• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Kaum Sufi Berpolitik, Kita pun Harus

September 7, 2024
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto saat memberikan keterangan kepada awak media (Foto: Dok: Istimewa).

Mangkir, KPK Akan Panggil Ulang Haji Her Terkait Kasus Mafia Cukai Rokok

April 8, 2026
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (Foto: Antara)

KPK Usut Keuntungan Ilegal Rp 40,8 Miliar dari Kuota Haji Khusus, Penyidik Cecar 3 Bos Travel

April 7, 2026
Alumni Lemhabas 98 David Pajung: Ajakan Tumbangkan Prabowo adalah Provokasi dan Opini Jalanan 

Alumni Lemhannas 98 David Pajung: Ajakan Tumbangkan Prabowo adalah Provokasi dan Opini Jalanan 

April 7, 2026
Dr. KH. Zakky Mubarok, MA, Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU)

Jaminan Bagi Manusia yang Bertakwa

April 7, 2026
Ra Mamak dan Inayah

Inayah Wahid Putri Gus Dur Menikah dengan Ra Mamak Guluk-Guluk Sumenep

April 7, 2026
Dr. KH. Shalahuddin A Warits Ilyas Pengasuh Ponpes Anuuqayah

Ra Mamak Pengasuh Ponpes Annuqayah Nikahi Inayah Wahid Putri Gus Dur

April 7, 2026
Komandan Quds IRGC Warning Bakal Datangnya Kejutan Baru untuk Elite Epstein

Komandan Quds IRGC Warning Bakal Datangnya Kejutan Baru untuk Elite Epstein

April 7, 2026
Operasi Penyelamatan Pilot AS di Isfahan Gagal, Iran Hancurkan C-130 dan Black Hawk (Foto: MKPS/MSN)

Iran Gagalkan Operasi Penyelamatan Pilot AS di Isfahan, IRGC Hancurkan C-130 dan Black Hawk

April 7, 2026
Peringati Hari Penyiaran Nasional, Resonara Gelar Diskusi Publik Tantangan Era Digital

Peringati Hari Penyiaran Nasional, Resonara Gelar Diskusi Publik Tantangan Era Digital

April 7, 2026
Jusuf Kalla -Rismon Sianipar

Jusuf Kalla Polisikan Rismon Sianipar Terkait Kisruh Ijazah Jokowi

April 6, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Wednesday, April 8, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

Kaum Sufi Berpolitik, Kita pun Harus

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
September 7, 2024
in Tasawuf
A A
1
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

511
SHARES
1.5k
VIEWS

Cirebon, LIPUTAN 9 NEWS

Keteladanan dari kaum sufi untuk kita semua mencakup banyak dimensi. Politik kebangsaan adalah satu dimensi yang Sufi terjuni. Mereka tampil sebagai orator ulung, memobilisasi massa, dan pusat-pusat tarekat mereka menjadi markaz perlawanan. Dari masa ke masa, sufisme Islam tidak bisa dipisahkan dari aktivitas politik kaum Sufi. Pada keteladanan mereka kita hari ini patut belajar dan melanjutkan jejak perjuangannya.

Kita bisa mulai keteladanan kaum sufi dalam berpolitik praktis dari era Daulah Abbasiah, tepatnya pada tahun 796 M., ketika berdiri Ribat di wilayah al-Munastir (Ribat du Monastir), di Tunisia. Gubernur Abbasiah untuk Afrika kala itu adalah Amir Hartsamah bin A’yan. Ribat ini dapat dikatakan sebagai markas perlawanan dan dakwah Islam paling tua.

Ribat al-Munastir tersebut dibangun dengan menyediakan kamar-kamar asrama dan memiliki dua masjid sekaligus. Kamar-kamar tersebut ditempati para mujahid, merenungkan strategi militer, dan menyusun berbagai kegiatan latihan lainnya, sambil menunggu datangnya waktu shalat. Ribat di Munastir ini menjadi saksi mata kebesaran peradaban Islam era Abbasiah pada masa Harun ar-Rasyid.

BeritaTerkait:

Ahlus Suffah: Kaum Sufi dan Kemiskinan Ideal

Memahami Puncak maqamat Sufi: Ittihad, Hulul, Wahdat Al-Wujud, Wushul dan Insan Al-Kamil

Tarekat Sufi dan Dalil-dalil Syar’inya

Tasawuf dan Sufi, Kisah Keteladanan Sepanjang Masa

Di Maroko (Maghribi), zawaya-zawaya memiliki peran seperti ribat-ribat di Tunis. Sementara ribat-ribat ini tidak bisa dilepaskan dari para syeikh tasawuf atau ulama Sufi besar. Misalnya, Ribat di Tilmisan, Al-Jazair, dibangun dekat maqbarah Sayyid Abu Madyan. Atau, Ribat Tafertasset, di dekat Sungai Sebou, Maroko, memiliki masjid dan dua maqbarah Amir Bani Maryan. Ribat Taskidalet di Maroko yang dibangun dekat maqbarah waliyullah dari Bani Yiznassen.

Semua ribat yang disebutkan di atas memiliki syeikh sufi yang terjun langsung ke ranah politik praktis. Misalnya, Ribat Ubbad dekat kubur Abu Madyan di Tilmisan, para salik yang sebelumnya hanya fokus pada dzikir dan ibadah, mulai aktif pada urusan sosial-politik pada masa kepemimpinan Amir Abu Hamhu Musa II (1359-1389), dari Bani Zayyani. Sang Amin meminta para sufi di Ribat Ubbad ini untuk mendukung proyek politiknya mengusai kabilah-kabilah Thawawda.

