• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Syekh Taqiyuddin An-Nabhani

Se-NU Apakah Taqiyuddin An-Nabhani?

February 4, 2025
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Se-NU Apakah Taqiyuddin An-Nabhani?

Oleh: Ayik Heriansyah

liputan9news by liputan9news
February 4, 2025
in Opini
A A
0
Syekh Taqiyuddin An-Nabhani

Foto: Ilustrasi Syekh Taqiyuddin An-Nabhani

507
SHARES
1.4k
VIEWS

Bandung | LIPUTAN9NEWS

Pada faktanya, Taqiyuddin an-Nabhani tidak mewarisi ilmu dan tradisi keilmuan sang kakek yang bermadzhab dan bertarekat.

Ada satu video tentang biografi singkat Taqiyuddin an-Nabhani pendiri Hizbut Tahrir (HT). Di dalam video dikatakan kakek Taqiyuddin an-Nabhani dari sebelah ibu bernama Yusuf an-Nabhani.

Syaikh Yusuf an-Nabhani ulama besar yang dikenal para Kiai, ustadz dan santri NU. Maksud video tersebut ingin menghubung-hubungkan antara Hizbut Tahrir dengan Nahdlatul Ulama. Apakah benar ada hubungannya?

BeritaTerkait:

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

PKB, NU, dan Post-Sekularisme: Jalan Tengah Agama dan Negara Pasca-Khittah 1926

Menyakiti NU

Dari Forum Dunia, Kiai Said Kirim Pesan untuk NU

Syekh Yusuf an-Nabhani seorang ulama terkemuka di akhir masa Khilafah Utsmaniyah. Beliau ulama ahlu sunnah wal jama’ah. Menganut aqidah Asy’ariyah, bermadzhab fiqih Syafi’iyah dan bertarekat Syadziliyah.

Kakek pendiri HT ini masyhur di kalangan pesantren di Indonesia karena kitab-kitabnya dipelajari. Diantaranya kitab Al-Anwar al-Muhammadiah Mukhtasar al-Mawahib al-Ladunniah, Wasail Wusul ila Syamail al-Rasul, dan Jami’ Karamatil Auliya.

Oleh aktivis HTI kemasyhuran ini dijadikan pintu masuk ke pesantren-pesantren. Khususnya pesantren-pesantren basis NU. Mereka membuat narasi seolah-olah NU dan HT satu guru satu ilmu yaitu melalui Syaikh Yusuf an-Nabhani.

Pada faktanya, Taqiyuddin an-Nabhani tidak mewarisi ilmu dan tradisi keilmuan sang kakek yang bermadzhab dan bertarekat.

Taqiyuddin an-Nabhani bukan seorang Asy’ariyah. Taqiyuddin an-Nabhani mengkritik dan menolak konsep kasbul ikhtiari yang diungkapnya ketika membahas qadha qadar.

Menurutnya pembahasan qadha qadar berhubungan dengan area yang menguasai manusia (musayyar) dan area yang dikuasai manusia (mukhayyar). Karena itu dia juga mengkritik dan menolak konsep tentang qadar ghaibiyah.

Taqiyuddin an-Nabhani bukan pengikut madzhab Syafi’iyah. Madzhab Syafi’iyah menjadikan ijma ulama, ijma umat dan istishab sebagai dalil syar’i. Taqiyuddin an-Nabhani menolaknya. Menurutnya ijma yang dapat dijadikan dalil syar’i hanya ijma sahabat. Adapun istishab bukan dalil, melainkan terduga dalil.

Syaikh Yusuf an-Nabhani meskipun memiliki ilmu yang mumpuni memilih bermadzhab. Dia memposisikan dirinya sebagai muqallid. Berbeda dengan sang cucu.

Taqiyuddin an-Nabhani memang tidak pernah secara terbuka mendeklarasikan diri sebagai mujtahid muthlaq yang membangun madzhab sendiri. Akan tetapi metode ushul fiqih dan pendapat-pendapat fiqihnya yang tersendiri tanpa merujuk kepada metode dan pendapat empat madzhab fiqih secara tidak langsung memposisikan dirinya sebagai imam madzhab. Dia memposisikan dirinya sejajar dengan empat imam madzhab.

Kedudukannya sebagai mujtahid muthlaq diakui dan diterima oleh aktivis HT di seluruh dunia. Shiddiq al-Jawi seorang ahli fiqih HTI menulis dalam tulisannya Seputar Masalah Madzhab mengatakan; Sebab, beliau (Taqiyuddin an-Nabhani) adalah mujtahid mutlak yang memiliki metode istinbâth (ushul fikih) tersendiri dan meng-istinbâth hukum-hukum syariat berdasarkan ushul fikih tersebut.

Ihsan Sammarah dalam kitabnya Mafhûm Al-‘Adalah Al-Ijtima’iyah (1991: 267) berkata, “Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani adalah seorang mujtahid yang mengikuti metode para fukaha dan mujtahidin, namun beliau tidak mengikuti satu mazhab dari mazhab-mazhab yang telah dikenal. Sebaliknya, beliau mengadopsi ushul fikih yang khas bagi beliau dan menggali hukum-hukum syariat berdasarkan ushul fikih tersebut.”

Dalam hal tasawuf dan tarekat, Taqiyuddin an-Nabhani berpandangan minor. Dia bukan pengikut salah satu tarekat.

Bahkan menurutnya, maraknya gerakan kerohanian di antara biang dari kemunduran umat Islam yang berujung kepada runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Kemudian dia berpendapat, perbaikan akhlak bukan solusi kebangkitan umat. Baginya solusi kebangkitan umat melalui gerakan politik ideologis.

NU adalah organisasi Asy’ariyah. Bermadzhab fiqih 4 imam madzhab. Bertasawuf dan bertarekat. Jadi, darimana aktivis HTI dapat menghubung-hubungkan antara Hizbut Tahrir dengan Nahdlatul Ulama, sedangkan kadar ke-NU-an Taqiyuddin an-Nabhani sangat minim.

Ayik Heriansyah, Pengurus Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat, Aktivis kontra terorisme dan radikalisme, Mahasiswa Kajian Terorisme SKSG UI, dan Direktur Eksekutif CNRCT, Penulis artikel produktif yang sering dijadikan rujukan di berbagai media massa, pemerhati pergerakkan Islam transnasional, khususnya HTI yang sempat bergabung dengannya sebelum kembali ke harakah Nahdlatul Ulama. Kini aktif sebagai anggota LTN di PCNU Kota Bandung.

Tags: Hizbut TahrirHTINUTaqiyuddin An-Nabhani
Share203Tweet127SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur
Opini

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

by liputan9news
February 1, 2026
0

JOMBANG | LIPUTAN9NEWS Jangan salah menilai kiai-ulama pesantren yang seringkali dipahami berpikir tradisional. Dalam sejarahnya, pandangan geopolitik kiai-ulama bisa menembus...

Read more
PKB, NU, dan Post-Sekularisme: Jalan Tengah Agama dan Negara Pasca-Khittah 1926

PKB, NU, dan Post-Sekularisme: Jalan Tengah Agama dan Negara Pasca-Khittah 1926

January 23, 2026
Foto: Ilustrasi Nahdlatul Ulama

Menyakiti NU

January 22, 2026
Dari Forum Dunia, Kiai Said Kirim Pesan untuk NU

Dari Forum Dunia, Kiai Said Kirim Pesan untuk NU

January 21, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In