• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Scercah Harapan untuk Indonesia Maju

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Scercah Harapan untuk Indonesia Maju

August 17, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Scercah Harapan untuk Indonesia Maju

liputan9news by liputan9news
August 17, 2026
in Nasional
A A
0
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Scercah Harapan untuk Indonesia Maju

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Scercah Harapan untuk Indonesia Maju (Foto: Nugroho/MSn)

496
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Delapan puluh satu tahun telah berlalu sejak Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan. Delapan puluh satu tahun merupakan perjalanan panjang yang sarat dengan perjuangan, pengorbanan, harapan, dan cita-cita yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. Namun, peringatan kemerdekaan tidak seharusnya dimaknai hanya sebagai agenda seremonial yang dipenuhi dengan upacara, perlombaan, dan berbagai bentuk perayaan lainnya. Momentum ini harus menjadi ruang refleksi untuk meninjau kembali arah perjalanan bangsa serta mengevaluasi sejauh mana cita-cita kemerdekaan telah diwujudkan.

Gabungan Aliansi BEM Nasional yang terdiri dari DEMA PTKIN,BEM PTNU,BEM PTMAI,BEM KSI, BEM PTAI, BEM Pesantren memandang bahwa tema “Secercah Harapan untuk7 Indonesia Maju” merupakan refleksi mendalam atas kondisi bangsa saat ini.

“Harapan sekecil apa pun harus tetap dijaga di tengah berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia. Harapan adalah energi yang menggerakkan perubahan. Harapan adalah kekuatan yang membuat bangsa tetap berdiri meskipun diterpa berbagai tantangan,” tulis dalam keterangan, Senin (17/08/2026)

Kemerdekaan Indonesia tidak hadir begitu saja. Kemerdekaan lahir dari perjuangan panjang yang dibayar dengan darah, air mata, dan pengorbanan para pejuang bangsa. Oleh karena itu, kemerdekaan tidak boleh dipahami sebagai hadiah yang hanya dinikmati oleh generasi saat ini.

BeritaTerkait:

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

Kedutaan Besar Australia Ucapkan Selamat kepada Gus Kikin, Soroti Kemitraan Panjang dengan NU

Australia Tumbang, Indonesia Lolos! Welber Jardim Kirim Sindiran Pedas untuk Para Peragu Garuda Muda

Gempar! Indonesia Hajar Australia 2-0, Evan dan Amar Antar Garuda Muda ke Piala Asia U-20 Cina 2027

Kemerdekaan adalah amanah yang harus dijaga. Amanah untuk memastikan bahwa seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati kehidupan yang lebih baik. Amanah untuk menjaga persatuan bangsa. Amanah untuk melanjutkan cita-cita para pendiri negara.

“Generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menjadi generasi penerus tidak cukup hanya dengan mengenang sejarah. Generasi muda harus mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangan ke dalam tindakan yang memberikan manfaat bagi bangsa,” ujar M. Miftahul Rizqi Kordinator pusat DEMA PTKIN Se-Indonesia.

Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika seluruh rakyat dapat merasakan keadilan, kesejahteraan, dan kesempatan yang sama tanpa adanya diskriminasi. Oleh karena itu, peringatan 81 tahun kemerdekaan harus menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa perjuangan belum selesai.

“Indonesia dibangun di atas keberagaman. Perbedaan suku, agama, bahasa, budaya, dan pandangan politik merupakan identitas yang melekat pada bangsa ini. Namun, keberagaman tidak boleh menjadi alasan untuk menciptakan perpecahan,” lanjutnya.

Menurutnya, dbeberapa tahun terakhir, polarisasi sosial dan politik menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Perbedaan pilihan politik sering kali memunculkan konflik yang mengabaikan kepentingan masyarakat secara luas. Padahal, semangat persatuan merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, Achmad Baha’ur Rifqi menegaskan persatuan tidak boleh dibangun atas dasar kepentingan kelompok tertentu. Persatuan harus berdiri di atas kepentingan rakyat. Kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan politik, kekuasaan, maupun golongan.

