• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Tata Cara Shalat Idul Fitri 2026 M/1447 Hijiriyah

Tata Cara Shalat Idul Fitri 2026 M/1447 Hijiriyah

March 20, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Tata Cara Shalat Idul Fitri 2026 M/1447 Hijiriyah

Yuzep Ahmad by Yuzep Ahmad
March 20, 2026
in Nasional, Ramadan
A A
0
Tata Cara Shalat Idul Fitri 2026 M/1447 Hijiriyah

Tata Cara Shalat Idul Fitri 2026 M/1447 Hijiriyah (Foto: Ilustrasi/MSN)

498
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadan, umat Islam menyambut hari kemenangan, yaitu Hari Raya Idul Fitri. Hari Raya Idul Fitri ditandai dengan amalan Shalat Sunnah Idul Fitri secara berjamaah.

Pada tanggal 1 Syawal yang bertepatan dengan hari Sabtu 21 Maret 2026, kaum muslimin sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat ‘Id secara berjamaah sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Shalat ini termasuk ibadah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.

Syekh Abu Syuja’ al-Asfihani (wafat 593 H) dalam kitabnya menjelaskan tata cara dasar pelaksanaan shalat ‘Id sebagai berikut:

وَصَلَاةُ الْعِيدَيْنِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ، وَهِيَ رَكْعَتَانِ، يُكَبِّرُ فِي الْأُولَى سَبْعًا سِوَى تَكْبِيرَةِ الْإِحْرَامِ، وَفِي الثَّانِيَةِ خَمْسًا سِوَى تَكْبِيرَةِ الْقِيَامِ، وَيَخْطُبُ بَعْدَهَا خُطْبَتَيْنِ، يُكَبِّرُ فِي الْأُولَى تِسْعًا، وَفِي الثَّانِيَةِ سَبْعًا

Artinya: “Shalat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Shalat ini terdiri dari dua rakaat. Pada rakaat pertama, dilakukan tujuh kali takbir selain takbiratul ihram, dan pada rakaat kedua dilakukan lima kali takbir selain takbir bangkit berdiri. Setelah itu, disampaikan dua khutbah. Pada khutbah pertama dibuka dengan sembilan kali takbir, dan pada khutbah kedua dengan tujuh kali takbir.” (Matan al-Ghayah wa at-Taqrib [Beirut: Alam al-Kutub], vol. 1, h. 12)

BeritaTerkait:

Kembali Menuju Fitrah

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

Khutbah Jumat: Keutamaan Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Tanggalkan Egoisme, Rekatkan Persaudaraan

Adapun waktu pelaksanaan shalat ‘Id dimulai sejak matahari terbit setinggi satu tombak, yaitu sekitar 15–20 menit setelah terbitnya matahari (sekitar pukul 06.00–07.00 waktu setempat), hingga masuk waktu Dzuhur. Di Indonesia, umumnya shalat ‘Id dilaksanakan antara pukul 06.15 hingga 06.30 WIB.

Pada dasarnya, tata cara shalat ‘Id mirip dengan shalat biasa namun memiliki kekhususan berupa tambahan takbir pada setiap awal rakaat.

Agar pelaksanaannya lebih mudah dipahami, berikut urutan tata cara shalat Idul Fitri secara lengkap:

1. Niat

Salah satu rukun dalam shalat adalah niat. Oleh karena itu, ketika hendak melaksanakan shalat ‘Id, seseorang perlu menghadirkan niat di dalam hati. Adapun melafazkannya dengan lisan hanya bertujuan untuk membantu memantapkan niat tersebut.

Berikut ini lafaz niat shalat ‘Id pada Hari Raya Idul Fitri, baik sebagai imam maupun makmum:

Niat sebagai imam:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatan li’idil fiṭri rak’ataini imāman lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi imam karena Allah Ta’ala.”

Niat sebagai makmum:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatan li’idil fiṭri rak’ataini ma’mūman lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi makmum karena Allah Ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram dilakukan dengan mengucapkan kalimat “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan. Pada saat yang sama, niat dihadirkan dalam hati sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Jadi, langkah pertama (niat) dan kedua (takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan) dilaksanakan secara bersamaan.

