Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. mohon maaf Kiai, sekedar numpang nanya perihal puasa, apa boleh ya niat berpuasa Ramadan sebulan penuh kedepan?….saya tunggu nggeh jawabannya #maturnuwun #barokallah (Penanya: wahdahzaini@gmail.com)
Kiai Menjawab:
Dulur, yang patut menjadi pengetahuan kita bersama dalam berpuasa. Bahwa niat itu adalah perkara yang paling inti atau paling mendasar. Niat juga menjadi penentu (kata kunci) sah atau tidaknya setiap beribadah.
Untuk itu terkait dengan pertanyaan Panjenengan ini, menurut madzhab Syafi’i niat puasa Ramadhan harus dilakukan setiap malam. Namun Dulur, ada catatan kecil disini terkadang namanya orang karena ada faktor kesibukan atau banyaknya rutinitas tertentu membuat seseorang tersebut lupa untuk niat puasa pada malam harinya.
Sehingga untuk mengantisipasinya, sebagaimana kesepakatan para ulama menganjurkan niat puasa satu bulan penuh di malam pertama Ramadhan. Dengan niat sebagaimana berikut ini,
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah”
Hal ini semata-mata ditujukan apabila suatu hari seseorang lupa untuk niat, maka puasanya tetap sah karena dicukupkan dengan niat satu bulan penuh tersebut dengan mengikuti (taqlid) pada madzhab Maliki. Terkait akan hal ini, Imam al-Qulyubi pernah menjelaskan sebagaimana berikut ini,
وَيُنْدَبُ أَنْ يَنْوِيَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَوْ صَوْمَ رَمَضَانَ كُلَّهُ لِيَنْفَعَهُ تَقْلِيدُ الْإِمَامِ مَالِكٍ فِي يَوْمٍ نَسِيَ النِّيَّةَ فِيهِ مَثَلًا لِأَنَّهَا عِنْدَهُ تَكْفِي لِجَمِيعِ الشَّهْرِ
Artinya: “Disunahkan pada malam pertama bulan Ramadhan untuk niat berpuasa sebulan penuh untuk mengambil memanfaatkan pendapat Imam Malik pada suatu hari yang lupa untuk berniat di dalamnya. Karena beliau menganggap niat tersebut mencukupi bila lupa niat pada malam-malam berikutnya di semua malam Ramadhan” (Hasyiyah Al-Qulyubi, II/66)
Simpulnya dalam hal ini Dulur, yang perlu menjadi perhatian bersama, niat satu bulan penuh tersebut hanyalah sebatas antisipasi apabila lupa tidak niat puasa. Sehingga untuk setiap malamnya
kita tetap diwajibkan niat seperti biasanya. Hal ini sebagaimana pendapat madzhab Syafi’i. (Hasyiyah Al-Jamal, II/31)
_Semoga Bermanfaat……
_Selamat Berpuasa 1447 H……
(drherusiswantoXX@gmail.com)
Dr. Heru Siswanto, M. Pd.I., Kaprodi & Dosen Pascasarjana IAI Al-Khoziny Sidoarjo; Dosen PAI Poltek Pelayaran Surabaya; Dosen Aswaja UNUSIDA

























