JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Ketua Bidang Keagamaan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Madura (DPP IKAMA), KH Abdul Muiz Ali, mengusulkan penyediaan lahan wakaf pemakaman untuk masyarakat di Jakarta. Gagasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi sekaligus pengukuhan pengurus DPP IKAMA di NAM Kemayoran Hotel, Ballroom & Resto, Sabtu (24/10/2026).
KH Abdul Muiz Ali, yang juga menjabat Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), menegaskan bahwa gagasan lahan wakaf pemakaman itu tidak dimaksudkan khusus bagi warga Madura yang meninggal di Jakarta.
Menurutnya, lahan wakaf tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih luas sebagai bentuk kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat.
“Ide ini mendapatkan respons positif dari H. Abu Bakar Rawi. Putra Ketua Umum DPP IKAMA menyambut bagus rencana tersebut,” ujar Kiai Abdul Muiz kepada Liputan9news, Sabtu (24/10/2026).
Usulan tersebut menjadi salah satu gagasan sosial-keagamaan yang mengemuka dalam forum konsolidasi organisasi masyarakat Madura itu. Jika direalisasikan, penyediaan lahan wakaf pemakaman diharapkan dapat menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan fasilitas pemakaman.

Lebih lanjut, gagasan lahan wakaf pemakaman tersebut sejalan dengan semangat penguatan peran IKAMA agar tidak hanya menjadi wadah silaturahmi warga Madura, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP IKAMA KH Muhammad Rawi atau Abah Rawi mengajak seluruh pengurus menjalankan program kerja organisasi secara terarah dan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Abah Rawi juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan, kepedulian sosial, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberian beasiswa, serta pelestarian tradisi dan budaya Madura.
IKAMA sendiri memiliki lembaga pendidikan jenjang SMP dan SMK di Jalan Kebantenan Nomor 14, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara.
Abah Rawi turut mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga Madura yang tertimpa musibah dan anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan.
“Kita harus proaktif dan peduli sesama, khususnya warga Madura, kesejahteraan sosial ekonominya dan beasiswa untuk anak,” ucapnya.
Di tengah agenda konsolidasi tersebut, usulan lahan wakaf pemakaman dari KH Abdul Muiz Ali memperluas pembahasan mengenai bentuk pengabdian sosial yang dapat dikembangkan IKAMA.
Rencana itu masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, termasuk mengenai ketersediaan lahan, pengelolaan wakaf, dan mekanisme pemanfaatannya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, gagasan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi program sosial-keagamaan yang terencana, sekaligus memperkuat kontribusi IKAMA bagi masyarakat Jakarta tanpa membatasi manfaatnya hanya untuk kelompok tertentu.
























