• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo Untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

January 29, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

Moh. Faisal Asadi by Moh. Faisal Asadi
January 29, 2026
in Nasional
A A
0
Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo Untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo Untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya! (Foto: Liputan9news/MSN 2026)

578
SHARES
1.7k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS
Telah diselenggarakan Forum Bahtsul Masail para Kiai Muda Jawa Barat dan DKI Jakarta di Pondok Pesantren Benda Kerep Cirebon, salah satu pesantren tertua dan keramat yang berdiri pada 1800-an oleh KH. Sholeh Zamzami (dikenal Mbah Sholeh) keturunan Sunan Gunung Jati.

Pesantren Benda Kerep dikenal sebagai ‘Paku Bumi Islam Nusantara berada di hutan Cimeweuh yang terisolasi dan dikeilingi oleh sungai, hingga saat ini tidak ada jembatan, orang yang berkunjung harus melewati sungai, masih menjaga tradisi secara ketat, bangunan tua masih kokoh berdiri, tidak boleh ada radio dan televisi. Listrik pun baru boleh masuk pada tahun 90-an. Sebab sejarahnya Pesantren Benda Kerep merupakan benteng dan sentral perlawanan terhadap penjajang Belanda dan Jepang.

Para kiai muda membahas tentang usulan islah pasca pemecatan kepada Gus Yahya dari jabatan Ketum PBNU oleh Rais Aam dan Syuriyah dengan dua alasan, yaitu afiliasi zionisme dan tata kelola keuangan yang bertentangan dengan syariat, Undang-Undang dan ART Perkum PBNU sebagaimana tertuang dalam Surat Risalah Rapat Harian Syuriyah.

Lalu ada suara islah dari Ploso dan Jombang yang bersifat himbauan. Dilanjutkan di Lirboyo di mana islah diartikan dengan percepatan muktamar (MLB) dan mengembalikan jabatan ketua umum PBNU kepada Gus Yahya dan jabatan-jabatan lain yang sebelumnya dibehentikan kepada yang bersangkutan. Kubu Gus Yahya melakukan viralisasi islah itu di medsos. Tidak lama kemudian hal itu dibantah oleh Rois Aam KH. Miftakhul Akhyar dengan mengatakan bahwa Ketua Umum PBNU yang sah masih dipegang oleh PJ KH. Zulfa Musthofa, dan keputusan rapat Pleno yang memecat Gus Yahya dan menetapkan PJ Kiyai Zulfa Musthofa masih berlaku alias belum dicabut. Jika ingin ada perubahan harus melalui sidang Pleno berikutnya, meminta maaf, dan yang lainnya.

BeritaTerkait:

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

PBNU Nyatakan Dukungan untuk Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian

PBNU Dukung dan Doakan Bangsa Iran

Sebelumnya dari pihak Syuriyah melalui Surat Edaran yang ditandatangani Wakil Rais Aam Dr. (HC). KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag dan Katib KH. Ahmad Tajul Mafakhir, tertanggal 25 November 2025, menawarkan kepada Gus Yahya menggunakan hak untuk mengajukan permohonan kepada Majelis Tahkim Nahdlatul Ulama sesuai dengan mekanisme yang telah diatur dalam Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelesaian Perselisihan Internal, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1. Tetapi sepertinya Gus Yahya tidak menempuh Majelis Tahkim, dan melakukan gerakan politik inkonstitusional (di luar mekanisme organisasi) dengan mendorong islah. Sehingga, islah yang disuarakan di luar organisasi itu diduga sebagai manuver Gus Yahya untuk menghindari proses Majlis Tahkim NU.

Dari latarbelakang tersebut muncul pertanyaan apakah hukumnya islah (damai) pada seseorang yang telah melakukan pelanggaran dan kesalahan organisasi maupun syariat? Bagaimana hukumnya islah dalam pengertian mengembalikan jabatan ketua umum PBNU kepada orang yang ditetapkan bersalah dengan dua kesalahan yaitu infiltrasi zionisme dan tata kelola keuangan yang tidak syari sebagaimana dalam surat Risalah Rapat Harian Syuriyah?

