• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
BEM PTNU d

BEM PTNU Soroti Geopolitik Ekonomi Global

July 3, 2025
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

BEM PTNU Soroti Geopolitik Ekonomi Global

Oleh: Arya Eka Bimantara

liputan9news by liputan9news
July 3, 2025
in Opini
A A
0
BEM PTNU d

Arya Eka Bimantar, Direktur Lembaga Kajian Strategis dan Advokasi Nasional BEM PTNU Se-Nusantara

498
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS 

Indonesia, negeri dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, tengah berada di persimpangan penting dalam sejarah pertumbuhan dan pengaruh globalnya. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil. GDP Indonesia tumbuh 5,03% pada 2024 dan diproyeksikan tetap di kisaran 4,7–4,8% hingga 2026.

Indonesia telah membuktikan diri sebagai kekuatan ekonomi yang tak bisa diabaikan di kancah internasional . Ekspor Indonesia melonjak dari USD 207 miliar pada 2018 menjadi USD 290 miliar pada 2023, menandakan peran vital Indonesia dalam rantai pasok global dan perdagangan dunia .Namun, di tengah laju investasi yang terus meningkat dengan realisasi FDI mencapai USD 47,5 miliar pada 2023, naik 13,7% dari tahun sebelumnya gelombang demostrasi mahasiswa kembali menggema di berbagai kota besar.

Kebanyakan Demostrasi ini, yang menyoroti kebijakan pemerintah terkait pemotongan anggaran dan reformasi kontroversial, telah menimbulkan pertanyaan besar: Apakah suara mahasiswa ini menjadi pengingat penting bagi demokrasi, atau justru menjadi penghambat laju investasi yang sangat dibutuhkan bangsa?

Investasi asing langsung (FDI) adalah salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan populasi 276 juta jiwa dan ekonomi senilai USD 1,2 triliun, Indonesia menjadi magnet bagi investor global yang mencari stabilitas, pasar besar, dan peluang pertumbuhan. Pemerintah telah melakukan berbagai reformasi untuk membuka sektor-sektor strategis, memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi utama di Asia.

BeritaTerkait:

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Tiga Dusun Desa Leubok Pusaka Masih Dilanda Krisis Pascabencana, BEM PTNU se-Nusantara Serukan Aksi Kemanusiaan

BEM PTNU Se-Nusantara, Resmi Gugat UU No. 1 Tahun 2023 ke MK: Pasal “Memaksa” dan “Merintangi” Dinilai Bungkam Aksi Mahasiswa

Stabilitas sosial dan politik menjadi syarat mutlak bagi kelangsungan investasi. Studi internasional menunjukkan, setiap kali terjadi gejolak sosial atau ketidakpastian politik, arus investasi cenderung menurun drastis, bahkan bisa turun hingga 35% pada negara-negara berkembang yang mengalami konflik sosial . Investor global sangat sensitif terhadap isu stabilitas; sedikit saja terjadi kerusuhan atau aksi massa yang meluas, persepsi risiko langsung meningkat, dan modal asing pun memilih menunggu atau bahkan hengkang .

Demostrasi mahasiswa di Indonesia, seperti yang terjadi pada 2025 dengan tajuk “Indonesia Gelap”, memang menjadi cerminan hidupnya demokrasi dan kepedulian generasi muda terhadap masa depan bangsa . Namun, demostrasi ini juga membawa konsekuensi nyata bagi dunia usaha. Demonstrasi yang berujung pada bentrokan, penggunaan gas air mata, dan penutupan jalan utama telah mengganggu aktivitas bisnis, menurunkan kepercayaan konsumen, dan menciptakan ketidakpastian di mata investor.

Bukan hanya itu, demostrasi yang menyoroti isu korupsi dan tata kelola ekonomi juga berpotensi memperkuat narasi negatif tentang iklim investasi Indonesia. Padahal, pemerintah tengah berupaya keras menjaga stabilitas fiskal dan memperbaiki infrastruktur demi menarik lebih banyak investasi asing . Jika aksi-aksi ini terus berlanjut tanpa solusi, bukan tidak mungkin Indonesia kehilangan momentum emas untuk menjadi kekuatan ekonomi global.