3. Membaca Doa Iftitah

Setelah melaksanakan takbiratul ihram, tahap selanjutnya adalah membaca doa iftitah sebagaimana dalam shalat biasa, yang mana hukumnya adalah sunnah.

Berikut lafaz doa Iftitah:

إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Inni wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan musliman wa mā anā minal-musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-‘ālamīn. Lā syarīka lah, wa bidhālika umirtu wa anā minal-muslimīn.

Artinya: “Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang muslim.”

4. Takbir Tujuh Kali pada Rakaat Pertama

Usai takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, langkah berikutnya adalah mengucapkan takbir sebanyak tujuh kali sambil mengangkat tangan.

Setiap selesai satu takbir, dianjurkan membaca dzikir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa lafaz dzikir yang dibaca adalah sebagaimana berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

Selain doa tersebut, Imam as-Shaidilani menukil dari sebagian ulama bahwa doa yang dibaca adalah berikut:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu biyadihil khair wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Sementara itu, Imam Ibn ash-Shabbagh menyatakan bahwa apabila seseorang membaca bacaan yang lazim diamalkan oleh masyarakat, maka hal tersebut juga baik. Adapun bacaan yang dimaksud adalah:

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَسَلَّمَ كَثِيرًا

Allāhu akbar kabīrā, walḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā, wa shallallāhu ‘alā Muḥammad wa ālihi wa sallama katsīrā.

Artinya: “Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah, Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari, semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam yang banyak kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya menjelaskan bahwa berbagai bacaan doa setiap selesai takbir tersebut diperbolehkan dan semuanya baik untuk diamalkan:

قَالَ الْأَكْثَرُونَ: يَقُولُ: (سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ) وَلَوْ زَادَ، جَازَ. قَالَ الصَّيْدَلَانِيُّ عَنْ بَعْضِ الْأَصْحَابِ: يَقُولُ: (لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ) . وَقَالَ ابْنُ الصَّبَّاغِ: لَوْ قَالَ مَا اعْتَادَهُ النَّاسُ: (اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَسَلَّمَ كَثِيرًا) كَانَ حَسَنًا

Artinya: “Mayoritas ulama mengatakan bahwa bacaan yang dibaca adalah: Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar. Dan jika ditambah, maka hal itu diperbolehkan. as-Shaidilani menukil dari sebagian ulama bahwa dibaca: Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu biyadihil khair wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Ibn ash-Shabbagh berkata: jika seseorang membaca sebagaimana yang biasa dibaca oleh Masyarakat yakni: Allāhu akbar kabīrā, walḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā, wa shallallāhu ‘alā Muḥammad wa ālihi wa sallama katsīrā, maka hal itu baik.” (Raudhah at-Thalibin wa Umdah al-Muftiyin [Beirut: al-Maktab al-Islami], vol. 2, h. 71)

5. Membaca Surat Al-Fatihah

Membaca surat Al-Fatihah merupakan salah satu rukun shalat. Sehingga, dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri, surat Al-Fatihah wajib dibaca.

6. Membaca Surat Pendek

Setelah membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek. Menurut Imam as-Shan’ani (wafat 1182 H), berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim, surat yang dianjurkan dibaca pada rakaat pertama adalah surat Al-A’la, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ghasyiah.

Menurut beliau, kedua surat tersebut memuat peringatan tentang kehidupan akhirat, janji, dan ancaman, sehingga sesuai dibaca pada shalat yang dihadiri banyak orang. Namun, terdapat pula riwayat lain yang menyebutkan anjuran membaca surat Qaf pada rakaat pertama dan Al-Qamar pada rakaat kedua:

وَلَهُ أَيْ لِمُسْلِمٍ (عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ يَقْرَأُ) أَيْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (فِي الْعِيدَيْنِ) الْفِطْرِ، وَالْأَضْحَى أَيْ فِي صَلَاتِهِمَا (وَفِي الْجُمُعَةِ) أَيْ فِي صَلَاتِهَا بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّك الْأَعْلَى أَيْ: فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى بَعْدَ الْفَاتِحَةِ (وَهَلْ أَتَاك حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) أَيْ فِي الثَّانِيَةِ بَعْدَهَا… وَفِي سُورَةِ سَبِّحْ، وَالْغَاشِيَةِ مِنْ التَّذْكِيرِ بِأَحْوَالِ الْآخِرَةِ، وَالْوَعْدِ، وَالْوَعِيدِ مَا يُنَاسِبُ قِرَاءَتَهُمَا فِي تِلْكَ الصَّلَاةِ الْجَامِعَةِ، وَقَدْ وَرَدَ فِي الْعِيدَيْنِ أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ بِقَافٍ وَاقْتَرَبَتْ