Para kiyai merumuskan jawaban bahwa islah (damai) pada seseorang yang diduga telah melakukan pelanggaran dan kesalahan organisasi dan syariat atau dalam menyelesaikan persoalan kesalahan seseorang pemimpin dengan menggunakan islah adalah haram. Begitu juga islah dengan mengembalikan jabatan kepada seseorang yang dinyatakan bersalah secara syariat dan organisasi tanpa ada pertanggungjawaban dan penyelesaian atas kesalahan yang diperbuatnya adalah haram.

Sebab islah (berdamai) boleh dilakukan kecuali berdamai dengan menghalalkan sesuatu yang haram dan mengharamkan sesuatu yang halal. Islah tidak boleh dalam rangka normalisasi atau pemakluman atas kesalahan yang jelas-jelas merugikan organisasi atau orang lain. Islah juga tidak boleh digunakan pada persoalan kejahatan (jinayat).

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ إِلاَّ صُلْحًا حَرَّّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا.

“Berdamai di antara sesama muslim adalah diperbolehkan kecuali berdamai yang menghalalkan sesuatu yang haram atau mengharamkan sesuatu yang halal.”

Berdasarkan hasil rumusan bahtsul masail para kiyai muda se-Jawa Barat dan DKI Jakarta di Pesantren Babakan Ciwaringin, Pesantren Kempek, dan Pesantren Gedongan Cirebon memutuskan bahwa kerjasama dengan zionisme dan melapangkan jalan infiltrasi zionisme yang dilakukan Gus Yahya ke jantung PBNU dengan memberi panggung kepada para tokoh zionisme seperti Peter Berkowitz untuk mengkader para kiyai pada acara AKN-NU (Akademi Kepemimpinan Nasional NU) sebagai kaderisasi tingkat tertinggi dan tata kelola keuangan organisasi yang bertentangan dengan syariat, Undang-Undang dan Anggaran Rumah Tangga NU adalah haram dan salah menurut syariat (fikih) dan konstitusi organisasi NU.

Karena itu, islah dengan mengembalikan jabatan Ketum PBNU kepada Gus Yahya yang telah melakukan sesuatu yang haram dan melanggar konstitusi organisasi NU tidak melalui prosedur organisasi (Majelis Tahkim dan Pleno) adalah termasuk islah yang menghalalkan sesuatu yang haram, dan itu adalah haram.

Kaum muslim diperbolehkan bermusyawarah dan memutuskan banyak hal dalam sebuah organisasi, kecuali memutuskan dengan menghalalkan sesuatu yang haram dan mengharamkan sesuatu yang halal. Dalam hadits Nabi dikatakan:

وَالْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا.

“Dan kaum muslimin harus memenuhi syarat-syarat yang telah mereka sepakati kecuali syarat yang mengharamkan sesuatu yang halal atau menghalalkan sesuatu yang haram.”

Larangan menghalalkan sesuatu yang haram atau sebaliknya mengharamkan sesuatu yang halal adalah haram sebagaimana ditegaskan di banyak ayat-ayat Al-Quran. Di antaranya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحَرِّمُوْا طَيِّبٰتِ مَآ اَحَلَّ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan sesuatu yang baik yang Allah halalkan bagi kamu, dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampai batas” (QS. Al-Maidah: 87)

قُلْ هَلُمَّ شُهَدَاءَكُمُ الَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ اللَّهَ حَرَّمَ هَٰذَا ۖ فَإِنْ شَهِدُوا فَلَا تَشْهَدْ مَعَهُمْ

“Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat memersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini. Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut (pula) menjadi saksi bersama mereka” (QS. Al-An’am: ayat 150)

Membantu seseorang yang bersalah dengan berupaya mengabaikan dan menormalisasi kesalahan yang diperbuatnya atasnama islah adalah tergolong i’anah ‘ala al-ma’shiyat (membantu kemaksiatan). Tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran (al-ta’awun ‘ala al-itsmi wa al-‘udwan) adalah haram dan dilarang keras oleh syariat. Sebagaimana dalam Q.S. al-Maidah: 2:

وَتَعَاوَنُوا۟عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”.

