• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Hasyim Asy'ari

Ngaji Kitab Adabul Alim wal Mutaallim Karya Hadlratussyekh KH Hasyim Asy’ari (Bab 5 Bagian Ke-01)

April 13, 2025
Dukungan NU terhadap Pemberantasan Korupsi

Dukungan NU terhadap Pemberantasan Korupsi

January 10, 2026
Haul Rizal Ramli

Peringati Haul 2 Tahun Rizal Ramli, FJN Bertekat  Hidupkan Pemikiran dan Mengenang Kebaikan RR

January 10, 2026
Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

January 9, 2026
Gus Yahya

PBNU Respon Penetapan Tersangka Eks Menang Yaqut Cholil Qoumas

January 9, 2026
Gus Alex-KPK

KPK Tetapkan Yaqut dan Alex sebagai Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Khusus

January 9, 2026
Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

January 9, 2026
Imam Jazuli

Urgensi Rekonstruksi Sistem AHWA Berbasis Zonasi Keterwakilan Daerah

January 9, 2026
Foto: Ilustrasi

Penguat Demokrasi Lokal

January 9, 2026
Rajab

Khutbah Jumat: Rajab Bulan Menanam, Sya‘ban Bulan Menyiram, dan Ramadhan Bulan Memanen

January 9, 2026
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

KPK Tegaskan BPK Sepakati Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji Bisa Dihitung

January 8, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Saturday, January 10, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Ngaji Kitab

Ngaji Kitab Adabul Alim wal Mutaallim Karya Hadlratussyekh KH Hasyim Asy’ari (Bab 5 Bagian Ke-01)

Oleh: Gus Amar

liputan9news by liputan9news
April 13, 2025
in Ngaji Kitab
A A
0
Hasyim Asy'ari

KH. Hasyim Asy'ari, Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia,Pendiri Organisasi Islam Nahdlatul Ulama/Foto: Istimewa

519
SHARES
1.5k
VIEWS

الباب الخامس

فى آداب العالم فى حق نفسه وفيه عشرون ادبا

Tentang Adab Seorang Ulama terhadap Dirinya Sendiri (Dalam bab ini terdapat dua puluh adab)

الاول ان يديم مراقبة الله تعالى فى السر والعلانية

Pertama, hendaknya ia senantiasa merasa diawasi (muraqabah) oleh Allah Ta’ala, baik dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.

والثانى ان يلازم خوفه تعالى فى جميع حركاته وسكناته واقواله وافعاله، فانه امين على ما استودع فيه من العلوم والحكمة والخشية، وترك ذلك من الخيانة، وقد قال تعالى لا تخونوا الله والرسول وتخونوا اماناتكم وانتم تعلمون.

Kedua, hendaknya ia selalu merasa takut kepada-Nya dalam setiap gerakan, diam, perkataan, dan perbuatannya. Karena ia adalah orang yang diberi amanah titipan atas ilmu, hikmah, dan rasa takut kepada Allah. Dan meninggalkan hal itu termasuk pengkhianatan, sebagaimana firman Allah:

BeritaTerkait:

Tongkat dan Tasbih

Lembaga Ketabiban PWPSNU PAGARNUSA Jatim Gelar Pengobatan Gratis untuk Peserta Napak Tilas 1 Abad NU di Tebuireng

Kiai Azaim Ibrahimi Pimpin Ribuan Peserta Napak Tilas NU Bangkalan-Tebuireng

Gus Yahya Tandai Pelepasan Peserta Napak Tilas Restu Pendirian Nahdlatul Ulama

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۝٢٧

“Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian mengkhianati amanah-amanah kalian, sedang kalian mengetahuinya.” (QS. Al-Anfal: 27)

والثالث ان يلازم السكينة

Ketiga, hendaknya ia selalu menjaga ketenangan (sakinah).

والرابع ان يلازم الورع.

Keempat, hendaknya ia selalu bersikap wara’ (menjaga diri dari perkara yang meragukan).

والخامس ان يلازم التواضع

Kelima, hendaknya ia selalu bersikap tawadhu’ (rendah hati).

والسادس ان يلازم الخشوع لله تعالى،

Keenam, hendaknya ia selalu khusyuk kepada Allah Ta’ala.

ومما كتب مالك رضي الله عنه الى الرشيد اذا علمت علما فلير عليك اثره ووقاره وسكينته وحلمه لقوله صلى الله عليه وسلم العلماء ورثة الأنبياء،

Malik bin Anas radhiyallahu ‘anhu pernah menulis surat kepada Khalifah Harun ar-Rasyid: “Apabila engkau telah mempelajari suatu ilmu, hendaklah tampak pada dirimu pengaruh ilmu itu, berupa ketenangan, wibawa, dan kesabaran.”

