• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Sufi, Belajar dari Eropa

June 4, 2024
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

Sufi, Belajar dari Eropa

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
June 4, 2024
in Tasawuf
A A
1
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

513
SHARES
1.5k
VIEWS

Cirebon, LIPUTAN 9 NEWS

“Secara jujur patut diakui bahwa perkenalan umat muslim dengan pemikiran filsuf Socrates, Plato, Aristoteles dan lainnya adalah jasa besar Daulah Abbasiah. Hal ini bahkan diakui oleh intelektual kita, Imam al-Ghazali, yang di banyak tempat sering mengutip pandangan Plato (Aflathun). Tak jarang ditemukan gelar pujian “Aflathun Annabiy”, Plato Sang Nabi.” (KH. Imam Jazuli)

Sudah jamak diketahui bersama, sufisme Islam berkembang pesat di tangan para intelektual di luar Arab, seperti Persia, India, dan Yunani/Eropa. Islam hadir ke setiap pelosok negeri tidak sekedar mengajarkan, tetapi juga untuk belajar. Umat muslim menjadi beragam, dan Islam diterima dalam setiap peradaban dan kebudayaan manusia.

Pada akhir abad ke- Hijriyah, Daulah Abbasiyah melakukan proyek penerjemahan besar-besaran. Naskah-naskah berbahasa Yunani disalin dan disunting ke dalam bahasa Arab. Muslim Arab menjadi terbuka melihat dunia yang lebih luas. Sejarah telah mencatat bahwa sejak tahun 750 Masehi, dunia Islam bersentuhan dengan alam pikir Yunani.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Secara jujur patut diakui bahwa perkenalan umat muslim dengan pemikiran filsuf Socrates, Plato, Aristoteles dan lainnya adalah jasa besar Daulah Abbasiah. Hal ini bahkan diakui oleh intelektual kita, Imam al-Ghazali, yang di banyak tempat sering mengutip pandangan Plato (Aflathun). Tak jarang ditemukan gelar pujian “Aflathun Annabiy”, Plato Sang Nabi.

Plato banyak mengajarkan dan membicarakan tentang konsep filsafat emanasi. Yakni, segala sesuatu memancar dari “Yang-Satu”. Segala keragaman di dunia berasal dari “Yang-Satu”. Seperti cahaya yang menyinari alam semesta juga bersumber dari satu matahari . Mau tidak mau, konsep emanasi ini berpengaruh pada pemikiran sufisme Islam, khususnya As-Suhrawardi al-Maqtul dan Muhyiddin Ibnu Arabi.

Selain Platon, Aristoteles juga berpengaruh besar bagi pengembangan pemikiran sufisme. Misalnya, retorika Aristoteles mengajarkan tiga aspek utama: logos (logika atau fakta), pathos (emosi), dan ethos (etika). Dari sini, Ibnu Sina mengembangkan konsep empat tingkatan akal: akal materi, akal bakat, akal aktual, dan akal perolehan. Tuhan akan masuk ke dalam diri manusia melalui akal aktif.

Ibnu Sina mengembangkan teori penciptaan ala emanasi dengan pendekatan akal aktif tersebut. Ketika Tuhan memikirkan (ta’aqqul) terhadap diri-Nya maka lahirnya Akal Pertama, dari Akal Pertama lahir Akal Kedua, dari Akal Kedua lahir Akal Ketiga, dan seterusnya. Konsep ini hanya ingin menegaskan bahwa logos adalah sumber penciptaan melalui skema emanasi/pancaran.

André-Jean Festugière dalam bukunya berjudul La Revelation d’Hermes Trismegiste (Paris, 1950:384-400) mengatakan, banyak karya-karya di dunia Arab yang dinisbatkan pada Hermes, yang membicarakan tentang hakikat kemanusiaan dan hakikat ada. Biografi Hermes ini sangat berpegnaruh pada kepribadian As-Suhrawardi al-Maqtul dan Ibnu Arabi.

Hermes banyak mengajarkan tentang mengolah jiwa, membersihkannya dari amarah, dan mendorong jiwa untuk membersihkan dan mensucikan dirinya. Semua ajaran Hermes ini dengan mudah didapatkan dari ajaran para sufi muslim. Bahkan, ketika bicara tentang bagaimana mendapatkan Tabi’at atau Watak yang Sempurna, atau Tabiat Mulia, atau Ruhaniah, as-Suhrawardi memandangnya dari konsep nous dari Anaxagoras.

Nous sendiri, dalam bahasa Yunani, berarti pengetahuan atau intelegensia, pikiran, akal budi. Konsep Nous adalah pemikiran Anaxagoras, orang pertama yang menetapkan kemandirian Roh atau Ruh terhadap semua zat dan materi. Roh terpisah dari materi, dan bisa mempengaruhi perubahan terhadap materi. Roh adalah hal yang paling murni dan tidak tercampur dengan apapun.

Dengan begitu, pada akhir abad 2 dan awal abad 3 Hijriah, umat muslim sudah melebur dengan pemikiran Yunani, Eropa. Kaum Sufi mendapatkan literasi yang berlimpah tentang pemikiran filsuf-filsuf Yunani pada era Abbasiah. Ide bahwa manusia harus terus mensucikan dan membersihkan jiwanya menjadi ide umum di kalangan umat muslim kala itu. Sebagaimana ajaran Hermes dan Anaxagoras yang sudah dikonsumsi.

Jiwa yang suci atau roh yang bersih muncul ketika manusia tidak terikat dengan materi. Sebab, materi dapat mengotori kebersihan dan kesucian roh. Manusia harus mencapai derajat roh yang suci dan bersih, sehingga bukan dipengaruhi oleh materi, melainkan mempengaruhinya. Tarbiatu wa tazkiyatu an-nufus (pendidikan dan pembersihan jiwa) adalah prinsip kaum Sufi mana saja.

Hari ini, kita pun perlu mengikuti jejak ketika para sufi. Mereka teladan kita dalam inklusifitas pemikiran, terutama di bidang pengembangan wacana keislaman. Mereka tidak segan belajar dari Barat, maka kita pun patut begitu. Harus diakui, Eropa (dan Amerika) terdepan di bidang sains, teknologi, dan pemikiran. Sebagaimana Yunani kala itu jauh di depan dibanding umat muslim era Abbasiah awal.

Kita sebagai umat muslim Indonesia, yang dididik untuk mengikuti jejak langkah serta pemikiran kaum Sufi, juga perlu terbuka terhadap pencapaian filsafat Eropa. Dulu karena keterbatasan akses transporasi, Daulah Abbasiah cukup menerjemahkan naskah-naskah Yunani dan dibawa ke dunia Mulism Timur Tengah. Hari ini, dunia pendidikan Eropa membuka diri untuk kaum muslim.

Dari para Sufi abad 2-3 hijriah kita bisa belajar satu hal; apapun itu harus kita terima selagi baik dan bermanfaat bagi agama dan keislaman kita, sekalipun itu datang dari Yunani-Eropa. Pemikiran Hermen, Plato, Aristoteles, Anaxagoras, dan lainnya boleh diambil sebagai sudut pandang keilmuan Islam. Itu pula yang dilakukan oleh Ibnu Sina, Ibnu Arabi, Suhrawardi, dan kaum Sufi lainnya.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: belajarBelajar TasawufEropaImam JazuliKaum SufiSufiTasawuf
Share205Tweet128SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?
Pendidikan

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
September 24, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Read more
Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

September 23, 2026
Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

September 22, 2026
Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

September 19, 2026
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    8 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In