• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
PNIB

PNIB Minta Waspadai HTI Pengusung Khilafah, Sasar Medsos sebagai Alat Propaganda Generasi Muda

October 8, 2025
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

PNIB Minta Waspadai HTI Pengusung Khilafah, Sasar Medsos sebagai Alat Propaganda Generasi Muda

liputan9news by liputan9news
October 8, 2025
in Nasional
A A
0
PNIB

PNIB Minta Waspadai HTI Pengusung Khilafah, Sasar Medsos sebagai Alat Propaganda Generasi (Foto: Dok.PNIB)

510
SHARES
1.5k
VIEWS

BANYUWANGI | LIPUTAN9NEWS
Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) menegaskan bahwa penangkapan dua pelajar terduga teroris di Purbalingga, Jawa Tengah dan Lampung merupakan bukti nyata ancaman HTI dan terorisme masih belum mati, bahkan mereka beradaptasi menggunakan gaya baru.

Menurutnya, HTI dan kelompok radikal lainnya kini tidak lagi bergerak secara terang-terangan melalui pertemuan fisik, melainkan menjadikan media sosial sebagai alat menyebarkan ideologi dan propaganda, pencucian otak, serta merekrut kader baru dengan sasaran utama generasi muda Indonesia.

Gus Wal menegaskan bahwa media sosial telah berubah menjadi alat propoganda “senjata perang” yang digunakan kelompok paham Khilafah radikal untuk melancarkan agenda “menghancurkan” dari dalam. Ia mengatakan, pola perekrutan melalui algoritma digital jauh lebih berbahaya dibanding perekrutan konvensional karena bekerja secara sistematis dan masif sehingga sulit dideteksi.

BeritaTerkait:

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

PNIB Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

Mahasiswa Pagar Nusa Ngaji Hukum, Antisipasi Narasi Provokatif

PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

“Rekrutmen  melalui algoritma digital jauh lebih berbahaya dibanding perekrutan konvensional karena bekerja secara sistematis dan masif sehingga sulit dideteksi,” ujanya dalam ketrangan tertulis, yang diterima Liputan9news, Selasa (07/10/2025).

“HTI dan jaringan terorisme melalui paham khilfah sengaja membidik pelajar dan mahasiswa karena mereka masih rapuh secara ideologi, labil dalam mencari jati diri, serta sangat aktif di ruang digital. Narasi yang mereka sebarkan sengaja dibungkus dengan jargon agama dan jihad jihad semu, padahal isinya adalah racun yang bertujuan menghancurkan NKRI dari dalam,” sambungnya.

PNIB menilai fenomena ini tidak bisa dianggap sepele. Generasi muda adalah masa depan bangsa, namun jika pikiran mereka diracuni, yang akan lahir bukanlah pemimpin masa depan melainkan mesin perusak dan penghancur bangsa.

Lebih lanjut, Gus Wal menjelaskan dunia maya kini menjadi medan pertempuran yang lebih berbahaya dari sekadar kontak fisik, karena di balik layar gawai, ribuan narasi kebencian, hoaks, dan ajakan Khilafah, radikalisme,  terorisme, dan anarkisme terus diproduksi tanpa henti.

“Ini adalah bentuk kebangkitan khilafah gaya baru, yang menyusup secara halus kemudian menghancurkan kita. Kalau kita sampai lengah, maka Indonesia bisa digiring ke jurang perpecahan dan kehancuran,” urainya.

Untuk itu, PNIB menyerukan agar semua pihak bergerak bersama. Negara tidak bisa dibiarkan bekerja sendirian melalui Densus 88, BNPT, Polri dan TNI dalam mengatasi persoalan khilafah, radikalisme, anarkisme, dan terorisme. Masyarakat sipil, lembaga pendidikan, tokoh agama, orang tua, hingga organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan wajib bersatu menutup celah propaganda ini. Kontra narasi di media sosial harus dibanjiri dengan konten Nasionalisme kebangsaan, nilai Pancasila, Moderasi Beragama semangat toleransi, dan pesan cinta Tanah Air.

“Pelajar, Pemuda dan mahasiswa jangan sampai hanya menjadi korban. Mereka harus bangkit menjadi agen perubahan dan perlawanan mengatasi Intoleransi Khilafah Anarkisme Radikalisme Terorisme yang kian tumbuh subur. Media sosial tidak boleh dikuasai oleh HTI dan kelompok radikal khilafah terorisme dan anarko. Kita harus memenuhi ruang digital dengan pesan positif, membangun eco chamber kebangsaan yang lebih kuat daripada propaganda mereka. Inilah cara kita merawat kebinekaan dan toleransi yang merupakan identitas jati diri bangsa Indonesia, mengawal Pancasila, dan memastikan Indonesia akan tetap berdiri tegak,” tegas Gus Wal.

Gus Wal menyatakan bahwa ancaman terbesar bagi Indonesia bukanlah serangan militer dari luar negeri, melainkan infiltrasi ideologi yang tumbuh diam-diam di dalam negeri sendiri.

“HTI, khilafah, anarkisme dan terorisme tidak bisa lagi hanya dianggap musuh negara, mereka adalah musuh rakyat. Maka melawan mereka bukan hanya tugas aparat, tapi kewajiban seluruh rakyat Indonesia,” Jaga Kampung desa dari Intoleransi Khilafah Anarkisme Intoleransi Radikalisme Terorisme dengan semangat membangun kampung desa berkarakter Pancasila,” pungkasnya.

(GW/MSN)

Tags: DigitalHTIKekerasanKhilafahMedsosPNIBTerorisme
Share204Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).
Kriminal

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

by liputan9news
February 1, 2026
0

TANGERANG | LIPUTAN9NEWS Penyidik Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bahar bin Smith dalam statusnya sebagai tersangka kasus...

Read more
Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal)

PNIB Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

January 29, 2026
Mahasiswa Pagar Nusa Ngaji Hukum, Antisipasi Narasi Provokatif

Mahasiswa Pagar Nusa Ngaji Hukum, Antisipasi Narasi Provokatif

January 24, 2026
PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

January 21, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In