JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rapat Syuriyah dan Tanfidziyah untuk membahas reposisi di tubuh organisasi. Salah satu keputusan rapat tersebut adalah menunjuk Muhammad Nuh sebagai Katib Aam.
Rapat Syuriyah dan Tanfidziyah digelar di kantor PBNU di Jalan Kramat Raya no 164, Jakarta Pusat (Jakpus), pada hari Sabtu (13/12/2025).
Rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah tersebut dihadiri oleh berbagai jajaran, termasuk Pj Ketua Umum PBNU Zulfa Mustofa.
“Reposisi kepengurusan setelah kemarin kita ada rapat pleno. Maka hari ini baru saja diadakan rapat gabungan antara jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah,” ujar Wakil Ketua Umum PBNU Prof Mohammad Mukri kepada wartawan di kantornya, Sabtu (13/12/2025).
“Di antara hasil yang tadi disepakati adalah adanya reposisi Katib Aam. Jadi, Katib Aam PBNU sejak hari ini ditetapkan adalah Bapak Prof Dr H Mohammad Nuh,” ungkapnya.
Reposisi lainnya juga dilakukan. Namun, Mukri mengatakan hal tersebut diserahkan kepada tim yang diketuai oleh Rais Aam dan Pj Ketua Umum PBNU.
“Di samping itu, rapat tadi juga membahas dan memutuskan pembentukan panitia untuk menyelenggarakan Munas serta peringatan Harlah, yakni Harlah satu abad Masehi,” ujarnya
Dalam Munas tersebut, salah satu fokusnya adalah menyelenggarakan Muktamar. Terkait tempat dan waktu pelaksanaan akan ditentukan kemudian.
“Tapi tadi fokus kita di antaranya adalah menyiapkan Muktamar yang akan datang,” pungkasnya.
























