• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Hari Santri 2026: Kiai Imam Jazuli dan Wajah Baru Pesantren Transformatif

Hari Santri 2026: Kiai Imam Jazuli dan Wajah Baru Pesantren Transformatif

October 23, 2026
Implementasi Qanun Asasi dalam Gerakan Dakwah NU: Gus Kikin dan Wajah Nahdlatul Ulama Abad Kedua

Implementasi Qanun Asasi dalam Gerakan Dakwah NU: Gus Kikin dan Wajah Nahdlatul Ulama Abad Kedua

October 23, 2026
Peringati Hari Santri, BEM PTNU Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih untuk Korban Karhutla dan kekeringan Ekstrem

Peringati Hari Santri, BEM PTNU Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih untuk Korban Karhutla dan kekeringan Ekstrem

October 23, 2026
TGH Turmudzi Badaruddin (Tuan Guru Bagu) dan KH Syukron Makmun pada acara haul Syekh Abdul Qadir dan TGH Jailani dan TGH Moh Sholeh Hambali di Loteng, NTB, pada 14 Nopember 1992 (Foto: Ist./MSN)

Mengenang KH Syukron Makmun, Singa Podium dari Madura ke Tanah Betawi

October 22, 2026
Dari Resolusi Jihad Menuju Indonesia Emas, Semangat Santri Bergema di Pulau Tidung

Dari Resolusi Jihad Menuju Indonesia Emas, Semangat Santri Bergema di Pulau Tidung

October 22, 2026
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Bangkit Bergerak: Pergulatan Nahdlatul Ulama Jawa Barat, Banten, dan Jakarta (1926–1941)

October 22, 2026
Barisan santri Tebuireng mengikuti upacara peringatan Resolusi Jihad dan Hari Santri Nasional di lapangan Pesantren Tebuireng (foto: dafa-kopiireng)

Ribuan Santri Tebuireng Antusias Ikuti Apel Hari Santri 2026 Bersama PBNU

October 22, 2026
Momentum Hari Santri dan Sumpah Pemuda, Gus Wal Serukan Perlawanan terhadap Khilafah, Terorisme, Premanisme, dan Anarkisme

PNIB Ajak Santri dan Pemuda Ikrarkan Generasi Muda Anti Korupsi dan Intoleransi

October 22, 2026
Rais Syuriyah PBNU Imam Jazuli Dorong Edukasi Seks dan Kesehatan Mental bagi Ibu Nyai

Rais Syuriyah PBNU Kiai Imjaz Dorong Edukasi Seks dan Kesehatan Mental bagi Ibu Nyai

October 21, 2026
KH Agus Salim HS, Pengurus Idarah Aliyah JATMAN, Ketua Lembaga Dakwah PBNU Periode 2015-2021

Khususiyah Bukan Sekadar Ramainya Kehadiran Jamaah

October 21, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Ki Hadjar dan Pesona Pesantren

October 21, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, October 23, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Hari Santri 2026: Kiai Imam Jazuli dan Wajah Baru Pesantren Transformatif

liputan9news by liputan9news
October 23, 2026
in Opini
A A
0
Hari Santri 2026: Kiai Imam Jazuli dan Wajah Baru Pesantren Transformatif
491
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Hari Santri tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah. Kebesaran pesantren bukan hanya diukur dari kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman.

Delapan puluh satu tahun setelah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, medan perjuangan santri telah berubah. Tantangannya kini adalah kemajuan teknologi, persaingan global, ketimpangan pendidikan, hingga perubahan sosial yang semakin cepat.

Indonesia membutuhkan pesantren yang tidak hanya kuat menjaga tradisi, tetapi juga berani melakukan transformasi.

Dalam konteks inilah kiprah KH Imam Jazuli, Rais Syuriyah PBNU sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, menarik dicermati.

BeritaTerkait:

Mengenang KH Syukron Makmun, Singa Podium dari Madura ke Tanah Betawi

Rais Syuriyah PBNU Kiai Imjaz Dorong Edukasi Seks dan Kesehatan Mental bagi Ibu Nyai

Ki Hadjar dan Pesona Pesantren

Rais Syuriyah PBNU KH Imam Jazuli Bongkar Tantangan Besar Pesantren

Kiai Imam Jazuli termasuk figur yang mendorong gagasan pesantren transformatif. Baginya, pendidikan pesantren tidak boleh terjebak dalam dikotomi antara tradisi dan modernitas. Penguasaan kitab kuning harus berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa asing.

Salah satu wujudnya terlihat dari keberhasilan sejumlah santri Bina Insan Mulia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri. Ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki peluang melahirkan generasi berwawasan global tanpa kehilangan akar keislaman dan kebudayaan Nusantara.

Terobosan lainnya adalah workshop dai di era digital. Inisiatif ini penting karena medan dakwah telah mengalami perubahan fundamental.

