• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Heru Siswanto

Puasa Membentuk Sapta Jayabinangun

March 9, 2025
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Puasa Membentuk Sapta Jayabinangun

Oleh: Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I

liputan9news by liputan9news
March 9, 2025
in Opini
A A
0
Heru Siswanto

Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I., Ketua Program Studi PAI-BSI (Pendidikan Agama Islam-Berbasis Studi Interdisipliner) dan dosen Pascasarjana IAI Al-Khoziny Buduran Sidoarjo; Dosen PAI-Terapan Politeknik Pelayaran Surabaya; Pengasuh Balai Peduli Pendidikan Indonesia; Pengurus LTMNU PCNU Sidoarjo; Ketua LDNU MWCNU Krembung.

511
SHARES
1.5k
VIEWS

Sidoarjo | LIPUTAN9NEWS

Dalam rekam jejak sejarahnya, tercatat bahwa Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi. Adanya perdagangan maritim menjadi jalur utama penyebaran agama Islam ini. Pedagang-pedagang muslim dari berbagai wilayah, seperti Gujarat, India, dan Timur Tengah, datang ke pelabuhan-pelabuhan di Nusantara membawa bersamaan ajaran Islam.

Namun pada waktu itu, agama Hindu-Budha telah menjadi bagian pemula dari dasar-dasar keyakinan yang berkembang di kehidupan masyarakat Nusantara. Mustahil dinafikkan bahwa persinggungan keyakinan di awal kehadiran ajaran Islam dapat memicu kontraproduksi kehadirannya.

Namun menjadi catatan bersama, di antara semua kondisi tersebut, Islam datang ke Nusantara dengan kondisi santun dengan polarisasi sistem ritual mengakomodir budaya leluhur yang lebih awal mengisi ruang keagamaan dan keberagamaan masyarakat. Formulasi dakwah Islam di Nusantara bersinergi aktif dengan kondisi realistik budaya masyarakat yang berkembang di zamannya. Para da’i yang berjuang menyiarkan ajaran Islam di tengah-tengah kehidupan masyarakat Nusantara melakukan pola-pola kearifan atas budaya lokal masyarakat.

BeritaTerkait:

Kapan Qodho’ Puasa Ramadan dilakukan, Bolehkan Digabung dengan Puasa Sunah?

Menghidupkan Nuansa Ramadan

Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Ramadan Berlalu Tanpa Jejak

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Nilai Hakikat Puasa, Membentuk Kepribadian Muslim berdampak Pada 11 bulan ke depan

Dalam kerangka ini, para pendahulu kita yang bertindak sebagai da’i bagi syiar Islam di Nusantara khususnya kawasan Jawa tiada menolak terhadap budaya-budaya pendahulu yang telah mengisi relung keagamaan masyarakat Jawa. Sebagai contoh sederhananya dalam hal ini menyampaikan 7 manfaat puasa untuk kesehatan mental, dengan istilah “Sapta Jayabinangun.”

Uraian penjelasannya dalam hal ini puasa tidak hanya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, akan tetapi puasa juga baik untuk psikologis seseorang yang menjalankannya. Ini karena puasa menuntut bagi yang menjalankannya untuk menghindari hal-hal yang buruk untuk dirinya. Sejumlah penelitian ilmu kesehatan telah menemukan bahwa puasa dapat memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan mental seseorang. Diantara 7 manfaat puasa untuk kesehatan mental tersebut antara lain:

1. Menumbuh kembangkan rasa empati
Arti menjalankan ibadah puasa bagi umat Islam adalah tidak boleh makan atau minum setelah waktu sahur hingga waktu berbuka. Ketika seseorang menahan haus dan lapar selama satu hari, maka secara tidak langsung pengalaman ini akan meningkatkan rasa simpati seseorang pada orang lain yang kekurangan makanan atau kondisi ekonominya dibawahnya.

Simpati adalah salah satu perasaan peduli terhadap orang lain sehingga membuat orang lain merasa lebih baik atau bahagia. Dengan begitu, menjalankan ibadah puasa akan membuat seseorang lebih mudah untuk berbagi pada orang lain yang berkekurangan.

2. Dapat mengurangi risiko stres
Banyak hasil penelitian membuat suatu kesimpulan bahwa puasa bisa mengurangi risiko stress. Ini karena orang yang berpuasa memiliki kontrol dan penguasaan diri yang kuat. Kesadaran tersebut dapat mengurangi risiko stres. Terkait dengan hal itu, di dalam tubuh setiap orang terdapat kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon kortisol. Hormon ini disebut sebagai hormon stres.

