• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Ahmad Zaini Zamrony

Tragedi Al Khozini (Pendekatan Teology dan Budaya santri)

October 17, 2025
Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

May 8, 2026
Pertemuan Sesepuh Syuriyah PBNU di Kediaman Rais Aam (05/05/2026)

Titik Terang! Kiai Tajul Mafakhir Ungkap Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

May 7, 2026
Foto: Ilustrasi Hasan Yazid

Bagaimana Seharusnya Kita Menyikapi Kekayaan Orang Lain?

May 5, 2026
JATMAN Kabupaten Bekasi Hadiri Halal bi Halal Idarah Wustha Jawa Barat

JATMAN Kabupaten Bekasi Hadiri Halal Bihalal Idarah Wustha Jawa Barat

May 5, 2026
Lewat Resonara Podcast, Prof Saefudin Gaungkan Konsep Edu-Ekologis Islam

Lewat Resonara Podcast, Prof Saefudin Gaungkan Konsep Edu-Ekologis Islam

May 4, 2026
Dinilai Gagal Menjamin Kebebasan Menjalankan Ibadah, PNIB Berharap Kapolri Copot Kapolda Lampung

Dinilai Gagal Menjamin Kebebasan Menjalankan Ibadah, PNIB Berharap Kapolri Copot Kapolda Lampung

May 4, 2026
Pelantikan PC PMII Bantul: Menuju Era Baru PMII dan Menyongsong Pembentukan PKC DIY

Pelantikan PC PMII Bantul: Menuju Era Baru PMII dan Menyongsong Pembentukan PKC DIY

May 4, 2026
BEM PTNU DIY: Polemik Pernyataan Menteri PPPA Harus Diluruskan, Fokus Utama Tetap pada Perbaikan Sistem Keselamatan

BEM PTNU DIY: Polemik Pernyataan Menteri PPPA Harus Diluruskan, Fokus Utama Tetap pada Perbaikan Sistem Keselamatan

May 4, 2026
Presidium Postidar Kecam Keras Amien Rais Terkait Sekkab Teddy Indra Wijaya

Presidium Postidar Kecam Keras Amien Rais Terkait Sekkab Teddy Indra Wijaya

May 4, 2026
Amien Rais (Foto: Tangkapan Layar Youtube Amien Rais Official)

Terkait Prabowo dan Teddy, ABP Anggap Pernyataan Amien Rais Fitnah Keji dan Menyesatkan

May 4, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Saturday, May 9, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Tragedi Al Khozini (Pendekatan Teology dan Budaya santri)

Oleh : Ahmad Zaini Aly

liputan9news by liputan9news
October 17, 2025
in Opini
A A
0
Ahmad Zaini Zamrony

Ahmad Zaini Aly, Guru Ngaji Pondok Pesantren Darur Rohman Morombuh Bangkalan (Foto: Ist/MSN)

546
SHARES
1.6k
VIEWS

BANGKALAN | LIPUTAN9NEWS

Takdir Apa Dosa Kontruksi?

Ahlussunnah telah selesai dalam pergulatan pemikiran tentang hubungan takdir dan perbuatan manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

كل شيء بقضاء وقدر ، حتى العجز والكسل

“Setiap sesuatu (terjadi) berdasarkan qadla’ dan qadar, sampai-sampai sifat lemah dan malas”. (HR. Bukhari Muslim)

BeritaTerkait:

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

Mengapa Harus Mondok di Pesantren?

BEM PTNU Se-Nusantara Ultimatum Trans7 atas Penayangan Narasi yang Melecehkan Kiai dan Pondok Pesantren Lirboyo

Zaman Wis Akhir: Kado Hitam Trans7 Menjelang Hari Santri

Maka ketika kiai berkata: “ini takdir” Bukan berarti kiai tidak berikhtiar.

Hukum tidak percaya takdir?

Yang meyakini bukan takdir, dengan meyakini murni karena perbuatan manusia, atau oleh sebab akibat (hukum kausalitas) maka mereka termasuk golongan Qodariyah. Bagaiamana Hukum Keyakinan seperti ini?

Kafir secara Ijma’:

Apabila meyakini selain Allah memilki pengaruh’.

فمن اعتقد أن الأسباب العادية كالنار والسكين والأكل والشرب تؤثر فى مسبباتها الحرق والقطع والشبع والرى بطبعها وذاتها فهو كافر بالإجماع.

