• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
TGH Turmudzi Badaruddin (Tuan Guru Bagu) dan KH Syukron Makmun pada acara haul Syekh Abdul Qadir dan TGH Jailani dan TGH Moh Sholeh Hambali di Loteng, NTB, pada 14 Nopember 1992 (Foto: Ist./MSN)

Mengenang KH Syukron Makmun, Singa Podium dari Madura ke Tanah Betawi

October 22, 2026
Dari Resolusi Jihad Menuju Indonesia Emas, Semangat Santri Bergema di Pulau Tidung

Dari Resolusi Jihad Menuju Indonesia Emas, Semangat Santri Bergema di Pulau Tidung

October 22, 2026
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Bangkit Bergerak: Pergulatan Nahdlatul Ulama Jawa Barat, Banten, dan Jakarta (1926–1941)

October 22, 2026
Barisan santri Tebuireng mengikuti upacara peringatan Resolusi Jihad dan Hari Santri Nasional di lapangan Pesantren Tebuireng (foto: dafa-kopiireng)

Ribuan Santri Tebuireng Antusias Ikuti Apel Hari Santri 2026 Bersama PBNU

October 22, 2026
Momentum Hari Santri dan Sumpah Pemuda, Gus Wal Serukan Perlawanan terhadap Khilafah, Terorisme, Premanisme, dan Anarkisme

PNIB Ajak Santri dan Pemuda Ikrarkan Generasi Muda Anti Korupsi dan Intoleransi

October 22, 2026
Rais Syuriyah PBNU Imam Jazuli Dorong Edukasi Seks dan Kesehatan Mental bagi Ibu Nyai

Rais Syuriyah PBNU Kiai Imjaz Dorong Edukasi Seks dan Kesehatan Mental bagi Ibu Nyai

October 21, 2026
KH Agus Salim HS, Pengurus Idarah Aliyah JATMAN, Ketua Lembaga Dakwah PBNU Periode 2015-2021

Khususiyah Bukan Sekadar Ramainya Kehadiran Jamaah

October 21, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Ki Hadjar dan Pesona Pesantren

October 21, 2026
Khalid Basalamah jadi saksi dalam sidang kasus korupsi kuota haji (Foto: Mulia/detikcom)

Khalid Basalamah Akui Setor USD554.500 ke KPK dalam Sidang Korupsi Haji

October 21, 2026
Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK (Foto: Dok Liputan9news/MSN)

KPK Sita Pengembalian Rp250 Juta dari PCNU Nias, Ada Jejak ke Muktamar ke-35 NU?

October 21, 2026
KHM. Hamdan Suhaemi, Pengajar Pesantren Ashhabul Maimanah Sampang Susukan Tirtayasa Serang, Wakil Ketua PW GP Ansor Banten, Ketua PW Rijalul Ansor Banten, Sekretaris komisi Haub MUI Banten, Sekretaris Tsani Idaroh wustho Jam’iyah Ahlith Thoriqah Mu’tabaroh An-Nahdliyah Jatman Banten, Ketua FKUB Kab Serang, dan Anggota Dewan Pakar ICMI Provinsi Banten.

NU dan Apologia Kita

October 21, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, October 23, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Mengenang KH Syukron Makmun, Singa Podium dari Madura ke Tanah Betawi

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
October 22, 2026
in Opini
A A
0
TGH Turmudzi Badaruddin (Tuan Guru Bagu) dan KH Syukron Makmun pada acara haul Syekh Abdul Qadir dan TGH Jailani dan TGH Moh Sholeh Hambali di Loteng, NTB, pada 14 Nopember 1992 (Foto: Ist./MSN)

TGH Turmudzi Badaruddin (Tuan Guru Bagu) dan KH Syukron Makmun pada acara haul Syekh Abdul Qadir dan TGH Jailani dan TGH Moh Sholeh Hambali di Loteng, NTB, pada 14 Nopember 1992 (Foto: Ist./MSN)

505
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Innalillahi wa innailaihi Raji’un. Jagat raya, dunia Islam, dan warga Nahdliyin diselimuti kabut duka yang amat tebal. Mimbar-mimbar dakwah seketika hening, kehilangan getaran suara yang selama puluhan tahun menjadi pelita sekaligus penggerak jiwa. Telah berpulang ke rahmatullah, singa podium Nusantara, pejuang izzul Islam wal Muslimin, KH Syukron Makmun pada hari Ahad, 18 Oktober 2026 di usia 84 tahun.

