• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal)

PNIB Minta Pemerintah Indonesia Harus Tegas Menolak Reuni 212

November 25, 2025
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

PNIB Minta Pemerintah Indonesia Harus Tegas Menolak Reuni 212

Indonesia harus tegas menolak reuni 212 yang berpotensi menjadi ajang konsolidasi makar kelompok pengasong khilafah, terorisme dan Ikhwanul muslimin yang dilarang diseluruh dunia.

liputan9news by liputan9news
November 25, 2025
in Nasional
A A
0
Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal)

Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) (Foto: MSN)

629
SHARES
1.8k
VIEWS

SOLO | LIPUTAN9NEWS
Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) menegaskan bahwa Indonesia harus bersikap tegas menolak rencana Reuni 212 yang akan dilakukan diberbagai Wilayah dan kota kota besar di Indonesia. Reuni 212 dinilai rawan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok berhaluan keras dengan ideologi Transnasional, khilafah, jaringan terorisme, serta Ikhwanul Muslimin yang telah dilarang di berbagai negara.

Kegiatan ini disinyalir bukan hanya sekedar reuni bejilid – jilid, namun sebagai ajang konsolidasi dan diduga membuat agenda makar yang membakan keamanan dan keselamatan rakyat dan bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Umum PNIB, Gus Wal, dalam pernyataan sikap yang dirilis di Solo.

Menurut PNIB, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa momentum seperti Reuni 212 kerap dijadikan panggung oleh kelompok-kelompok yang sebelumnya berada di dalam lingkaran gerakan FPI dan HTI mengingat kedua kelompok tersebut telah resmi dibubarkan oleh pemerintah Indonesia melalui Perpu Ormas karena bertentangan dengan ideologi negara serta dinilai mengancam ketertiban, kenyamanan, keselamatan dan keamanan publik.

PNIB juga membandingkan ketegasan Indonesia dengan beberapa negara lain yang telah mengambil langkah tegas dan keras terhadap kelompok-kelompok serupa. Malaysia, misalnya, melarang aktivitas kelompok Wahabi karena dinilai meresahkan masyarakat serta menimbulkan fragmentasi sosial.

BeritaTerkait:

PNIB Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

PNIB: Terima Kasih Densus 88, Indonesia “Triple Zero Attack” dari Ancaman Terorisme

Retrospeksi Akhir Tahun PNIB, Merawat Toleransi Demi Indonesia Bersih Intoleransi, Khilafah Terorisme

“Sementara itu, Arab Saudi menerapkan hukuman berat sampai tingkat hukuman mati bagi para penyeru khilafah dan pelaku aksi terorisme yang mengancam keamanan negara,” ujar Gus Wal, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, pada tingkat global, Amerika Serikat telah melarang keberadaan dan aktivitas Ikhwanul Muslimin karena dianggap memiliki jaringan terorisme internasional yang berpotensi menginspirasi ekstremisme radikaisme terorisme politik berkedok keagamaan.

“PNIB menilai pendekatan negara-negara tersebut dapat menjadi rujukan kepada Indonesia bahwa kewaspadaan terhadap gerakan ideologi transnasional yang mengusung ideologi khilafah Terorisme bukan sekadar isu lokal, tetapi tantangan global,” terangnya.

Ia menegaskan Indonesia tidak boleh lengah. Setiap gerakan yang membuka ruang bagi ideologi khilafah, radikalisme, anarkisme ekstremisme dan jaringan politik maupun terorisme transnasional yang sangat berbahaya karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa serta keselamatan rakyat dan bangsa Indonesia harus dihentikan.

“Ketegasan pemerintah Indonesia dan aparat penegak hukum Desnsus 88, BNPT, POlri dan TNI adalah syarat utama untuk menjaga Pancasila, keamanan, keselamatan rakyat dan bangsa Indonesia serta demi keutuhan NKRI,” ucapnya.

PNIB juga menyebut bahwa Indonesia perlu memastikan tidak ada celah hukum maupun politik yang dapat dimanfaatkan kelompok-kelompok yang memiliki afiliasi dengan organisasi transnasional seperti Ikhwanul Muslimin. PNIB menilai pengawasan harus diperkuat, termasuk terhadap entitas politik yang dianggap membawa agenda yang sejalan dengan ideologi tersebut.

“Indonesia harus belajar dari negara-negara seperti malaysia, arab saudi, amerika Serikat dll yang sudah mengambil langkah tegas dan keras demi mencegah tumbuhnya gerakan ekstrem yang merusak kehidupan bermasyarakatberbangsa dan bernegara,” jelasnya.

PNIB menekankan, tidak boleh ada toleransi terhadap paham yang bertentangan dengan Pancasila, seperti Khilafah teroeiame yanh selalu mengadakan kegaiatan tahunan reunk 212, negara dalam hal ini pemerintah, aparat penegak hukum Densus 88, BNPT, Polri dan TNI wajib tegas menolak acara reuni 212 dimanapun berarada.

PNIB menutup pernyataannya dengan menyerukan agar seluruh masyarakat dan pemerintah, Densus 88, BNPT, Polri dan TNI bersama-sama waspada terhadap ruang-ruang publik yang berpotensi ditunggangi kelompok ekstrem.

“Utamanya kegiatan Reuni 212 yang dinilai memiliki risiko tinggi dimanfaatkan kembali oleh kelompok-kelompok terlarang HTI FPI JAT JAD yang ingin bengkit kembali dengan sarana mengadakan konsolidasi Reuni 212, Kami meminta kepada pemerintah dan aparat penegak hukum Densus 88, BNPT, Polri dsn TNI untuk menolak, melerang dan membunarkan acara reuni 212 dimanapun berada,” pungkanya.

(GW/WLY)

Tags: PNIBReuni 212
Share252Tweet157SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal)
Nasional

PNIB Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

by liputan9news
January 29, 2026
0

SURABAYA | LIPUTAN9NEWS Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menyatakan dukungan tegas terhadap keputusan DPR RI yang menegaskan bahwa Kepolisian Negara...

Read more
PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

January 21, 2026
PNIB: Terima Kasih Densus 88, Indonesia “Triple Zero Attack” dari Ancaman Terorisme

PNIB: Terima Kasih Densus 88, Indonesia “Triple Zero Attack” dari Ancaman Terorisme

January 12, 2026
Retrospeksi Akhir Tahun PNIB, Merawat Toleransi Demi Indonesia Bersih Intoleransi, Khilafah Terorisme

Retrospeksi Akhir Tahun PNIB, Merawat Toleransi Demi Indonesia Bersih Intoleransi, Khilafah Terorisme

December 30, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In