“Indonesia membutuhkan ruang dialog yang sehat, terbuka, dan inklusif. Perbedaan harus dipandang sebagai kekuatan yang mampu memperkaya kehidupan berbangsa dan bernegara. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan menemukan titik temu demi mewujudkan kesejahteraan bersama,” terangnya.

Lebih lanjut, Achmad Baha’ur Rifqi mangatakan, mahasiswa tidak boleh kehilangan daya kritisnya. Kritik bukanlah ancaman bagi negara, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa. Ketika kebijakan mulai menjauh dari cita-cita konstitusi, mahasiswa harus berani mengingatkan. Ketika suara rakyat mulai diabaikan, mahasiswa harus menjadi jembatan yang menghubungkan kepentingan masyarakat dengan pengambil kebijakan.

“Kemerdekaan tidak akan memiliki makna apabila masih ada rakyat yang hidup dalam kemiskinan. Kemerdekaan tidak akan berarti apabila pendidikan hanya dapat diakses oleh kelompok tertentu. Kemerdekaan juga tidak akan sempurna apabila hukum masih terasa tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas,” ucapnya.

Yogi Syahputra Al Idrus kordinator presidium BEM PTMAI Menegaskan Keadilan sosial merupakan cita-cita yang tercantum secara jelas dalam Pancasila. Namun, hingga saat ini, masih banyak persoalan yang menunjukkan bahwa perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial masih panjang.

“Ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan yang nyata. Akses terhadap pendidikan berkualitas masih belum sepenuhnya merata. Korupsi masih menghambat pembangunan. Sementara itu, masih banyak masyarakat yang belum memperoleh layanan kesehatan dan perlindungan sosial secara optimal,” urainya.

Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan kesejahteraan. Pembangunan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil.

Keadilan sosial bukan sekadar slogan. Keadilan sosial harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Inilah ukuran sesungguhnya dari kemerdekaan.

Dalam momentum peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Gabungan Aliansi BEM Nasional menyampaikan Lima Risalah Kebangsaan sebagai bentuk refleksi sekaligus komitmen untuk menjaga cita-cita kemerdekaan.

  1. kemerdekaan bukan sekadar warisan, tetapi amanah.
  2. ⁠persatuan harus berdiri di atas kepentingan rakyat.
  3. demokrasi harus kembali berpihak kepada suara rakyat.
  4. keadilan sosial adalah ukuran sesungguhnya dari kemerdekaan.
  5. mahasiswa harus menjadi penjaga masa depan Indonesia.

Mari menjadikan momentum kemerdekaan ini sebagai titik awal untuk memperkuat semangat kebangsaan. Mari bersama-sama menjaga demokrasi, memperjuangkan keadilan sosial, serta memastikan bahwa kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia, Hidup Rakyat Indonesia.

(WLY/MSN)

Tags: 81 Tahun Indonesia MerdekaIndonesiaMerdekaRefleksi
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara
Opini

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

by liputan9news
September 23, 2026
0

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

Read more
Kedutaan Besar Australia Ucapkan Selamat kepada Gus Kikin, Soroti Kemitraan Panjang dengan NU

Kedutaan Besar Australia Ucapkan Selamat kepada Gus Kikin, Soroti Kemitraan Panjang dengan NU

September 9, 2026
Australia Tumbang, Indonesia Lolos! Welber Jardim Kirim Sindiran Pedas untuk Para Peragu Garuda Muda

Australia Tumbang, Indonesia Lolos! Welber Jardim Kirim Sindiran Pedas untuk Para Peragu Garuda Muda

September 8, 2026
GEMPAR! Indonesia Hajar Australia 2-0, Evan dan Amar Antar Garuda Muda ke Piala Asia U-20 Cina 2027

Gempar! Indonesia Hajar Australia 2-0, Evan dan Amar Antar Garuda Muda ke Piala Asia U-20 Cina 2027

September 6, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In