• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Logo JATMAN

Meleburkan NU-Ku, NU-Mu Menjadi NU-Kita

September 18, 2024
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Meleburkan NU-Ku, NU-Mu Menjadi NU-Kita

Oleh: Prof. Nur Syam

liputan9news by liputan9news
September 18, 2024
in Opini
A A
1
Logo JATMAN

Foto: Logo JATMAN

558
SHARES
1.6k
VIEWS

Jakarta | LIPUTAN9NEWS
Sebagai orang NU, sebenarnya saya speechless. Akhir-akhir ini NU memang membikin banyak berita. Berseliweran pemberitaan tentang NU. Sungguh tiada hari tanpa pemberitaan tentang NU. Melalui media social yang tiada berhenti menginformasikan apa saja, sampai media mainstream banyak pemberitaan tentang NU. Hanya sayangnya pemberitaan tersebut kebanyakan memiliki konten yang terkait dengan NU yang sedang berada di dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

NU memang sedang berada di dalam nuansa “ujian”. Berbagai informasi tentang NU lebih banyak dimensi “minusnya” dibandingkan dimensi “plusnya”. Tentu pandangan ini dihasilkan dari pencermatan atas berbagai informasi yang merebak akhir-akhir ini. Memang media social merupakan instrumen untuk menginformasikan segala hal, baik yang positif maupun negative. Semuanya dapat dikemas sesuai dengan kepentingan masing-masing. Ada berita yang merupakan fakta apa adanya, dan ada berita yang coraknya analisis dan terkadang dieksagerasikan sedemikian rupa. Melalui proses eksegerasi, maka yang sesungguhnya berita kecil saja akan tetapi bisa menjadi seolah-olah besar.

Akan tetapi masyarakat yang sedang berada di era keterbukaan informasi, dan bahkan berkecenderungan menjadi jurnalis pada diri masing-masing, maka berita menjadi semakin simpang siur dan antara fakta dan komentar atau antara fakta dan analisis nyaris tidak bisa dibedakan, kecuali kita memang berusaha untuk memahaminya berdasarkan atas preferensi yang kita miliki. Demikian pulalah berita di seputar NU itu. Ada empat berita yang akhir-akhir ini mengedepan tentang NU. Pertama, berita keterputusan nasab Ba’alawi yang terus menggelinding hingga dewasa ini. Polemik nasab ini memang menyita banyak pihak antara yang pro pembatalan nasab dan yang menolak pembatalan nasab. Mereka yang pro pembatalan nasab Ba’alawi adalah pro Kiai Imad dan yang menolak pembatalan nasab Ba’alawi adalah para habaib dan muhibbin. Melalui melubernya informasi tentang pro-kontra ini tentu membuat kelompok Ba’alawi merasa tersudutkan.

BeritaTerkait:

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

Kedua, berita yang terkait dengan Mu’tamar Luar Biasa (MLB), yang digagas oleh beberapa orang yang “merasa” tidak puas atas duet kepemimpinan NU,Gus Yahya dan Gus Ipul. Pemberitaan ini berkait kelindan dengan kebijakan PBNU, yang melakukan pemberhentian atas beberapa fungsionaris NU baik di pusat maupun di daerah. Di PBNU atau PWNU. Termasuk keinginan PBNU untuk “mengatur” PKB. Bahkan dianalisis bahwa PBNU secara tidak langsung berkeinginan untuk melakukan Munas Tandingan PKB di Jakarta, yang seharusnya digelar pada 1-3 September 2024. Berbagai kebijakan tersebut memicu keinginan untuk mengembalikan NU pada relnya sebagai Jam’iyah Diniyah wa ijtima’iyah dan bukan Jam’iyah yang bernuansa politikiyah atau siyasiyah. Mereka bertemu di Pesantren Syaikhona Kholil untuk memberikan respon atas kebijakan-kebijakan PBNU. Terdapat rekomendasi PBNU melalui tim khusus Penyelamatan PKB versus rekomendasi Forum Penyelamat NU.

Ketiga, berita tentang Presidium Penyelamat NU akan menyelenggarakan Pra Muktamar Luar Biasa (MLB) pada awal bulan Oktober. Pra MLB dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan MLB. Menurut Gus Salam (KH. Abdus Salam Shohib), koordinator MLB NU akan melakukan kegiatan menyerap informasi di daerah-daerah. Gus Salam menegaskan bahwa timnya akan melakukan kunjungan ke PWNU dalam kerangka menyiapkan segala sesuatunya di dalam MLB yang akan diselenggarakan sebelum berakhir tahun 2024. (detikjatim. 12/09/2024).

