• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH Syukron Makmun

Ribuan Jemaah Iringi Pemakaman KH Syukron Makmun

October 19, 2026
Nusron Pulang ke Jakarta, MAKI Desak KPK Bergerak Tangkap di Bandara!

Nusron Pulang ke Jakarta, MAKI Desak KPK Bergerak Tangkap di Bandara!

October 20, 2026
Abd. Aziz, Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta, Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), sekaligus Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU)

Polemik PKPU Memanas, Abd. Aziz: DPR-KPU Jangan Cuci Tangan

October 19, 2026
KH Cholil Nafis Takziah, Kenang Perjuangan Tuan Guru Bagu

KH Cholil Nafis Takziah, Kenang Perjuangan Tuan Guru Bagu

October 19, 2026
PNIB Desak Menteri Diganti, Karhutla Jadi Bencana Nasional

PNIB Desak Menteri Diganti, Karhutla Jadi Bencana Nasional

October 19, 2026
KH Miftachul Akhyar

Gus Lilur Kritik Bacaan Al-Qur’an, Minta Rais Aam PBNU Mundur

October 19, 2026
Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun: Kabar Duka NU, KH Syukron Ma’mun Wafat

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun: Kabar Duka NU, KH Syukron Ma’mun Wafat

October 19, 2026
Rais PBNU Kiai Imjaz Serukan Gerakan Serentak Sholat Istisqa, Sumbang Rp100 Juta untuk Selamatkan Bumi

Rais PBNU Kiai Imjaz Serukan Gerakan Serentak Sholat Istisqa, Sumbang Rp100 Juta untuk Selamatkan Bumi

October 18, 2026
Abd. Aziz, Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta, Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), sekaligus Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU)

Perang Laporan Gus Ipul-Gus Lilur, Abd. Aziz Serukan Rekonsiliasi

October 18, 2026
Sajadah Ekologi di Tengah Bara Karhutla: Ikhtiar Langit dan Bumi Santri Bina Insan Mulia

Sajadah Ekologi di Tengah Bara Karhutla: Ikhtiar Langit dan Bumi Santri Bina Insan Mulia

October 17, 2026
Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, Hari Santri, dan Sumpah Pemuda, Gus Wal Soroti Intoleransi hingga Dampak Amandemen Konstitusi

PNIB Serukan Kembali ke Pancasila dan UUD 1945 Asli

October 17, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, October 20, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Ribuan Jemaah Iringi Pemakaman KH Syukron Makmun

Singa Podium NU dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Kebayoran Baru, Jakarta, Ahad siang. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri, alumni, dan umat Islam.

liputan9news by liputan9news
October 19, 2026
in Nasional
A A
0
KH Syukron Makmun

KH Syukron Makmun (Foto: Ist./Msn)

502
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Ribuan jemaah mengiringi prosesi pemakaman ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU), KH Syukron Makmun, di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (18/10/2026) siang. Suasana haru menyelimuti pesantren saat keluarga, santri, alumni, dan masyarakat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal luas sebagai dai dan orator ulung berjuluk Singa Podium.

KH Syukron Makmun wafat pada Minggu pagi dalam usia 84 tahun. Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman tersebut mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 09.00 WIB saat dalam perjalanan dari kediamannya menuju Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.

Informasi wafatnya almarhum disampaikan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy atau Rommy, yang mengaku menerima kabar langsung dari putra almarhum.

“Innalillahi wainna ilaihi roji’uun. Telah meninggal dunia KH Syukron Ma’mun pada usia 84 tahun (lahir 21 Des 1941), dalam perjalanan dari kediaman ke RS Pondok Indah, Jakarta, hari ini sekitar pukul 9.00 WIB,” kata Rommy dalam keterangan tertulisnya.

