• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Urgensi Rekonstruksi Sistem AHWA Berbasis Zonasi Keterwakilan Daerah

January 9, 2026
Haul Rizal Ramli

Peringati Haul 2 Tahun Rizal Ramli, FJN Bertekat  Hidupkan Pemikiran dan Mengenang Kebaikan RR

January 10, 2026
Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

January 9, 2026
Gus Yahya

PBNU Respon Penetapan Tersangka Eks Menang Yaqut Cholil Qoumas

January 9, 2026
Gus Alex-KPK

KPK Tetapkan Yaqut dan Alex sebagai Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Khusus

January 9, 2026
Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

January 9, 2026
Foto: Ilustrasi

Penguat Demokrasi Lokal

January 9, 2026
Rajab

Khutbah Jumat: Rajab Bulan Menanam, Sya‘ban Bulan Menyiram, dan Ramadhan Bulan Memanen

January 9, 2026
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

KPK Tegaskan BPK Sepakati Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji Bisa Dihitung

January 8, 2026
Masjid Nabawi

Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian

January 8, 2026
Gus Yaqut

Masa Cekal Yaqut Segera Habis, Inilah Sikap KPK

January 8, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Saturday, January 10, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Urgensi Rekonstruksi Sistem AHWA Berbasis Zonasi Keterwakilan Daerah

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
January 9, 2026
in Opini
A A
0
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

501
SHARES
1.4k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Memasuki abad kedua pengabdiannya, Nahdlatul Ulama (NU) dihadapkan pada tantangan untuk tidak hanya menjadi besar secara kuantitas, tetapi juga adil secara representasi. Salah satu instrumen krusial dalam struktur kepemimpinan tertinggi NU adalah mekanisme Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA). Hingga Muktamar ke-34 di Lampung, pemilihan sembilan anggota AHWA masih didasarkan sepenuhnya pada akumulasi suara terbanyak (popular vote) dari usulan pengurus wilayah (PWNU) dan pengurus cabang (PCNU), sebagaimana diatur dalam ART NU Pasal 40 Ayat (1).

Namun, mekanisme suara terbanyak ini secara alamiah menciptakan bias demografis yang tajam. Dengan konsentrasi cabang yang sangat padat di Pulau Jawa, pemilihan AHWA cenderung menghasilkan komposisi yang didominasi oleh ulama dari Jawa. Fenomena “Jawasentris” ini, jika terus dibiarkan, akan menggerus rasa kepemilikan nahdliyin di luar Jawa dan menjauhkan NU dari cita-cita luhur menjadi organisasi yang benar-benar merefleksikan keindonesiaan secara utuh.

Sistem suara terbanyak dalam penentuan AHWA memang terlihat demokratis di atas kertas. Namun, dalam konteks organisasi keagamaan sebesar NU, demokrasi bukan sekadar angka, melainkan distribusi keberkahan dan keterwakilan. Saat ini, meskipun jumlah PCNU dan PWNU di luar Jawa lebih banyak, nyatanya dengan sistem suara terbanyak nama ulama dari Jawa selalu mendominasi, sebab jaringan pesantren dan alumninya sering menguasai luar Jawa, akibatnya ulama daerah sangat sulit menembus jumlah sembilan AHWA.

Akibatnya, kondisi tersebut menjadikan Jawa sebagai episentrum kekuasaan tunggal dalam penentuan Rais Aam. Padahal, ulama-ulama di pelosok Sumatra, Sulawesi, hingga Papua memiliki kedalaman ilmu (alim), integritas, dan kearifan lokal yang tidak kalah mumpuni. Jika AHWA hanya diisi oleh ulama dari satu kawasan geografis, maka kebijakan besar PBNU di masa depan berisiko kurang peka terhadap dinamika sosial-keagamaan di wilayah luar Jawa.

BeritaTerkait:

Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

PBNU Respon Penetapan Tersangka Eks Menang Yaqut Cholil Qoumas

Ketua PBNU dalam Lintasan Sejarah (Dari KH Idham Chalid sampai KH Said Aqil Siroj)

Sambut Harlah NU, Gus Yahya Ajak Warga Nahdliyin Jaga Persatuan

Untuk mewujudkan “NU Rasa Indonesia”, diperlukan amandemen atau reinterpretasi teknis terhadap mekanisme pemilihan AHWA. Model pemilihan berdasarkan zona geografis adalah solusi paling progresif untuk memeratakan rasa kepemilikan (sense of belonging).

