• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Gus Yusuf Chudlori: Sosok Santri Tulen, Magnet Massa, dan Harapan Baru PBNU di Muktamar ke-35

Gus Yusuf Chudlori: Sosok Santri Tulen, Magnet Massa, dan Harapan Baru PBNU di Muktamar ke-35

February 7, 2026
Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

February 14, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Tradisi Munggahan dan Persiapan Menyambut Ramadan

February 13, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadan

February 13, 2026
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) mengecam keras insiden penembakan pesawat sipil Cessna PK-SNR milik Smart Air yang terjadi saat proses pendaratan di Bandara Koroway Batu

BEM KSI Kecam Penembakan Pesawat Sipil di Boven Digoel

February 12, 2026
Bahar Smith

Bahar Smith Minta Maaf kepada Rida dan GP Ansor

February 12, 2026
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin

Kemenag Upayakan Guru Madrasah Swasta Diangkat PPPK

February 12, 2026
Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Gedung KPK, Saat memberikan keterangan terkait kasus kuota haji 2024 yang sedang disidik KPK.

Yaqut Cholil Coumas Datangi BPK, Jelaskan Persoalan Kausus Kuota Haji Tambahan 2024

February 11, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, February 15, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Gus Yusuf Chudlori: Sosok Santri Tulen, Magnet Massa, dan Harapan Baru PBNU di Muktamar ke-35

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
February 7, 2026
in Opini
A A
0
Gus Yusuf Chudlori: Sosok Santri Tulen, Magnet Massa, dan Harapan Baru PBNU di Muktamar ke-35
520
SHARES
1.5k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat. Salah satu nama yang muncul dengan gelombang dukungan kuat adalah KH Muhammad Yusuf Chudlori, atau yang akrab disapa Gus Yusuf.

Langkah mengejutkan Gus Yusuf yang menyatakan mundur dan tidak lagi aktif dalam struktur Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)—baik sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah maupun pengurus DPP— ini menjadi sinyal kuat kesiapannya untuk berkhidmah sepenuhnya di jalur struktural NU. Menurutnya, keputusann itu telah dikomunikasikan secara langsung kepada pimpinan partai demi fokus pada perjuangan keumatan yang lebih luas.

Diantara sekian nama yang paling potensial dari sisi kapasitas, dukungan pemilih dan kekuatan di belakangnya untum memimpin NU, tentu Kiai Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf). Ada beberapa alasan signifikan, mengapa Gus Yusuf dinilai sangat layak mengemban amanat menjadi ketua PBNU di muktamar ke 35.

Pertama. Darah Biru Kiai dan Penerus Sanad Ilmu.

Gus Yusuf pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang. Sebagai seorang pengasuh dari sebuah pondok besar dengan latar belakang historis yang panjang, Gus Yusuf memiliki modal sosial yang sangat cukup. API Tegalrejo adalah simbol sosial-keagamaan, yang dapat menjadi pusat dan medan magnet dukungan kepadanya.

BeritaTerkait:

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Gus Yusuf adalah putra dari ulama legendaris, KH Chudlori, pendiri Pondok Pesantren API (Asrama Perguruan Islam) Tegalrejo, Magelang. Sebagai putra kiai kharismatik, ia mewarisi nilai-nilai ketawaduan dan kedalaman ilmu agama yang menjadi pondasi utama kepemimpinan di lingkungan Nahdliyin.

Reputasi dan kontribusi API Tegalrejo bagi umat muslim khususnya dan bangsa umumnya tidak perlu diragukan, dan itu artinya jaringan API Tegalrejo tinggal selangkah lagi untuk berkhidmat secara lebih luas melalui PBNU. Gus Yusuf khususnya dan jaringan API Tegalrejo umumnya sangat layak memimpin NU.

Kedua. Pesantren Tegalrejo: Tempat Gus Dur Pernah Nyantri

Kapasitas intelektual dan spiritual Gus Yusuf tidak perlu diragukan. Pesantren yang ia asuh, API Tegalrejo, memiliki sejarah emosional yang sangat kuat dengan tokoh-tokoh besar NU. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tercatat pernah menimba ilmu di sini sebagai santri langsung dari ayahanda Gus Yusuf. Kedekatan historis ini membuat Gus Yusuf dipandang sebagai penjaga api semangat pemikiran Gus Dur yang inklusif namun tetap memegang teguh tradisi salaf.

Ketiga. Alumni Lirboyo: Integritas Keilmuan Pesantren Besar.

Tidak cukup mengandalkan jaringan API Tegalrejo, modal sosial lainnya yang dimiliki Gus Yusuf adalah jaringan Lirboyo. Ia adalah alumni Pondok Pesantren Lirboyo. Dengan memasrahkan kepemimpinan NU pada tangan Gus Yusuf, maka itu sama saja dengan kader terbaik Lirboyo memimpin NU.