Keempat, pemberitaan tentang pembangkangan pimpinan Jam’iyah Ahli Thariqah Mu’tabarah An Nahdhiyah (JATMAN), yang dipimpin oleh Habib Luthfi Pekalongan. PBNU akan menyelenggarakan pertemuan di Hotel Bumi Surabaya, 19/09/2024. PBNU akan mengundang para pengurus Idaroh Wustha tanpa melibatkan pimpinan pusat. Surat ke pimpinan Idarah Wustha sudah dilayangkan pada 10/09/2024. Akan tetapi kemudian beredar pula surat yang dikeluarkan oleh Pimpinan JATMAN agar tidak menghadiri acara dimaksud. Surat Edaran tersebut ditandatangani oleh Habib Luthfi selaku pimpinan atau Rois Am JATMAN agar para pimpinan Idarah Wustha tidak menghadiri acara tersebut karena dianggap akan dijadikan sebagai ajang untuk mengudeta pimpinan JATMAN. (duta.com). Tiga isu yang menjadi polemic adalah keterputusan sanad, pemalsuan sejarah dan perebutan makam leluhur.

Meskipun tidak secara langsung, akan tetapi PBNU tentu saja menjadi bagian tidak terpisahkan dari polemic ini. Perdebatan ini adalah perdebatan intra organisasi NU. Keduanya merupakan bagian dari warga NU. Ada individu dari kelompok Ba’alawi yang menjadi pimpinan dan anggota organisasi NU, demikian pula pengagum Kyai Imad juga ada yang menjadi pimpinan NU dan warga NU. Bahkan muncul organisasi-organisasi yang bervisi untuk menyelamatkan dzurriyah Walisongo dalam kontestasinya dengan Rabithah Alawiyah, habaib dan muhibbin.

Ada banyak orang yang prihatin dengan NU dewasa ini. NU mendeklarasikan diri sebagai pilar Islam wasathiyah, Islam yang memberikan pengayoman atas kaum Nahdhiyin bahkan orang lain, tetapi sekarang berada di tubir jurang. NU dipaksa untuk memilih dalam pilihan yang sulit terkait dengan realitas social di hadapannya. NU harus memilih menyelamatkan yang pro Kyai Imad atau para habaib yang kebanyakan juga warga NU. Benar-benar buah simalakama. Membela yang satu dan menolak lainnya. Selain juga harus menghadapi masalah-masalah internal organisasi yang relative pelik.

Konflik ini jika dianalisis sesungguhnya merupakan konflik otoritas, sesuai dengan pikiran Ralf Dahrendorf. Satu dengan lainnya merasa sebagai yang paling berhak. PBNU merasa yang berotoritas untuk mengatur JATMAN karena merupakan Badan Otonom di bawah PBNU, sementara itu Habib Luthfi sebagai pemimpin JATMAN juga merasa bahwa organisasi ini sedang berada di dalam otoritasnya. Pertarungan ini kurang lebih juga sama dengan konflik antara PBNU dengan PKB. PBNU merasa bahwa PKB adalah sayap politik NU, sementara itu PKB merasa sebagai partai yang independent. Di sisi lain, PBNU dan Presidium Penyelamat NU juga memiliki kemiripan. Keduanya merasa sebagai pihak yang berotoritas di dalam kelangsungan NU sebagai organisasi social keagamaan.

Sayangnya bahwa “genderang perang” itu sudah ditabuh dan keduanya sudah siap untuk saling mengalahkan. Rasanya sudah sampai pada pernyataan: ini NU-mu bukan NU-Kita, ini NU-ku dan bukan NU-Kita. Masing-masing secara otoritatif saling mengklaim akan kebenarannya. Padahal yang kita butuhkan adalah NU-Ku, NU-Mu, lalu menjadi NU-Kita. Benarkah sudah tidak ada lagi tabayyun, benarkah sudah tidak ada peluang untuk duduk bersama, benarkah sudah tidak ada negosiasi. Ini kondisi NU kita dewasa ini. Tentu masih ada harapan, bahwa yang berfaksi-faksi di dalam NU tersebut pada ujung akhirnya akan kembali kepada kesatuan visi untuk menegakkan Islam ahli sunnah wal jamaah di bumi Nusantara. Wallahu a’lam bi al shawab.

Prof. Dr. Nur Syam, MSi, Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Tags: JatmanNUNU-KitaNU-KuNU-MuPBNU
Share223Tweet140SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur
Opini

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

by liputan9news
February 1, 2026
0

JOMBANG | LIPUTAN9NEWS Jangan salah menilai kiai-ulama pesantren yang seringkali dipahami berpikir tradisional. Dalam sejarahnya, pandangan geopolitik kiai-ulama bisa menembus...

Read more
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menggelar Konferensi Pers di Plaza PBNU Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Rabu (03/12/2025) (Foto: MSN/ASR)

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

January 30, 2026
PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftahul Ahyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Load More

Comments 1

  1. Pingback: Habaib, NU dan Kekerasan Sosial - Liputan 9

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In