• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sunan Bonang

Wali Songo Bermadzhab Syafi’i, Fakta Manuskrip Kuno Kanjeng Sunan Bonang Th. 1595 M

April 30, 2024
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Wali Songo Bermadzhab Syafi’i, Fakta Manuskrip Kuno Kanjeng Sunan Bonang Th. 1595 M

Oleh: KHM. Hamdan Suhaemi

liputan9news by liputan9news
April 30, 2024
in Uncategorized
A A
1
Sunan Bonang
536
SHARES
1.5k
VIEWS

Memahami Jejak Sejarah
Mengenali sejarah yang benar itu tidak berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, tetapi sejarah modern itu menuntut ilmiah karena akan diuji kesahihannya, dan seberapa kuat fakta yang menyertai alur sejarah tersebut.
Belakangan sejarah jadi menarik lagi ketika beriringan dengan soal nasab, karena nasab perlu dikuatkan dengan korelasi sejarah yang terjadi.

Relasi sejarah dan nasab itu ada pada titik saling menguatkan. Tetapi dalam tulisan ini hanya fokus pada pengungkapan bukti manuskrip kuno yang menjelaskan bahwa madzhab yang dianut oleh para penyebar Islam di Jawa itu adalah madzhab Syafi’i ( salah satu madzhab fiqih), dengan demikian semua Wali Songo penyebar Islam tersebut bermadzhab Ahli Sunnah wal Jama’ah, karena bertumpu pada Syaikh Sayid Ali Rahmatullah ( Sunan Ampel ), seorang ulama besar asal Champa cucu Sayid Jumadil Kubro.

Manuskrip Ucapan Sunan Bonang
Ada yang menarik dari tulisan di salah satu group sejarah, terkait ditemukannya manuskrip berbahasa dan bertuliskan Jawa dari abad 16 M, yang merujuk pada wejangan Kanjeng Sunan Bonang pada santrinya saat di Tuban, tempat terakhir dakwahnya.

BeritaTerkait:

Jejak Tinta Para Ulama (Ketika Keterbatasan Melahirkan Karya)

Pengurus PWI-LS Kota Depok Resmi Dilantik

Gelar Haul Damai Tanpa Provokatif, PWI-LS Kabupaten Bogor dan Aliansi Ormas Apresiasi Tertibnya Kegiatan

Hasil Seminar Nasab Internasional Pastikan Walisongo Bukan Ba’alwi

Tahun 1595 Masehi, seorang pedagang Belanda bernama Van Dulmen berkunjung ke Sedayu Tuban, di kota itu ia mendapatkan suatu manuskrip Jawa yang dituliskan pada daun Lontar, Manuskrip itu dibawa pulang ke Belanda di tahun 1597 dan kemudian diserahkan kepada Pustaka Leiden tahun 1599, di Leiden manuskrip tersebut disimpan dengan katalog no XVII tahun 1599 M.

Manuskrip itu tersimpan tanpa ada yang mengerti isinya sampai pada tahun 1916 Seorang Belanda bernama B.J.O Shrieke meneliti manuskrip tersebut dan mendapati itu adalah Manuskrip Bonang, dinamakan manuskrip Bonang karena pada akhir manuskrip ditemukan tulisan “Tammat carita cinitra, kang pakreti Pangèraning Bonang” atau “tamat sudah cerita buah karya Pangeran Bonang”. Yang kemudian Naskah tersebut diidentifikasikan sebagai karya Sunan Bonang.

Yang menarik adalah manuskrip tersebut menggunakan aksara Jawa baru, artinya aksara Jawa baru sudah dipakai semenjak zaman Majapahit karena naskah tersebut kemungkinan dibuat tahun 1500an, ini sesuai penilitian J.G de Casparis yang mengatakan aksara Jawa baru sudah dipakai antara abad 14-15 M.

Penemuan Manuskrip di Sedayu Tuban, menerangkan tentang adanya Dakwah Islam di Tuban pada zaman Majapahit, bahkan Penguasa Tuban pun sudah beragama Islam saat kedatangan Tome Pires antara tahun 1513-1515 M. Hal ini juga memberikan salah satu bukti keberadaan Dakwah Wali Songo terutama Sunan Bonang di Jawa pada masa lampau.

Dari apa yang didakwahkan di manuskrip tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa Wali Songo semuanya bermazhab Syafii dan mengambil banyak pelajaran dari kitab Ihya Ulumuddin karya Hujjatul Islam Imam al-Ghozali, ini juga menutup sedikit tentang teori Gujarat India yang menyebarkan Islam di Jawa dengan penerapan madzhab Hanafi, sebab Muslim Gujarat rerata Hanafi.

Peran Sunan Bonang
Nama Bonang menurut Agus Sunyoto dalam bukunya Atlas Wali Songo itu dikaitkan pada salah satu desa di belakang masjid Demak, karena Sunan Bonang pernah tinggal di tempat tersebut sebagai Imam masjid Demak atas permintaan Raden Fatah bin Raja Brawijaya V, sultan pertama Kesultanan Demak Bintoro.

