• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
NU

Habaib, NU dan Kekerasan Sosial

October 2, 2024
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
GP Ansor Bekasi Selatan Gembleng Kader Banser, Perkuat Jiwa Kepemimpinan dan Kebangsaan

GP Ansor Bekasi Selatan Gembleng Kader Banser, Perkuat Jiwa Kepemimpinan dan Kebangsaan

May 15, 2026
Abaikan Fatwa MUI, Kemenhaj Tetap Izinkan Dam Haji di Indonesia

Abaikan Fatwa MUI, Kemenhaj Tetap Izinkan Dam Haji di Indonesia

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, May 18, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Habaib, NU dan Kekerasan Sosial

Oleh: Prof. Nur Syam

liputan9news by liputan9news
October 2, 2024
in Opini
A A
0
NU

Foto: Ilustrasi Habaib dan Nu (NU Online)

621
SHARES
1.8k
VIEWS

Jakarta | LIPUTAN9NEWS
Sedari semula sudah ada kekhawatiran akan munculnya kekerasan aktual sebagai akibat dari kekerasan simbolik melalui media social. Selama ini memang masih pertarungan wacana di antara dua kelompok, pro dan kontra Habaib. Di satu sisi begitu gencarnya pemberitaan tentang ketidakabsahan nasab habaib tersambung kepada Rasulullah SAW, dan di satu sisi tentu ada yang mempertahankan statusnya sebagai dzurriyah Nabi Muhammad SAW.

Pertarungan wacana itu sedemikian kerasnya, sehingga rasanya sudah bukan lagi sesama umat Islam, wabil khusus sebagai warga NU, karena diksi-diksi yang digunakannya sungguh sangat “keterlaluan”. Jadi ingat sama lagunya Bang Haji Rhoma Irama “Patah Hati”, yang juga sering saya dengarkan. Sungguh pertarungan ini tidak hanya menjadi milik para elit saja, elit yang berada di garis Imaduddin dan elit habaib, akan tetapi telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari wacana di masyarakat.

Rasanya masyarakat Islam terbelah menjadi dua penggolongan baru, yaitu kelompok Habaib dan kelompok non-Habaib. Di dalam konsep yang dinyatakannya adalah kelompok dzurriyah Ba’alawi versus kelompok dzurriyah Walisongi. Mereka yang termasuk di dalam kelompok dzurriyah Ba’alawi adalah Habib Rizieq Syihab, Habib Bahar bin Smith dan seluruh jajarannya yang tergabung di dalam klan Assegaf, Syihab, Al Athas dan lain-lain dan dzurriyah Walisanga seperti Imad, Abdurrahman dan lain-lain. Bahkan sekarang sudah muncul organisasi-organisasi baru yang berkaitan dengan dzurriyah Walisongo.

BeritaTerkait:

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Tenggat Waktu sampai Agustus Tak Ada Muktamar, PWNU dan PCNU Mosi Tidak Percaya ke PBNU

Memang harus diakui betapa berat beban kaum Ba’alawi atas hasil kajian Imad tentang keterputusan sebagai dzurriyah Nabi Muhammad bahkan kesimpulan yang menyatakan bahwa leluhur kaum Ba’alawi adalah Yahudi Arkhenazi, yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan Nabi Muhammad, Bani Hasyim dan bahkan tidak ada relevansinya dengan Nabi Ibrahim AS. Yahudi Arkhenazi berasal dari salah satu Suku di Kaukasus, yang menjadi pemeluk Yahudi dalam abad pertengahan. Padahal selama ini, kaum Ba’alawi berkeyakinan bahwa mereka adalah keturunan Nabi Muhammad SAW.

Sedemikian masifnya informasi tentang ketidakabsahan nasab mereka tersebut, sehingga membuat mereka merasa harus berjuang dengan berbagai cara melalui media social yang akhirnya berujung kepada kekerasan. Tanggal 10/08/2024 menjadi saksi bahwa kekerasan social antara mereka yang menyebut dirinya sebagai pecinta Habaib atau muhibbin dan kelompok penolak Habaib terjadi benturan. Di Karawang, rombongan Kyai NU dan Banser diserang oleh Orang Tak dikenal (OTK). Sewaktu mereka akan menghadiri pengajian di di Jalan Irigasi Warungdoyong, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang Sabtu (10/8/2024) malam.

