• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

March 2, 2026
Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

April 18, 2026
FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

April 18, 2026
Ahmad Tomy Wijaya, Koordinator Pusat BEM Pesantren

Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, BEM Pesantren Seluruh Indonesia Serukan Klarifikasi dan Edukasi Publik Demi Kerukunan Umat

April 18, 2026
Foto: ILustrasi

PNIB Soroti OTT Bupati Tulungagung dan Kepala Daerah lainya: Miskinkan Koruptor Tanpa Syarat

April 18, 2026
Ramadhan Isa, Koordinator Nasional Poros Muda NU (Foto: Dok.PMNU)

Poros Muda NU Sambut Positif Ikhtiar Gus Salam Maju Calon Ketua Umum PBNU

April 17, 2026
Konferensi pers Tim Advokat Pembela Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024, di Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4/2026). (Foto: Ibriza/Tribunnews)

Pengacara Bantah Yaqut Beri Uang ke Anggota DPR RI

April 16, 2026
Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan (Foto: Pinterest)

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan

April 16, 2026
Ketua Forum Persatuan Islam Indonesia (FPII) Muhammad Fathur Rozaq, menyikapi pernyataan Jusuf Kalla

Forum Persatuan Islam Indonesia Akan Tempuh Jalur Hukum demi Stabilitas Umat Beragama

April 16, 2026
Mellisa Anggraini, Pengacara mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Ist/MSN)

Kuasa Hukum Yaqut Cholil Qoumas Katakan Pembagian Kuota Haji Sesuai Aturan

April 16, 2026
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil Yang Dibelokkan (Foto: newsky.id/MSN)

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil Yang Dibelokkan

April 16, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, April 20, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

Oleh: KH Imam Jazuli, Lc., .MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
March 2, 2026
in Opini
A A
0
Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35 (Foto: Dokpri/Kiai Imjaz)

541
SHARES
1.5k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Menjelang Muktamar NU ke-35, diskursus mengenai kepemimpinan masa depan organisasi Islam terbesar di dunia ini mulai menghangat. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks—mulai dari pergeseran geopolitik global hingga transformasi digital—NU membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki akar silsilah yang kuat, tetapi juga kecakapan manajerial yang mumpuni.

Drs. H. Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, muncul sebagai figur sentral yang dinilai banyak pihak memenuhi kriteria “Pemimpin Transformatif” bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Kombinasi pengalaman di pemerintahan, perannya sebagai Sekjen PBNU, serta posisinya sebagai representasi kultural pesantren, menjadikan Gus Ipul memiliki kualifikasi unik untuk mengawal NU ke depan. Berikut adalah 9 alasan kuat mengapa Gus Ipul layak memimpin NU ke depan:

Pertama: Kemampuan manajerial dan Plpengalaman birokrasi. Berbeda dengan struktur organisasi tradisional, NU saat ini mengelola aset yang masif, mulai dari lembaga pendidikan hingga fasilitas kesehatan. Pengalaman Gus Ipul sebagai Menteri, Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode, hingga Wali Kota Pasuruan, memberikan bekal tata kelola (governance) yang profesional. Ia tahu cara menggerakkan roda organisasi secara efisien dan akuntabel.

BeritaTerkait:

Poros Muda NU Sambut Positif Ikhtiar Gus Salam Maju Calon Ketua Umum PBNU

Tokoh Muda Nahdliyin Sebut NU Bukan Komoditas, Muktamar Harus Steril dari Mainan Aktor Politik

Ra Mamak Pengasuh Ponpes Annuqayah Nikahi Inayah Wahid Putri Gus Dur

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Kedua: Penjembatan antar generasi (bridging the gap). Gus Ipul memiliki kemampuan unik untuk berkomunikasi dengan para Kiai Sepuh (Mustasyar) sekaligus merangkul kaum milenial dan Gen-Z di tubuh NU. Sebagai mantan Ketua Umum GP Ansor, ia memahami psikologi gerakan pemuda, namun tetap menjunjung tinggi nilai tawadhu’ kepada para guru dan ulama.

Kekuatan kultural ini juga memungkinkannya menjembatani kiai-kiai di jajaran Syuriyah dengan pengurus struktural di Tanfidziyah, menciptakan harmoni yang diperlukan dalam pengambilan keputusan tertinggi.

Ketiga: Jaringan lintas sektoral yang luas. Kepemimpinan NU ke depan membutuhkan akses luas ke tingkat nasional maupun internasional. Gus Ipul memiliki kedekatan dengan berbagai elemen bangsa: pemerintah, pengusaha, hingga aktivis lintas agama. Jaringan ini krusial untuk memperkuat posisi tawar NU dalam kebijakan publik dan diplomasi kemanusiaan.

Keempat: Visi kemandirian ekonomi jam’iyah. Salah satu tantangan besar NU adalah kemandirian ekonomi. Gus Ipul sering menekankan pentingnya penguatan ekonomi warga (Nahdliyin). Dengan latar belakangnya, ia diprediksi mampu mengorkestrasi potensi ekonomi NU yang selama ini masih tercecer menjadi kekuatan korporasi sosial yang solid.