BeritaTerkait:

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun: Kabar Duka NU, KH Syukron Ma’mun Wafat

BEM PTNU DKI: Pancasila sebagai Kompas Bangsa Menyikapi Isu LGBT dalam Perspektif Moral dan Kebangsaan

Hikmah Ramadan, Kiai Cholil Nafis Ingatkan Pentingnya Sedekah dan Bersyukur

Ketua MUI Setuju Wacana Pemangkasan Masa Tinggal Jamaah Haji, Ibadah Haji Cukup 20 Hari

Yasin dan Tahlil Mengiringi Salat Jenazah

Sebelum shalat jenazah dilaksanakan, lantunan Surah Yasin dan tahlil menggema di lingkungan pesantren. Jenazah kemudian dibawa dari kediaman menuju masjid di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman.

KH Faiz Syukron Makmun, putra almarhum, menyampaikan sambutan mewakili keluarga sebelum dilanjutkan dengan salat jenazah. Setelah itu, jenazah dimakamkan di area pemakaman keluarga yang berada di sebelah kanan masjid.

Kepergian KH Syukron Makmun meninggalkan duka mendalam bagi kalangan pesantren dan masyarakat yang selama puluhan tahun mengikuti dakwahnya. Ucapan belasungkawa juga mengalir dari berbagai tokoh dan organisasi keagamaan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut menyampaikan duka cita atas wafatnya pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman tersebut.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya” ucapnya.

Semoga keluarga, santri, dan seluruh pihak yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” demikian pernyataan resmi PP Muhammadiyah.

Keluarga besar Nahdlatul Ulama melalui NU Online juga menyampaikan doa agar ilmu dan kebaikan yang telah diwariskan almarhum menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

KH Cholil Nafis: Wafatnya Ulama, Berkurangnya Cahaya Ilmu

Duka mendalam turut disampaikan KH Cholil Nafis, Rais Syuriyah PBNU sekaligus Ketua Dewan Syariah Nasional MUI. Pada Minggu (18/10/2026), ia mengungkapkan kesedihannya atas wafatnya dua ulama sepuh dalam waktu berdekatan, yakni TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin di Lombok dan KH Syukron Makmun di Jakarta.

“Berduka atas wafatnya para ulama, sejatinya kita sedang menyaksikan berkurangnya cahaya ilmu di tengah umat. Baru saja saya bertakziah ke almarhum TGH Turmudzi di Lombok, kini dalam perjalanan menuju Jakarta, saya kembali ingin bertakziah kepada almarhum Kiai Syukran Makmun. Dua kabar duka yang menyadarkan kita bahwa usia manusia ada batasnya, sementara umat akan selalu membutuhkan bimbingan para ulama,” ungkap KH Cholil Nafis.

Ia kemudian mengingatkan hadis Rasulullah ﷺ tentang dicabutnya ilmu melalui wafatnya para ulama.

“Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahwa Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari dada manusia, tetapi mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika ulama berpulang, bukan sekadar sosok yang pergi, melainkan juga keluasan ilmu, keteladanan akhlak, dan mata rantai pewarisan hikmah yang harus terus dijaga,” tambahnya.

Menurut KH Cholil, takziah tidak semestinya berhenti pada ungkapan belasungkawa. Momen tersebut harus menjadi pengingat untuk melanjutkan perjuangan para ulama melalui pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi penerus.

“Oleh karena itu, takziah bukan hanya sekedar mengutarakan belasungkawa dan penghormatan kepada almarhum, namun juga merupakan momentum untuk meneruskan perjuangan mereka. Mengenang ulama berarti melanjutkan dakwahnya, merawat ilmunya, meneladani akhlaknya, serta mengader generasi penerus agar cahaya ilmu tidak padam ditelan zaman. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kedua almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkan mereka bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin,” pungkas KH Cholil Nafis.

Singa Podium yang Mengabdikan Hidup untuk Dakwah

KH Syukron Makmun lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kuat dengan tradisi keagamaan. Ayahnya, KH Ma’mun Nawawi, dan ibunya, Hj. Masturoh, turut membentuk latar belakang pendidikan dan kehidupan keagamaannya.

Sejak muda, almarhum telah menekuni dakwah. Saat menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, ia mulai aktif menyampaikan ceramah. Pada awal 1967, dakwahnya telah menjangkau sejumlah daerah di Jawa Timur, antara lain Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, dan Magetan.

