• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

Menagih Khidmah Akademik: Menggugat Paradoks Kuantitas dan Kualitas Kampus Nahdlatul Ulama

March 2, 2026
Labuan Bajo Bergejolak ! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

Labuan Bajo Bergejolak! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

June 2, 2026
Yusuf mars

Jika Kiai Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU, Nasib Gus Yahya Game Over?

June 2, 2026
Warga NU Gelar Mubes di Yogyakarta, Desak PBNU Kembali ke Khittah

Warga NU Gelar Mubes di Yogyakarta, Desak PBNU Kembali ke Khittah

June 1, 2026
Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

June 1, 2026
PNIB: Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ideologi Bangsa Penjaga dari serangan Ideologi Khilafah Terorisme yang Bukan Omon-Omon

PNIB: Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ideologi Bangsa Penjaga dari serangan Ideologi Khilafah Terorisme yang Bukan Omon-Omon

June 1, 2026
Tim Musyrif Diny, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh saat berada di Arafah. (Foto: Istimewa/MSN)

Prof Niam Tegaskan Qurban Presiden dari Banpres Tak Perlu Diperdebatkan

June 1, 2026
Gus Maftuh dan Gus Muwafiq Dukung Cak Imin Pimpin PBNU, Serukan Reformasi Kembali ke Khittah 1926, Deklarasikan FPGM

Gus Maftuh dan Gus Muwafiq Dukung Cak Imin Pimpin PBNU, Serukan Reformasi Kembali ke Khittah 1926, Deklarasikan FPGM

May 31, 2026
Aguk Irawan MN: Muktamar NU Harus Mengurai Semua Masalah Internal dan Teguhkan kembali NU sebagai Kekuatan Civil Society

Aguk Irawan MN: Muktamar NU Harus Mengurai Semua Masalah Internal dan Teguhkan kembali NU sebagai Kekuatan Civil Society

May 31, 2026
Musyrif Diny Kemenhaj KH Misbahul Munir: Output Ibadah Haji Umat Islam lebih Toleran terhadap Perbedaan

Musyrif Diny Kemenhaj, KH Misbahul Munir: Output Ibadah Haji Umat Islam lebih Toleran terhadap Perbedaan

May 31, 2026
Gus Muwafiq: NU Harus Teguhkan Kembali Sebagai Jangkarnya Indonesia

Gus Muwafiq: NU Harus Teguhkan Kembali Sebagai Jangkarnya Indonesia

May 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, June 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menagih Khidmah Akademik: Menggugat Paradoks Kuantitas dan Kualitas Kampus Nahdlatul Ulama

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
March 2, 2026
in Opini
A A
0
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

548
SHARES
1.6k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Nahdlatul Ulama (NU) secara statistik adalah raksasa. Dengan data Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) yang mencatat antara 183 hingga 274 lembaga—mulai dari universitas hingga akademi—NU secara kuantitatif telah memenangkan pertarungan akses pendidikan.

Namun, di balik angka-angka mentereng tersebut, tersimpan sebuah ironi yang menyesakkan dada: banyaknya jumlah kampus belum berbanding lurus dengan kualitas SDM yang mampu menjawab tantangan zaman. Kita sedang menghadapi inflasi kelembagaan namun mengalami defisit substansi.

Masalah paling akut dalam tubuh Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) adalah persoalan kepemilikan dan profesionalisme. Meski membawa label “NU”, faktanya banyak kampus yang secara de facto dikelola layaknya aset keluarga atau perorangan. Bahkan, yayasan-yayasan lokal seringkali terjebak dalam manajemen tradisional yang tertutup, nepotistik, dan jauh dari standar Good University Governance.

Akibatnya, regenerasi kepemimpinan kampus bukan berdasarkan meritokrasi, melainkan garis keturunan atau kedekatan emosional. Dampaknya sistemik: dana sulit dikelola secara transparan, inovasi tersumbat, dan kampus hanya menjadi sekadar tempat “kursus mendapatkan ijazah” ketimbang pusat keunggulan intelektual. Jika kondisi ini dibiarkan, PTNU hanya akan menjadi beban sejarah ketimbang mesin penggerak peradaban.

BeritaTerkait:

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

Tingkatkan Wawasan Global, Pesantren Bina Insan Mulia Berangkatkan 17 Santri ke New Zealand

Siklus 100 Tahun PBNU (Perkumisan Besar Nahdlatul Ulama)

Menjemput Takdir Sejarah: Sinyal Kuat Cirebon sebagai Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

Secara reflektif, kita harus berani bertanya: Mengapa NU masih mengalami krisis tenaga medis, dokter, insinyur, dan pakar bisnis di tengah ratusan kampus yang dimilikinya? Data lapangan menunjukkan mayoritas PTNU masih “nyaman” membuka jurusan-jurusan ilmu sosial dan keagamaan yang berbiaya operasional rendah.

Padahal, kebutuhan mendesak bangsa hari ini adalah kedaulatan kesehatan, ketahanan pangan (teknologi pertanian), dan transformasi digital (saintis). Bagaimana mungkin kita berharap NU bisa mewarnai kebijakan negara jika kita tidak memiliki suplai teknokrat yang memadai? Ketiadaan fakultas kedokteran, teknik unggulan, dan sekolah bisnis bertaraf nasional di mayoritas PTNU menunjukkan adanya jurang pemisah antara realitas kebutuhan zaman dengan visi pendidikan NU.