Dahulu, otoritas keagamaan tumbuh melalui pesantren, masjid, dan majelis taklim. Kini, ruang digital turut menentukan siapa yang didengar dan dipercaya masyarakat.

Jika kiai dan santri tidak menguasai teknologi komunikasi, ruang dakwah berisiko lebih banyak dikuasai mereka yang piawai membangun popularitas ketimbang memiliki kedalaman ilmu agama.

Sosiolog Max Weber menjelaskan bahwa otoritas tradisional dan kharismatik merupakan sumber legitimasi kepemimpinan. Namun, dalam masyarakat modern, otoritas keagamaan juga dituntut membuktikan relevansinya melalui kompetensi dan kontribusi sosial.

Kiai Imam Jazuli tampaknya memahami perubahan tersebut.

Momentum Hari Santri Nasional 2026 menjadi salah satu ruang aktualisasi gagasannya. Melalui Imam Jazuli Foundation, sekitar 1.000 tokoh pesantren se-Jawa Barat berkumpul di Cirebon, Kamis (22/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, sebanyak 17 tokoh menerima Imam Jazuli Award, termasuk KH Cucun Ahmad Syamsurijal dan KH Maman Imanulhaq, atas kontribusi mereka dalam kehidupan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kebangsaan.

Namun, makna terpenting kegiatan ini bukan terletak pada penghargaan, melainkan pada upaya membangun jejaring kolaborasi dan pengabdian pesantren.

Pesantren sesungguhnya memiliki modal sosial yang luar biasa: tradisi keilmuan, jaringan alumni, kepercayaan masyarakat, dan kepemimpinan moral. Tantangannya adalah bagaimana seluruh kekuatan tersebut diubah menjadi gerakan yang memberikan manfaat nyata.

Tentu, transformasi pesantren tidak cukup berhenti pada seminar, workshop, atau seremoni penghargaan. Keberhasilannya harus diukur dari kualitas lulusan, keberlanjutan inovasi, serta kontribusinya bagi masyarakat.

Di sinilah relevansi ikhtiar Kiai Imam Jazuli. Ia menawarkan arah bahwa pesantren masa depan harus tetap berakar pada tradisi, tetapi memiliki keberanian menembus batas-batas kemajuan.

Hari Santri 2026 seharusnya menjadi pengingat bahwa pesantren tidak boleh hanya membanggakan kejayaan masa lalu.

Santri bukan sekadar pewaris sejarah. Mereka harus menjadi pencipta sejarah baru.

Dan melalui gagasan pesantren transformatif, Kiai Imam Jazuli memperlihatkan bahwa dari ruang-ruang sederhana pesantren, generasi santri Indonesia memiliki peluang melangkah menuju panggung dunia.

Yusuf Mars, Pengamat Komunikasi Politik dan Dosen Ilmu Komunikasi

Tags: Imam JazuliImam Jazuli Foundation (IJF)PesantrenTranspormatif
Share196Tweet123SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

TGH Turmudzi Badaruddin (Tuan Guru Bagu) dan KH Syukron Makmun pada acara haul Syekh Abdul Qadir dan TGH Jailani dan TGH Moh Sholeh Hambali di Loteng, NTB, pada 14 Nopember 1992 (Foto: Ist./MSN)
Opini

Mengenang KH Syukron Makmun, Singa Podium dari Madura ke Tanah Betawi

by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
October 22, 2026
0

Mengenang KH Syukron Makmun, Singa Podium dari Madura ke Tanah Betawi

Read more
Rais Syuriyah PBNU Imam Jazuli Dorong Edukasi Seks dan Kesehatan Mental bagi Ibu Nyai

Rais Syuriyah PBNU Kiai Imjaz Dorong Edukasi Seks dan Kesehatan Mental bagi Ibu Nyai

October 21, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Ki Hadjar dan Pesona Pesantren

October 21, 2026
Rais Syuriyah PBNU KH Imam Jazuli Bongkar Tantangan Besar Pesantren

Rais Syuriyah PBNU KH Imam Jazuli Bongkar Tantangan Besar Pesantren

October 21, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hari Santri 2026: Kiai Imam Jazuli dan Wajah Baru Pesantren Transformatif

Hari Santri 2026: Kiai Imam Jazuli dan Wajah Baru Pesantren Transformatif

October 23, 2026
Implementasi Qanun Asasi dalam Gerakan Dakwah NU: Gus Kikin dan Wajah Nahdlatul Ulama Abad Kedua

Implementasi Qanun Asasi dalam Gerakan Dakwah NU: Gus Kikin dan Wajah Nahdlatul Ulama Abad Kedua

October 23, 2026
Peringati Hari Santri, BEM PTNU Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih untuk Korban Karhutla dan kekeringan Ekstrem

Peringati Hari Santri, BEM PTNU Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih untuk Korban Karhutla dan kekeringan Ekstrem

October 23, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In