Mahasiswa bukan manusia yang kekurangan literatur dalam pembacaannya oleh sebab itu demostrasi bila dilakukan terus menerus tanpa mengandung substansi isu yang kongkret bisa digunakan untuk kepentingan pihak semata dan bisa merugikan negara yang sedang dalam proses pembangunan menuju negara maju.

Pemikiran kita sebagai kaum akademisi juga harus bertansformasi bukan hanya mengandalkan demostrasi namun yang perlu kita asah adalah nalar kritis dan solusi kongkret berupa suatu siposium untuk memajukan bangsa negara kita. Sebagai pemimpin ASEAN dan anggota aktif berbagai organisasi internasional seperti PBB, WTO, dan APEC, Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat dalam diplomasi global . Komitmen Indonesia terhadap demokrasi dan stabilitas kawasan menjadi modal penting dalam memperkuat pengaruh di tingkat internasional . Namun, citra sebagai negara stabil dan ramah investasi bisa tercoreng jika aksi-aksi sosial terus membayangi kebijakan ekonomi nasional.

Studi di kawasan Asia Tenggara menegaskan, stabilitas politik dan sosial adalah kunci utama bagi arus investasi asing . Negara-negara dengan tingkat stabilitas tinggi terbukti lebih mampu menarik dan mempertahankan investasi, yang pada akhirnya memperkuat posisi tawar di forum internasional .Narasi “Nalar Kritis dan Transformasi Gerakan Mahasiswa” bisa dibaca dari dua sisi. Di satu sisi, Demostrasi mahasiswa adalah alarm bagi pemerintah agar tidak abai terhadap aspirasi rakyat dan menjaga transparansi kebijakan. Di sisi lain, aksi-aksi ini berpotensi menghambat laju investasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan melemahkan posisi Indonesia di mata dunia.

Apakah aksi mahasiswa adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa, atau justru menjadi batu sandungan bagi kemajuan ekonomi dan pengaruh global Indonesia? Apakah stabilitas dan pertumbuhan ekonomi harus dikorbankan demi kebebasan berekspresi, atau justru keduanya bisa berjalan beriringan? Dalam Kajian Pengorganisasiran masyarakat Demostrasi merupakan langkah terakhir bila aspirasi tidak dapat didengarkan oleh sebab itu kami dari Kaum NU mengutarakan pendapat kami dan bisa menjadi rujukan untuk mahasiswa mahasiswa lain agar jangan sampai terprovokasi demi menjaga kesatuan bangsa.

Sesuai Slogan negara Kita “BHINEKA TUNGGAL IKA”. Indonesia berada di titik kritis. Pilihan ada di tangan seluruh elemen bangsa: menjaga stabilitas demi investasi dan pengaruh global, atau terus membiarkan gejolak sosial yang bisa menggerus kepercayaan dunia. Narasi ini mengajak publik untuk berpikir kritis, menimbang antara idealisme dan menentukan arah masa depan Indonesia di panggung internasional. apakah sebagai kekuatan ekonomi yang disegani, atau negara yang terus diguncang ketidakpastian.

Arya Eka Bimantar, Direktur Lembaga Kajian Strategis dan Advokasi Nasional BEM PTNU Se-Nusantara

Tags: BEM PTNUEkonomigeopolitikGlobal
Share199Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945
Nasional

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

by liputan9news
February 1, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Presiden Prabowo pada tanggal 17 Februari 2025 mengumumkan salah satu kebijakan yang sangat strategis dan mendasar terkait...

Read more
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

January 31, 2026
Tiga Dusun Desa Leubok Pusaka Masih Dilanda Krisis Pascabencana, BEM PTNU se-Nusantara Serukan Aksi Kemanusiaan

Tiga Dusun Desa Leubok Pusaka Masih Dilanda Krisis Pascabencana, BEM PTNU se-Nusantara Serukan Aksi Kemanusiaan

January 23, 2026
BEM PTNU Se Nusantara, Resmi Gugat UU No. 1 Tahun 2023 ke MK: Pasal “Memaksa” dan “Merintangi” Dinilai Bungkam Aksi Mahasiswa

BEM PTNU Se-Nusantara, Resmi Gugat UU No. 1 Tahun 2023 ke MK: Pasal “Memaksa” dan “Merintangi” Dinilai Bungkam Aksi Mahasiswa

January 13, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In