• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman Djaya

Seni yang Menyadarkan

February 27, 2026
PB LS-ADI Terbitkan SK Penunjukan Moh Sabil Sebagai Pejabat Sementara Ketua Umum

PB LS-ADI Terbitkan SK Penunjukan Moh Sabil Sebagai Pejabat Sementara Ketua Umum

March 11, 2026
Resonara Menggelar Diskusi Ngaji Keperempuanan, Soroti Maraknya Pelecehan Seksual di Kampus

Resonara Menggelar Diskusi Ngaji Keperempuanan, Soroti Maraknya Pelecehan Seksual di Kampus

March 11, 2026
BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

March 11, 2026
PNIB Berbagi Takjil di Tugu Jogja, Jalin Persaudaraan Perdamaian Ajak Kembali ke Jatidiri Bangsa

PNIB Berbagi Takjil di Tugu Jogja, Jalin Persaudaraan dan Perdamaian Ajak Kembali ke Jati Diri Bangsa

March 10, 2026
Sulaiman-Djaya

Belajar dari Einstein

March 10, 2026
BOS Madrasah dan BOP RA Rp4,5 Triliun Mulai Cair, Honor Guru Non ASN Bisa Dibayar

BOS Madrasah dan BOP RA Rp4,5 Triliun Mulai Cair, Honor Guru Non ASN Bisa Dibayar

March 10, 2026
aketum MUI KH M Cholil Nafis menyampaikan tausiyah saat Silaturahim dan Buka Bersama Menteri ATR/BPN H Nusron Wahid dengan keluarga besar MUI.

Hikmah Ramadan, Kiai Cholil Nafis Ingatkan Pentingnya Sedekah dan Bersyukur

March 10, 2026
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di sidang praperadilan (Foto: Liputan6/Ady Anugrahadi)

Jelang Putusan Praperadilan, Yaqut Minta KPK Buktikan Kerugian Negara sebelum Tetapkan Tersangka

March 10, 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa Siap Jadi Pengusul Resmi KEK Tembakau Madura

Gubernur Khofifah Indar Parawansa Siap Jadi Pengusul Resmi KEK Tembakau Madura

March 10, 2026
Simpanan sebagai Titipan atau Investasi? Memahami Prinsip Simpanan dalam Perbankan Syariah

Simpanan sebagai Titipan atau Investasi? Memahami Prinsip Simpanan dalam Perbankan Syariah

March 9, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Wednesday, March 11, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Lainnya Seni Budaya

Seni yang Menyadarkan

Oleh: Sulaiman Djaya

liputan9news by liputan9news
February 27, 2026
in Seni Budaya
A A
0
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, Budayawan

497
SHARES
1.4k
VIEWS

BANTEN | LIPUTAN9NEWS

Industri budaya, di jaman ini, lebih merupakan fenomena yang mematikan kritisisme dan kesadaran. Kapitalisme menciptakan dan memproduksinya demi mengekalkan sistem dan keuntungan korporasi global. Seni, seperti seni musik, oleh kapitalisme dijadikan sebagai komoditas dan industri hiburan yang massif, agar banyak orang lebih asyik dan nyaman dengan hiburan semata.

Oleh kapitalisme, seni menjadi alat atau instrumen untuk mematikan kesadaran banyak orang. Membuat orang tidak sadar bahwa sesungguhnya mereka sedang dijadikan sebagai alat produksi demi meraup keuntungan kapitalisme dan korporasi global.

Hal itulah, yang contohnya, disadari salah-satu filsuf Mazhab Frankfurt, Theodore Adorno. Menurutnya, seni tidak seharusnya menjadi instrumen atau medium pencipta kesadaran palsu dan matinya kritisisme. Sebaliknya, seni semestinya membebaskan orang dari kesadaran palsu yang diciptakan struktur kapitalis yang dominan.

Menurut Adorno, seni bukanlah industri budaya yang diciptakan untuk melahirkan kenyamanan semu dan keuntungan kaum kapitalis. Seni mestinya menjadi medium yang membebaskan dan mencerahkan kita. Membuat kita lebih peka dan sadar pada realitas kehidupan sehari-hari kita. Bahkan bisa menjadi inspirasi untuk lahirnya perubahan sosial yang positif.

BeritaTerkait:

Belajar dari Einstein

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

Pengetahuan dan Kekuasaan

Adorno pun mencurigai atau katakanlah sangat kritis terhadap peranan kapitalisme yang menciptakan budaya massa atau mass culture. Menurutnya kapitalisme lah yang menciptakan standarisasi produk-produk seni demi meraup keuntungan sebesar mungkin bagi kaum kapitalis.

Kaum kapitalis menciptakan produk-produk budaya massa atau mass culture, dari mulai musik hingga film-film Hollywood, didisain atau dirancang semata hanya untuk menghibur agar banyak orang tetap pasif dan tidak menyadari struktur sosial tak berkeadilan yang diciptakan para elit. Seni kemudian, demikian menurut Adorno, menjadi alat dominasi kaum elit kapitalis.

