SIDOARJO | LIPUTAN9NEWS
Kesalahan terberat bagi kita adalah seringkalinya kita ini merasa lebih tahu tentang apa saja yang terbaik untuk diri kita sendiri. Hal ini bisa terjadi, karena kita terkadang mengandalkan berbagai perencanaan-perencanaan berlandaskan kalkulasi dunia.
Bahkan terkadang kita secara diam-diam memaksa Allah SWT agar mengikuti kemauan kita. Namun saat takdir berjalan ke arah yang berbeda, kita merasa seakan dikhianati.
Dalam kalam sufi, ibaratnya kita hidup ini hanyalah seorang musafir yang baru bisa melihat satu jalan setapak. Sedangkan Allah SWT sudah melihat seluruh peta kehidupan kita, dari awal hingga akhir hayat kita nantinya.
Untuk itu, seharusnya kita ini memiliki rasa malu, disaat kita lebih banyak mengeluh dari pada berusaha untuk mencari solusi dari setiap masalah yang kita hadapi. Padahal dibalik itu semua, Allah SWT sedang sibuk menata perlindungan buat kita. Mulai dari menjauhkan diri kita dari hal-hal buruk, bahkan tidak pernah kita sadari sebelumnya akan hal ini.
Termasuk kesedihan yang kita rasakan hari ini, mungkin bukan sekadar luka bagi kita. Melainkan ini adalah salah satu cara dari Allah SWT mematahkan hati kita agar tidak terlalu terpaut pada urusan dunia yang melelahkan.
Atau mungkin bisa jadi, itu adalah bagian dari cara-Nya Allah SWT untuk menyelamatkan kita dari bahaya yang tak kasat oleh mata kita.
Pertanyaannya sekarang, lalu kenapa terkadang kita masih dengan mudahnya berburuk sangka kepada Allah SWT?
Jawabannya adalah karena kita ini sering lupa, bahwa setiap takdir yang Allah SWT tetapkan, selalu memiliki nilai kasih sayang terhadap kita.
Walaupun dalam hal ini, terkadang bentuknya takdir tersebut tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan.
Simpulnya, dalam hal ini jangan biarkan berburuk sangka atau su’u dzon menutup mata hati kita dari luasnya rahmat Allah SWT. Dan, jangan sampai kita lebih percaya pada ketakutan kita, daripada janji-janji-Nya Allah SWT.
Catatan hari ini, mari kita belajar untuk lebih tenang, tetap semangat untuk meraih ridho-Nya. Mari kita berusaha mendekap erat keyakinan bahwa setiap ketetapan-Nya adalah bentuk cinta yang paling kita rindukan.
Terakhir, mungkin saja hari ini kita belum mengerti, namun pada saatnya kelak, kita akan bersimpuh dengan deraian air mata kebahagiaan sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT. Sembari kita menyadari bahwa Allah SWT selama ini tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian.
Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I., Ketua Program Studi & Dosen Pascasarjana IAI Al-Khoziny Sidoarjo; Dosen PAI Politeknik Pelayaran Surabaya; Dosen Aswaja UNUSIDA.





