Bahtsul masail diikuti para kiai dan nyai di antaranya; KH. Muhammad Miftah putra dari KH. Ahmad Faqih bin Kiyai Abu Bakar bin KH. Sholeh Zamzami (Pengasuh Pondok Pesantren Benda Kerep Cirebon dan cicit Mbah Sholeh pendiri Pesantren Benda Kerep), KH. Muhammad Dian Nafi, K Saeful, KH. Mohammad Aziz, Nyai Hj. Siti Zahro, KH. Jejen Zaenal Arifin, KH. Muchlis, KH Abdul Muiz Syaerozi, KH. Ahmad Baiquni, KH. Rodilansyah, Kiyai Virgi Vergiawansyah, KH. Jamaluddin Mohammad, KH. Mukti Ali, Kiyai Muhammad Sirojuddin, Kiyai Ahmad Subhan, dan puluhan kiai muda lainnya.

Ibarat:

وَالْأَصْلُ فِيهِ قَبْلَ الْإِجْمَاعِ قَوْله تَعَالَى : { وَالصُّلْحُ خَيْرٌ } وَخَبَرُ : { الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ إلَّا صُلْحًا أَحَلَّ حَرَامًا أَوْ حَرَّمَ حَلَالًا } وَلَفْظُهُ يَتَعَدَّى لِلْمَتْرُوكِ بِمِنْ وَعَنْ وَلِلْمَأْخُوذِ بِعَلَى وَالْبَاءِ غَالِبًا. الى أن قال …….قَوْلُهُ : { وَالصُّلْحُ خَيْرٌ } ظَاهِرُهُ أَنَّ هَذِهِ الْآيَةَ دَلِيلٌ عَلَى الصُّلْحِ مُطْلَقًا ، وَفِيهِ أَنَّ هَذَا الصُّلْحَ هُوَ الْوَاقِعُ بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ لِأَنَّهُ أُعِيدَتْ فِيهِ النَّكِرَةُ مَعْرِفَةً ، وَالنَّكِرَةُ إذَا أُعِيدَتْ مَعْرِفَةً كَانَتْ عَيْنًا ، فَكَأَنَّهُ قِيلَ : هَذَا الصُّلْحُ أَيْ الْوَاقِعُ بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ خَيْرٌ ح ل .وَقَدْ أُجِيبَ بِأَنَّ الْقَاعِدَةَ أَغْلَبِيَّةٌ وَبِأَنَّ الْعِبْرَةَ بِعُمُومِ اللَّفْظِ لَا بِخُصُوصِ السَّبَبِ ، وَيَدُلُّ لِإِرَادَةِ الْعُمُومِ إعَادَتُهُ بِلَفْظِ الظَّاهِرِ لَا بِالضَّمِيرِ.قَوْلُهُ : ( أَحَلَّ حَرَامًا ) كَأَنْ صَالَحَ عَلَى نَحْوِ خَمْرٍ م ر ، وَسَيَأْتِي تَمْثِيلُهُ أَيْضًا فِي الشَّرْحِ .قَوْلُهُ : ( أَوْ حَرَّمَ حَلَالًا ) كَأَنْ صَالَحَ عَلَى أَنْ لَا يَتَصَرَّفَ فِي الْمَصَالِحِ عَلَيْهِ ، شَرْحُ م ر .فَإِنْ قِيلَ : الصُّلْحُ لَمْ يُحَرِّمْ الْحَلَالَ وَلَمْ يُحَلِّلْ الْحَرَامَ بَلْ هُوَ عَلَى مَا كَانَ عَلَيْهِ مِنْ التَّحْلِيلِ وَالتَّحْرِيمِ ؟ أُجِيبَ بِأَنَّ الصُّلْحَ هُوَ الْمُجَوِّزُ لَنَا الْإِقْدَامَ عَلَى ذَلِكَ فِي الظَّاهِرِ ، عَنَانِيٌّ ؛ أَيْ فَلَوْ صَحَّحْنَاهُ لَكَانَ هُوَ الْمُحَلِّلُ وَالْمُحَرِّمُ فِي الظَّاهِرِ. )بجيرمي على الخطيب(

