• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Abad Kedua NU: Mengakhiri Era “Klaim” dan Memulai Era Baru dengan Kedaulatan Data

February 19, 2026

Khutbah Jumat: Puasa Sebagai Media Pembersihan Hati (Tazkiyatun Nafs)

February 20, 2026
Menag Nasaruddin Umar

ICW Sinyalir Dugaan Gratifikasi Penggunaan Jet Pribadi oleh Menteri Agama

February 20, 2026
Launching Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa

Launching Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa

February 19, 2026
BEM PTNU Yogyakarta Tegaskan Dukungan Supaya Polri Tetap di Bawah Presiden

BEM PTNU Yogyakarta Tegaskan Dukungan Supaya Polri Tetap di Bawah Presiden

February 19, 2026
Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal)

Reformasi Birokrasi Polri yang Paling Pokok adalah Menjadikan Propam Independen Mengawasi Polri Layaknya Military Police

February 19, 2026
Nasaruddin Umar

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi Fasilitas Jet Pribadi dari OSO untuk Nasaruddin Umar

February 19, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Pahami Fiqih Puasa, Jaga Keabsahannya

February 19, 2026
Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I., Ketua Program Studi dan Dosen PAI-BSI (Pendidikan Agama Islam-Berbasis Studi Interdisipliner) Pascasarjana IAI Al-Khoziny Sidoarjo; Dosen PAI-Terapan Poltek Pelayaran Surabaya; Pengurus Lembaga Takmir Masjid PCNU Sidoarjo; Ketua Lembaga Dakwah MWCNU Krembung.

Bolehkah Niat Puasa Sekali untuk Sebulan?

February 19, 2026
Keluarga Besar Al-Khairat Siap Gelar Haul ke-58 Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, Muchsin Bin Al Habsyi Diamanahkan Jadi Ketua Panitia

Keluarga Besar Al-Khairat Siap Gelar Haul ke-58 Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, Muchsin Bin Al Habsyi Diamanahkan Jadi Ketua Panitia

February 19, 2026
KH Luthfi Hakm

Jakarta Berterima Kasih Kepada Kiai Lutfi Hakim, Mujadid Ke-Betawian

February 19, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, February 20, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Abad Kedua NU: Mengakhiri Era “Klaim” dan Memulai Era Baru dengan Kedaulatan Data

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
February 19, 2026
in Opini
A A
0
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015. (Foto: Dok. Kiai Imjaz/MSN)

505
SHARES
1.4k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Memasuki abad kedua, Nahdlatul Ulama (NU) dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks daripada sekadar menjaga tradisi. Di tengah arus digitalisasi global, sebuah organisasi besar tidak lagi bisa hanya bersandar pada narasi kebesaran jumlah atau “klaim” emosional.

Karena itu, NU perlu melakukan refleksi kritis: benarkah NU sebesar yang kita katakan? Anggotanya lebih dari seratus tiga puluh juta? Atau jangan-jangan, kita sedang terjebak dalam halusinasi statistik? Selama ini, basis data NU—terutama mengenai jumlah pesantren, sekolahan dibawah LP Ma’arif, Madrasah Diniyah dan masjid—seringkali hanya menjadi pengekor data EMIS (Education Management Information System) milik Kementerian Agama.

Secara metodologis hal tersebut adalah kelemahan fatal. Data pemerintah seringkali bersifat administratif statis, bukan sosiologis dinamis. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan anomali yang memprihatinkan. Misalnya, untuk kasus banyak pesantren dalam sistem tercatat memiliki jumlah santri yang sama (misal: 50 orang) selama satu dekade. Ini mustahil secara demografis.

Kemudian, ada lembaga yang diklaim sebagai “Pesantren”, namun setelah diverifikasi hanya berupa rumah tinggal yang sesekali punya jadwal untuk belajar Iqro atau Rumah Tahfidz tanpa kurikulum kitab kuning yang menjadi ciri khas NU. Selain itu, ditemukan lembaga “hantu”, banyak nama lembaga yang masih tercatat dalam sistem namun secara fisik sudah bubar atau berganti fungsi.

BeritaTerkait:

Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

Menagih Khidmah Akademik: Menggugat Paradoks Kuantitas dan Kualitas Kampus Nahdlatul Ulama

Tajdid Ekologis NU: Menggagas Teologi Lingkungan untuk Keselamatan Bumi

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

Kegagalan akurasi data ini bukan sekadar masalah teknis administrasi, melainkan hambatan strategis. Bagaimana PBNU atau RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) bisa melakukan konsolidasi, sosialisasi program, atau distribusi anggaran secara adil jika “peta” yang digunakan salah? Tanpa data akurat, alokasi sumber daya menjadi salah sasaran, dan pendampingan terhadap warga menjadi tidak efektif.

Data sebagai Ujung Tombak

Dalam teori manajemen organisasi modern, data bukan hanya sekadar angka, melainkan aset strategis. Max Weber dalam teori birokrasinya menekankan bahwa administrasi yang rasional dan berbasis data adalah syarat mutlak bagi organisasi untuk bergerak maju dan profesional.