Rasulullah ﷺ bersabda: “Para ulama adalah pewaris para nabi.”

وقال عمر رضي الله عنه تعلموا العلم وتعلموا معه السكينة والوقار،

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pelajarilah ilmu, dan pelajarilah bersamanya ketenangan serta kewibawaan.”

وقال بعض السلف حق على العالم ان يتواضع لله تعالى فى سره وعلانيته، ويحترز من نفسه، ويقف عما اشكل عليه

Sebagian ulama salaf berkata: “Sudah menjadi kewajiban bagi seorang alim untuk bersikap rendah hati kepada Allah Ta’ala, baik dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan, menjaga diri dari hawa nafsunya, serta berhenti pada perkara yang masih samar baginya.”

والسابع ان يكون تعويله فى جميع اموره على الله تعالى.

Ketujuh, hendaknya ia selalu bergantung kepada Allah Ta’ala dalam semua urusannya.

والثامن ان لا يجعل علمه سلما يتوسل به الى الأعراض الدنيوية من جاه او مال او سمعة او شهرة او تقدم على اقرانه.

Kedelapan, jangan menjadikan ilmunya sebagai tangga untuk mencapai kepentingan duniawi, seperti kedudukan, harta, popularitas, ketenaran, atau untuk mengungguli rekan-rekannya.

والتاسع ان لا يعظم ابناء الدنيا بالمشي اليهم والقيام لهم الا اذا كان فى ذلك مصلحة تزيد على هذه المفسدة لا سيما ان يذهب بعلمه الى مكان من يتعلم منه وان كان المتعلم كبير القدر، بل يصون علمه كما صانه السلف الصالح،

Kesembilan, ia tidak boleh mengagungkan para pencari dunia dengan mendatangi mereka atau berdiri untuk mereka, kecuali jika terdapat maslahat yang lebih besar dibandingkan mudaratnya. Terutama jika hal itu berkaitan dengan membawa ilmunya ke tempat seseorang yang ingin belajar darinya, meskipun si pelajar memiliki kedudukan tinggi. Sebaiknya, ia menjaga ilmunya sebagaimana para ulama salaf yang saleh menjaganya.

واخبارهم في ذلك مشهورة مع الخلفاء وغيرهم، كما روي عن مالك بن انس انه قال: دخلت على هارون الرشيد، فقال لي يا أبا عبد الله ينبغي ان تختلف الينا حتى يسمع صبياننا الوطاء، قال قلت أعز الله الامير إن هذا العلم منكم خرج، فإن أنتم أعززتموه عز، وإن ذللتموه ذل، والعلم يؤتى ولا يأتى، فقال صدقت، أخرجوا إلى المسجد حتى تسمعوا مع الناس.

Kisah mereka dengan para khalifah dan lainnya terkenal dalam hal ini, sebagimana diriwayatkan bahwa Imam Malik bin Anas pernah berkata: “Aku masuk menemui Harun ar-Rasyid, lalu ia berkata kepadaku, ‘Wahai Abu Abdillah, seharusnya engkau sering datang kepada kami agar anak-anak kami dapat mendengar Al-Muwatta’.’ Maka aku berkata, ‘Semoga Allah memuliakan Amirul Mukminin. Sesungguhnya ilmu ini keluar berasal dari kalian (para pemimpin). Jika kalian memuliakannya, maka ia akan mulia. Dan jika kalian merendahkannya, maka ia akan hina. Ilmu itu didatangi, bukan ia yang mendatangi.’ Lalu Harun ar-Rasyid berkata, ‘Engkau benar.’ Maka ia memerintahkan agar orang-orang keluar menuju masjid untuk belajar bersama masyarakat.”

وقال الزهري هوان بالعلم ان يحمله العالم إلى بيت المتعلم،

Imam az-Zuhri berkata: “Termasuk bentuk kehinaan bagi ilmu adalah jika seorang alim yang membawanya ke rumah si murid.”

فإن دعت إلى ذلك ضرورة أو اقتضته مصلحة راجحة على مفسدة ابتذاله فلا بأس ما دامت الحال هذه، وعلى هذا يحمل ما جاء عن بعض السلف في هذا،

Namun, jika ada keperluan mendesak atau terdapat maslahat yang lebih besar daripada mudaratnya, maka tidak mengapa. Oleh karena itu, riwayat-riwayat dari sebagian ulama salaf yang menyelisihi prinsip ini dapat ditafsirkan dengan kondisi yang memerlukan.

وبالجملة من أجل العلم أجله الله، ومن اهانه اهانه الله، وهذا معاين.

Kesimpulannya, siapa yang memuliakan ilmu, maka Allah akan memuliakannya. Dan siapa yang merendahkannya, maka Allah akan merendahkannya. Ini adalah sesuatu yang dapat disaksikan.