Struktur ideal sembilan anggota AHWA harus dirancang untuk mencakup seluruh jengkal tanah air, dengan komposisi sebagai berikut: Sumatra: 1 Anggota, Kalimantan: 1 Anggota, Bali, NTB, dan NTT: 1 Anggota, Sulawesi: 1 Anggota, Maluku, Irian Jaya, dan Papua: 1 Anggota, Jawa: 2 Anggota, Keterwakilan Pesantren 1 Anggota, serta Rais Aam Demisioner (Lama): 1 Anggota (sebagai unsur keberlanjutan sanad kepemimpinan).

Dalam model ini, pemilihan dilakukan di tingkat zona masing-masing. Misalnya, cabang-cabang di Sulawesi memilih satu ulama terbaik mereka untuk duduk di kursi AHWA, begitu pula dengan zona lainnya. Dengan demikian, sembilan orang yang duduk di majelis AHWA adalah representasi autentik dari sabang sampai merauke.

Rais Syuriah PWNU sebagai Pilar Utama

Agar kriteria ketat seperti wara’, zuhud, alim, dan integritas tetap terjaga, posisi ideal yang diusulkan menjadi anggota AHWA adalah para wakil dari Rais Syuriah PWNU di masing-masing daerah. Rais Syuriah adalah pemegang otoritas tertinggi di tingkat wilayah yang memahami denyut nadi organisasi sekaligus menjaga muruah ulama.

Menempatkan mereka dalam AHWA berdasarkan zona akan memastikan bahwa keputusan menentukan Rais Aam PBNU diambil oleh orang-orang yang memahami kompleksitas NU di daerahnya masing-masing.

Transformasi dari sistem suara terbanyak ke sistem zonasi akan membawa dampak fundamental, yaitu adanya legitimasi Nasional. Sebab Rais Aam yang terpilih oleh AHWA lintas-zona akan memiliki legitimasi moral yang lebih kuat di mata seluruh jam’iyah dan jamaah dari berbagai suku dan budaya.

Selain itu anggota AHWA dari luar Jawa dapat membawa perspektif unik mengenai tantangan dakwah di daerah minoritas atau wilayah perbatasan ke dalam forum tertinggi, ini berarti NU membuktikan diri tidak hanya “mengklaim” narasi NKRI, tetapi mempraktikkannya dalam struktur pengambilan keputusan tertingginya.

Oleh karena itu, Muktamar NU ke depan harus berani melangkah lebih jauh dari sekadar rutinitas administratif. Mengubah mekanisme pemilihan AHWA dari sekadar suara terbanyak menjadi berbasis zonasi adalah ijtihad organisasi yang mendesak. Di abad kedua ini, NU harus berdiri tegak sebagai tenda besar bagi seluruh ulama Nusantara.

Sebab dengan keterwakilan daerah yang adil, NU bukan lagi sekadar “Nahdlatul Ulama yang berpusat di Jawa”, melainkan benar-benar menjadi “Kebangkitan Ulama Indonesia” untuk dunia, sebagaimana simbo NU dan yang menyatukan bangsa dalam ikatan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Wallahu’alam bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: AhwaImam JazuliPBNURais Aam PBNU
Share200Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?
Nasional

Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

by liputan9news
January 9, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Nahdlatul Ulama (NU) saat ini berada di persimpangan sejarah yang krusial. Memasuki abad kedua, organisasi Islam terbesar...

Read more
Gus Yahya

PBNU Respon Penetapan Tersangka Eks Menang Yaqut Cholil Qoumas

January 9, 2026
Kiai Said dan Tantangan NU Masa Kini

Ketua PBNU dalam Lintasan Sejarah (Dari KH Idham Chalid sampai KH Said Aqil Siroj)

January 7, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama mempunyamisi visi memberikan dampak kepada dunia internasional semenjak organisasi NU Didirikan. Sebagai wujud konkrit dari visi tersebut adalah partisipasi NU dalam perjuangan

Sambut Harlah NU, Gus Yahya Ajak Warga Nahdliyin Jaga Persatuan

January 7, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2515
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

141
Haul Rizal Ramli

Peringati Haul 2 Tahun Rizal Ramli, FJN Bertekat  Hidupkan Pemikiran dan Mengenang Kebaikan RR

January 10, 2026
Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

Menjemput Momentum Kebangkitan: Mengapa Gus Rozin Adalah Jawaban bagi Masa Depan PBNU?

January 9, 2026
Gus Yahya

PBNU Respon Penetapan Tersangka Eks Menang Yaqut Cholil Qoumas

January 9, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In