Selain peran aktif ribat-ribat sufi, sebagai sebuah organisasi keagamaan, ke dalam politik praktis, ada juga peran aktif para sufi sebagai individu. Misalnya, Abu Manshur al-Hallaj (858-922) harus mati di tiang gantungan karena tuduhan telah menyebarkan paham keagamaan yang sesat. Padahal, al-Hallaj adalah korban politik kekuasaan.

Tidak hanya itu, al-Hallaj menulis al-Rasail al-Kubra, kumpulan essai yang berisi penjelasan tentang kewajiban-kewajiban para menteri, yang dituntut untuk menegakkan hukum-hukum Islam dengan benar (Thaha Abdul Baqi Surur, 2020). Al-Hallaj aktif menyampaikan pandangan-pandangan politiknya di Masjid Jami’ al-Manshur, dan karenanya kebencian Sultan pada al-Hallaj sangat besar. Sultan menganggap pikiran politik al-Hallaj akan menyebabkan pemberontakan dan kekacauan sosial (Samir al-Sa’idi, 1996).

Ketika Perang Salib pecah, Muhyiddin Ibnu Arabi berteman dengan Penguasa Saljuk Romawi. Ibnu Arabi yang terkenal dengan ajaran Wahdatul Wujud itu aktif berpolitik, terutama mendorong penguasa Saljuk untuk melawan Tentara Salib. Ketika melakukan perjalanan ke Konya Turki, Ibnu Arabi bertemu Sultan Kay Kawus I dan memberikan saran-saran politiknya untuk melarang orang Nashrani meniru pakaian umat Islam, melarang mereka belajar Alquran, dan harus menghormati umat Islam (Muhammad Faruq Sholeh Badri, 2006).

Sejarah Islam Nusantara menjadi saksi sejarah paling dekat dengan kehidupan kita. Islam disebarkan oleh Dewan Walisongo, yang kemudian memilih dan mendukung Raden Fatah menjadi penguasa Islam pertama di Tanah Jawa. Kesultanan Demak Bintoro adalah bukti dari hasil akhir kerja-kerja politis para Wali. Bahkan, seorang anggota Walisongo dari Cirebon, Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) adalah seorang raja itu sendiri.

Sudah sangat nyata para Waliyullah menjadi teladan ideal bagi umat muslim, terutama dalam berpolitik praktis. Para Waliyullah tidak pernah gentar membela kebenaran melalui jalur politik praktis, sekalipun itu harus mengorbankan nyawanya sendiri, seperti ditunjukkan oleh Al-Hallaj. Waliyullah tidak pernah segan untuk duduk di kursi kekuasaan politik jika itu memang diperlukan, seperti ditunjukkan oleh Sunan Gunung Jati.

Atau, para Waliyullah tidak pernah mundur untuk terus mendukung dari belakang para politisi menduduki jabatan strukturak, seperti keteladanan Dewan Walisongo dengan Raden Fatah. Keteladanan para wali dalam terjun ke politik praktis ini perlu terus dilestarikan oleh umat muslim, khususnya di Indonesia. Membiarkan kekuasaan politik praktis jatuh ke tangan orang yang tidak tepat adalah pikiran dan perilaku yang salah.

Rasulullah saw telah bersabda: “idza wussidal amru ila ghairi ahlihi fantazhirus sa’ah.” Apabila sebuah urusan diserahkan pada orang yang bukan ahlinya maka tinggal menunggu waktu kehancuran (HR. Bukhari).

Hadis di atas mengajarkan kita betapa pentingnya urusan tertentu, apalagi urusan negara, dipasrahan kepada orang yang tepat. Orang yang tepat itu antara lain adalah para kekasih Allah, kaum sufi yang sejak awal sudah banyak berjasa pada politik islam. Kita sebagai warga Nahdliyyin khususnya, yang memiliki keyakinan penuh terhadap para waliyullah sebagai kekasih Allah, tentu sudah menjadi kewajiban untuk terjun ke politik praktis, seperti yang sudah dicontohkan mereka.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: BerpolitikKaum SufiKaum Sufi Berpolitik
Share204Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli
Tasawuf

Ahlus Suffah: Kaum Sufi dan Kemiskinan Ideal

by liputan9news
April 16, 2025
1

Cirebon | LIPUTAN9NEWS Sufisme Islam selalu menawarkan sudut pandang segar dalam memaknai kehidupan, termasuk kemiskinan. Sufisme menjadi terasa sangat penting...

Read more
Imam Jazuli

Memahami Puncak maqamat Sufi: Ittihad, Hulul, Wahdat Al-Wujud, Wushul dan Insan Al-Kamil

November 22, 2024
Imam Jazuli

Tarekat Sufi dan Dalil-dalil Syar’inya

November 16, 2024
Imam Jazuli

Tasawuf dan Sufi, Kisah Keteladanan Sepanjang Masa

September 27, 2024
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    2 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2543
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto saat memberikan keterangan kepada awak media (Foto: Dok: Istimewa).

Mangkir, KPK Akan Panggil Ulang Haji Her Terkait Kasus Mafia Cukai Rokok

April 8, 2026
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (Foto: Antara)

KPK Usut Keuntungan Ilegal Rp 40,8 Miliar dari Kuota Haji Khusus, Penyidik Cecar 3 Bos Travel

April 7, 2026
Alumni Lemhabas 98 David Pajung: Ajakan Tumbangkan Prabowo adalah Provokasi dan Opini Jalanan 

Alumni Lemhannas 98 David Pajung: Ajakan Tumbangkan Prabowo adalah Provokasi dan Opini Jalanan 

April 7, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In