• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Foto: Ilustrasi

Di Tepi Gerbong Yang Retak

January 15, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

January 31, 2026
Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Pondok Pesantren Miftahul Ulum menggelar kegiatan Milad ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

Pondok Pesantren Miftahul Ulum Menggelar Kegiatan Milad Ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

January 30, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, February 1, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Di Tepi Gerbong Yang Retak

Oleh: Saiful Bahri

liputan9news by liputan9news
January 15, 2026
in Opini
A A
0
Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi (AI/MSN)

505
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Penetapan seorang Gus sebagai tersangka bukan sekadar perkara hukum, melainkan guncangan batin bagi santri dan kader di akar rumput.

Di tengah budaya ta’dhim dan loyalitas pesantren, kasus ini membuka retakan sunyi antara ketaatan, nurani, dan godaan kekuasaan.

Ada keheningan yang ganjil di beranda itu, setelah sorak-sorai “Siapa Kita?” perlahan mereda. Berita itu datang tidak seperti dentum meriam, melainkan seperti retakan kaca yang menjalar pelan namun pasti: sang “panglima” itu kini berstatus tersangka.

Bagi para santri dan kader yang pernah berdiri satu gerbong, mengenakan baju seragam itu dengan dada membusung, ini bukan sekadar berita hukum. Ini adalah sebuah gempa di dalam batin-sebuah keguncangan psikologis yang sunyi.

BeritaTerkait:

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

Mencari Cermin yang Jernih dari Kasus Korupsi

Sepenggal Kisah Inspiratif pada Sebuah Kayu Tua Masjid Pesantren 1825, Jadi Spirit Penaklukan Cicit Kiai Raden Mas Su’ud Situbondo

Ketika Polarisasi Membunuh Karakter Nahdliyin-Santri, Kapan Selesai?

Kita tahu, di pesantren, hierarki ketaatan dibangun di atas fondasi ta’dhim dan mahabbah. Seorang Gus, sebagai dzurriyah kiai, adalah simbol yang nyaris sakral. Kepadanya dilekatkan husnudhon yang tak putus-putus. Namun, ketika angka-angka kuota haji ditudingkan sebagai komoditas dagang, ketika amanah umat diduga ditukar dengan pundi-pundi, ada sesuatu yang luruh di dada para muhibbin itu.

Terjadi sebuah disonansi. Sebuah pertarungan yang melelahkan antara doktrin sami’na wa atha’nadengan akal sehat yang terusik. Lalu berujung di denial.

Mereka, para santri di akar rumput yang tulus berkhidmah, kini seolah menjadi anak ayam yang kehilangan induk di tengah badai. Ada rasa malu yang disembunyikan, ada kecewa yang ditelan bersama ludah. Mereka bertanya-tanya: apakah selama ini keringat dan loyalitas mereka hanya menjadi bahan bakar bagi ambisi yang profan?

Apakah marwah pesantren sedang dipertaruhkan di meja judi kekuasaan?

Barangkali kita memang telah lama alpa.

Di zaman ketika “viral” adalah mata uang baru, fenomena para Gus yang terjebak dalam citra selebritas kian lumrah. Kita melihat mereka di layar gawai: dipuja, bermandi ketenaran, akrab dengan kemewahan, dan canggung untuk hidup di luar lingkar itu.

Dulu, kaum sufi mengingatkan kita dengan keras tentang bahaya ini. Sebagaimana Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani pernah mewanti-wanti tentang ulama yang merobek agamanya demi menambal dunianya.

Sepotong hadis, yang kini terasa menyengat, adalah yang membedah wajah dan sikap para pemuka agama yang telah kehilangan izzah (harga diri) di hadapan kekuasaan:

من تواضع لغني لأجل غناه ذهب ثلثا دينه

“Barangsiapa bersikap tawadhu’ terhadap orang kaya lantaran kekayaannya, maka lenyaplah dua pertiga agamanya.”

Ketika seorang Gus lebih sibuk mematut diri di cermin popularitas, ketika ia lebih takut kehilangan ketenaran ketimbang kehilangan wira’i (kehati-hatian dari melakukan dosa), maka ia sedang membunuh kharismanya sendiri. la bukan lagi waratsatul anbiya, melainkan sekadar oportunis berjubah.

Bagi mereka yang kini termangu di gerbong yang retak itu, mungkin ini adalah momen untuk kembali ke khittah moral. Bahwa loyalitas mutlak (wala’) sejatinya hanya milik Allah dan Rasul-Nya, bukan pada sosok manusia yang bisa tergelincir, betapapun mulia nasabnya.

Sejarah, seperti biasa, selalu punya cara yang kejam untuk mengajarkan kerendahan hati. Di ujung senja kekuasaan, ketika pesta usai dan lampu sorot dimatikan, yang tersisa hanyalah jejak laku. Dan Tuhan, kita tahu, tidak pernah tidur.

Saiful Bahri, Budayawan Madura

Tags: Anak Kiaidzurriyah kiaiGerbongGusPesantrenRetak
Share202Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Hodri Ariev
Opini

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

by liputan9news
February 1, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Satu abad Nahdlatul Ulama bukan sekadar penanda usia organisasi, melainkan momentum reflektif tentang arah, watak, dan kualitas...

Read more
Mencari Cermin yang Jernih dari Kasus Korupsi

Mencari Cermin yang Jernih dari Kasus Korupsi

January 18, 2026
Sepenggal Kisah Inspiratif pada Sebuah Kayu Tua Masjid Pesantren 1825, Jadi Spirit Penaklukan Cicit Kiai Raden Mas Su’ud Situbondo

Sepenggal Kisah Inspiratif pada Sebuah Kayu Tua Masjid Pesantren 1825, Jadi Spirit Penaklukan Cicit Kiai Raden Mas Su’ud Situbondo

January 12, 2026
Imam Jazuli

Ketika Polarisasi Membunuh Karakter Nahdliyin-Santri, Kapan Selesai?

December 28, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In