Barangsiapa berkeyakinan segala sesuatu terkait dan tergantung pada sebab dan akibat seperti api menyebabkan membakar, pisau menyebabkan memotong, makanan menyebabkan kenyang, minuman menyebabkan segar dan lain sebagainya dengan sendirinya (tanpa ikut campur tangan Allah) hukumnya kafir dengan kesepakatan para ulama,

Pendapat paling shohih tidak kafir tapi berdosa

Apabila meyakini bahwa yang memiliki pengaruh adalah kekuatan Allah yang yang ditaruh pada sebab-sebab tertentu, atau terjadi kelaziman antara sebab dan akibat

أو بقوة خلقها الله فيها ففى كفره قولان والأصح أنه ليس بكافر بل فاسق مبتدع ومثل القائلين بذلك المعتزلة القائلون بأن العبد يخلق أفعال نفسه الإختيارية بقدرة خلقها الله فيه فالأصح عدم كفرهم

 ومن اعتقد المؤثر هو الله لكن جعل بين الأسباب ومسبباتها تلازما عقليا بحيث لا يصح تخلفها فهو جاهل وربما جره ذلك إلى الكفر فإنه قد ينكر معجزات الأنبياء لكونها على خلاف العادة

atau berkeyakinan terjadi sebab kekuatan (kelebihan) yang diberikan Allah didalamnya menurut pendapat yang paling shahih tidak sampai kufur tapi fasiq dan ahli bidah seperti pendapat kaum mu’tazilah yang berkeyakinan bahwa seorang hamba adalah pelaku perbuatannya sendiri dengan sifat kemampuan yang diberikan Allah pada dirirnya, atau berkeyakinan yang menjadikan hanya Allah hanya saja segala sesuatu terkait sebab akibatnya secara rasio maka dihukumi orang bodoh.

Akidah yang selamat

Meyakini yang memberi pengaruh hanya Allah bukan karena sebab akibat.

ومن اعتقد أن المؤثر هو الله وجعل بين الأسباب والمسببات تلازما عادي بحيث يصح تخلفها فهو المؤمن الناجى إن شاء الله إهـ

“Barang siapa meyakini bahwa yang memberikan pengaruh adalah Allah sementara sebab dan akibat hanya terjadi secara kebiasaan maka dihukumi orang mukmin yang selamat, Insya Allah”. (Tuhfah al-Muriid 58)

Kehendak Allah apa kehendak manusia?

Semua yang terjadi di alam semesta ini atas kehendak Allah. Sebab jika ada sesuatu diluar kehendak Allah maka menunjukkan Tuhan itu lemah, dan tentu ini mustahil.

Sekalipun semua yang terjadi ini atas kehendak Allah namun manusia oleh Allah diberikan Akal untuk menentukan pilihannya. Diberikan hati untuk menentukan tujuannya. Kebebasan untuk memilih inilah yang kemudian manusia itu disebut ikhtiar.

Jadi, ikhtiar itu hanyalah sebatas kemampuan bisa memilih, berniat atau bermaksud (Qhasdu). Dan manusia memiliki kemerdekaan untuk menggunakan nikmat ikhtiyar yang diberikan oleh Allah. Kendati demikian Ikhtiar manusia tidak bisa mengeksekusi sendiri setiap keinginannya. Sebab sekali lagi ikhtiar hanya bisa digunakan untuk bermaksud bukan untuk berbuat. Manusia tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan perbuatannya sendiri. Kekuatan hanya milik Allah.

Kekuatan manusia milik Allah, dia yang menciptakan. Tetapi Allah memberikan kesempatan manusia (tamattu’) untuk menggunakan sesuai keinginan mahluk.

Dalam kondisi bisa berikhtiar inilah manusia diberikan beban taklif, atau aturan dalam agama. Dia akan mendapatkan pahala jika ikhtiarnya dia gunakan untuk perkara yang diridhai oleh Allah. Sebagaimana dia akan mendapatkan sanksi dan dosa apabila ikhtiarnya digunakan untuk perkara yang mendatangkan murka Allah.

Dalam kondisi sebaliknya, Allah tidak akan menghukum makhluk yang sudah tidak bisa berikhtiar. Allah tidak akan membebani sesuatu yang diluar kemampuan manusia.

Oleh karenanya, dihapuslah catatan buruk dari orang yang sedang tidur, kondisi terpaksa, orang gila karena itu semua diluar ikhtiyarnya.