Dalam berpuasa, menjaga makan akan menjaga juga hormon kortisol yang berkaitan dengan respon tubuh saat stres. Dengan puasa hormon kortisol menjadi stabil sehingga dapat menekan tingkat stres. Beberapa studi menunjukkan jika hormon kortisol meningkat melebihi kebutuhan dapat menjadikan seseorang rentang terpapar kemarahan. Oleh karena itu, hadirnya makan dalam tubuh manusia pada waktu sahur maupun berbuka akan menurunkan kadar kortisol dalam darah. Hal ini karena tubuh terasa nyaman sehingga akan menurunkan stress.

3. Menjadikan mood selalu positif
Saat menjalankan puasa, diharuskan berusaha untuk menghindarkan diri dari hal-hal negatif. Dan menjadi kepercayaan bagi sebagai umat Islam, bahwa di bulan Ramadan semua kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Kepercayaan tersebut membawa aura positif dalam diri seseorang dalam menjalankan puasa.

4. Meningkatkan kecerdasan emosional
Menjadi suatu keistimewaan tersendiri bagi sebagai manusia yang dikaruniai di dalam tubuhnya, terdapat banyak hormon yang dapat memengaruhi reaksi emosional. Termasuk hormon yang bertanggung jawab terhadap hawa nafsu. Misalnya nafsu melakukan kekerasan, amarah, hingga kekejaman. Ketika berpuasa, metabolisme hormon akan dipercepat, sehingga tidak sempat memengaruhi tindakan seseorang.

5. Meningkatkan kepercayaan diri
Seseorang yang berpuasa akan dipandang sebagai orang yang taat pada agamanya. Pandangan ini dapat meningkatkan kepercayaan dirinya. Ia pun akan lebih bersemangat untuk terus meningkatkan ibadah, terutama di bulan Ramadan.

6. Menghindarkan diri dari kebiasaan buruk
Puasa bisa membantu seseorang mengurangi kebiasaan buruk yang biasa ia lakukan. Mulai dari, berbohong, bergunjing, berbuat tidak adil baik bagi dirinya atau antar ssama dan lain-lain. Selain membentuk pola hidup yang sehat secara fisik, ini akan memengaruhi kondisi psikologis seseorang yang bisa menjalankan puasa dengan baik dan benar.

7. Menjadi obat gangguan mental
Dalam ilmu kesehatan tersebutkan bahwa puasa dapat memurnikan sel-sel tubuh, termasuk juga sel-sel otak. Sebagaimana dalam laman berita internasional pernah disampaikan bahkan, puasa dijadikan terapi perawatan untuk penderita skizofrenia. Dan, pada tahun 1972, seorang direktur dari Moscow Psychiatric Institute melaporkan bahwa terapi puasa sukses menyembuhkan lebih dari 7 ribu pasien penyakit mental, termasuk skizofrenia. Ini adalah suatu bukti kebenaran syariat agama Islam yang patut menjadi renungan bersama.

Simpulnya, banyak relasi nilai manfaat dari ibadah puasa yang kita jalankan dengan niat yang ikhlas dan benar. Sehingga “Sapta Jayabinangun” benar-benar kita dapatkan sebagai buah dari ibadah puasa tersebut. Dan, terakhir semoga ibadah puasa kita selama bulan Ramadan 1446 H ini lancar dan bisa ketemu dengan bulan Ramadan tahun berikutnya….Aamiin

Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I., Ketua Program Studi PAI-BSI (Pendidikan Agama Islam-Berbasis Studi Interdisipliner) dan dosen Pascasarjana IAI Al-Khoziny Buduran Sidoarjo; Dosen PAI-Terapan Politeknik Pelayaran Surabaya; Pengasuh Balai Peduli Pendidikan Indonesia; Pengurus LTMNU PCNU Sidoarjo; Ketua LDNU MWCNU Krembung.

Tags: PuasaRamdan
Share204Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Toleransi yang Benar: Tidak Ada Paksaan Pakai Baju Natal Bagi Karyawan di Perhotelan dan Pertokoan
Tanya-Jawab

Kapan Qodho’ Puasa Ramadan dilakukan, Bolehkan Digabung dengan Puasa Sunah?

by liputan9news
April 10, 2025
1

Pertanyaan:  Kapan Puasa Qodho' Puasa Ramadan dilakukan, Bolehkan digabung dengan Puasa Sunah? (Penanya: Muhtar, Cikarang Bekasi Jawa Barat) Kiai Menjawab: ...

Read more
Zakky Mubarok

Menghidupkan Nuansa Ramadan

April 10, 2025
Masjid Al Jabbar

Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Ramadan Berlalu Tanpa Jejak

March 30, 2025
Khutbah Idul Fitri 1446 H: Nilai Hakikat Puasa, Membentuk Kepribadian Muslim berdampak Pada 11 bulan ke depan

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Nilai Hakikat Puasa, Membentuk Kepribadian Muslim berdampak Pada 11 bulan ke depan

March 29, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In