• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Ki Buyut Wangsa, Leluhur Sakti dari Gujarat India

Ki Buyut Wangsa, Leluhur Sakti dari Gujarat India

April 24, 2023
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Ki Buyut Wangsa, Leluhur Sakti dari Gujarat India

Oleh : KHM. Hamdan Suhaemi

liputan9news by liputan9news
April 24, 2023
in Uncategorized
A A
0
Ki Buyut Wangsa, Leluhur Sakti dari Gujarat India
515
SHARES
1.5k
VIEWS

Perlu sumber sejarah yang kuat untuk menarasikan peristiwa sejarah yang pernah terjadi agar tidak bercampur dengan mitos atau legenda. Meski peristiwa itu memang pernah ada, tidak serta merta dianggap itu sebagai peristiwa sejarah, atau yang menyejarah. Legenda belum bisa menyajikan kebenaran faktual pada suatu kejadian sekalipun itu mengandung nilai-nilai kebaikan, nilai kebenaran atau bisa jadi keraifan lokal.

Kita tinggal di satu tempat dimana kearifan lokal menawarkan keindahan, kebaikan dan kebenaran. Dari itu kita disuguhkan banyak cerita terkait nilai-nilai lokal yang diwariskan oleh leluhurnya. A.S. Padmanugraha dalam “Common Sense Outlook on Local Wisdom and Identity: A Contemporary Javanese Natives” (2010) menuliskan, kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri.

Suguhan nilai dari kearifan lokal biasanya diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut. Dicontohkan, kearifan lokal terdapat dalam cerita rakyat, peribahasa, lagu, permainan rakyat, dan sejenisnya.

BeritaTerkait:

PNIB Sebut Perang India Pakistan Akibat Adu Domba Asing, Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

Kritik Ontologis Atas Sebutan Negeri Konoha

Dari Nol Hingga Sepuluh, Nalar Peradaban Indonesia

Pribumi Melawan Belenggu

Satu diantara tumpukan cerita-cerita atau riwayat yang berasal dari daerah adalah riwayat Ki Buyut Wangsa, yang konon ada peran di awal penyebaran Islam di Banten. Tepatnya di Banten bagian Utara, yaitu desa Bolang Kecamatan Lebak Wangi Kabupaten Serang.

Menurut penuturan KH. Syihabudin Hasan, ulama yang dituakan oleh masyarakat Bolang bahwa Ki Buyut Wangsa ini orang sakti yang terpanggil untuk ikut sayembara yang disebarkan oleh pihak keraton Surosowan kala itu, terkait siapa yang bisa membunuh burung Garuda raksasa maka ia mendapat imbalan dan pengakuan keluarga dari Sultan Banten.

Garuda raksasa yang jadi objek sayembara tersebut telah banyak memakan korban manusia, sehingga menjadi perhatian pihak Surosowan. Jika dianalisa dengan pendekatan biologis, abad 16 Masehi burung besar macam Garuda raksasa itu sudah tidak ada, karena ia hidup di zaman manusia purba. Beda halnya jika kita hubungkan dengan hal-hal misteri, bisa jadi jelmaan jin atau siluman yang kebetulan haus akan darah.

Sebelumnya sayembara tersebut jarang yang menyanggupi sehingga kemudian datang seorang yang berasal dari dusun Bolang masuk wilayah pelabuhan Pontang (Port Pondam) untuk memberanikan diri ikut sayembara membunuh Garuda raksasa tersebut.

Dihadapan Sultan Banten, ia menyanggupi untuk membunuh Garuda raksasa dalam waktu yang tidak lama. Masih menurut KH. Syihabudin proses membunuh Garuda raksasa tersebut tidak lebih dari 2 minggu, karena tubuh Ki Buyut Wangsa mensengaja untuk dicengkram kaki Garuda untuk kemudian satu persatu jari-jari kaki burung raksasa itu dipotong oleh alat tajam yang dibawanya.

Dalam waktu yang bersamaan setelah anggota tubuh burung raksasa terpotong-potong oleh tangan Ki Buyut Wangsa, akhirnya burung tersebut jatuh di lapangan dekat keraton Surosowan. Maka sultan Banten ( menurut pitutur bahwa yang dimaksud adalah Kanjeng Maulana Hasanuddin ) atas kejadian itu sang sultan menunaikan janjinya untuk memberikan wilayah tertentu kepada Ki Buyut Wangsa.

Ki Buyut Wangsa, ini ternyata berasal dari Gujarat India yang punya peran dalam penyebaran Islam di wilayah Banten bagian Utara, nama Wangsa dikisahkan hasil gelar dari sang sultan karena ia bernama asli Wasi’uddin, orang Gujarat India yang datang di saat berlangsungnya dakwah Islam di bekas wilayah kekuasaan kerajaan Pajajaran.

Adalah Pijnapel, seorang ilmuwan dari Universitas Leiden, Belanda. Menurutnya Islam dibawa ke Indonesia sejak awal abad ke 13 Masehi oleh pedagang asal Gujarat, India Barat. Menurut Pijnapel, masuknya Islam ke Nusantara didasarkan pada hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan pedagang Gujarat yang datang lewat jalur Indonesia-Cambay-Timur-Tengah-Eropa.

Teori Gujarat ini didukung oleh ilmuwan Belanda lain yaitu Snouck Hurgronje yang mengatakan hubungan dagang Nusantara dengan pedagang Gujarat sudah berlangsung lebih awal, bahkan sebelum orang-orang Arab datang.

Dari riwayat ini kita bisa memetik maknanya bahwa orang Gujarat punya kontribusi besar dalam proses penyebaran Islam di wilayah Nusantara di abad 13 hingga abad 16 Masehi. Sekaligus makna kepahlawanan dalam upaya menyelamatkan nyawa manusia dari keganasan Garuda raksasa.

KHM. Hamdan Suhaemi, Wakil Ketua PW GP Ansor Banten, Ketua PW Rijalul Ansor Banten, Sekretaris komisi Haub MUI Banten, dan Sekretaris Tsani Idaroh wustho Jam’iyah Ahlith Thoriqah Mu’tabaroh An-Nahdliyah Jatman Banten.

Tags: GujaratIndiaKH. Syihabudin HasanKHM Hamdan Suhaemi
Share206Tweet129SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

PNIB Sebut Perang India Pakistan Akibat Adu Domba Asing, Jangan Sampai Terjadi di Indonesia
Nasional

PNIB Sebut Perang India Pakistan Akibat Adu Domba Asing, Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

by liputan9news
May 17, 2025
0

Jakarta | LIPUTAN9NEWS - Perang terbuka India dan Pakistan menjadi babak baru konflik Internasional di Asia. Kedua negara yang sebelumnya...

Read more
Hamdan Suhaemi

Kritik Ontologis Atas Sebutan Negeri Konoha

January 31, 2025
Dari Nol Hingga Sepuluh, Nalar Peradaban Indonesia

Dari Nol Hingga Sepuluh, Nalar Peradaban Indonesia

July 26, 2023
Pribumi Melawan Belenggu

Pribumi Melawan Belenggu

July 12, 2023
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In