• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Syekh Taqiyuddin An-Nabhani

Se-NU Apakah Taqiyuddin An-Nabhani?

February 4, 2025
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, April 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Se-NU Apakah Taqiyuddin An-Nabhani?

Oleh: Ayik Heriansyah

liputan9news by liputan9news
February 4, 2025
in Opini
A A
0
Syekh Taqiyuddin An-Nabhani

Foto: Ilustrasi Syekh Taqiyuddin An-Nabhani

507
SHARES
1.4k
VIEWS

Bandung | LIPUTAN9NEWS

Pada faktanya, Taqiyuddin an-Nabhani tidak mewarisi ilmu dan tradisi keilmuan sang kakek yang bermadzhab dan bertarekat.

Ada satu video tentang biografi singkat Taqiyuddin an-Nabhani pendiri Hizbut Tahrir (HT). Di dalam video dikatakan kakek Taqiyuddin an-Nabhani dari sebelah ibu bernama Yusuf an-Nabhani.

Syaikh Yusuf an-Nabhani ulama besar yang dikenal para Kiai, ustadz dan santri NU. Maksud video tersebut ingin menghubung-hubungkan antara Hizbut Tahrir dengan Nahdlatul Ulama. Apakah benar ada hubungannya?

BeritaTerkait:

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

NU dan Tantangan Abad Kedua: Menjadikan Kesehatan Sebagai Program Prioritas

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

Setop Banggakan Nasab: Sebuah Otokritik

Syekh Yusuf an-Nabhani seorang ulama terkemuka di akhir masa Khilafah Utsmaniyah. Beliau ulama ahlu sunnah wal jama’ah. Menganut aqidah Asy’ariyah, bermadzhab fiqih Syafi’iyah dan bertarekat Syadziliyah.

Kakek pendiri HT ini masyhur di kalangan pesantren di Indonesia karena kitab-kitabnya dipelajari. Diantaranya kitab Al-Anwar al-Muhammadiah Mukhtasar al-Mawahib al-Ladunniah, Wasail Wusul ila Syamail al-Rasul, dan Jami’ Karamatil Auliya.

Oleh aktivis HTI kemasyhuran ini dijadikan pintu masuk ke pesantren-pesantren. Khususnya pesantren-pesantren basis NU. Mereka membuat narasi seolah-olah NU dan HT satu guru satu ilmu yaitu melalui Syaikh Yusuf an-Nabhani.

Pada faktanya, Taqiyuddin an-Nabhani tidak mewarisi ilmu dan tradisi keilmuan sang kakek yang bermadzhab dan bertarekat.

Taqiyuddin an-Nabhani bukan seorang Asy’ariyah. Taqiyuddin an-Nabhani mengkritik dan menolak konsep kasbul ikhtiari yang diungkapnya ketika membahas qadha qadar.

Menurutnya pembahasan qadha qadar berhubungan dengan area yang menguasai manusia (musayyar) dan area yang dikuasai manusia (mukhayyar). Karena itu dia juga mengkritik dan menolak konsep tentang qadar ghaibiyah.

Taqiyuddin an-Nabhani bukan pengikut madzhab Syafi’iyah. Madzhab Syafi’iyah menjadikan ijma ulama, ijma umat dan istishab sebagai dalil syar’i. Taqiyuddin an-Nabhani menolaknya. Menurutnya ijma yang dapat dijadikan dalil syar’i hanya ijma sahabat. Adapun istishab bukan dalil, melainkan terduga dalil.

Syaikh Yusuf an-Nabhani meskipun memiliki ilmu yang mumpuni memilih bermadzhab. Dia memposisikan dirinya sebagai muqallid. Berbeda dengan sang cucu.

Taqiyuddin an-Nabhani memang tidak pernah secara terbuka mendeklarasikan diri sebagai mujtahid muthlaq yang membangun madzhab sendiri. Akan tetapi metode ushul fiqih dan pendapat-pendapat fiqihnya yang tersendiri tanpa merujuk kepada metode dan pendapat empat madzhab fiqih secara tidak langsung memposisikan dirinya sebagai imam madzhab. Dia memposisikan dirinya sejajar dengan empat imam madzhab.

Kedudukannya sebagai mujtahid muthlaq diakui dan diterima oleh aktivis HT di seluruh dunia. Shiddiq al-Jawi seorang ahli fiqih HTI menulis dalam tulisannya Seputar Masalah Madzhab mengatakan; Sebab, beliau (Taqiyuddin an-Nabhani) adalah mujtahid mutlak yang memiliki metode istinbâth (ushul fikih) tersendiri dan meng-istinbâth hukum-hukum syariat berdasarkan ushul fikih tersebut.

Ihsan Sammarah dalam kitabnya Mafhûm Al-‘Adalah Al-Ijtima’iyah (1991: 267) berkata, “Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani adalah seorang mujtahid yang mengikuti metode para fukaha dan mujtahidin, namun beliau tidak mengikuti satu mazhab dari mazhab-mazhab yang telah dikenal. Sebaliknya, beliau mengadopsi ushul fikih yang khas bagi beliau dan menggali hukum-hukum syariat berdasarkan ushul fikih tersebut.”

Dalam hal tasawuf dan tarekat, Taqiyuddin an-Nabhani berpandangan minor. Dia bukan pengikut salah satu tarekat.

Bahkan menurutnya, maraknya gerakan kerohanian di antara biang dari kemunduran umat Islam yang berujung kepada runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Kemudian dia berpendapat, perbaikan akhlak bukan solusi kebangkitan umat. Baginya solusi kebangkitan umat melalui gerakan politik ideologis.

NU adalah organisasi Asy’ariyah. Bermadzhab fiqih 4 imam madzhab. Bertasawuf dan bertarekat. Jadi, darimana aktivis HTI dapat menghubung-hubungkan antara Hizbut Tahrir dengan Nahdlatul Ulama, sedangkan kadar ke-NU-an Taqiyuddin an-Nabhani sangat minim.

Ayik Heriansyah, Pengurus Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat, Aktivis kontra terorisme dan radikalisme, Mahasiswa Kajian Terorisme SKSG UI, dan Direktur Eksekutif CNRCT, Penulis artikel produktif yang sering dijadikan rujukan di berbagai media massa, pemerhati pergerakkan Islam transnasional, khususnya HTI yang sempat bergabung dengannya sebelum kembali ke harakah Nahdlatul Ulama. Kini aktif sebagai anggota LTN di PCNU Kota Bandung.

Tags: Hizbut TahrirHTINUTaqiyuddin An-Nabhani
Share203Tweet127SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH Imam Jazuli
Opini

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
March 2, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Satu abad Nahdlatul Ulama (NU) telah berlalu. Selama kurun waktu tersebut, dakwah NU, yang bercirikan Ahlussunnah wal...

Read more
KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

NU dan Tantangan Abad Kedua: Menjadikan Kesehatan Sebagai Program Prioritas

March 2, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

March 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Setop Banggakan Nasab: Sebuah Otokritik

March 2, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In