BeritaTerkait:
Kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL commuter line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) menyisakan duka mendalam. Salah satu korban meninggal dunia dalam insiden tersebut adalah Hj. Nurhayati, pengurus aktif Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) wafat pada usia 63 tahun.
Nurhayati merupakan warga Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, sekaligus anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Kemayoran. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan dakwah dan memiliki dedikasi tinggi di lingkungan organisasinya.
Ketua PAC Muslimat NU Kemayoran, Hj. Sugirah, mengungkapkan bahwa almarhumah telah merencanakan perjalanan ke Cikarang sejak sore hari untuk mengunjungi anaknya. Saat kejadian, Nurhayati diketahui berangkat dari Bekasi menuju Cikarang bersama anak dan cucunya yang masih berusia lima tahun.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB. Insiden bermula ketika sebuah taksi tertabrak KRL di perlintasan rel kawasan Bulak Kapal, sehingga menyebabkan KRL berhenti mendadak di jalur. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di belakang tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
Benturan keras menyebabkan kepanikan di antara penumpang. Sejumlah penumpang dilaporkan terjepit di dalam gerbong, sementara lainnya berupaya melakukan evakuasi mandiri melalui jendela kereta. Perjalanan kereta api, baik jarak jauh maupun commuter line dari dan menuju Bekasi–Cikarang, sempat terhenti total akibat kejadian ini.
Nurhayati sempat berhasil dievakuasi bersama anak dan cucunya. Namun, kondisinya kemudian memburuk. Ia dilaporkan pingsan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Ucapan duka mengalir dari berbagai pihak. Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta, Emka Farah Mumtaz, menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia berharap almarhumah wafat dalam keadaan husnul khatimah.
“Insyaallah husnul khatimah dan almarhumah termasuk syahidah,” ujarnya.
Jenazah Nurhayati dimakamkan di kawasan TPU Karet, Jakarta, pada Selasa (28 April 2026) pukul 13.00 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan di lingkungan Muslimat NU yang mengenalnya sebagai pribadi hangat dan penuh pengabdian.
(CR)

