Setelah pindah ke Jakarta, ia memperdalam ilmu agama dengan mengaji kepada sejumlah ulama, termasuk Habib Ali bin Husein di Bungur dan Habib Abdurrahman Al-Habsyi di Kwitang.

Pada 1971, ia juga mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta. Aktivitas dakwahnya kemudian semakin luas melalui majelis-majelis taklim, termasuk di Islamic Center, hingga menjangkau berbagai wilayah Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Kemampuan berpidato dan ketegasannya dalam menyampaikan pesan keagamaan membuatnya dikenal dengan julukan Singa Podium.

Dalam perjalanan organisasinya, KH Syukron Makmun pernah aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Lembaga Dakwah NU (LDNU), dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah. Ia juga dikenal sebagai salah satu pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), pernah menjadi Ketua Harian Majelis Syariah PPP, serta menjadi sesepuh Forum Ulama dan Habaib Betawi (FUHAB).

Selain berdakwah dan mengasuh pesantren, almarhum menulis sejumlah buku dan karya keislaman, di antaranya Risalah Pemantapan ASWAJA (1988), Riba dan Bank (1995), Apakah Bid’ah Itu? (2007), serta Pembaharuan Dalam Agama.

Warisan Pesantren dan Ribuan Alumni

Di akhir hayatnya, KH Syukron Makmun tetap mengabdikan diri sebagai pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta. Pesantren tersebut menjadi salah satu warisan penting perjuangannya dalam pendidikan Islam dan pembinaan generasi muda.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Hj. Afifah, serta empat anak, yakni KH Ahmad Zaenal Ridlo, KH Muhammad Faiz atau Gus Faiz, Qonita Lutfiyah, dan Umar Faruq.

Kepergiannya bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan para santri, melainkan juga bagi dunia dakwah dan pendidikan Islam Indonesia. Ribuan alumni yang tersebar di berbagai daerah menjadi bagian dari jejak panjang pengabdian almarhum.

Kini, perjuangan KH Syukron Makmun dilanjutkan melalui pesantren, ilmu yang diwariskan, serta keteladanan dakwah yang telah ditanamkan selama puluhan tahun.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

(AJS/MSn)

Tags: Cholil NafisGus FaizKH Syukron Makmun
Share201Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun: Kabar Duka NU, KH Syukron Ma’mun Wafat
Nasional

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun: Kabar Duka NU, KH Syukron Ma’mun Wafat

by liputan9news
October 19, 2026
0

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun: Kabar Duka NU, KH Syukron Ma’mun Wafat

Read more
BEM PTNU DKI: Pancasila sebagai Kompas Bangsa Menyikapi Isu LGBT dalam Perspektif Moral dan Kebangsaan

BEM PTNU DKI: Pancasila sebagai Kompas Bangsa Menyikapi Isu LGBT dalam Perspektif Moral dan Kebangsaan

June 29, 2026
aketum MUI KH M Cholil Nafis menyampaikan tausiyah saat Silaturahim dan Buka Bersama Menteri ATR/BPN H Nusron Wahid dengan keluarga besar MUI.

Hikmah Ramadan, Kiai Cholil Nafis Ingatkan Pentingnya Sedekah dan Bersyukur

March 10, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Ketua MUI Setuju Wacana Pemangkasan Masa Tinggal Jamaah Haji, Ibadah Haji Cukup 20 Hari

May 21, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Nusron Pulang ke Jakarta, MAKI Desak KPK Bergerak Tangkap di Bandara!

Nusron Pulang ke Jakarta, MAKI Desak KPK Bergerak Tangkap di Bandara!

October 20, 2026
Abd. Aziz, Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta, Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), sekaligus Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU)

Polemik PKPU Memanas, Abd. Aziz: DPR-KPU Jangan Cuci Tangan

October 19, 2026
KH Syukron Makmun

Ribuan Jemaah Iringi Pemakaman KH Syukron Makmun

October 19, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In