• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Sufi, Belajar dari Eropa

June 4, 2024
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

Sufi, Belajar dari Eropa

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
June 4, 2024
in Tasawuf
A A
0
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

507
SHARES
1.4k
VIEWS

Cirebon, LIPUTAN 9 NEWS

“Secara jujur patut diakui bahwa perkenalan umat muslim dengan pemikiran filsuf Socrates, Plato, Aristoteles dan lainnya adalah jasa besar Daulah Abbasiah. Hal ini bahkan diakui oleh intelektual kita, Imam al-Ghazali, yang di banyak tempat sering mengutip pandangan Plato (Aflathun). Tak jarang ditemukan gelar pujian “Aflathun Annabiy”, Plato Sang Nabi.” (KH. Imam Jazuli)

Sudah jamak diketahui bersama, sufisme Islam berkembang pesat di tangan para intelektual di luar Arab, seperti Persia, India, dan Yunani/Eropa. Islam hadir ke setiap pelosok negeri tidak sekedar mengajarkan, tetapi juga untuk belajar. Umat muslim menjadi beragam, dan Islam diterima dalam setiap peradaban dan kebudayaan manusia.

Pada akhir abad ke- Hijriyah, Daulah Abbasiyah melakukan proyek penerjemahan besar-besaran. Naskah-naskah berbahasa Yunani disalin dan disunting ke dalam bahasa Arab. Muslim Arab menjadi terbuka melihat dunia yang lebih luas. Sejarah telah mencatat bahwa sejak tahun 750 Masehi, dunia Islam bersentuhan dengan alam pikir Yunani.

BeritaTerkait:

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

Secara jujur patut diakui bahwa perkenalan umat muslim dengan pemikiran filsuf Socrates, Plato, Aristoteles dan lainnya adalah jasa besar Daulah Abbasiah. Hal ini bahkan diakui oleh intelektual kita, Imam al-Ghazali, yang di banyak tempat sering mengutip pandangan Plato (Aflathun). Tak jarang ditemukan gelar pujian “Aflathun Annabiy”, Plato Sang Nabi.

Plato banyak mengajarkan dan membicarakan tentang konsep filsafat emanasi. Yakni, segala sesuatu memancar dari “Yang-Satu”. Segala keragaman di dunia berasal dari “Yang-Satu”. Seperti cahaya yang menyinari alam semesta juga bersumber dari satu matahari . Mau tidak mau, konsep emanasi ini berpengaruh pada pemikiran sufisme Islam, khususnya As-Suhrawardi al-Maqtul dan Muhyiddin Ibnu Arabi.

Selain Platon, Aristoteles juga berpengaruh besar bagi pengembangan pemikiran sufisme. Misalnya, retorika Aristoteles mengajarkan tiga aspek utama: logos (logika atau fakta), pathos (emosi), dan ethos (etika). Dari sini, Ibnu Sina mengembangkan konsep empat tingkatan akal: akal materi, akal bakat, akal aktual, dan akal perolehan. Tuhan akan masuk ke dalam diri manusia melalui akal aktif.

Ibnu Sina mengembangkan teori penciptaan ala emanasi dengan pendekatan akal aktif tersebut. Ketika Tuhan memikirkan (ta’aqqul) terhadap diri-Nya maka lahirnya Akal Pertama, dari Akal Pertama lahir Akal Kedua, dari Akal Kedua lahir Akal Ketiga, dan seterusnya. Konsep ini hanya ingin menegaskan bahwa logos adalah sumber penciptaan melalui skema emanasi/pancaran.

André-Jean Festugière dalam bukunya berjudul La Revelation d’Hermes Trismegiste (Paris, 1950:384-400) mengatakan, banyak karya-karya di dunia Arab yang dinisbatkan pada Hermes, yang membicarakan tentang hakikat kemanusiaan dan hakikat ada. Biografi Hermes ini sangat berpegnaruh pada kepribadian As-Suhrawardi al-Maqtul dan Ibnu Arabi.

Hermes banyak mengajarkan tentang mengolah jiwa, membersihkannya dari amarah, dan mendorong jiwa untuk membersihkan dan mensucikan dirinya. Semua ajaran Hermes ini dengan mudah didapatkan dari ajaran para sufi muslim. Bahkan, ketika bicara tentang bagaimana mendapatkan Tabi’at atau Watak yang Sempurna, atau Tabiat Mulia, atau Ruhaniah, as-Suhrawardi memandangnya dari konsep nous dari Anaxagoras.

Nous sendiri, dalam bahasa Yunani, berarti pengetahuan atau intelegensia, pikiran, akal budi. Konsep Nous adalah pemikiran Anaxagoras, orang pertama yang menetapkan kemandirian Roh atau Ruh terhadap semua zat dan materi. Roh terpisah dari materi, dan bisa mempengaruhi perubahan terhadap materi. Roh adalah hal yang paling murni dan tidak tercampur dengan apapun.

Dengan begitu, pada akhir abad 2 dan awal abad 3 Hijriah, umat muslim sudah melebur dengan pemikiran Yunani, Eropa. Kaum Sufi mendapatkan literasi yang berlimpah tentang pemikiran filsuf-filsuf Yunani pada era Abbasiah. Ide bahwa manusia harus terus mensucikan dan membersihkan jiwanya menjadi ide umum di kalangan umat muslim kala itu. Sebagaimana ajaran Hermes dan Anaxagoras yang sudah dikonsumsi.

Jiwa yang suci atau roh yang bersih muncul ketika manusia tidak terikat dengan materi. Sebab, materi dapat mengotori kebersihan dan kesucian roh. Manusia harus mencapai derajat roh yang suci dan bersih, sehingga bukan dipengaruhi oleh materi, melainkan mempengaruhinya. Tarbiatu wa tazkiyatu an-nufus (pendidikan dan pembersihan jiwa) adalah prinsip kaum Sufi mana saja.

Hari ini, kita pun perlu mengikuti jejak ketika para sufi. Mereka teladan kita dalam inklusifitas pemikiran, terutama di bidang pengembangan wacana keislaman. Mereka tidak segan belajar dari Barat, maka kita pun patut begitu. Harus diakui, Eropa (dan Amerika) terdepan di bidang sains, teknologi, dan pemikiran. Sebagaimana Yunani kala itu jauh di depan dibanding umat muslim era Abbasiah awal.

Kita sebagai umat muslim Indonesia, yang dididik untuk mengikuti jejak langkah serta pemikiran kaum Sufi, juga perlu terbuka terhadap pencapaian filsafat Eropa. Dulu karena keterbatasan akses transporasi, Daulah Abbasiah cukup menerjemahkan naskah-naskah Yunani dan dibawa ke dunia Mulism Timur Tengah. Hari ini, dunia pendidikan Eropa membuka diri untuk kaum muslim.

Dari para Sufi abad 2-3 hijriah kita bisa belajar satu hal; apapun itu harus kita terima selagi baik dan bermanfaat bagi agama dan keislaman kita, sekalipun itu datang dari Yunani-Eropa. Pemikiran Hermen, Plato, Aristoteles, Anaxagoras, dan lainnya boleh diambil sebagai sudut pandang keilmuan Islam. Itu pula yang dilakukan oleh Ibnu Sina, Ibnu Arabi, Suhrawardi, dan kaum Sufi lainnya.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: belajarBelajar TasawufEropaImam JazuliKaum SufiSufiTasawuf
Share203Tweet127SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftahul Ahyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua
Nasional

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

by liputan9news
January 30, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli menjelaskan, ketegangan internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul...

Read more
Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

January 27, 2026
Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

January 27, 2026
KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

January 26, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In