KETAPANG | LIPUTAN9NEWS
Semangat Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 diwujudkan dalam aksi kemanusiaan. BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Se-Nusantara menyalurkan 120.000 liter air bersih di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebagai bagian dari gerakan bakti sosial serentak bertajuk 1 Juta Liter Air Bersih untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Sekretaris Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Arip Muztabasani, turut hadir dalam penyaluran bantuan tersebut. Gerakan ini menjadi bentuk pengabdian mahasiswa Nahdliyin untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Arip mengatakan, semangat Resolusi Jihad harus terus diaktualisasikan melalui aksi nyata yang menjawab persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan, keterbatasan pendidikan, korupsi, hingga kerusakan lingkungan.
“Resolusi Jihad mengajarkan bahwa perjuangan membutuhkan keberanian, pengorbanan, dan keberpihakan terhadap kepentingan bangsa. Hari ini, semangat itu perlu kita aktualisasikan melalui kerja nyata untuk menjawab persoalan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan, Senin (26/10/2026).
Menurut Arip, penyaluran air bersih bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan wujud solidaritas dan kepedulian terhadap kesehatan, kesejahteraan, serta kelestarian lingkungan.
Ia menegaskan, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengamat persoalan bangsa, tetapi juga harus hadir sebagai bagian dari solusi melalui gerakan yang terukur dan berpihak kepada masyarakat.
Gerakan 1 juta liter air bersih ini, lanjutnya, sejalan dengan nilai pengabdian Nahdlatul Ulama (NU), yakni memperkuat kemanusiaan, persaudaraan, dan kemaslahatan umat.
Melalui aksi tersebut, BEM PTNU Se-Nusantara menegaskan komitmennya untuk meneruskan semangat perjuangan para ulama melalui pengabdian nyata, sekaligus mendukung gerakan kemanusiaan yang sejalan dengan nilai perjuangan NU dan komitmen PBNU.
Dari Resolusi Jihad menuju aksi kemanusiaan, BEM PTNU Se-Nusantara mengajak mahasiswa terus berkhidmah kepada umat, menjaga lingkungan, dan memperjuangkan keadilan sosial.

























