• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Khutbah Jum’at: Kontektualisasi Nilai-Nilai dalam Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW

KH. Jamaluddin F Hasyim: Ajak Masyarakat Betawi Mengenal dan Mengamalkan Thoriqoh

August 18, 2022
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

KH. Jamaluddin F Hasyim: Ajak Masyarakat Betawi Mengenal dan Mengamalkan Thoriqoh

liputan9news by liputan9news
August 18, 2022
in Tasawuf
A A
0
Khutbah Jum’at: Kontektualisasi Nilai-Nilai dalam Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW

KH. JamaluddinF Hasyim, Ketua KODI DKI Jakarta

505
SHARES
1.4k
VIEWS

Jakarta, Liputan9 – Rois Idaroh Syu’biyah JATMAN Jakarta Timur KH. Jamaluddin F Hasyim dalam acara Konsolidasi wa Ifthar Jama’i Pengurus Idaroh Wushto JATMAN DKI Jakarta dan Pengurus Idaroh Syu’biyah JATMAN se-DKI Jakarta, mengajak para hadirin dan masyarakat untuk mengenal dan mencintai thoriqoh mu’tabaroh.

“Saya menganjurkan khususnya masyarakat betawi, untuk mengenal thoriqoh, cintailah thoriqoh. Apalagi di jakarta yang begitu keruh ini, kehidupannya begitu keras, begitu padat. Pasti suasana hati tidak senyaman kalau kita ada di desa. Dengan sawahnya, pegunungannya. Suasana hati lebih sempit. Dan hati orang-orang semacam ini membutuhkan oase-oase yang bisa menyirami batinnya agar tidak kering dan kemudian nanti lepas dari iman, mudah-mudahan thoriqoh bisa menjadi jalannya.” kata Kiai Jamal pada Jum’at (15/4) di Pondok Pesantren As-Salafiyah Rawa Badung, Cakung, Jakarta Timur.

Kiai Jamal menuturkan, pengajian thoriqoh di Jakarta selama ini kurang populer karena para ulama betawi baik dari kalangan kiai ataupun habaib sangat menekankan pentingnya ilmu syariat, itu sebabnya menurut beliau di betawi yang dominan adalah kajian tentang syariat dan tasawuf ‘amali, mengenai sifat-sifat mahmudah (terpuji), madzmumah (tercela) dan tazkiyatun nafs (pensucian jiwa) secara umum.

BeritaTerkait:

PWNU DKI Jakarta: Modifikasi Cuaca tidak Efektif Atasi Banjir

KH. Abdul Muin: NU Tak Boleh Kehilangan Wibawa di Rumahnya Sendiri

Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta Diperiksa KPK Terkait Kasus Kuota Haji

Islah PBNU di Depan Mata? PWNU DKI Dorong Majelis Tahkim Khusus Digelar Cepat

“Di masyarakat betawi memang thoriqoh itu kurang populer. Kebetulan saya ngaji sama ulama-ulama betawi, sampai hari ini masih dengan Kiai Maulana Kamal Yusuf, Kiai Mahfudz Asirun, para Kiai-Kiai lainnya dan para Habaib itu memang pembahasan tentang thoriqoh nyaris tidak dibahas. Namun bukan berarti beliau-beliau tidak mengerti dan tidak mengenal thoriqoh.” tutur Kiai Jamal.

“Termasuk Kiai Saifuddin Amtsir, beliau mengaku sendiri bahwa beliau berthoriqoh Naqsyabandiyah dan mengambil talqin di Sumbar.” ungkap Kiai Jamal yang juga merupakan Ketua Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta.

“Ada semacam perlindungan, proteksi yang
diberikan oleh para ulama betawi agar masyarakat betawi tidak terjatuh dalam thoriqoh-thoriqoh yang nyeleneh. Ngajinya belum becus tapi ngomong tentang hakikat, alam malakut, alam jabarut, baca Qur’an belum rapih, tajwid belum beres. Istilahnya bab syariatnya belum selesai, belum bab akidahnya.” terang Kiai Jamal.

“Maka yang paling bagus adalah sesuai dengan hadits Jibril tadi, urutannya yang pertama iman, yakni ilmu akidah sebagai pondasi. Kemudian yang kedua islam yang turunannya adalah ilmu fiqih. yang ketiga baru bab ihsan. Jadi ihsan ini posisinya adalah puncak daripada pencapaian iman dan islam.” jelas Kiai Jamal.

“Alhamdulillah, Nahdlatul Ulama punya JATMAN yang di dalamnya terdapat para ulama thoriqoh yang selalu melakukan kajian-kajian, timbangan-timbangan, termasuk mana thoriqoh mu’tabaroh dan mana yang ghoiru mu’tabaroh, jangan sampai setiap orang mengaku-ngaku bahwa dia adalah mursyid.” tegas Kiai Jamal.

“Alhamdulillah di Jatman DKI ini selalu (ada) kajian-kajian kitab-kitab yang mu’tabar bersama para guru para masyayikh kita sehingga Alhamdulillah kita bisa punya pandangan yang utuh tentang thoriqoh, insyaAllah gak yang nyeleneh-nyeleneh.” ujar Kiai Jamal.

Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Mudir Idaroh Wustho Jatman DKI Jakarta KH. Muhammad Danial Nafis dalam sambutannya menerangkan bahwa selama ini bahasan tentang thoriqoh di jakarta memang masih lebih banyak stigma negatif ketimbang positif. Hal itu, menurut beliau tidak terlepas dari pengaruh politik adu domba yang dilakukan penjajah di masa kolonialisme Belanda.

“Memang secara sejarah banyak hal-hal yang terkait dengan tarekat mulai zaman kolonialisme belanda yang mencoba untuk melakukan demarkasi, pemisahan bahwa tarekat itu adalah kelompok orang nyeleneh, bukan bagian dari syariat islam, tarekat itu adalah milik orang-orang khusus (eksklusif), tarekat adalah bagi orang-orang yang sudah pensiun, orang-orang yang sudah tidak menginginkan dunia. Hal ini yang dijadikan pandangan masyarakat awam. Jadi ketika melihat perkumpulan tarekat lebih cendrung banyak sisi negatifnya karena itu yang dihembuskan. Padahal kalau diberikan pemahaman yang betul bahwa tarekat adalah bagian dari syariat islam. maka insyaAllah tidak ada itu stigma pandangan buruk tentang tarekat.” terang Kiai Nafis.

“Oleh karenanya Nahdlatul Ulama (NU) sebagai markas besar ahlus sunnah wal jamaah di Nusantara mempunyai wadah khusus untuk ahli tarekat dinamakan Jam’iyyah Ahlut Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN). Pendirinya adalah para ulama-ulama tarekat yang berada di dalam naungan NU. Jadi JATMAN adalah kumpulan dari pengamal tarekat yang ada di lingkungan NU.” jelas Kiai Nafis.

Namun, Kiai Nafis juga mengingatkan agar para pengurus JATMAN dan masyarakat mewaspadai perkumpulan-perkumpulan yang mengatasnamakan thoriqoh padahal isi dari ajarannya menyimpang dari syariat. “Tapi juga banyak sekarang itu orang berselimut dengan NU seolah-olah dia ahli Tarekat padahal hakikatnya bukan ahli tarekat tapi kebatinan. Oleh karenanya penting ta’lim (pengajaran) terkait ini.” kata beliau.

“Ahlu thoriqoh adalah ahlul Quran dan ahlus Sunnah, ini penting. jadi ketika ada orang yang mengaku ahli thoriqoh menyelisih dari Al-Quran, menyelisih sunnahnya Rasulullah menyelisih dari pemahaman umum daripada ulama-ulama ahlus sunnah maka dipertanyakan ketarekatannya.” ujar Kiai Nafis.

“Sekarang ini banyak viral terkait jalan pintas menuju Allah. Ini yang perlu diluruskan kalau mau menuju Allah harus mujahadah. Oleh karenanya harus melihat sosok mursyidnya, bagaimana prilakunya. meskipun punya sanad, alim, bisa baca kitab tapi kalau tidak melaksanakan syariat,  menghalalkan yang diharamkan maka ini batil. Jadi, standarnya jelas, syariat.” tegas Kiai Nafis.

Menurut Kiai Nafis, masih banyak permasalahan terkait thoriqoh yang perlu diluruskan dan dijelaskan kepada masyarakat untuk menghapus stigma negatif terkait thoriqoh. Disamping itu, JATMAN DKI terus melakukan konsolidasi dan memperkuat silaturahim dengan pengurus Syu’biyah s-DKI Jakarta melalui rangkaian kegiatan safari selama bulan Ramadhan tahun ini.

“InsyaaAllah, nanti Idaroh Wustho setelah Ramadhan akan mengadakan bahtsul masail akbar atau mudzakarah akbar terkait bahasan-bahasan ini, yang krusial semacam ini.” tukas Kiai Nafis.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Lajnah Bahtsul Masail JATMAN Idaroh Wustho DKI Jakarta Ustadz H.M. Izzul Mutho’, Wakil Rois Idaroh Syu’biyah Jakarta Timur KH. Muhammad Adnan, Wakil Katib Syu’biyah Jakarta Timur Ustadz Muhammad Bushairi, Mudir Syu’biyah Jakarta Timur Ustadz Aga Faisal Sadzeli dan para pengurus JATMAN DKI tingkat Wustho dan tingkat Syu’biyah Jakarta Timur. (Sumber: Aktual.com)

Tags: BetawiJatmanKH. Jamaluddin F. HasyimPWNU DKI JAKARTAThoriqoh
Share202Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

PWNU DKI Jakarta: Modifikasi Cuaca tidak Efektif Atasi Banjir
Nasional

PWNU DKI Jakarta: Modifikasi Cuaca tidak Efektif Atasi Banjir

by liputan9news
January 26, 2026
0

JAKARTA  | LIPUTAN9NEWS Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Lutfi Hakim menilai upaya penanganan banjir Jakarta...

Read more
KH. Abdul Muin: NU Tak Boleh Kehilangan Wibawa di Rumahnya Sendiri

KH. Abdul Muin: NU Tak Boleh Kehilangan Wibawa di Rumahnya Sendiri

January 14, 2026
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (Foto: Antara)

Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta Diperiksa KPK Terkait Kasus Kuota Haji

January 12, 2026
Plaza PBNU

Islah PBNU di Depan Mata? PWNU DKI Dorong Majelis Tahkim Khusus Digelar Cepat

December 25, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In