Artinya: “Dan dalam riwayat Muslim, dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) yakni dalam shalat keduanya, dan juga pada shalat Jumat: Sabbihisma rabbikal a’lā, yaitu pada rakaat pertama setelah bacaan al-Fatihah, dan Hal atāka ḥadītsul ghāsyiyah, yaitu pada rakaat kedua setelahnya. Dalam kedua surah tersebut terdapat peringatan tentang keadaan akhirat, janji dan ancaman, yang sesuai dibaca pada shalat yang mengumpulkan banyak orang seperti itu. Dan juga diriwayatkan bahwa pada shalat dua hari raya, Nabi SAW pernah membaca surah Qaf dan Iqtarabat (as-Sā’ah).” (Subul as-Salam Syarh Bulugh al-Maram [Kairo: Dar al-Hadis], vol. 2, h. 407)

7. Rukuk dan Sujud

Setelah membaca surat tersebut, shalat dilanjutkan seperti biasa, yaitu dengan rukuk, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.

8. Takbir Lima Kali pada Rakaat Kedua

Usai sujud kedua, kemudian berdiri dan mengucapkan takbir sebanyak lima kali. Di sela-sela setiap takbir, dianjurkan membaca doa sebagaimana dijelaskan pada langkah keempat.

9. Menyempurnakan Shalat

Sesudah takbir lima kali pada rakaat kedua, selanjutnya shalat dilanjutkan seperti biasa, mulai dari membaca surat Al-Fatihah hingga diakhiri dengan salam.

10. Mendengarkan Khutbah

Selepas menyelesaikan rangkaian shalat tersebut, jamaah dianjurkan untuk tidak langsung pulang, melainkan tetap duduk dan menyimak dengan khidmat khutbah Idul Fitri. Khutbah ini biasanya terdiri dari dua bagian dan berisi nasihat serta wasiat ketakwaan.

Demikianlah panduan lengkap yang bisa dijadikan rujukan dalam melaksanakan shalat ‘Id.

Pada dasarnya shalat Idul Fitri merupakan salah satu syiar Islam yang penuh makna. Selain menjadi bentuk ibadah, shalat ini juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur atas keberhasilan menjalani puasa di bulan suci Ramadhan.

Dengan memahami tata cara, niat, serta bacaan yang dianjurkan, diharapkan setiap muslim dapat melaksanakan shalat Idul Fitri dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat, sehingga memperoleh keberkahan di hari kemenangan. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.

(YZP)

Tags: Idul Fitri 1447 HLebaran 2026RamadanShalat IedTatacara Shalat Idul Fitri
Share199Tweet125SendShare
Yuzep Ahmad

Yuzep Ahmad

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH Zakky Mubarok
Syiar Islam

Kembali Menuju Fitrah

by liputan9news
April 2, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Setelah menyeselesaikan puasa Ramadan sebulan penuh, disertai dengan melaksanakan ibadah dan amal shaleh, insan muslim kembali kepada...

Read more
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

March 31, 2026
Silaturahmi dan saling memaafkan adalah amalan penting yang mencerminkan keimanan dan ketakwaan, membawa keberkahan hidup, serta membersihkan hati dari dosa.

Khutbah Jumat: Keutamaan Silaturahmi dan Saling Memaafkan

March 26, 2026
KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA., Penulis adalah Ketua Bidang Pendidikan, Kaderisasi dan Riset PP LADISNU (Pengurus Pusat Lajnah Dakwah Islam Nusantara) Jakarta dan Ketua Yayasan Al-Mu’in, Kota Tangerang.

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Tanggalkan Egoisme, Rekatkan Persaudaraan

March 21, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In