• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH Imam Jazuli

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

March 2, 2026
Konferensi pers Tim Advokat Pembela Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024, di Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4/2026). (Foto: Ibriza/Tribunnews)

Pengacara Bantah Yaqut Beri Uang ke Anggota DPR RI

April 16, 2026
Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan (Foto: Pinterest)

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan

April 16, 2026
Ketua Forum Persatuan Islam Indonesia (FPII) Muhammad Fathur Rozaq, menyikapi pernyataan Jusuf Kalla

Forum Persatuan Islam Indonesia Akan Tempuh Jalur Hukum demi Stabilitas Umat Beragama

April 16, 2026
Mellisa Anggraini, Pengacara mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Ist/MSN)

Kuasa Hukum Yaqut Cholil Qoumas Katakan Pembagian Kuota Haji Sesuai Aturan

April 16, 2026
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil Yang Dibelokkan (Foto: newsky.id/MSN)

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil Yang Dibelokkan

April 16, 2026
Mahasiswa FH UI yang diduga jadi pelaku pelecehan seksual saat disidang terbuka di hadapan mahasiswa FH UI. (TikTok ody)

UI Skorsing 16 Mahsiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual hingga 30 Mei 2026

April 16, 2026
Ada Pelecehan Seksual di Kampus UI, BEM Beberkan Kronologi Kasus yang Melibatkan 16 Mahasiswa

Ada Pelecehan Seksual di Kampus UI, BEM Beberkan Kronologi Kasus yang Melibatkan 16 Mahasiswa

April 16, 2026
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, Pengusaha Rokok dan Founder Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup)

TRITURA Petani Tembakau Madura, Gus Lilur Dorong Pemerintah Terbitkan Kebijakan Strategis

April 16, 2026
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Putri Khairunnisa

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak dan Gas dengan Putin

April 16, 2026
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur Bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar

Tokoh Muda Nahdliyin Sebut NU Bukan Komoditas, Muktamar Harus Steril dari Mainan Aktor Politik

April 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 16, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
March 2, 2026
in Opini
A A
0
KH Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon (Foto: Dokpri/Kiai Imjaz)

508
SHARES
1.5k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Satu abad Nahdlatul Ulama (NU) telah berlalu. Selama kurun waktu tersebut, dakwah NU, yang bercirikan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), berhasil merawat tradisi dan menjaga keindonesiaan. Namun, memasuki abad kedua, kita perlu melakukan jeda sejenak untuk berefleksi kritis.

Ada sebuah pemandangan yang tak jarang kita temui: maraknya dakwah panggung, gebyar seremonial dan pengajian akbar, dengan persiapan yang amat melelahkan, namun seringkali minim manfaat substansial bagi peningkatan kualitas hidup umat.

Dakwah di era milenium pertama NU banyak bertumpu pada pendekatan kultural-tradisional, di mana peringatan kematian (tahlilan), haul, dan tradisi serupa menjadi sarana utama. Tidak ada yang salah dengan merawat tradisi. Namun, saat format ini dominan, dakwah cenderung hanya menjadi tontonan, bukan tuntunan.

Panggung megah dengan sound system yang canggih dan aneka konsumsi seringkali tidak sebanding dengan output edukasi yang dihasilkan. Umat berkumpul, berzikir, mendengarkan ceramah, lalu pulang tanpa membawa solusi konkrit atas permasalahan sehari-hari: kemiskinan, pendidikan rendah, atau ketidakmampuan beradaptasi dengan teknologi. Dakwah semacam ini terancam menjadi ritual hampa yang terpisah dari realitas kontemporer.

BeritaTerkait:

Tokoh Muda Nahdliyin Sebut NU Bukan Komoditas, Muktamar Harus Steril dari Mainan Aktor Politik

Ra Mamak Pengasuh Ponpes Annuqayah Nikahi Inayah Wahid Putri Gus Dur

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Ketua PCNU Jakut: Pemimpin NU Harus Dibesarkan dari Kaderisasi dan Paham Akar Rumput

Pemberdayaan dan Edukasi

Tradisi ritual—seperti peringatan kematian (tahlilan), haul, dan perayaan hari besar—adalah jangkar spiritual yang menjaga akar kultural NU. Kita tidak sedang menafikan pentingnya ritual tersebut. Namun, kita harus kritis melihat kecenderungan dakwah yang berhenti pada aspek konsumtif-seremonial.

Seringkali, sumber daya ekonomi umat yang besar terserap habis untuk menyewa panggung dan konsumsi satu malam, sementara di sudut desa yang sama, kemiskinan ekstrem, stunting, dan putus sekolah masih menghantui. Dakwah panggung cenderung bersifat searah dan efemeral (sementara); jemaah pulang membawa berkah batin, namun tetap tidak berdaya secara sosial-ekonomi.

NU abad kedua harus bertransformasi. Dakwah tidak lagi cukup hanya berfokus pada pelestarian tradisi (maintenance), tetapi harus beralih ke pemberdayaan (empowerment). Dakwah harus mencerahkan dan memberikan solusi praktis. NU perlu menggeser anggaran seremonial menjadi program pemberdayaan umat. Dakwah harus masuk ke kantong-kantong kemiskinan, memberikan pelatihan keterampilan, dan solusi ekonomi.