Bagaimana pun, seperti halnya API Tegalrejo, Pondok Pesantren Lirboyo adalah pusat keagamaan yang menempati papan atas untuk wilayah Jawa Timur, sebagaimana API Tegalrejo untuk wilayah Jawa Tengah. Gus Yusuf dengan begitu adalah representasi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Jadi, sebagai alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Gus Yusuf memiliki jaringan santri dan kiai yang sangat luas. Latar belakang pendidikan di salah satu “paku bumi” pesantren di Jawa Timur ini memberikan legitimasi kuat di mata para kiai sepuh (syuriyah) maupun santri muda (tanfidziyah) akan kedalaman pemahaman kitab kuning dan hukum Islam.

Keempat. Mubaligh Keliling yang Menyapa Warga

Berbeda dengan tokoh yang hanya muncul di balik meja, Gus Yusuf dikenal sebagai mubaligh yang aktif berkeliling ke berbagai pelosok desa. Ia konsisten menyapa warga melalui pengajian-pengajian rakyat, menjadikannya sosok yang sangat memahami denyut nadi dan problematika Nahdliyin di akar rumput. Gaya bicaranya yang santun, sejuk, namun lugas membuat pesan-pesannya mudah diterima oleh lintas generasi.

Kelima. Memiliki Basis Massa Solid dan Karakter Sopan.

Pengalamannya dalam memimpin berbagai organisasi memberikan Gus Yusuf keunggulan dalam hal manajemen massa. Ia memiliki basis pendukung yang loyal di Jawa Tengah dan sekitarnya. Yang paling menonjol, meski memiliki pengaruh besar, ia tetap mempertahankan karakter sopan dan rendah hati khas pesantren, sebuah syarat etis yang tak tertulis namun vital bagi seorang Ketua Umum PBNU.

Keenam. Independensi Politik untuk Khidmah NU

Keputusannya meninggalkan7 jabatan struktural di parpol menjadi poin tambah paling krusial. Di tengah aspirasi warga NU yang ingin organisasi ini kembali ke khittah dan tidak dikooptasi oleh kepentingan politik praktis, Gus Yusuf hadir sebagai sosok yang telah menanggalkan jubah politik demi mengabdi secara murni kepada jam’iyyah NU.

Ketujuh. Sevisi dengan Gusdurian.

Gusdurian maupun Gus Yusuf memiliki visi kebangsaan yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini. Yaitu, paham moderat. Di titik ini, jika NU di masa-masa yang akan datang mendambakan sosok pemimpin dengan visi moderat, maka Gus Yusuf adalah pilihan yang tepat.

Apalagi potensi ancaman yang dapat merusak kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara hingga hari ini masih belum tuntas. Di mana-mana masih ada suara-suara sumbang yang mencoba merusak kehidupan harmonis. NU di tangan Gus Yusuf tidak akan kekurangan solusi dalam memecahkan persoalan seperti radikalisme, fundamentalisme, terorisme, dan para perusak NKRI.

Kedelapan. Kader Muda Potensial.

Usia Gus Yusuf yang masih muda adalah kredit poin tersendiri. Dibanding calon-calon terkuat hari ini, Gus Yusuf jauh relatif lebih muda. Ini artinya, ia memiliki potensi dukungan dari kaum milenial, bahkan banyak media massa mengabarkan bahwa Gus Yusuf ini merupakan tokoh idola kaum milenial.

Di dalam usianya yang relatif muda itu, ia telah memenuhi banyak kualifikasi yang biasanya hanya dimiliki oleh kiai-kiai sepuh. Tidak heran, Gus Yusuf lebih dikenal akrab sebagai seorang cendikiawan idola kaum muda. Bagaimana tidak, di usia muda, ia telah berhasil meneruskan trah perjuangan ayahanda sebagi tokoh agama, intelektual, bahkan politisi.

Maka, dengan kombinasi antara nasab ulama, rekam jejak pengabdian, kemandirian politik, dan kedekatan dengan rakyat, KH Muhammad Yusuf Chudlori adalah profil pemimpin yang mampu membawa PBNU menuju Muktamar ke-35 dengan semangat kemandirian dan martabat yang tinggi. Wallahu’alam bishawab.

KH Imam Jazuli Lc., MA., Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Gus YusufGus Yusuf ChudlariImam JazuliKetua Umum PBNUMuktamar NU Ke-35
Share208Tweet130SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 
Opini

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

by liputan9news
February 14, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Melihat sosok KH. Imam Jazuli hari ini, yang mengasuh dan berdiri di tengah ribuan santri di Pesantren...

Read more
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

February 11, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2527
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

February 14, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Tradisi Munggahan dan Persiapan Menyambut Ramadan

February 13, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadan

February 13, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In