Bencana Alam Apa kelalaian?*

Jadi, yang jelas Tragedi Al Khozini Adalah musibah yang harus kita petik pelajaran, bukan untuk saling menyalahkan. Pesan Tragedi Al Khozini bukan hanya menyadarkan kaum pesantren tetapi juga kepada Pemerintah untuk memperhatikan nasib Pesantren yang telah jelas, ikhlas dan Istiqomah dalam membentuk generasi yang bermoral dan menjadi pusat pendidikan Agama

Apakah Terjadi Kelalain?

Tentu jawabannya harus investigasi secara menyeluruh dengan tetap mempertimbangkan kearifan dan kebijaksanaan. Karena sejatinya segala peraturan itu hadir untuk mencegah , menolak mafsadah dan menarik maslahah.

Saya sangat yakin pembangunan bukan asal-asalan, tapi hasil ikhtiyar yang panjang dan maksimal. Bukan hanya doa tapi perhitungan yang cermat.

Dimanakah kelalaian? 

Apa standar kelalaiannya?

Apakah ketika santri ikut membantu itu lalai?

Apakah tidak ada izin IMB itu lalai?

Betapa banyak pesantren-pesantren di Indonesia itu yang belum mendapatkan Izin IMB.

Siapa yang lemah kontrol?

Apakah kalau tukang bangunan tidak memeiliki sertifikat itu dianggap lalai?

Bukankah banyak selama ini Bangunan-bangunan pesantren yang dikerjakan oleh tukang lokal justru bangunannya masih kokoh.

Apakah batasan ahli harus sesuai versi pemerintah?

Kalau kita kembali kepada perspektif Fiqh asalkan secara uruf atau kebanyakan orang itu dianggap ahli maka itu cukup sebagai bukti tidak adanya kelalaian.

Sekali lagi, ini kita harus melihat dengan arif dimulai jauh sebelum kejadian, saat kejadian dan setelah kejadian.

Kemenagan Takdir Al Khozini

Tragedi Al Khozini bukan hanya bangunan yang roboh tapi keimanan yang kokoh. Betapa banyak masyarakat yang terkesima dengan keimanan santri Al Khozini. Bahkan ada yang ingin menggantikan anaknya dengan santri yang sudah meninggal.

Jika penentu kemenangan itu terletak pada saat menjelang kematian maka santri Al Khozini telah mencapai kemenagan sejati.

Telah cukup bukti korban Ambruknya Al Khozini mendapatkan gelar Syuhada’. Shahid karena ambruknya bangunan, syahid karena menuntut ilmu, syahid karena waktu solat dan sujud.

“Seandainya saya tidak takut dikatakan orang gila maka akan saya sambut jenazah anakku dengan tabuhan rebana” Itu salah satu ucapan kegembiraan wali santri.

Para wali santri ikhlas bahkan akan menitipkan lagi anak-anaknya yang lain menggantikan yang sudah meninggal. Al Khozini bukan semakin ditakuti, tapi semakin diminati.

Al Khozini telah mengingatkan pemerintah untuk peduli terhadap pendidikan pesantren.

Al Khozini telah mengetuk jiwa kaum santri untuk tetap kokoh menjaga keimanan sampai mati.

Ahmad Zaini Aly, Guru Ngaji Pondok Pesantren Darur Rohman Morombuh Bangkalan

Tags: IMBLalaiPondok PesantrenPonpes Al KhozinyTakdirTragedi
Share218Tweet137SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 
Opini

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

by liputan9news
March 15, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Melihat sosok KH. Imam Jazuli hari ini, yang mengasuh dan berdiri di tengah ribuan santri di Pesantren...

Read more
Foto: Ilustrasi

Mengapa Harus Mondok di Pesantren?

February 4, 2026
adan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara menyampaikan kecaman keras terhadap stasiun televisi swasta Trans7 atas penayangan sebuah narasi dalam salah satu programnya yang dinilai merendahkan dan melecehkan martabat kiai serta Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

BEM PTNU Se-Nusantara Ultimatum Trans7 atas Penayangan Narasi yang Melecehkan Kiai dan Pondok Pesantren Lirboyo

October 15, 2025
Boikot Trans7

Zaman Wis Akhir: Kado Hitam Trans7 Menjelang Hari Santri

October 14, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2559
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

May 8, 2026
Pertemuan Sesepuh Syuriyah PBNU di Kediaman Rais Aam (05/05/2026)

Titik Terang! Kiai Tajul Mafakhir Ungkap Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

May 7, 2026
Foto: Ilustrasi Hasan Yazid

Bagaimana Seharusnya Kita Menyikapi Kekayaan Orang Lain?

May 5, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In