Kelima: Komitmen terhadap moderasi beragama (wasathiyah).Di tengah arus polarisasi ideologi, Gus Ipul adalah sosok yang konsisten mengawal moderasi beragama. Ia memahami betul bagaimana menerjemahkan konsep Islam Nusantara ke dalam aksi nyata yang dapat diterima oleh masyarakat luas tanpa menghilangkan substansi nilai-nilai Aswaja. NU tidak hanya butuh sosok yang alim secara keilmuan, tapi juga cekatan dalam pengabdian (khidmah) dan paham peta politik serta ekonomi global..

Keenam: Pengalaman panjang di struktur PBNU. Gus Ipul bukanlah “orang baru” atau penumpang gelap di NU. Dedikasinya dimulai dari tingkat bawah hingga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU. Pemahaman mendalamnya terhadap AD/ART dan kultur internal organisasi memungkinkannya untuk melakukan reformasi birokrasi tanpa menimbulkan kegaduhan.

Ketujuh: Kepekaan sosial dan kedekatan dengan akar rumput. Meskipun sering berada di lingkaran kekuasaan, Gus Ipul dikenal sebagai pejabat yang low profile dan mudah ditemui oleh warga biasa. Gaya komunikasi yang egaliter ini sangat dibutuhkan untuk memastikan aspirasi dari pengurus tingkat Cabang (PCNU) hingga Ranting benar-benar terdengar di tingkat Pusat.

Kedelapan: Kemampuan mitigasi konflik. Dunia organisasi tidak lepas dari perbedaan pendapat. Gus Ipul dikenal sebagai sosok “komunikator ulung” yang mampu mendinginkan suasana. Kemampuannya melakukan lobi-lobi persuasif sangat penting untuk menjaga soliditas internal NU agar tidak mudah terpecah oleh kepentingan politik praktis.

Kesembilan: Adaptasi terhadap transformas diigital. Gus Ipul menyadari bahwa NU harus bertransformasi secara digital. Ia mendorong digitalisasi data keanggotaan dan pemanfaatan teknologi untuk dakwah serta pendidikan. Kepemimpinannya diharapkan mampu membawa NU menjadi organisasi yang relevan di era industri 4.0.

Kesepuluh: Akar kultural dan sanad keilmuan yang kuat. Gus Ipul bukanlah sosok yang “tiba-tiba” ada di NU. Ia lahir dan tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kental, sebagai keponakan dari KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan dididik di Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang. Sanad keilmuan dan kultural ini penting dalam NU, karena pemimpin NU harus memahami tradisi Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) secara mendalam.

Momentum Kuktamar ke-35

Muktamar ke-35 bukan sekadar ajang pergantian kursi kepemimpinan, melainkan momentum bagi NU untuk melakukan lompatan besar. Dengan rekam jejak sebagai aktivis organisasi, nasab (garis keturunan), sanad (keilmuan/organisasi), dan pengalaman profesional, politisi, birokrat, dan pengurus inti PBNU, Gus Ipul memiliki paket lengkap. Ia mampu mengombinasikan tradisi kultural pesantren dengan manajemen modern.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Gus Ipul layak memimpin NU untuk membawa organisasi ini semakin mandiri, moderat, dan berdampak positif bagi bangsa dan negara. Ia adalah jawaban atas kebutuhan NU akan pemimpin yang mampu menjaga tradisi sekaligus melakukan inovasi.

Maka, menyerahkan tonggak kepemimpinan kepada sosok yang “matang” dan memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang adalah langkah strategis untuk membawa NU menuju satu abad kedua yang lebih gemilang. Wallahu’lam bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Gus IpulImam JazuliMuktamar Ke-35 NUNahdlatul UlamaNUPBNU
Share216Tweet135SendShare
KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

BeritaTerkait

Ramadhan Isa, Koordinator Nasional Poros Muda NU (Foto: Dok.PMNU)
Nasional

Poros Muda NU Sambut Positif Ikhtiar Gus Salam Maju Calon Ketua Umum PBNU

by Moh. Faisal Asadi
April 17, 2026
0

SURABAYA | LIPUTAN9NEWS KH. Abdussalam Sohib cucu pendiri NU, KH. Bisri Syansuri sudah menyatakan kesiapan maju sebagai calon ketua umum...

Read more
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur Bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar

Tokoh Muda Nahdliyin Sebut NU Bukan Komoditas, Muktamar Harus Steril dari Mainan Aktor Politik

April 15, 2026
Dr. KH. Shalahuddin A Warits Ilyas Pengasuh Ponpes Anuuqayah

Ra Mamak Pengasuh Ponpes Annuqayah Nikahi Inayah Wahid Putri Gus Dur

April 7, 2026
Muhamad Didi Rosadi, Ketua Umum Forkom Jurnalis Nahdliyin, Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

April 6, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2551
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

April 18, 2026
FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

April 18, 2026
Ahmad Tomy Wijaya, Koordinator Pusat BEM Pesantren

Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, BEM Pesantren Seluruh Indonesia Serukan Klarifikasi dan Edukasi Publik Demi Kerukunan Umat

April 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In