وقال وهب بن منبه كان العلماء قبلنا قد استغنوا بعلمهم عن دنيا غيرهم رغبة في علمهم، فأصبح أهل العلم اليوم يبذلون لاهل الدنيا علمهم رغبة في دنياهم، فاصبح اهل الدنيا قد زهدوا فى علمهم لما رأوا من سوء موضعه عندهم.

Wahb bin Munabbih berkata: “Para ulama sebelum kita merasa cukup dengan ilmu mereka sehingga tidak membutuhkan dunia orang lain, karena mereka menginginkan ilmu itu sendiri. Namun, kini para ulama justru menawarkan ilmu mereka kepada orang-orang dunia demi mendapatkan dunia mereka. Akibatnya, orang-orang dunia pun meremehkan ilmu mereka ketika melihat betapa rendahnya posisi ilmu itu di mata para ulama tersebut.”

ولقد أحسن القاضي أبو الحسن الجرْجاني حيث قال:

Sungguh indah apa yang dikatakan oleh Qadhi Abu al-Hasan al-Jurjani:

ولم أقضِ حَقَّ العلمِ إن كنتُ كلَّما + بدا طمعٌ صَيَّرتُه ليَ سُلَّما

Aku belum menunaikan hak ilmu jika setiap kali
Tampak padaku ambisi, kujadikan ia sebagai tangga.

ولم ابتَذَل فى خِدمةِ العلمِ مُهجَتي + لأخدمَ مَن لاقيتُ لكنْ لأُخدَما

Tak ku berikan jiwaku dalam melayani ilmu,
Demi melayani siapa pun yang kutemui, melainkan agar aku sendiri dilayani.

ااغرسه عزا وأجنيهِ ذِلَّةً + إذًا فاتباعُ الجهلِ قد كان أسلما

Aku menanamnya dengan kemuliaan, lalu aku memetiknya dengan kehinaan?
Jika demikian, mengikuti kebodohan tentu lebih selamat!

ولو أنَّ أهلَ العلمِ صانوهُ صانَهم + ولو عظَّموهُ في النفوسِ لعَظُما

Seandainya para ulama menjaga ilmunya, ilmu pun akan menjaga mereka.
Dan jika mereka mengagungkannya dalam hati, niscaya ia akan menjadi agung.

ولكنْ أهانوهُ فهانَ ودنَّسوا + مُحَيَّاهُ بالأطماعِ حتى تجهَّما

Namun mereka merendahkannya, maka ia pun menjadi hina.
Mereka mengotori wajah ilmu dengan ambisi, hingga tampak muram dan suram.

Bersambung >

Agus Amar Suchaemi AlBarbasy (Gus Amar), Nyantri di Lirboyo Alumni IKAHA (UNHASY) Tebuireng Jombang.

Tags: Adabul Alim wal MutaallimGuru NgajiKH. Hasyim Asy'ariKitab Adabul Alim wal MutaallimNgaji Kitab
Share208Tweet130SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Tongkat dan Tasbih
Opini

Tongkat dan Tasbih

by liputan9news
January 6, 2026
0

BANGKALAN | LIPUTAN9NEWS Selain kisah tongkat dan tasbih, salah satu kisah masyhur tentang detik-detik menjelang berdirinya NU adalah kisah kegelisahan...

Read more
Lembaga Ketabiban PWPSNU PAGARNUSA Jatim Gelar Pengobatan Gratis untuk Peserta Napak Tilas 1 Abad NU di Tebuireng

Lembaga Ketabiban PWPSNU PAGARNUSA Jatim Gelar Pengobatan Gratis untuk Peserta Napak Tilas 1 Abad NU di Tebuireng

January 5, 2026
Prosesi penyerahan tongkat dan tasbih pada napak tilas Isyaroh pendirian Nahdlatul Ulama (NU), di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Ahad (04/01/2025) malam.(Kompas.com/Moh. Syafii)

Kiai Azaim Ibrahimi Pimpin Ribuan Peserta Napak Tilas NU Bangkalan-Tebuireng

January 5, 2026
Gus Yahya Tandai Pelepasan Peserta Napak Tilas Restu Pendirian Nahdlatul Ulama

Gus Yahya Tandai Pelepasan Peserta Napak Tilas Restu Pendirian Nahdlatul Ulama

January 5, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2515
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

141
Dukungan NU terhadap Pemberantasan Korupsi

Dukungan NU terhadap Pemberantasan Korupsi

January 10, 2026
Haul Rizal Ramli

Peringati Haul 2 Tahun Rizal Ramli, FJN Bertekat  Hidupkan Pemikiran dan Mengenang Kebaikan RR

January 10, 2026
Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

January 9, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In