• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Foto: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Haji Lilur)

Pencekalan Yaqut, Nasib Yahya, dan Krisis Legitimasi PBNU

August 12, 2025
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Pencekalan Yaqut, Nasib Yahya, dan Krisis Legitimasi PBNU

Oleh: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy

liputan9news by liputan9news
August 12, 2025
in Opini
A A
1
Foto: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Haji Lilur)

Foto: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Haji Lilur)

699
SHARES
2k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja mengguncang Nahdlatul Ulama (NU) dengan mencekal Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menteri Agama (2020-2024), bersama Isfah Abidal Aziz, mantan staf khususnya yang kini menjabat Ketua PBNU, dan Fuad Hasan Masyhur, pengusaha travel haji Maktour, per 11 Agustus 2025.

Pencekalan ini terkait penyidikan dugaan korupsi pengelolaan kuota haji 2024, yang diduga merugikan negara hingga Rp1 triliun.

Skandal ini bukan hanya menyeret Yaqut, tetapi juga mengguncang fondasi kepemimpinan PBNU di bawah Yahya Cholil Staquf, kakak kandung Yaqut, serta barisan pendukungnya seperti Miftakhul Akhyar dan Anwar Iskandar.

BeritaTerkait:

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

Krisis ini mengancam legitimasi PBNU dan memicu pertanyaan serius: bagaimana nasib Yahya dan masa depan NU?

Skandal Kuota Haji

Penyelidikan KPK berawal dari temuan Panitia Khusus (Pansus) Haji DPR, yang dipimpin Muhaimin Iskandar, mengungkap penyimpangan serius dalam penyelenggaraan haji 2024.

Dugaan manipulasi kuota haji khusus, layanan buruk bagi jemaah, hingga ketidaksesuaian fasilitas seperti tenda di Arafah menjadi sorotan. KPK telah meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan, dengan Yaqut sebagai salah satu figur sentral.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pemanggilan Yaqut tinggal menunggu waktu, seiring pemeriksaan saksi-saksi. Pencekalan Yaqut, Isfah, dan Fuad menunjukkan keseriusan KPK, dengan potensi status tersangka kian dekat.

Skandal ini adalah pukulan telak bagi kubu Rembang, yang selama ini menjadi tulang punggung kepemimpinan Yahya di PBNU.

Yaqut, dengan jaringan Kementerian Agama dan sumber daya yang melimpah, memainkan peran kunci dalam kemenangan Yahya pada Muktamar Lampung 2021. Jika Yaqut ditetapkan sebagai tersangka, atau bahkan dipenjara, ini bukan hanya kerugian pribadi, tetapi juga kehancuran politik bagi Yahya.

Citra PBNU, yang sudah tercoreng oleh kasus korupsi Mardani H. Maming dan pemecatan pengurus daerah seperti PWNU Jawa Timur, akan semakin terpuruk.

Ibadah haji, yang seharusnya suci, kini ternoda oleh dugaan korupsi, memicu kemarahan umat dan memperlebar jurang krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan PBNU saat ini.

Krisis Legitimasi

Yahya Cholil Staquf, Miftakhul Akhyar (Rais Aam PBNU), dan Anwar Iskandar (Ketua MUI sekaligus Wakil Rais Aam PBNU) pernah dengan tegas menyatakan bahwa penyelenggaraan haji era Yaqut adalah yang terbaik, bebas dari tindak pidana korupsi.

Namun, fakta berbicara lain. Pencekalan tiga figur kunci, termasuk Isfah Abidal Aziz yang menjabat Ketua PBNU, menunjukkan adanya masalah sistemik yang tidak bisa lagi ditutupi dengan retorika.

Kehadiran Isfah dalam pusaran kasus ini memperparah situasi, karena ia bukan hanya mantan staf Yaqut, tetapi juga tokoh sentral di PBNU.

Pertanyaannya: apakah Yahya, Miftakhul, dan Anwar akan terus melindungi rekan-rekan mereka yang terlibat, atau justru menunggu hingga KPK menetapkan lebih banyak tersangka dari lingkaran PBNU?

Kepemimpinan Yahya telah menuai kritik tajam sejak Muktamar Lampung. Pengkhianatan janji terhadap KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) untuk posisi Sekjen, yang akhirnya diberikan kepada Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memicu perlawanan kubu Jombang.

Pemecatan kiai-kiai seperti Gus Salam dan KH Marzuki Mustamar dari PWNU Jawa Timur, serta intervensi PBNU dalam politik praktis seperti dukungan pada Pilpres 2024, semakin memperburuk citra organisasi.

Kini, dengan skandal Yaqut, Yahya dan barisan pendukungnya-termasuk Gus Ipul, Miftakhul Akhyar, dan Anwar Iskandar-berada di ujung tanduk. Jika KPK mengungkap keterlibatan lebih luas, termasuk aliran dana ke pengurus PBNU, legitimasi Yahya sebagai Ketua Umum akan runtuh total.

Panggilan Moral untuk NU

Skandal korupsi kuota haji adalah tamparan keras bagi NU. Ibadah haji, puncak pengabdian seorang Muslim, telah dicemari oleh dugaan keserakahan.

Sebagai warga NU, saya, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, cicit ke-12 Sayyid Ali Murtadho Gresik dan cicit ke-18 Sultan Fattah Demak, menyerukan kepada Yahya, Miftakhul, dan Anwar: segera ambil tindakan tegas!

Pecat pejabat PBNU yang terlibat, seperti Isfah Abidal Aziz, sebelum KPK menetapkan mereka sebagai tersangka. Jangan tunggu hingga PBNU era kalian dicatat sejarah sebagai yang paling tercela, sarang kemunafikan dan korupsi. Al-Quran berulang kali memperingatkan tentang bahaya munafik, dan korupsi adalah bentuk kemunafikan terbesar.

Kepada Nahdliyin, mari kita dukung KPK membersihkan borok ini. Jangan biarkan NU, warisan suci Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari dan Syaikhona Kholil, jadi alat politik kotor.

Muktamar mendatang, baik reguler maupun luar biasa, harus menjadi titik balik: kembalikan NU ke akar pesantren, ke jalan amar makruf nahiy mungkar.

Bersama jutaan warga NU anti-korupsi, saya menyerukan: tolak kyai munafik, dukung keadilan!

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, warga Nahdliyyin.

Tags: CegahCekalHaji KhususHaji LilurKorupsiKorupsi Kuota HajiKPKLarangLuar NegeriYaqut Cholil Qoumas
Share280Tweet175SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)
Nasional

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

by liputan9news
April 1, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji...

Read more
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Load More

Comments 1

  1. herpafend says:
    2 months ago

    **herpafend**

    herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In