Jakarta, Liputan9.id – Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) gelar Halal Bihalal dan Up Grading dengan tema Penguatan Organisasi SNNU Menjemput Kebangkitan Nelayan di Abad ke 2 NU, Senin (22/5/2023).
Ketua umum SNNU H. Witjaksono memberikan sambutan dalam acara tersebut yang dihadiri oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Rahmat Hidayat Pulungan.
“Hari ini kita kumpul pengurus pusat SNNU dan pengurus wilayah, beserta pengurus cabang yang datang melalui online atau offline. Alhamdulillah hari ini sudah 3 tahun terbentuk sejak terima SK dan hasil kongres NTB, kita sudah terbentuk di 28 provinsi serta ada 350 kabupaten kota, ujar Witjaksono dalam sambutannya.
Witjaksono menyebut bahwa pada akhir tahun lalu, SNNU sudah melakukan rakernas dan hasilnya baik dari segi program maupun secara ekonomi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan pada saat PBNUmempunyai program Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama. Pada rakernas tersebut SNNU langsung mengeksekusi program yang namanya Badan Usaha Milik Nelayan.
“Kita sudah datangkan notaris, kita siapkan infrastrukturnya meskipun sampai hari ini masih setelmen belum selesai 100 persen dan programnya sudah berjalan ucap,” Ketua Umum SNNU tersebut.
“Karena kita salah satu dari badan otonom yang memang tugasnya adalah meningkatkan ekonomi warga nahdliyin di sekitar pesisir,” sambungnya.
Witjaksono menyampaikan salah satu dari cabang Pangandaran, waktu rakernas kemarin SNNU ada kontrak MoU dengan swasta. Menurutnya swastanya itu salah satu pemain besar di Indonesia dalam bidang perikanan.
“Tadi juga baru dapat laporan dan ternyata sudah mulai transaksi sejak awal tahun. Transaksi kolekting ikan dari nelayan nelayan kecil, lalu dibeli oleh mereka yang selama ini pakai tengkulak tengkulak, ternyata dikoordinir oleh teman teman SNNU cabang sana dan transaksinya lebih dari 910 ton dalam sebulan ,” kata Witjaksono.
“Ada contoh lagi SNNU cabang Banten, programnya banyak sekali berjalan yang langsung di eksekusi di lapangan. Mulai dari sunatan massal gratis, bersih bersih pantai dan yang terpenting kemarin kita sudah menghasilkan nilai ekonomi yang sudah berjalan, seperti pelatihan tambak bandeng yang sudah dirasakan oleh masyarakat secara ekonomi valuenya maupun programnya,” imbuhnya.
Berdasarkan data tersebut, Witjaksono menyebut SNNU sudah menghasilkan secara program kebermanfaatan secara finansial sudah dilaksanakan untuk pengurusnya maupun masyarkat pesisir di sekitarnya.
“Saya berharap dengan up grading hari ini bisa menghasilkan value yang konkrit, ada 6 bidang yang wajib diadopsi oleh pengurus wilayah, pengurus cabang,” pungkasnya. (MFA)