NU sedang krisis, bukan dalam jumlah jamaah, tapi dalam jumlah intelektual teknis. Kampus UNU mestinya menjadi ujung tombak jawaban atas tantangan zaman (digitalisasi, teknologi medis). Keberhasilan UNUSA (Surabaya) dan Universitas kultur NU, yaitu Alma Ata (Yogyakarta) yang fokus pada kesehatan adalah pengecualian, bukan aturan. Sebagian besar lainnya masih berjuang mengatasi akreditasi minim.

Akuisisi dan Integrasi

Solusi atas krisis ini tidak bisa lagi sekadar imbauan atau moratorium. PBNU melalui LPTNU harus melakukan langkah radikal. Pertama, perlunya sentralisasi dan akuisisi strategis: PBNU harus segera menertibkan status hukum yayasan-yayasan lokal. Kampus-kampus yang membawa nama NU wajib diakuisisi secara legal dan manajerial agar tunduk pada satu Roadmap besar kebutuhan organisasi. Tidak boleh ada lagi kampus NU yang berjalan sendiri tanpa arah (disorientasi).

Kedua, radikalisasi kurikulum saintifik: Segera buka kran kerja sama dengan stakeholder global untuk mendirikan jurusan-jurusan eksakta, medis, dan bisnis. Kita tidak butuh seribu sarjana yang sama; kita butuh satu fakultas kedokteran atau teknik yang mampu melahirkan inovator kelas dunia.

Ketiga, rekrutmen profesional. Pengelola kampus harus diambil dari tenaga profesional, bukan sekadar “titipan” pengurus. Mendatangkan dosen tamu dari praktisi industri dan peneliti internasional adalah keharusan, bukan opsi.

Kampus NU bukan sekadar simbol kebesaran jumlah warga (jamaah), melainkan harus menjadi kawah candradimuka bagi terciptanya pemimpin masa depan (jam’iyyah). Menata kembali PTNU adalah bentuk khidmah tertinggi kita kepada umat dan negara.

Karena itu, Fakultas dan Jurusan yang mendesak ada di PTNU dan harus ditambah kuantitasnya, diantaranya adalah Fakultas Medis dan Kesehatan. Meliputi; Jurusan Kedokteran (Umum & Spesialis), Keperawatan & Kebidanan, Ahli Gizi (Nutrisi dan Dietetika), Farmasi/Apoteker, Teknik Laboratorium Medis (Analis Kesehatan), Teknik Radiologi dan Manajemen Rumah Sakit/Kesehatan Masyarakat.

Kemudian Fakultas Sains, Teknologi, & Teknik (Engineering). Meliputi; Jurusan Teknik Komputer/Informatika/Sains Data, Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Teknik Pertanian dan Biomedik (Biomedical Engineering, lalu Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan berbagai varian jurusannya.

Keberadaan kampus NU di masa depan tidak bisa hanya mengandalkan “barokah” kiai. Ia harus berakar pada nilai pesantren (Aswaja) namun berdaun pada teknologi modern. Jika tidak segera berbenah, kampus-kampus NU akan menjadi fosil, ditinggalkan zaman, dan PBNU hanya akan mengelola “kantor” bukan “pusat keunggulan.”

Saatnya menjadikan PTNU sebagai “kawah candradimuka” intelektual NU yang moderat, ahli dalam ilmu agama, dan mumpuni dalam saintek. Hanya dengan cara inilah NU benar-benar bisa “Melawan Ketertinggalan Pendidikan”. Jika tidak sekarang melakukan lompatan besar, ratusan kampus itu hanya akan menjadi monumen masa lalu yang gagal menyongsong masa depan. Wallahu’alam bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Imam JazuliKampus Nahdlatul UlamaKhidmah AkademikKuantitasMenagihMenggugatParadoks
Share219Tweet137SendShare
KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

BeritaTerkait

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi
Nasional

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

by liputan9news
June 1, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Masa depan pesantren tidak ditentukan oleh besarnya tantangan, melainkan oleh keberanian untuk berubah. Ketika pesantren mampu mengelola...

Read more
Tingkatkan Wawasan Global, Pesantren Bina Insan Mulia Berangkatkan 17 Santri ke New Zealand

Tingkatkan Wawasan Global, Pesantren Bina Insan Mulia Berangkatkan 17 Santri ke New Zealand

May 30, 2026
Siklus 100 Tahun PBNU (Perkumisan Besar Nahdlatul Ulama)

Siklus 100 Tahun PBNU (Perkumisan Besar Nahdlatul Ulama)

May 30, 2026
Menjemput Takdir Sejarah: Sinyal Kuat Cirebon sebagai Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

Menjemput Takdir Sejarah: Sinyal Kuat Cirebon sebagai Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

May 29, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2575
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Labuan Bajo Bergejolak ! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

Labuan Bajo Bergejolak! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

June 2, 2026
Yusuf mars

Jika Kiai Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU, Nasib Gus Yahya Game Over?

June 2, 2026
Warga NU Gelar Mubes di Yogyakarta, Desak PBNU Kembali ke Khittah

Warga NU Gelar Mubes di Yogyakarta, Desak PBNU Kembali ke Khittah

June 1, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In