Fokus dakwah diantaranya juga perlu diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat. Menjawab persoalan kontemporer seperti keadilan ekologis, kesehatan mental, dan literasi digital. Sebab, generasi muda tidak lagi berkumpul di panggung-panggung tradisional. Pemanfaatan platform digital untuk menyebarkan konten yang relevan, singkat, dan mudah dipahami menjadi sebuah keharusan, bukan lagi pilihan.

Sekali lagi, substansi dakwah di era modern tidak lagi cukup hanya menyentuh aspek ritual dan akidah secara teoritis, melainkan harus mampu menjawab tantangan riil yang dihadapi umat dalam kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan agama perlu dikontekstualisasikan ke dalam ranah yang lebih luas, mulai dari ketahanan keluarga melalui pola parenting yang tepat, hingga kemandirian ekonomi lewat semangat entrepreneurship.

Ketika materi dakwah mencakup aspek-aspek krusial ini, agama akan dirasakan kehadirannya sebagai solusi konkret bagi problematika sosial dan kemanusiaan, bukan sekadar pelipur lara di atas mimbar.

Untuk mewujudkan transformasi tersebut, diperlukan standarisasi kompetensi bagi para penggeraknya melalui program training dan sertifikasi pendakwah yang komprehensif. Langkah ini bukan bertujuan untuk membatasi ruang syiar, melainkan untuk memastikan bahwa setiap pendakwah memiliki bekal keilmuan yang multidisiplin dan pemahaman kebangsaan yang utuh.

Dengan kurikulum yang mencakup isu-isu kontemporer, pendakwah tidak hanya akan menjadi figur yang diikuti ucapannya, tetapi juga menjadi agen perubahan yang profesional dan mumpuni dalam membimbing masyarakat menuju tatanan kehidupan yang lebih sejahtera, inklusif, dan berkelanjutan.

Kurikulum Dakwah yang Terstruktur

Masalah dakwah saat ini sering kali berakar pada pendekatan konvensional yang membosankan dan kurangnya penguasaan substansi ilmu, sehingga dibutuhkan transformasi kurikulum dakwah yang terstruktur, jelas capaian kompetensinya, dan mengintegrasikan ilmu fiqih, tasawuf, serta filsafat secara komprehensif.

Solusi substansial ini diwujudkan melalui metode pembelajaran interaktif, seperti studi kasus berbasis role-playing fiqih muamalah, diskusi filsafat Islam kontemporer, dan meditasi tasawuf, yang dikemas dalam bentuk gamification atau narasi visual yang menyenangkan. Dengan perombakan kurikulum yang menarik namun berbobot ini,

Maka SDM dai akan meningkat drastis dalam wawasan intelektual dan spiritual, mengubah dakwah dari rutinitas seremonial menjadi gerakan edukatif yang mencerahkan dan relevan dengan tantangan zaman.

Dalam konteks efektivitas, NU barangkali perlu “bercermin” pada pola dakwah kelompok lain, seperti Salafi, yang seringkali memiliki keunggulan dalam hal keterprograman. Dakwah mereka cenderung terstruktur, memiliki kurikulum, dan target yang jelas, bahkan sampai pendampingan ke arah kehidupan ideal berkeluarga dan ekonominya.

Jika NU ingin mendigdayakan dakwah di abad kedua, kita tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan holistik berbasis panggung. Diperlukan kurikulum dakwah yang terstandar, pengaderan dai-dai yang melek teknologi, dan target pencapaian kualitas umat yang terukur.

Revitalisasi dakwah NU bukan untuk meninggalkan tradisi, melainkan menjiwainya dengan substansi. NU abad kedua siapapun nahkodanya harus berani melangkah dari sekadar “dakwah gebyar” menuju “dakwah pemberdayaan dan subtantif.” Yaitu dakwah yang membuat umat tidak hanya paham akhirat, tetapi juga mulia hidupnya di dunia. Sebab bagaimanapun kemulian akhirat tergantung hidup di dunianya. Wallahu’alam bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Dakwah NUImam JazuliMerevitalisasiNahdlatul UlamaNURevitalisasiSatu Abad NUSeremonial
Share203Tweet127SendShare
KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

BeritaTerkait

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur Bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar
Nasional

Tokoh Muda Nahdliyin Sebut NU Bukan Komoditas, Muktamar Harus Steril dari Mainan Aktor Politik

by Yuzep Ahmad
April 15, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Menyongsong pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35, tokoh muda nahdliyin HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab...

Read more
Dr. KH. Shalahuddin A Warits Ilyas Pengasuh Ponpes Anuuqayah

Ra Mamak Pengasuh Ponpes Annuqayah Nikahi Inayah Wahid Putri Gus Dur

April 7, 2026
Muhamad Didi Rosadi, Ketua Umum Forkom Jurnalis Nahdliyin, Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

April 6, 2026
KH Agus Muslim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Utara

Ketua PCNU Jakut: Pemimpin NU Harus Dibesarkan dari Kaderisasi dan Paham Akar Rumput

April 6, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2550
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Konferensi pers Tim Advokat Pembela Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024, di Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4/2026). (Foto: Ibriza/Tribunnews)

Pengacara Bantah Yaqut Beri Uang ke Anggota DPR RI

April 16, 2026
Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan (Foto: Pinterest)

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan

April 16, 2026
Ketua Forum Persatuan Islam Indonesia (FPII) Muhammad Fathur Rozaq, menyikapi pernyataan Jusuf Kalla

Forum Persatuan Islam Indonesia Akan Tempuh Jalur Hukum demi Stabilitas Umat Beragama

April 16, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In