Kitab Mughni al-Muhtaj, jilid. II, hal. 180:

وإنما امتنع الصلح على غير إقرار خلافا للأئمة الثلاثة قياسا على ما لو أنكر الخلع والكتابة ثم تصالحا على شيء.ولأن المدعي إن كان كاذبا فقد استحل من المدعي عليه ماله وهو حرام وإن كان صادقا فقد حرم عليه ماله الحلال فدخل في قوله صلى الله عليه وسلم إلا صلحا أحل حراما وحرم حلالا .فإن قيل الصلح لم يحرم الحلال ولم يحلل الحرام بل هو على ما كان عليه من التحريم والتحليل.أجيب بأن الصلح هو المجوز له الإقدام على ذلك في الظاهر وأما فيما بينه وبين الله تعالى فسيأتي.ولو أقيمت عليه يينة بعد الإنكار جاز الصلح كما قاله الماوردي لأن لزوم الحق بالبينة كلزومه بالإقرار.ولو أقر ثم أنكر جاز الصلح وإذا تصالحا ثم اختلفا في أنهما تصالحا على إقرار أو إنكار فالذي نص عليه الشافعي أن القول قول مدعي الإنكار لأن الأصل أن لا عقد.

Kitab Is’adu ar-Rafiq, juz II, hal.2:

ومنها التولى للإمامة العظمى أو الإمارة أو سائر الولايات كالتولي على مال يتيم أو على وقف أو مسجد أو على القضاء أو على نحو ذلك من كل ما فيه ولاية ولا يحرم ذلك فضلا عن كونه كبيرة إلا إذا صدر من شخص مع علمه من نفسه بالعجز عن القيام بتلك الوظيفة على ما هو عليه شرعا كأن علم من نفسه الخيانة فيه أو عزم عليها فيحرم عليه حينئذ سؤال ذلك وبذل المال.

Kitab Raudhatut at-Thalibin, jilid 11, hal. 92:

ثُمَّ مَنْ لَا يَصْلُحُ لِلْقَضَاءِ تَحْرُمُ تَوْلِيَتُهُ، وَيَحْرُمُ عَلَيْهِ التَّوَلِّي وَالطَّلَبُ

Kitab Ithafu as-Sadah al-Muttaqin bi Syarh Ihya Ulumuddin:

ثم إذا فهم مع ذلك الجزم في الوعد فلا بد من الوفاء إلا أن يتعذر ، فإن كان عند الوعد عازما على أن لا يفي فهذا هو النفاق ، قال النبي – صلى الله عليه وسلم – : ” ثلاث من كن فيه فهو منافق ، وإن صام وصلى وزعم أنه مسلم : إذا حدث كذب ، وإذا وعد أخلف ، وإذا اؤتمن خان ” وقال – صلى الله عليه وسلم – : ” أربع من كن فيه كان منافقا ، ومن كانت فيه خلة منهن كان فيه خلة من النفاق حتى يدعها : إذا حدث كذب ، وإذا وعد [ ص: 195 ] أخلف ، وإذا عاهد غدر ، وإذا خاصم فجر

(MFA/MSN)

Tags: Forum Bahtsul MasailGus YahyaHaramhukumIslah LirboyoKetum PBNUKiai Muda Jawa BaratPBNURisalahRisalah Benda Kerep Cirebon
Share231Tweet145SendShare
Moh. Faisal Asadi

Moh. Faisal Asadi

Aktual, Faktual, Kompeten, Konsisten dan Terpercaya

BeritaTerkait

PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)
Nasional

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

by liputan9news
April 2, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menemui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdullah Al-Amudi di Kantor...

Read more
Ketum PBNU Gus Yahya saat sowan ke ndalem KH Anwar Manshur di Pesantren Lirboyo, Kediri, Sabtu (28/3/2026). (Foto: dok PBNU)

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

March 30, 2026
Pertemuan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujer di Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Foto: LTN PBNU)

PBNU Nyatakan Dukungan untuk Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian

March 29, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menerima kunjungan resmi Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, pada Jumat (20/06/2025) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat

PBNU Dukung dan Doakan Bangsa Iran

March 29, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In