• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

March 12, 2026
Investor China Siap Kucurkan US$50 Juta, PT Bumi Brawa Berdikari Garap Hotel Eco Green di Bali dan Labuan Bajo

Investor China Siap Kucurkan US$50 Juta, PT Bumi Brawa Berdikari Garap Hotel Eco Green di Bali dan Labuan Bajo

June 2, 2026
Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, S.Ag., Lc., MA., Rais Syuriyah PCNU Jakarta Pusat

Sapi Kurban Presiden untuk Rakyat: Tinjauan Syariah dan Kebijakan Publik

June 2, 2026
Labuan Bajo Bergejolak ! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

Labuan Bajo Bergejolak! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

June 2, 2026
Yusuf mars

Jika Kiai Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU, Nasib Gus Yahya Game Over?

June 2, 2026
Warga NU Gelar Mubes di Yogyakarta, Desak PBNU Kembali ke Khittah

Warga NU Gelar Mubes di Yogyakarta, Desak PBNU Kembali ke Khittah

June 1, 2026
Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

June 1, 2026
PNIB: Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ideologi Bangsa Penjaga dari serangan Ideologi Khilafah Terorisme yang Bukan Omon-Omon

PNIB: Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ideologi Bangsa Penjaga dari serangan Ideologi Khilafah Terorisme yang Bukan Omon-Omon

June 1, 2026
Tim Musyrif Diny, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh saat berada di Arafah. (Foto: Istimewa/MSN)

Prof Niam Tegaskan Qurban Presiden dari Banpres Tak Perlu Diperdebatkan

June 1, 2026
Gus Maftuh dan Gus Muwafiq Dukung Cak Imin Pimpin PBNU, Serukan Reformasi Kembali ke Khittah 1926, Deklarasikan FPGM

Gus Maftuh dan Gus Muwafiq Dukung Cak Imin Pimpin PBNU, Serukan Reformasi Kembali ke Khittah 1926, Deklarasikan FPGM

May 31, 2026
Aguk Irawan MN: Muktamar NU Harus Mengurai Semua Masalah Internal dan Teguhkan kembali NU sebagai Kekuatan Civil Society

Aguk Irawan MN: Muktamar NU Harus Mengurai Semua Masalah Internal dan Teguhkan kembali NU sebagai Kekuatan Civil Society

May 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, June 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
March 12, 2026
in Opini
A A
0
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015. (Foto: Dok. Kiai Imjaz/MSN)

505
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Di ruang-ruang rapat PBNU, seringkali menggema jargon “NU ada di mana-mana, tapi tidak kemana-mana.” Sebuah diktum yang terdengar sakral, berakar dari tafsir Khittah NU 1926, yang menekankan NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtimaiyyah (organisasi keagamaan dan sosial), bukan partai politik.

Narasi ini bertujuan menjaga marwah NU agar tidak terkooptasi politik praktis. Namun, narasi yang terdengar “suci” ini, jika ditarik ke konteks kekinian, seringkali dipahami secara sempit, bahkan naif.

Persoalan relasi kedua ini kadang terbentur dan berhenti di ruang internal struktural NU sendiri, sehingga seolah ijtihad politik PKB terpisah dari ideologi NU. Akibatnya PKB dijauhkan atau dibiarkan berjalan sendiri, serta belum sepenuhnya dipahami sebagai wadah aspirasi nahdliyin dalam menjawab isu-isu mutakhir secara kongkret.

Padahal Indonesionis Greg Fealy (2020) mengingatkan, bahwa kekuatan NU bukan hanya pada jumlah jamaahnya, tapi pada modal sosial dan ideologi yang dimilikinya. Namun modal ini akan kehilangan daya ubah jika tidak dimanfaatkan secara politis dan bisa diterjemahkan ke dalam agenda yang lebih konkret, sistematis, lintas sektor, dan berorientasi pada masa depan keumatan.

BeritaTerkait:

Jika Kiai Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU, Nasib Gus Yahya Game Over?

Warga NU Gelar Mubes di Yogyakarta, Desak PBNU Kembali ke Khittah

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

Aguk Irawan MN: Muktamar NU Harus Mengurai Semua Masalah Internal dan Teguhkan kembali NU sebagai Kekuatan Civil Society

Secara struktural, problem relasi NU dan PKB hari ini seolah hubungan “keluarga” yang saling buang muka. Padahal PKB didirikan oleh para masayikh, kiai-kiai sepuh, dan struktural PBNU sebagai wadah aspirasi politik nahdliyin setelah reformasi. Ia adalah anak biologis dan ideologis NU. Tapi, apa yang terjadi ketika “induk” (PBNU) secara sadar berjarak, bahkan seringkali memberi kesan “tidak peduli” atau bahkan “mengganggu” eksistensi anak?

Dampak fatalnya, suara Nahdliyin yang begitu besar, ketika tidak disalurkan secara afirmasi melalui satu wadah (PKB), dan tersebar, maka tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan jam’iyyah (organisasi) dan jamaah (warga NU). Jargon “tidak kemana-mana” seringkali bermakna suara NU “menguap” ke partai lain, sementara PKB—yang seharusnya menjadi alat perjuangan legislatif—berjuang sendirian.

Khittah 1926 bukanlah dogma kaku yang memaksa NU apolitis. Khittah adalah strategi. Politik NU adalah siyasah aliyah (politik tingkat tinggi/moral), yang tidak selamanya harus kaku. Pemahaman sempit bahwa struktural PBNU harus benar-benar steril dari PKB adalah wujud “kekaguman pada diri sendiri” yang mengabaikan realitas.