Beliau mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta setelah berjuang melawan gangguan jantung. Wafatnya beliau bukan sekadar hilangnya raga seorang manusia, melainkan diangkatnya sebagian ilmu dari muka bumi. Kita semua merasakan ruang hampa yang ditinggalkan oleh sang ulama kharismatik.

Lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941, Kiai Syukron Makmun tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kokoh dan berpengetahuan luas. Julukan “Sang Singa Podium” atau “Macan Podium” bukanlah gelar kosong tanpa makna. Siapa pun yang pernah duduk merapat di majelisnya pasti tahu betul bagaimana untaian untaian kalimat beliau mampu membakar semangat, menegakkan barisan, namun tetap sarat akan kedalaman ilmu, retorika berkelas, dan diksi yang elegan.

Kenangan manis itu begitu membekas bagi umat. Terutama di era 1980-an, ketika beliau kerap melangkahkan kaki memenuhi undangan para kiai di berbagai pelosok daerah. Bagi masyarakat dan para kiai di sana, kehadiran beliau selalu dinanti. Khotbah dan pidatonya laksana air jernih yang bergolak penuh energi di tengah padang gersang—nada bicaranya berapi-api, suaranya lantang melawan kejahatan dan kedzaliman, tetapi fondasi argumentasinya selalu tegak di atas ilmu.

BeritaTerkait:

Rais Syuriyah PBNU Kiai Imjaz Dorong Edukasi Seks dan Kesehatan Mental bagi Ibu Nyai

Rais Syuriyah PBNU KH Imam Jazuli Bongkar Tantangan Besar Pesantren

Ribuan Jemaah Iringi Pemakaman KH Syukron Makmun

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun: Kabar Duka NU, KH Syukron Ma’mun Wafat

Ketegasan Kiai Syukron dalam prinsip amar makruf nahi mungkar bernilai sangat mahal. Beliau tidak pernah gentar. Di tengah kepungan arus politik masa itu, ketika banyak orang memilih diam atau berkompromi demi kenyamanan, Kiai Syukron memilih bersuara dengan lantang dan lurus. Beliau berbicara demi kebenaran, tanpa peduli seberapa deras badai tekanan yang menerjang.

Nahdlatul Ulama dan Pondok Pesantren Daarul Rahman

Perjalanan hidup Kiai Syukron Makmun adalah narasi panjang tentang khidmah yang tanpa batas bagi umat. Sebagai ulama senior, kontribusi beliau di jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) telah menorehkan tinta emas sejarah. Kiprah dan prinsip keteguhannya senantiasa menjadi role model serta kompas keteladanan bagi generasi penerus di bawahnya.

Visi besar beliau untuk mencetak generasi tafaqquh fiddin yang tangguh diwujudkan secara nyata melalui jalur pendidikan dengan mendirikan Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta. Lembaga pendidikan Islam yang beliau asuh dengan penuh kasih sayang dan disiplin ini kini telah bertransformasi menjadi oase ilmu di tengah riuhnya metropolitan Jakarta.

Melalui rahim Daarul Rahman, ribuan alumni dan generasi santri telah lahir, tersebar ke seluruh pelosok Nusantara, membawa serta nilai-nilai Islam yang ramah sekaligus tegas dalam memegang prinsip dasar syariat.

Jangkauan dakwah beliau tidak pernah terkurung oleh batas wilayah Jakarta. Kiai Syukron mengarungi samudra dakwah ke Sumatera, Kalimantan, Maluku, hingga melintasi batas negara menuju kawasan ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Beliau adalah aset dunia Islam yang tak tergantikan.

Estafet Perjuangan Gus Faiz

Di balik kegetiran duka atas wafatnya sang kiai sepuh, Allah SWT Yang Maha Pengasih tidak pernah membiarkan umat-Nya berjalan dalam gelap gulita tanpa penuntun. Allah telah mempersiapkan penerus yang lahir dari darah daging beliau sendiri, yaitu putra almarhum, KH Faiz Syukron Makmun (Gus Faiz).

