JAKARTA | LIPUTAN9NEWS – Ketua Bidang Keagamaan DPP Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), KH Abdul Muiz Ali, Sesali Olok-olok Valen Monyet di Grand Final Da7, yang ditayang stasiun Televisi Indosiar secara live itu.
Kiai Muiz mengatakan bahwa musik itu identik dengan seni dan seni itu identik dengan adab dan keindahan.
Kiai Muiz mengatakan, dalam setiap kompetisi apapun, wajar kalau suporter mengidolakan yang ia dukung. Tapi tetap menggunakan etika atau sopan santun, tidak boleh mengolok kompetitor dengah kata-kata yang tidak sopan, apalagi dilakukan diruang publik dan disiarkan langsung oleh televisi nasional.
KH Abdul Muiz Ali yang juga Pengurus MUI pusat itu, menanggapi olokan salah satu penonton dengan kata monyet, kepada Valen yang sekarang sedang menjadi kompetitor di Da7 Indosia.
“Saya menyesali pernyataan itu, bukan karena semata-mata saya sama-sama asal Madura, tetapi ini juga bagian dari bentuk nasehat kepada semua pendukung dalam ajang pencarian bakat tersebut,” ujarnya pada Liputan9news, Ahad (21/12/2025).
Lebih lanjut, Ulama muda asal Bangkalan Madura tersebut menegaskan, mengatakan monyet yang tujuannya diarahkan kepada Valen itu mengarah pada fisik.
“Sangat wajar kalau pendukung Valen dari seluruh Indonesia tidak terima, khususnya pendukungnya asal Madura,” tegasnya.
Menurutnya, kejadian ini juga sekiranya menjadi koreksi kepada pihak penyelenggara, dalam hal ini Indosiar sebagai lembaga publik.
“Agar ada aturan bagi penonton tidak melakukan perbuatan ataupun ucapan yang merendahkan sesama, karena hal ini menyangkut kredibilitas dan etika penyiaran,” terangnya.
“Jangan sampai ajang pencarian bakat DA7 ini, ternodai dan berujung pada sangsi. Kami orang Madura tidak akan tinggal diam jika itu menyangkut harga diri dan martabat kesukuan kami,” pungkasnya
