Akibat aksi penyerangan itu, satu orang luka babak belur dihajar para pelaku. (iNews Jabar, diunduh 13/08/2024). Untuk memberikan gambaran bahwa yang terjadi adalah benturan atau kekarasan yang melibatkan kaum Ba’alawi dengan kelompok Imad adalah dari teriakan-teriakan bahwa mereka mencari Imad. Dengan demikian, yang terjadi adalah kekerasan yang melibatkan dua kelompok.

Sebagai umat Islam memang kita prihatin atas pertarungan antara kelompok Ba’alawi dengan kelompok Imad dan kawan-kawan. Pertarungan ini sudah masuk dalam Kawasan NU secara institusional, artinya keterlibatan PBNU untuk menyelesaikan sungguh sangat diharapkan. Oleh karena itu ada empat hal yang dapat dipertimbangkan, yaitu: pertama, PBNU dengan otoritasnya yang menyangkut otoritas keberagamaan, maka bisa melakukan dialog berkesetaraan dalam upaya untuk menghentikan silang sengkarut pembicaraan di antara tokoh-tokoh yang berseteru. Dialog ini difasilitasi oleh PBNU, sebagai rumah besar, di antara mereka-mereka yang secara kultural merupakan penganut Islam ala ahli sunnah wal jamaah, khususnya NU.

Kedua, dialog ini merupakan representasi dari tokoh-tokoh yang dianggap mewakili kelompok kepentingan, yaitu kelompok Ba’alawi dan kelompok Imad. Dua kubu ini harus membangun kesepahaman bahwa perseteruan harus dihentikan karena akan terdapat efek negative yang akan terjadi. Keduanya harus menghentikan pembicaraan baik melalui media social, ceramah dan diskusi tentang nasab dan sebagainya. Kesepahaman tersebut dapat dirumuskan dalam nota perjanjian untuk saling menaati dan tidak saling melanggar.

Ketiga, para pihak harus merelakan atas status apapun yang diperdebatkan untuk diselesaikan dan saling menjaga agar tidak saling melakukan tindakan untuk memperkuat diri sebagai ekspresi identitas. Program-program Ba’alawinisasi atas tokoh-tokoh dan sejarah Nusantara atau sejarah NU dan organisasi social keagamaan lainnya juga harus dihentikan. Demikian pula kelompok Imad dan kawan-kawan juga tidak terus mencari-cari masalah terkait dengan status Ba’alawi. Cukup sudah pembicaraan tentang hal dimaksud.

Keempat, hasil meeting ini dapat menjadi upaya untuk rekonsiliasi di antara para pihak. NU memiliki banyak ahli dalam upaya rekonsiliasi. Melalui pengalamannya yang sangat banyak, maka diharapkan akan menghasilkan win-win solution. Jalan ketiga menjadi penting, dan saya kira NU dengan konsep-konsep fiqih dan ushul fiqihnya akan dapat menemukan solusi yang tepat. Saya kira masih ada jalan keluar atas kemelut nasab ini selama masih ada kemauan untuk melakukan negosiasi. Prinsip di dalam negosiasi adalah untuk saling memahami dalam kebersamaan.

Sungguh kita tidak ingin ukhuwah Islamiyah yang sudah terjalin dengan sangat baik selama ini menjadi rusak gegara adanya sikap egoisme dalam mempertahankan pendapatnya. Kita sering berseteru dalam tafsir agama. Kaum Ba’alawi berada di dalam tafsir agama, demikian pula kelompok Imad juga berada di dalam tafsir agama. Tafsir itu selalu ada probability untuk salah. Bisa jadi 95% benar, tetapi masih menyisakan 5% salah. Demikian seterusnya. Wallahu a’lam bi al shawab.

Prof. Dr. Nur Syam, MSi, Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sumber: Nursyamcentre
Tags: ahli sunnah wal jamaahHabaibHabibKekerasan SosialNUPBNUWalisongo
Share248Tweet155SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon
Nasional

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

by liputan9news
May 14, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS – Ballroom Hotel Aston Cirebon mendadak menjadi pusat perhatian warga Nahdliyin. Bukan sekadar pertemuan biasa, tiga tokoh besar...

Read more
Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

May 8, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy", "Warga NU, Kiai Kampung, Pengusaha Rokok

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

April 28, 2026
Gedung PBNU

Tenggat Waktu sampai Agustus Tak Ada Muktamar, PWNU dan PCNU Mosi Tidak Percaya ke PBNU

April 28, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In