• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman Djaya

Kebudayaan dan Pertanyaan tentang Kebahagiaan

September 6, 2024
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, April 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Kebudayaan dan Pertanyaan tentang Kebahagiaan

Oleh: Sulaiman Djaya, Esais dan penyair

Sulaiman Djaya by Sulaiman Djaya
September 6, 2024
in Opini
A A
1
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, Budayawan

501
SHARES
1.4k
VIEWS

Banten, LIPUTAN 9 NEWS
Suatu ketika saya duduk merenung di lantai atas sebuah gedung perkantoran di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, seusai bekerja (lebih tepatnya menjalankan tugas sebagai satu-satunya peserta magang) kepada seorang jurnalis senior yang saat itu redaktur Majalah TRUST dan AND Magazine, dan lalu saya menulis puisi:

Di Sebuah Sore

Lewat sebuah kaca,
senja kulihat duduk menatapmu.
Orang-orang sibuk dengan pekerjaan mereka,
sebagian telah beranjak pulang
dengan keresahan yang tak mereka ungkapkan.

BeritaTerkait:

Belajar dari Einstein

Seni yang Menyadarkan

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

Sayangku, katakan apa yang ingin kaukatakan
sebelum malam datang
dan kau jadi lupa
pada semua yang kelak tinggal.

Kota masih menyisakan sudut-sudut yang sama,
dan tepikir sejenak
kulangkahkan kakiku ke tempat
di mana kau pernah teramat jatuh cinta
pada selembar garis cahaya
antara langit sore hari
dan atap gedung-gedung bertingkat.

Seakan aku membayangkan
ingatan menuju menuju rumahmu dipenuhi burung-burung senja
dengan keheningan yang menggoda
seperti sebelum-sebelumnya.

Terduduk sendiri di ruang ini
di antara kertas-kertas
dan sebaris detak jam dinding,
aku memikirkan sebuah kalimat puisi
seperti sepasukan gerimisku tadi malam.

(Jakarta 2011)

Sumber: Tuah Tara No Ate: Bunga Rampai Cerpen dan Puisi Temu Sastrawan Indonesia Ke-4 di Ternate 25-29 Ontober 2011, Ummu Press h. 458.

Tak berapa lama setelah puisi itu kutulis, ada undangan untuk mengikuti sebuah hajatan Temu Sastrawan Indonesia di Ternate Maluku Utara di tahun itu juga. Tanpa ragu, bersama beberapa puisi lainnya, saya kirimkan puisi itu sebagai persyaratan untuk bisa mengikuti hajatan kebudayaan tersebut.

Sebuah puisi, yang memang sesungguhnya, sangat bernada otobiografis, bertutur tentang pengalaman bathin dan pengalaman jasadi (tubuh) penyairnya. Sesuatu yang manusiawi.

Sebuah ekspresi sekaligus cerminan betapa setiap orang memang memiliki pengalaman eksistensial hidup masing-masing, yang hanya dirasakan dan dimengerti secara akrab oleh yang bersangkutan masing-masing, meski tidak semua orang mau mengekspresikannya menjadi karya seni.

Jika misalnya saya ditanya: Apakah saya bahagia? Tentu akan saya jawab: Ya, tentu saja! Karena bagi saya kebahagiaan tak semata ketika seseorang selalu hidup dalam kemelimpahan material. Sebaliknya, keberhasilan seseorang untuk bangkit dari kesulitan dan kesempitan dan berjuang dalam kesukaran hidup itulah yang membuatnya bahagia.

Apa yang saya sebut karena ia telah berhasil dan sanggup melakukan tindakan bermakna yang membuatnya merasa menjadi manusia yang bebas dan merdeka.

Sempat terpikir juga oleh saya mungkin saja orang-orang yang selama ini menjalani kehidupan bersahaja sebagai para petani lebih merasakan kebahagiaan dalam hidup mereka ketimbang orang-orang kota yang dalam keseharian mereka diatur oleh jadwal, sehingga mereka seperti mesin yang tak bebas: menjadi manusia birokratis yang gerak tubuh, hati dan pikirannya dikendalikan oleh aturan dan jadwal. Hidup dalam mekanisme masyarakat budak kapitalisme yang telah menjadi bagian-bagian dari mesin itu sendiri.