Seni, sepatutnya, demikian menurut Adorno, tak hanya hiburan yang justru meninabobokan dan mematikan kesadaran banyak orang, tapi justru harus sanggup melahirkan pencerahan dan kesadaran kritis kita. Sehingga kita tidak dibelenggu dan dikontrol oleh kesadaran palsu yang diciptakan keserakahan elit kapitalis.

Apa yang dulu didiagnosis Adorno itu terasa semakin relevan saat ini, bukannya malah usang. Lihat saja perlombaan mengejar rating dalam fenomena praktik dan perilaku media-media kita, dan yang lainnya. Berjalin-berkelindan bersama iklan (kaum kapitalis), mereka bahkan mengkomodifikasi agama sebagai reality show dan hiburan.

Tak ragu lagi, budaya massa atau mass culture dan industri budaya (culture industry) merupakan produk komersialisasi budaya yang diproduksi secara masif oleh media untuk konsumsi khalayak luas dalam skala global, didorong oleh teknologi dan kapitalisme. Industri ini menciptakan kebutuhan palsu dan perilaku konsumtif, juga dalam skala global, dan mengubah masyarakat menjadi subjek pasif yang menerima realitas buatan atau kenyataan palsu yang menipu.

Sebelumnya, agar kita tidak keluar batas, kita tentu perlu memahami apa itu budaya massa? Secara singkat, budaya massa adalah produk budaya yang dihasilkan secara massal, seragam, dan dipopulerkan melalui media massa, seperti film, musik pop, acara televisi dan lainnya.

Lalu apa yang disebut industri budaya itu? Industri budaya merupakan konsep dan istilah yang merujuk pada industri yang memproduksi, mengomersialkan, dan menyebarkan konten budaya sebagai komoditas untuk keuntungan sebesar mungkin, yang diciptakan kapitalisme dan kaum kapitalis.

Produk-produk budaya itu mengikuti standarisasi dan komodifikasi sebagai penyeragaman agar mudah diterima dan dijual di pasar kepada para konsumen. Tidak aneh jika kemudian industri budaya dan budaya massa semakin mendorong atau memompa perilaku konsumtif masyarakat. Menjadikan masyarakat hanya sebagai konsumen yang seringkali pasif dan menerima pesan yang sama secara berkelanjutan.

Industi budaya dan budaya massa pun kemudian menghilangkan orisinalitas atau otentisitas dan kreativitas individual sebagai dampak dari standarisasi yang diciptakan kaum kapitalis dan sistem kapitalisme yang mereka tetapkan.

Industri budaya dan budaya massa itulah, yang menurut Adorno, membuat masyarakat terasing dari kehidupan nyata karena disuapi realitas buatan (kebutuhan palsu) secara terus-menerus dan berkelanjutan. Begitu pula, budaya populer atau pop culture seringkali dibentuk oleh trend global dan kepentingan media massa, demi meraup keuntungan besar dan rating.

Singkatnya, sebagaimana terjadi di jaman kita saat ini, industri budaya atau culture industry dan budaya massa atau mass culture, memanipulasi kesadaran banyak orang secara global, membuat banyak orang mengikuti trend tanpa sadar, dan menjadikan seni dan budaya sebagai komoditas bisnis belaka.

Adorno mengiterupsi semua itu dan menekankan pentingnya para seniman untuk menghasilkan karya-karya seni yang otentik, yang sekiranya sanggup pula menginterupsi jaman dan banalitasnya, yang kemudian akan menjadi karya-karya seni yang mencerahkan, sekaligus unik dan otentik.

Sulaiman Djaya, Penyair

Tags: seniSeni BudayaSeni yang MenyadarkanSulaiman Djaya
Share199Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Sulaiman-Djaya
Opini

Belajar dari Einstein

by Sulaiman Djaya
March 10, 2026
0

BANTEN | LIPUTAN9NEWS “Saya bukan jenius, saya hanya selalu ingin tahu,” demikian ujar Einstein tentang betapa bakat dan kecerdasan saja...

Read more
Sulaiman Djaya

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

February 25, 2026
Sulaiman-Djaya

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

February 17, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2533
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
PB LS-ADI Terbitkan SK Penunjukan Moh Sabil Sebagai Pejabat Sementara Ketua Umum

PB LS-ADI Terbitkan SK Penunjukan Moh Sabil Sebagai Pejabat Sementara Ketua Umum

March 11, 2026
Resonara Menggelar Diskusi Ngaji Keperempuanan, Soroti Maraknya Pelecehan Seksual di Kampus

Resonara Menggelar Diskusi Ngaji Keperempuanan, Soroti Maraknya Pelecehan Seksual di Kampus

March 11, 2026
BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

March 11, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In