• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman Djaya

Politik Baliho atau Baliho Politik

June 6, 2024
Pasangan KH Said Aqil Siroj dan KH Zulfa Mustofa (Foto: Ilustrasi/MSN)

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

February 2, 2026
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, February 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Politik Baliho atau Baliho Politik

Oleh: Sulaiman Djaya

liputan9news by liputan9news
June 6, 2024
in Uncategorized
A A
0
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, Ketua Bidang Perfilman Majelis Kebudayaan Banten/Foto: Liputan9News

497
SHARES
1.4k
VIEWS

Banten, LIPUTAN 9 NEWS

“Demokrasi pada kenyataannya minim melibatkan masyarakat sebagai penentu kebijakan, warga Negara, terutama masyarakat miskin yang oleh Jacques Ranciere disebut sebagai ‘bagian yang tidak dianggap sebagai bagian’, hanya dijadikan pion-pion suksesi di bilik suara semata. Setelah itu, hanya elite yang berhak menentukan kebijakan politik dan ekonomi.” (Sulaiman Djaya)

Bila tiba tahun politik dan jelang suksesi, baliho-baliho orang-orang partai dan non-partai yang punya minat mencalonkan diri atau pun men-calo-kan diri sekedar nyari uang, terpampang di setiap sudut, tempat dan jalan. Di area yang terjangkau mata masyarakat. Dijumpai di area-area dan fasilitas-fasilitas publik.

Memang kita hidup di jaman pasar, abad komoditas dan era ketika politik menjadi arena dan mekanisme meraih kekayaan dan hidup-matinya partai politik. Sosiolog kondang, Max Weber, pernah berkata, di era kapitalisme, politik telah menjadi ladang pekerjaan dan bisnis untuk mencari kekayaan.

BeritaTerkait:

Beratnya Beban Kerja Panitia Pilkada, Ali Mochtar Ngabalin: E-Voting sebagai Solusi Bijak

BEM PTNU Se-Nusantara Tegas Menolak Wacana Pilkada dipilih oleh DPRD.

Membaca Gestur Politik KH Miftachul Akhyar dalam Resolusi Konflik PBNU

Masayikh Memanggil: Suara Jernih atau Manuver Politik Terselubung?

Bersamaan dengan wajah-wajah yang terpampang di setiap tempat itu, tertera pula narasi-narasi singkat. Ada yang menawarkan pendidikan gratis dari jenjang paling dasar hingga perguruan tinggi –seakan ia adalah dewa yang bisa menyelesaikan kisruh dan minim anggaran negeri ini untuk melakukan penggratisan.

Dan memang itu semua adalah kamuflase. Dikatakan kamuflase, karena narasi-narasi menjanjikan itu lebih merupakan seduksi manipulatif yang belum teruji secara praktis, sebab hanya berjanji –akan melakukan ini atau itu. Dan mirisnya lagi, ada saja yang berani menjanjikan program-program yang tidak rasional.

Jangan pernah berharap bahwa kita akan mendapatkan pendidikan apalagi pencerahan politik dari baliho-baliho itu. Sebab memang hanya modus dagang atau jualan. Kenyataannya, politik telah menjadi laku dan prkatik korporasi. Bahkan teman saya lebih ekstrem lagi, demokrasi tidak lebih modus kuasa korporasi dan oligarkhi untuk meraih keuntungan sebesar mungkin dengan cara menjadi penentu utama kebijakan negara, celetuknya dalam suatu obrolan di kedai kopi.

Celetukan seorang teman itu mengingatkan saya pada filsuf Prancis kelahiran Aljazair, Jacques Ranciere yang mengkritik filsafat politik Barat-nya Plato dan Aristoteles. Politik kaum dominan dan korporat hanya melakukan partisi kepada yang lemah untuk tidak pernah bisa menjadi bagian penentu kebijakan. Suksesi politik, yah memang hanya mungkin dilakukan oleh para pemilik capital besar dalam sistem dan mekanisme demokrasi electoral liberal yang mahal dan membutuhkan dana kampanye yang besar.

Wajar jika beberapa waktu silam calon presiden terpilih, Prabowo Subianto, pernah menyatakan dalam suatu forum bisnis dan politik, bahwa demokrasi liberal itu mahal dan melelahkan. Yah karena memang demokrasi liberal adalah demokrasi elite kapitalis sebagaimana yang telah disinggung Max Weber, sosiolog kondang dari Eropa itu.

Demokrasi pada kenyataannya minim melibatkan masyarakat sebagai penentu kebijakan, warga Negara, terutama masyarakat miskin yang oleh Jacques Ranciere disebut sebagai ‘bagian yang tidak dianggap sebagai bagian’, hanya dijadikan pion-pion suksesi di bilik suara semata. Setelah itu, hanya elite yang berhak menentukan kebijakan politik dan ekonomi.

Janji-janji di baliho mereka hanya sekedar agar masyarakat mau datang ke tempat pemilihan. Figur-figur itu tak ubahnya ‘komoditas’ dagangan partai politik, atau figur-figur yang kebetulan banyak uang menyewa partai politik sebagai legalitas dan kendaraan. Inilah diantara yang disebut Max Weber politik sebagai ladang bisnis dan mencari kekayaan.

Secara pribadi, bagi saya sendiri, kesemrawutan baliho-baliho politik yang acapkali menggunakan bambu itu merusak keeleganan dan kenaggunan sebuah kota atau kawasan ketika tampak semrawut dan berjejer tidak teratur.

Barangkali yang memasang baliho-baliho itu adalah orang-orang upahan yang mencari rupiah untuk makan atau ngudud sekedarnya. Barangkali pula kelompok partisan partai atau pun loyalis para kandidat. Yah tinggal ditertibkan saja oleh pihak berwenang.

Lihat saja di pagar Transmart (eks Carrrefour) di perempatan Ciceri itu. Juga di tempat-tempat lain. Sementara mereka yang punya uang yah memang bisa menggunakan papan-papan reklame raksasa berbayar.

Sulaiman Djaya, Penyair di Kubah Budaya

Tags: BalihoPolitik
Share199Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Prof. Ali Mochtar Ngabalin
Nasional

Beratnya Beban Kerja Panitia Pilkada, Ali Mochtar Ngabalin: E-Voting sebagai Solusi Bijak

by Moh. Faisal Asadi
January 20, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Beban kerja berat yang dialami panitia pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali menjadi perhatian. Pengalaman di lapangan menunjukkan...

Read more
Achmad Baha’ur Rifqi, Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara (Foto: WLY/GW/MSN)

BEM PTNU Se-Nusantara Tegas Menolak Wacana Pilkada dipilih oleh DPRD.

December 30, 2025
Membaca Gestur Politik KH Miftachul Akhyar dalam Resolusi Konflik PBNU

Membaca Gestur Politik KH Miftachul Akhyar dalam Resolusi Konflik PBNU

December 29, 2025
Gedung PBNU

Masayikh Memanggil: Suara Jernih atau Manuver Politik Terselubung?

December 20, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Pasangan KH Said Aqil Siroj dan KH Zulfa Mustofa (Foto: Ilustrasi/MSN)

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

February 2, 2026
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In