahan harus dihapus dari muka bumi, akademisi pendukung penjajah malah diberi apresiasi. Memalukan nian tatkala banyak negara ramai-ramai memperlebar jarak dengan Israel dan pendukung mereka, di negara ini justru ada pihak yang dekat-dekat mereka.

Permintaan maaf Gus Yahya kiranya tak cukup. Petisi agar dia dicopot dari posisi Ketua MWA UI mendapat sambutan hangat. Hingga kemarin, petisi bertajuk Dukung Pencopotan Yahya Cholil Staquf dari Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia sejak 12 September itu sudah diteken lebih dari 3.440 orang.

Petisi punya alasan kuat. Ia dibuat untuk mencegah kejadian serupa terulang dan membersihkan nama besar UI dari afiliasi zionisme. Ia ditandatangani banyak orang agar sembilan nilai luhur UI, utamanya nilai keadilan dan kemartabatan, tak kembali tercoreng.

Kini kehormatan Gus Yahya dipertaruhkan. Kalau desakan pencopotan terus menguat, kenapa Kiai tak mundur saja? Bukankah itu lebih terhormat?

Jaka Budi Santo, Dewan Redaksi Media Group

Tags: Gus YahyaKetum PBNUKorupsi Kuota HajiMarwah NUZionisme
Share230Tweet144SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Gus Yahya
Nasional

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

by liputan9news
February 1, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Nahdlatul Ulama (NU) menggelar perayaan puncak hari lahir (harlah) ke-100 di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (31/01/2026)....

Read more
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

January 30, 2026
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menggelar Konferensi Pers di Plaza PBNU Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Rabu (03/12/2025) (Foto: MSN/ASR)

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

January 30, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In