Orang-orang bersahaja seperti para petani itu menurut saya lebih terlihat tulus ketika mereka bekerja di sawah-sawah. Sikap dan tindakan orang-orang desa juga lebih menunjukkan solidaritas ketimbang orang-orang kota yang sangat individualis, justru karena rasionalisme instrumental atau rasionalitas pragmatis mereka yang mereka dapatkan dari pendidikan dan kehidupan modern mereka.

Barangkali, kebahagiaan yang saya pahami itu mendapatkan pembelaannya ketika membaca satu di antara puisi-puisinya Rabindranath Tagore:

“Kau kira aku anak kecil, Ibu, tapi kau keliru, sebab aku adalah Noto, tukang batu, dan aku berusia tiga puluh tahun.

Tiap pagi kunaiki kereta dan pergi ke kota dan kususun batu demi batu dengan semen dan kapur dan kugambar dinding layaknya gambar menangkapku.

Kau kira aku bermain rumah-rumahan dengan kerikil dan batu-batu, tetapi kukatakan padamu aku membangun rumah sungguh-sungguh.

Ini bukanlah rumah-rumah kecil sebab kudirikan tiga tingkat dan tiang-tiang yang kuat.

Tetapi bila kau tanyakan padaku kenapa aku berhenti di sana dan kenapa aku tak meneruskan membangun tingkat demi tingkat hingga atapnya mencapai bintang-bintang, kuyakin aku tak dapat mengatakannya padamu dan kuherani diriku sendiri kenapa aku berhenti di mana saja pada segala.

Kunaiki perancah saatku suka dan ini adalah kegembiraan yang lebih besar ketimbang sekedar bermain-main. Kudengar pekerja-pekerja lelaki dan perempuan bernyanyi-nyanyi dalam bekerja dan meratakan atap, gerobak-gerobak berderak-derak sepanjang jalan-jalan, dan musik jalan dari pedagang-pedagang dan para penjual barang logam dan buah-buahan; pada petang hari bocah-bocah lari pulang dari sekolah dan gagak-gagak terbang berkoak-koak ke sarang mereka.

Kau tahu, Ibu, aku tinggal di dusun kecil di tepi telaga.

Tetapi bila kau tanyakan padaku mengapa kutinggal dalam sebuah gubuk beratap jerami meski kubisa mendirikan rumah-rumah besar dari batu dan mengapa rumahku tidak akan yang terbesar dari semuanya, kuyakin aku tiada dapat mengatakan padamu…”

Puisi Tagore itu berbicara tentang panggilan hati seorang seniman (penyair) yang menulis dan bekerja dengan keikhlasan karena didasari oleh cinta, yang karenanya memberikan kebahagiaan dan ‘ketercukupan’ bathin bagi si penyair. Ia tak dapat diukur dengan kemewahan yang didapatkan dari korupsi dan politik kezaliman, misalnya. Jalan kepenyairan adalah jalan memperjuangkan kejujuran dalam hidup yang dipenuhi kemunafikan dan banalitas. Para psikolog menyebutnya sebagai melakukan tindakan bermakna. Menjadi manusia yang manusiawi.

Sulaiman Djaya, Esais dan penyair

Tags: KebudayaanSulaiman Djaya
Share200Tweet125SendShare
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, lahir di Serang, Banten. Menulis esai dan fiksi. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, Satelit News, simalaba, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012)), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, dan lain-lain.

BeritaTerkait

Sulaiman-Djaya
Opini

Belajar dari Einstein

by Sulaiman Djaya
March 10, 2026
0

BANTEN | LIPUTAN9NEWS “Saya bukan jenius, saya hanya selalu ingin tahu,” demikian ujar Einstein tentang betapa bakat dan kecerdasan saja...

Read more
Sulaiman Djaya

Seni yang Menyadarkan

February 27, 2026
Sulaiman Djaya

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

February 25, 2026
Sulaiman-Djaya

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

March 15, 2026
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    2 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In