Jika NU ingin menjadi organisasi yang mendunia (go global), maka ia harus menerapkan prinsip Evidence-Based Policy (Kebijakan Berbasis Bukti). Tanpa data faktual, akuntabilitas publik diragukan, akibatnya stakeholder dan negara akan sulit menaruh kepercayaan penuh. Dampak serius lainnya, perencanaan bisa gagal. Sebab program kerja hanya akan menjadi “proyek” yang tidak menyentuh akar rumput.

Organisasi profesional bertumpu pada validitas data. Tanpa data riil, NU sulit bertransformasi menjadi organisasi modern. Karena itu, NU tidak boleh lagi menjadi “penyontek” data pihak lain. NU memiliki struktur organisasi yang paling lengkap di Indonesia, mulai dari PBNU hingga tingkat Ranting dan Anak Ranting. Inilah modal sosial yang tidak dimiliki organisasi lain.

Solusi dan Langkah Taktis

Dalam menghadapi tantangan modernisasi dan era digital, pengelolaan data menjadi krusial bagi masa depan NU agar menjadi organisasi yang berbasis data (data-driven organization). Digitalisasi data, seperti sensus warga nahdliyin dan database kelembagaan, sangat penting untuk efisiensi pengambilan keputusan, efektivitas kaderisasi, serta pemetaan kebutuhan pelayanan yang lebih akurat.

Pengelolaan data yang terintegrasi memungkinkan NU untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, menjaga persatuan, dan memperkuat peran sosial-keagamaan di tengah perubahan zaman. Karena itu butuh langkah kongkrit, setidaknya tiga hal sebagai berikut:

Pertama; perlunya verifikasi akar rumput (bottom-up data). PBNU bersama RMI, LP Ma’arif, dan LTNU harus menggerakkan pengurus tingkat desa (Ranting) untuk melakukan sensus mandiri. Mereka adalah saksi mata yang tahu mana pesantren yang masih aktif, mana yang bertumbuh, dan mana yang tinggal nama.

Kedua; optimalisasi Digdaya NU. Lebih dari sekadar persuratan. Sistem Digdaya NU yang sudah ada tidak boleh hanya berhenti pada urusan surat-menyurat birokrasi. Platform ini harus ditransformasikan menjadi Big Data NU. Integrasi data anggota (Siska/Kartanu).
Pemetaan spasial (GIS) masjid, sekolah, dan majelis taklim, hingga dashboard perkembangan ekonomi warga.

Ketiga; perlunya pembentukan Tim Satgas Data. PBNU bersama RMI perlu membentuk tim khusus yang terdiri dari para ahli statistik, sosiolog, dan pakar IT untuk memverifikasi data lapangan secara ilmiah agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan di hadapan publik dan negara.

Organisasi yang besar di abad kedua bukan lagi organisasi yang paling keras suaranya dalam mengklaim massa, melainkan organisasi yang paling rapi dalam administrasinya dan paling akurat dalam datanya.

Pentingnya data bagi Nahdlatul Ulama (NU) ke depan, terutama memasuki abad kedua organisasi, sangat krusial untuk transformasi digital, modernisasi manajemen, dan pemberdayaan jamaah. Data tidak lagi hanya sekadar administratif, melainkan menjadi dasar pengambilan keputusan strategis (data-driven policy).

Secara keseluruhan, data adalah kunci utama bagi NU untuk bertransformasi dari sekadar komunitas jamaah menjadi kekuatan jam’iyyah (organisasi) modern yang berdaya saing di abad kedua. Jadi siapapun nahkoda NU, program datanisasi dan penyelesaian adminitrasi ini adalah prioritas.

Sebab kedaulatan data adalah bentuk kejujuran intelektual. Jika NU berani melakukan verifikasi pahit di lapangan hari ini, maka NU sedang menyiapkan fondasi yang kokoh untuk memimpin peradaban di masa depan. Data adalah harga diri organisasi. Wallahu’alam bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

Tags: Abad Kedua NUDataEraImam JazuliKedaulatan DataKlaimNahdlatul UlamaNU
Share202Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35
Opini

Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

by liputan9news
February 19, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Menjelang Muktamar NU ke-35, diskursus mengenai kepemimpinan masa depan organisasi Islam terbesar di dunia ini mulai menghangat....

Read more
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

Menagih Khidmah Akademik: Menggugat Paradoks Kuantitas dan Kualitas Kampus Nahdlatul Ulama

February 17, 2026
Imam Jazuli

Tajdid Ekologis NU: Menggagas Teologi Lingkungan untuk Keselamatan Bumi

February 15, 2026
Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

February 14, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2527
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143

Khutbah Jumat: Puasa Sebagai Media Pembersihan Hati (Tazkiyatun Nafs)

February 20, 2026
Menag Nasaruddin Umar

ICW Sinyalir Dugaan Gratifikasi Penggunaan Jet Pribadi oleh Menteri Agama

February 20, 2026
Launching Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa

Launching Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa

February 19, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In