• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman Djaya, Pekerja Budaya

Peta Lama untuk Perang Masa Depan (Dongeng Zaman Komoditas 8)

December 3, 2024
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Lainnya Seni Budaya

Peta Lama untuk Perang Masa Depan (Dongeng Zaman Komoditas 8)

Oleh: Sulaiman Djaya

liputan9news by liputan9news
December 3, 2024
in Seni Budaya
A A
0
Sulaiman Djaya, Pekerja Budaya

Sulaiman Djaya, Pekerja Budaya

496
SHARES
1.4k
VIEWS

Bnaten | LIPUTAN9NEWS

Setelah mereka mengalami sendiri dengan kerugian yang sangat besar bahwa mereka dapat dikalahkan oleh pasukan khusus dari negeri Farsa saat menyerang negeri Telaga Kahana dan Negeri Suryan, atas saran dan usulan dari Mayar Rother, Jarjus Bushan meminta kepada para jenderalnya untuk membentuk pasukan khusus dan pasukan mata-mata yang lebih tangguh dan lebih efisien yang akan dikirim ke negeri Farsa untuk mengumpulkan setiap informasi dan pengetahuan terkait negeri Farsa, watak dan karakter orang-orangnya serta siapa saja para pejabat yang sesungguhnya tidak menyukai raja mereka dan juga mereka yang merasa dirugikan oleh kebijakan raja. Tentu juga siapa saja mereka yang punya ambisi dan keinginan untuk menjadi raja.

Pasukan khusus dan pasukan elite itu, sebagaimana dikehendaki Mayar Rother dan Jarjus Bushan, haruslah memiliki kemampuan kamuflase dan penyamaran tingkat tinggi. Keinginan untuk membentuk pasukan dengan kemampuan dan kerahasiaan tingkat tinggi itu tentulah setelah mereka merasa malu karena kekalahan mereka sekaligus berkat kesadaran mereka bahwa yang telah mengalahkan mereka bukanlah lawan dan kekuatan yang boleh dianggap enteng begitu saja.

Sebenarnya mereka telah memiliki pasukan elit, namun pasukan elit dan pasukan khusus mereka terbukti kurang efektif saat perang mereka dengan pasukan khusus dari negeri Farsa di negeri Telaga Kahana dan di negeri Suryan. Sebelum peperangan itu, mereka juga tidak tahu bahwa negeri Farsa adalah sekutu dan sahabat negeri Telaga Kahana, negeri yang berusaha mereka kuasai dan mereka taklukkan karena menyimpan Kristal ajaib yang dapat digunakan untuk kemajuan teknologi dan persenjataan.

BeritaTerkait:

Rumi

Kepedulian Menumbuhkan Kehidupan yang Sehat

Keutamaan Ilmu Bernalar Sahih

Menjadi Bermakna Sebagai Manusia

Kali ini mereka tak ingin salah-hitung lagi atau menganggap lemah negeri Telaga Kahana yang ingin mereka kuasai dan hendak mereka taklukkan karena memiliki tabungan Kristal di Bukit Kaf itu. Mereka juga segera mengirim utusan ke negeri sekutu setia mereka, yaitu negeri Asrail, agar lebih banyak lagi memproduksi senjata canggih dan menambah kekuatan militernya.

Sesampainya utusan bangsa Amarik yang bernama Nibur Maya itu di negeri Asrail, ia disambut langsung oleh pemimpin negeri Asrail, Ziva Kamarin. Berbeda dengan Jarjus Bushan, Ziva Kamarin terkenal cerdik dan cerdas, meski ia seorang perempuan. Dan sebagaimana Misyaila, Ziva Kamarin juga memiliki tongkat ajaib yang senantiasa ada di tangannya.

Secara jarak, dibanding dengan negeri Amarik, jarak negeri Asrail lebih dekat ke negeri Farsa, karena antara dua negeri itu hanya dipisahkan oleh negeri Yumnan dan negeri Suryan. Sementara itu, tetangga negeri Asrail yang menjadi sekutu setia mereka adalah negeri Najdan. Sebuah negeri yang gemar memancung orang tak bersalah yang diduga ingin melakukan pemberontakan kepada rejim negeri tersebut. Sebuah negeri yang para pejabat tingginya suka memperkosa perempuan demi memuaskan nafsu syahwat mereka.

Hari itu Nibur Maya dipersilahkan masuk ke ruangan rahasia Ziva Kamarin agar pembicaraan mereka hanya diketahui oleh mereka berdua saja. Mereka pun tak merasa canggung satu sama lain karena mereka sama-sama perempuan, dan secara kebetulan pula, mereka berusia sama. Salah-satu poin pembicaraan mereka adalah Ziva Kamarin sebagai pemimpin tertinggi negeri Asrail diharuskan menghadiri pertemuan ordo rahasia pimpinan Mayar Rother yang akan diadakan di sebuah tempat rahasia di negeri Amarik.

Salah-satu masalah yang akan dibahas dalam pertemuan ordo rahasia tersebut, berdasarkan pembicaraan antara Nibur Maya dan Ziva Kamarin di ruangan rahasia, adalah rencana untuk memancing kekuatan bangsa Farsa dengan jalan menyerang negeri-negeri yang menjadi sekutu negeri Farsa, seperti negeri Suryan dan negeri Yumnan, sebelum mereka menyerang negeri Farsa sendiri dengan skala dan koalisi besar-besaran di masa yang akan datang yang hendak mereka rancang dan mereka rencanakan dalam pertemuan ordo rahasia yang mereka berinama Nioz Soman.

Masalah itu tentu saja membutuhkan dukungan banyak kekuatan, setelah mereka sadar dan mengalami sendiri kekalahan mereka ketika berhadapan dengan pasukan khusus negeri Farsa yang kala itu dikomandoi Jenderal Roshtam dan Jenderal Ilias yang dibantu Misyaila. Pertemuan ordo rahasia itu juga rencananya akan dihadiri beberapa petinggi dan pemimpin dari negeri Najdan, selain dari negeri-negeri lainnya yang merupakan sekutu-sekutu negeri Amarik dan negeri Asrail, semisal negeri Haland, Franca, dan negeri Angland.

Selain karena telah mengalami kekalahan ketika melawan dan berhadapan langsung dengan pasukan khusus dari negeri Farsa itu, ada dua negeri yang sangat kuat namun tak mau menjadi sekutu mereka, yang kemungkinan besar akan menjadi sekutu bangsa Farsa di masa yang akan datang, yaitu negeri Rus dan negeri Multan, yang memang banyak memiliki kesamaan secara watak dengan negeri Farsa, selain negeri Rus dan negeri Multan juga memiliki sejarah hubungan dengan negeri Farsa di masa silam mereka. Bersambung

Sulaiman Djaya, Pemerhati Kebudayaan

Tags: DongengDongeng Zaman KomoditasPerang Masa DepanPeta LamaSulaiman Djaya
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Rumi
Opini

Rumi

by liputan9news
January 17, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS “Cinta adalah dasar perbuatanku” (Muhammad Rasulullah Saw). “Agama itu cinta dan cinta adalah agama” (Imam Muhammad Al-Baqir...

Read more
Sulaiman-Djaya

Kepedulian Menumbuhkan Kehidupan yang Sehat

December 28, 2025
Sulaiman-Djaya

Keutamaan Ilmu Bernalar Sahih

December 24, 2025
Sulaiman Djaya

Menjadi Bermakna Sebagai Manusia

December 11, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In