Naskah Carita Lasem mencatat bahwa pada 1480 M, Sunan Bonang sempat tinggal di dalem Kadipaten Lasem bersama kakak perempuannya yaitu Nyai Gede Maloka, janda dari Pangeran Wiranegara. Adapun tempat tinggal Sunan Bonang di Lasem tersebut adalah di bukit Watu Layar yang masuk desa Bonang, karena Sunan Bonang sempat mendirikan zawiyah untuk kepentingan khalwat dalam riyadloh tarekat.

Beda halnya menurut Raden Poejosoebroto dalam bukunya Wayang Lambang Ajaran Islam ( 1978 ), bahwa kata Bonang yang disematkan kepada Sayid Makhdum Ibrahim bin Sayid Ali Rahmatullah itu adalah kebiasaan Sunan Bonang yang gemar menggunakan alat musik Bonang sebagai media dakwah Islam kala itu.

Sunan Bonang bagian Wali Songo
Sunan Bonang adalah gelar yang disematkan pada Sayyid Makhdum Ibrahim, seorang ulama besar, sosok seorang sufi dan ahli tarekat sekaligus budayawan yang lahir tahun 1465 M dari ayah bernama Sunan Ampel yakni Syaikh Sayyid Ali Rahmatullah bin Sayyid Ibrahim Samarkand bin Syaikh Sayyid Jumadil Kubro dan dari ibu bernama Nyai Ageng Manila binti Arya Teja, Adipati Tuban Kerajaan Majapahit dan Arya Teja cicit dari Ronggolawe, Ksatria Majapahit yang legendaris.

Dalam Babad ing Gresik dicatat bahwa putera puteri Sunan Ampel dari istrinya asli Tuban adalah Nyai Ageng Manyuran, Nyai Gedeng Maloka, Nyai Ageng Wilis, Sunan Bonang, Sunan Derajat, Syaikh Amat, Nyai Ageng Medarum dan Nyai Ageng Supiyah.

Dari garis ibu, Sunan Bonang adalah berdarah Majapahit dan Singosari karena Nyai Ageng Manila puteri dari Adipati Tuban Arya Teja, sedangkan dari garis ayahnya Sunan Bonang adalah keturunan Rosulullah S.a.w, karena Sayyid Ali Rahmatullah putera dari Sayyid Ibrahim Samarkand, dan Sayyid Ibrahim Samarkand putera dari Sayyid Jumadil Kubro yang tersambung pada Sayyidina Husein bin Sayyidah Fatimah Az-Zahra binti Rosulullah Muhammad S.a.w.

Kalimat Akhir
Bahwa penyebaran Islam di Jawa lebih dominan dengan pendekatan budaya, karena fakta-fakta sejarah menguatkan itu, tidak ada unsur paksaan dari tiap yang didakwahkan oleh para Wali tersebut.

Manuskrip kuno yang ditemukan pada 1595 itu menguatkan bahwa madzhab yang dianut oleh para Wali penyebar Islam tersebut adalah madzhab Ahli Sunnah wal Jama’ah, bukan Syi’ah bukan pula Muktazilah.

Dalam fiqih, para Wali Songo mengikuti madzhab Syafi’i sesuai bukti catatan tangan Sunan Bonang dalam daun lontar dengan bahasa Jawa era Majapahit yang terkumpul pada dokumen Het Boek Van Bonang.

KHM. Hamdan Suhaemi, Pengajar Pesantren Ashhabul Maimanah Sampang Susukan Tirtayasa Serang, Wakil Ketua PW GP Ansor Banten, Ketua PW Rijalul Ansor Banten, Sekretaris komisi Haub MUI Banten, Sekretaris Tsani Idaroh wustho Jam’iyah Ahlith Thoriqah Mu’tabaroh An-Nahdliyah Jatman Banten, Ketua FKUB Kab Serang, dan Anggota Dewan Pakar ICMI Provinsi Banten.

Tags: MadzhabMadzhab Syafi'iManuskrip KunoSunan BonangWalisongo
Share214Tweet134SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Jejak Tinta Para Ulama (Ketika Keterbatasan Melahirkan Karya)
Opini

Jejak Tinta Para Ulama (Ketika Keterbatasan Melahirkan Karya)

by liputan9news
October 13, 2025
1

" Setiap huruf dalam manuskrip kuno itu adalah jejak perjuangan, doa, dan ketulusan. Dari keterbatasan mereka lahir kelimpahan yang tak...

Read more
PWI-LS

Pengurus PWI-LS Kota Depok Resmi Dilantik

August 1, 2025
Haul

Gelar Haul Damai Tanpa Provokatif, PWI-LS Kabupaten Bogor dan Aliansi Ormas Apresiasi Tertibnya Kegiatan

June 24, 2025
Hasil Seminar Nasab Internasional Pastikan Walisongo Bukan Ba’alwi

Hasil Seminar Nasab Internasional Pastikan Walisongo Bukan Ba’alwi

May 20, 2025
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    2 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In