• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Abu Bakar asy-Syibli, Sufi Yang Berdakwah di Tengah Penguasa Zalim

September 11, 2023
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

Abu Bakar asy-Syibli, Sufi Yang Berdakwah di Tengah Penguasa Zalim

Oleh: KH. Imam Jazuli Lc, MA

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
September 11, 2023
in Tasawuf
A A
0
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

506
SHARES
1.4k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Abad 9-10 Masehi, Dunia Islam memang diberkahi oleh lahirnya para Sufi Timur Tengah, baik yang tinggal maupun yang berkiprah di Baghdad. Era ini adalah era kekuasaan Daulah Abbasiah. Setelah Junaid al-Baghdadi dan Hasan al-Bashri, kita mengenal pula sosok Sufi besar, Abu Bakar Dalf bin Ja’far asy-Syibli (247-334 H./861-945 M.). Seperti Abu Manshur al-Hallaj yang berasal dari Persia dan tinggal di Baghdad, Asy-Syibli berasal dari Turki dan juga menetap di Baghdad.

Namun, Asy-Syibli berbeda dibanding para Sufi yang sezaman dengan dirinya dalam satu hal; kedekatan dengan khalifah. Asy-Syibli tumbuh berkembang bersama anak-anak para amir dan wazir, dan ia juga bekerja di lingkungan istana khalifah. Ada banyak perilaku zalim dan intrik-intrik buruk di kalangan para hakim istana yang disaksikan langsung dan menyakiti hati Asy-Syibli. Lingkungan hidupnya yang kental nuansa politik tersebut menjadi faktor pendorong ketertarikannya pada dunia sufistik.

Berbeda dengan al-Hallaj yang melawan secara frontal terhadap kekuasaan yang zalim, Abu Bakar asy-Syibli menempuh strategi yang lebih halus. Ia menampilkan dirinya sebagai orang yang gila, hilang akal, dan ngomong yang tidak mudah dipahami oleh orang pada umumnya. Misalnya, ia selalu membakar makanannya, mencabik-cabik pakaiannya sendiri, sehingga para sahabatnya menghujat dan menyebutnya gila. Asy-Syibli berkata: “kegilaanku menyelamatkanku, tapi kecerdasan akal al-Hallaj mencelakan dirinya sendiri” (“Muqaddimah fi al-Syi’ri al-Shufi,” Majallah al-Mawrad, (1970), No., 102/19).

BeritaTerkait:

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

Berpura-pura gila agar dituduh sebagai orang gila adalah strategi Asy-Syibli agar ia bisa mengundurkan diri dari pekerjaannya di Istana. Hal ini adalah pelajaran yang sangat sulit untuk kita lakukan di era sekarang. Banyak orang yang sebelumnya baik dan membela rakyat, ketika masuk menjadi bagian dari penguasa, ia pun kehilangan idealismenya saat masih sebagai aktivis. Pada gilirannya, ia menjadi penjilat penguasa agar tetap mendapat pekerjaan di istana.

Perjumpaan Asy-Syibli dan Al-Hallaj ini populer tercatat dalam banyak kitab. Asy-Syibli menceritakan perjumpaan dirinya dengan al-Hallaj, ketika al-Hallaj sedang digantung di tiang salib dengan tangan dan kaki yang dipotong. “Apa arti tasawuf, wahai al-Hallaj?” tanya Asy-Syibli. “tasawuf adalah apa yang engkau lihat sekarang ini,” jawab al-Hallaj (Nuruddin Abdus Salam, Al-Haqiqah wa al-Syari’ah fi al-Fikr al-Shufi, 2004: 67).

Pengaruh al-Hallaj sangat besar pada pemikiran Asy-Syibli, terutama dalam hal pemikiran menyikapi politik penguasa. Walaupun Asy-Syibli sebelumnya sudah pernah menghalangi Al-Hallaj dalam bersikap frontal pada penguasa. Tetapi, al-Hallaj memilih jalan frontal dan asy-Syibli memilih cara yang lebih halus; berpura-pura gila agar bisa keluar dari lingkungan korup istana. Asy-Syibli yang tumbuh di lingkungan istana sejak awal tahu bahwa dampak politik yang zalim sangat berhaya pada para oposan di luar istana.

Setelah melihat dampak politik zalim terhadap al-Hallaj itu, Asy-Syibli mengatakan: “aku dan Abu Manshur al-Hallaj adalah orang yang sama. Namun, dia menampakkan sikapnya dan aku menyembunyikannya,” (Muhammad bin Abdul Majid, Ikhwan al-Shafa wa at-Tauhid al-Ulwa, Dar Ara’ li al-Tsaqafah wa al-Kutub, 1999: 151). Dengan memilih bersembunyi, Asy-Syibli pun berpura-pura gila dan mengundurkan diri dari pekerjaannya di lingkungan istana.

Setelah merasa yakin bahwa para sahabatnya menganggapnya gila, Asy-Syibli mengundurkan diri dari pekerjaannya melayani para khalifah. Tuduhan gila dari orang-orang di lingkungannya itu membuat hati Asy-Syibli bahagia, karena sebentar lagi dia punya alasan untuk berhenti. Baginya, hidup di lingkungan yang zalim adalah siksaan, bukan kebahagiaan yang menyelamatkannya di dunia maupun akhirat nanti.

Namun, Imam Junaid al-Baghdadi, sahabat dekatnya, tidak setuju dengan keputusan Asy-Syibli. Junaid pun akhirnya meminta Asy-Syibli untuk kembali bekerja di istana khalifah dan memitanya agar berpikir keras bagaimana caranya umat manusia menjadi ridha. Setidaknya, agar orang-orang istana bisa menerimanya kembali.

Karena desakan dari Junaik al-Baghdadi, dan untuk memenuhi permintaan sang sahabat itu, Asy-Syibli pun kembali bekerja di istana. Dalam rangka menjaga diri dari godaan dosa di istana, ia menjalankan suluk sufistik secara tekun, keras, dengan bermazhab Malikiah. Hanya jalan Sufistik sajalah yang mampu mencegah hati manusia dari tergoda dosa-dosa yang bersiliweran di istana. Dan kita sebagai umat muslim akhir zaman mendapatkan banyak pelajaran dari perjalanan hidup spiritual dan politik asy-Syibli.

Perminaan Junaid al-Baghdadi sangat tepat. Betapa buruknya kekuasaan para khalifah tidak boleh sepenuhnya ditinggalkan. Sebab, jika bukan seorang sufi yang mampu menahan diri dari terjerumus ke dalam jurang politik yang kotor, lantas siapa lagi yang akan berdakwah di lingkungan istana. Pilihan Asy-Syibli untuk menjalankan tarekat sufistik pun masuk di akal. Karena bila jiwa manusia tidak betul-betul tangguh, maka ia akan mudah jatuh ke jurang dosa saat berada di istana yang korup dan zalim.

Artikel ini tayang juga di Disway.id dengan judul Abu Bakar asy-Syibli, Sufi Yang Berdakwah di Tengah Penguasa Zalim, pada hari Rabu, 14 September 2022.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Abu Bakar asy-SyibliImam JazuliKaum SufiSufiTasawuf
Share202Tweet127SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftahul Ahyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua
Nasional

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

by liputan9news
January 30, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli menjelaskan, ketegangan internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul...

Read more
Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

January 27, 2026
Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

January 27, 2026
KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

January 26, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In