Perlu ditekankan, bahwa Nahdliyin secara legislative-politis faktanya hanya bisa memperjuangkan kepentingannya secara efektif melalui PKB. Kebijakan pemerintah—terkait pesantren, pendidikan, dan afirmasi program sosial-ekonomi nahdliyin—jauh lebih afirmatif jika PKB kuat di parlemen dan pemerintahan. Jika struktural PBNU terlalu asyik dengan “politik netral” yang semu, maka program-program keummatan NU akan lebih sulit diakses.

Harmonisasi adalah Keharusan

Oleh karena itu, relasi NU dan PKB harus benar-benar harmonis. Para strukturalis PBNU harus turun dari menara gading. Memahami bahwa PKB adalah aset penting, bukan “beban”. PKB juga harus memastikan, bahwa kebijakan pemerintah benar-benar untuk kepentingan Nahdliyin. PKB wajib membawa aspirasi kiai dan warga NU, bukan kepentingan elit partainya sendiri.

Jadi relasi antara NU dan PKB idealnya merupakan sebuah simbiose mutualisme yang kokoh, di mana keduanya bergerak dalam satu tarikan napas perjuangan demi kemaslahatan umat. Sebagai organisasi induk, PBNU seyogianya memberikan dukungan moral yang tulus bagi PKB sebagai wadah aspirasi politik warganya dalam pesta demokrasi lima tahunan.

Dukungan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah bentuk pengakuan atas peran PKB yang bekerja tanpa henti selama lima tahun penuh untuk mengawal kepentingan Nahdliyin di jalur struktural pemerintahan. Harmoni ini tercipta ketika PBNU berdiri sebagai payung besar yang mengayomi, sementara PKB menjadi ujung tombak yang merealisasikan visi keumuman NU ke dalam kebijakan publik yang konkret.

Sebagai kekuatan politik yang lahir dari rahim ulama, PKB memikul mandat sejarah untuk merawat NU melalui tiga tugas utama, yaitu mengupayakan secara legeslasi seluruh kepentingan Nahdliyin, membantu berjalannya seluruh program struktural NU di semua tingkatan dan mensinenergikan program pemerintah, seperti dana aspirasi dalam jangkauan PKB untuk semua tingkatan.

Hubungan tersebut harus diletakkan dalam prinsip kemitraan yang jujur, di mana PBNU secara horizontal wajib menjaga muruah organisasi dan tidak masuk ke ranah politik praktis.

Kejelasan sikap PBNU ini sangat dibutuhkan, misalnya untuk tidak mencalonkan kadernya sendiri pada Pilpres atau memberikan dukungan kepada calon selain dari PKB. Sebab ini ranah PKB, supaya tidak terjadi kerancuan peran yang justru dapat memecah belah soliditas jamaah serta mengaburkan khidmah masing-masing lembaga.

Sebaliknya, PBNU harus menjadi penjaga marwah yang memastikan langkah politik PKB tetap berada di koridor kemaslahatan, tanpa mengganggu stabilitas internal organisasi. Dengan menjaga keharmonisan ini, keduanya akan menjadi kekuatan yang tak terpisahkan: NU sebagai penjaga nilai dan PKB sebagai pelaksana misi, yang secara bersama-sama menjamin masa depan Nahdliyin tetap cerah dan bermartabat di panggung nasional.

Sekali lagi, PKB adalah alat perjuangan, dan Nahdliyin adalah tujuannya. Jika alatnya rusak, tujuannya tidak tercapai. Jika induknya tak peduli pada anaknya, ia merusak masa depannya sendiri. Relasi ini harus harmonis, satu rahim, satu tujuan, demi kemaslahatan jamaah dan jam’iyyah. Jadi siapapun nahkoda PBNU, perlu terus menjaga harmonitas dengan PKB. Wallahu’alam bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: HarmonisasiImam JazuliNahdlatul UlamaNUPBNUPKBPolitikRahimRelasi
Share202Tweet126SendShare
KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

BeritaTerkait

Yusuf mars
Opini

Jika Kiai Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU, Nasib Gus Yahya Game Over?

by liputan9news
June 2, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Konflik internal Nahdlatul Ulama di penghujung 2025 bukan sekadar riak organisasi, melainkan momen ekstrem dan pertama dalam...

Read more
Warga NU Gelar Mubes di Yogyakarta, Desak PBNU Kembali ke Khittah

Warga NU Gelar Mubes di Yogyakarta, Desak PBNU Kembali ke Khittah

June 1, 2026
Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

June 1, 2026
Aguk Irawan MN: Muktamar NU Harus Mengurai Semua Masalah Internal dan Teguhkan kembali NU sebagai Kekuatan Civil Society

Aguk Irawan MN: Muktamar NU Harus Mengurai Semua Masalah Internal dan Teguhkan kembali NU sebagai Kekuatan Civil Society

May 31, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2576
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Investor China Siap Kucurkan US$50 Juta, PT Bumi Brawa Berdikari Garap Hotel Eco Green di Bali dan Labuan Bajo

Investor China Siap Kucurkan US$50 Juta, PT Bumi Brawa Berdikari Garap Hotel Eco Green di Bali dan Labuan Bajo

June 2, 2026
Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, S.Ag., Lc., MA., Rais Syuriyah PCNU Jakarta Pusat

Sapi Kurban Presiden untuk Rakyat: Tinjauan Syariah dan Kebijakan Publik

June 2, 2026
Labuan Bajo Bergejolak ! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

Labuan Bajo Bergejolak! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

June 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In