Gus Faiz kini memikul amanah besar untuk melanjutkan estafet perjuangan sang ayah, baik dalam menakhodai Pondok Pesantren Daarul Rahman maupun berkhidmah di struktural jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Di kancah organisasi, Gus Faiz yang juga menjabat sebagai Ketua Umum MUI DKI Jakarta dipercaya mengemban amanah besar sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang Agama.

Kehadiran Gus Faiz seolah menjadi penyejuk di tengah duka-nya hati umat yang kehilangan bapak spiritualnya. Kita teringat sebuah pesan mendalam yang dinukil oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin (1/7). Sayidina Ali berkata: “Jika seorang ulama meninggal, maka ada sesuatu yang bocor dalam Islam. Tidak ada yang sanggup menambalnya kecuali oleh penerusnya.”

“Kebocoran” itu memang ada hari ini, menyisakan kepedihan mendalam atas kepergian Sang Singa Podium. Namun, doa-doa kita mengiringi Gus Faiz dan segenap keluarga besar agar diberikan kekuatan, kesehatan, serta kelapangan hati untuk terus melanjutkan bangunan perjuangan yang telah dipancangkan oleh Kiai Syukron Makmun.

Semoga dari keturunan beliau kelak akan terus lahir ‘Kiai Syukron – Kiai Syukron’ baru yang tak kalah lantang membela agama dan bangsa.

Selamat jalan, Kiai tercinta. Singa Podium kami kini telah tenang beristirahat di haribaan-Nya. Engkau telah menyelesaikan tugas besarmu di dunia dengan begitu indah dan terhormat.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat-Nya yang tak bertepi di alam Barzakh, mengampuni segala khilaf, menerima seluruh amal jariyah ilmu, serta menempatkanmu di tempat termulia bersama para nabi dan para syuhada. Lahu Al-Fatihah…!

KH. Imam Jazuli Lc, MA., Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA)- Rais Syuriyah PBNU

Tags: Imam Jazuli Foundation (IJF)KH Syukron MakmunMadura ke Tanah BetawiSinga Podium
Share202Tweet126SendShare
KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

BeritaTerkait

Rais Syuriyah PBNU Imam Jazuli Dorong Edukasi Seks dan Kesehatan Mental bagi Ibu Nyai
Kesehatan

Rais Syuriyah PBNU Kiai Imjaz Dorong Edukasi Seks dan Kesehatan Mental bagi Ibu Nyai

by liputan9news
October 21, 2026
0

Rais Syuriyah PBNU Imam Jazuli Dorong Edukasi Seks dan Kesehatan Mental bagi Ibu Nyai

Read more
Rais Syuriyah PBNU KH Imam Jazuli Bongkar Tantangan Besar Pesantren

Rais Syuriyah PBNU KH Imam Jazuli Bongkar Tantangan Besar Pesantren

October 21, 2026
KH Syukron Makmun

Ribuan Jemaah Iringi Pemakaman KH Syukron Makmun

October 19, 2026
Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun: Kabar Duka NU, KH Syukron Ma’mun Wafat

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun: Kabar Duka NU, KH Syukron Ma’mun Wafat

October 19, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
TGH Turmudzi Badaruddin (Tuan Guru Bagu) dan KH Syukron Makmun pada acara haul Syekh Abdul Qadir dan TGH Jailani dan TGH Moh Sholeh Hambali di Loteng, NTB, pada 14 Nopember 1992 (Foto: Ist./MSN)

Mengenang KH Syukron Makmun, Singa Podium dari Madura ke Tanah Betawi

October 22, 2026
Dari Resolusi Jihad Menuju Indonesia Emas, Semangat Santri Bergema di Pulau Tidung

Dari Resolusi Jihad Menuju Indonesia Emas, Semangat Santri Bergema di Pulau Tidung

October 22, 2026
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Bangkit Bergerak: Pergulatan Nahdlatul Ulama Jawa Barat, Banten, dan Jakarta (1926–1941)

October 22, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In